MA Periksa Hakim Ad Hoc Walk Out Protes Kesejahteraan Nasional

Selasa, 12 Januari 2026, di pengadilan negeri (PN) Samarinda, seorang hakim ad hoc bernama Mahpudin melakukan aksi "walk out" saat persidangan berlangsung sebagai bentuk protes atas ketimpangan kesejahteraan hakim ad hoc. Aksi tersebut dinilai telah mengganggu pelayanan terhadap pencari keadilan dan tidak sejalan dengan prinsip profesionalitas hakim.

Mereka, ahli dari Mahkamah Agung (MA) memerintahkan pengadilan tinggi Samarinda untuk membentuk tim guna melakukan pemeriksaan terhadap hakim yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aksi "walk out" itulah bentuk solidaritas Mahpudin mengenai sesama hakim ad hoc di seluruh Indonesia. Menurutnya, menjadi hakim merupakan pilihan dan bentuk pengabdian, namun aspirasi kesejahteraan perlu diperjuangkan secara kolektif.

Menanggapi hal tersebut, Jubir MA Yanto menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara damai dan tidak mengganggu jalannya pelayanan publik maupun persidangan.
 
Aku pikir ini makin lama makin panas, kan? 🤯 Sebagai hakim ad hoc yang lain, aku pernah merasa sama dengan Mahpudin, tapi aku juga tahu betapa pentingnya profesionalitas di pengadilan. Aku ingat ketika aku masih mahasiswa hukum, aku diberi kesempatan untuk melakukan kerja praktek di pengadilan, dan aku langsung menyadari bahwa ini bukan cuma tentang hukum, tapi juga tentang kehidupan sehari-hari para hakim.

Aku rasa Mahpudin benar-benar memiliki haknya untuk mengutuk ketimpangan itu, tapi aku juga khawatir bagaimana cara lain bisa diambil agar tidak ada yang terganggu. Aku ingat saat aku masih muda, aku lihat ayahku bekerja sebagai karyawan negeri, dan aku tahu betapa sulitnya untuk bertahan hidup dengan gaji yang tidak sepadu.

Aku harap pemeriksaan tim ini bisa membuat semua hakim ad hoc merasa dihargai, tapi juga harus diperhatikan cara bagaimana agar tidak ada orang lain yang terganggu. Aku rasa ini adalah tugas bagi kita semua untuk bekerja sama dan menemukan solusi yang tepat 🤝
 
Gampangnya aja kalau korupsi di pengadilan, mereka (hakim ad hoc) gak puas dengar apa lagi kenyamanan peresmian mereka 🤦‍♂️. Tapi siapa tahu ada yang benar-benar masalah, itu aja jawabannya.
 
hebat aja ya mahpudin 🤩 dia buat contoh yang bikin semua hakim ad hoc berani bicara 🗣️ tapi kayaknya perlu diingat bahwa solidaritas itu harus dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu proses hukum. mungkin ada cara lain untuk mahpudin mengekspresikan aspirasi-inya, misalnya melalui forum atau media sosial 📱. tapi aja, kita penghargai niat baiknya mahpudin 😊
 
aku pikir mahpudin benar-benar gila sih kalau dia keluar dari ruang sidang seperti itu, kan ada yang perlu diusahakan adalah kesejahteraan hakim ad hoc ya, tapi dia sendiri yang keluar dan mengganggu semuanya, aku rasa lebih baik jika dia bicara dengan cara yang lebih santai aja, atau bahkan dia bisa ngobrol dengar ibu tjiwi atau sesosok yang dipercaya, kalau dia bicara dulu ada yang mendengarnya kan, dan itu saja sudah jadi, aku rasa ini bukan soal solidaritas ya, tapi soal privasi sih
 
Maksudnya kapan lagi kita bisa jadi hakim yang seimbang? Gini aja, diadakan protes tapi justru membuat keributan. Aku pikir kalau ada masalah harus dipecahkan bersama-sama, bukannya semua berlomba-lomba ngomong.
 
Beneran mah, aksi itu kayaknya wajar banget sih... Mahpudin bukan yang berbohong kalau katanya ini tentang kesejahteraan hakim ad hoc, tapi orang lain malah terlalu keras dan tidak peduli sama sekali dengan permasalahan itu. Mereka harus lebih profesional dan jujur aja, tidak seperti sekarang...
 
Aku pikir mahpudin di atas sebenarnya ngelajui apa yang aku rasakan, kenapa aku merasa lelah sama sama. Kita hakim aja, tapi gampang banget kalah dengan sistem. Aku suka dengar dia berani utak-utik seperti itu, kayaknya jadi inspirasi bagi kamu lain yang perlu melawan. tapi juga wajar, kalau kita tidak berani nentuh, siapa yang akan? 😊
 
Kalau gini aja, jadi kita semua nggak sabar dengan ketepuhan birokrasi ya? Tapi apa yang bisa dilakukan? Kita nggak bisa berjalan-berlari kayak gini, harus punya cara yang cerdas sih. Mahpudin itu kayaknya nggak salah karena dia cari jalan keluarnya. Dia ingin diakui kalau pengadilan di Samarinda ini kayak banget dengan ketimpangan kesejahteraan hakim ad hoc. Yang bikin saya marah adalah apa yang terjadi setelah dia berjalan keluar, sih. Kalau dia mau solidaritas dengar dengan ahli-ahli lain dari MA, maka nanti gak ada masalah deh. Tapi jadi aja, kalau kita cari kesadaran dan kerangka perubahan yang sebenarnya, itu kayaknya harus terjadi di balik layar, sih.
 
Aku pikir aksi Mahpudin itu salah, tapi aku juga mengerti kalau dia hanya ingin memperjuangkan hak-haknya sendiri dan yang lainnya. Aku rasa aku pernah sama seperti dia ketika aku masih mahasiswa, aku merasa tidak dihargai oleh pemerintah karena kami mahasiswa kecil-kecilan yang punya konflik dengan proyek-proyek besar. Tapi aku juga tahu bahwa ada cara lain untuk memperjuangkan diri kita yang lebih efektif dan efisien daripada melakukan aksi di pengadilan. Aku rasa Jubir benar-benar harus menegaskan pentingnya damai dalam menyampaikan aspirasi, tapi aku juga pikir ada cara untuk menengah-tengah antara Solidaritas dengan kesabaran. Misalnya, apakah kita bisa membuat sebuah kelompok yang lebih kecil untuk memperjuangkan hak-hak kami sebelum melakukan aksi besar-besaran seperti itu? 🤔💡
 
Gak bisa disahkan si aksi "walk out" tuh, di mana sumbernya? Apakah ada bukti nyata si mahpudin dan rekan-rekannya itu rame-rame protes? Nanti gak bisa dipercaya banget sih. Kalau benar-benar solidaritas, harus ada bukti yang jelas, sih. Jangan cuma aksi sembaran aja... 🤔
 
Aku pikir aksi mahpudin itu agak salah strategi ya... dia harus bisa menjelaskannya dulu bukan langsung melakukan aksi yang bikin protes. kalau mau diusahakan, dia bisa bikin diskusi dengan atasan atau teman-temannya di pengadilan. dan aku rasa gini penting juga untuk tidak mengganggu pelayanan publik, tapi siapa tahu apa yang terjadi di dalam pikirannya, mungkin ada alasan lain.
 
aaih bro, aksi mahpudin itu kayaknya tidak bisa dilarang, dia kan sudah buat kesadaran tentang kesenjataan kita sebagai hakim ad hoc di Indonesia 🤝🏻 #SolidaritasHakimAdHoc

yang penting adalah dia ngakukan aspirasi kesejahteraan perlu diperjuangkan kolektif, tapi dia harus cari cara yang tepat bro, tidak boleh buang-buang waktu persidangan 🕒️ #HormatPersidangan

dan yanto menegaskan pentingnya menyampaikan aspirasi dengan cara damai, kayaknya dia benar bro, kita harus bisa berkomunikasi dengan baik 🤝🏻 #KomunikasiBaik
 
Kalau kalian penasaran siapa yang membuang jaketnya di depan umum, tolong ngobrol dulu dengan hakimnya dulu. Aksi "walk out" itu buat konflik lagi di pengadilan 🙄. Kalo ingin perjuangkan keadilan, tolong ngajak teman-temannya aja, jangan buang jaketnya di depan umum.
 
kembali
Top