MA Periksa Hakim Ad Hoc Walk Out Protes Kesejahteraan Nasional

Hakim Mahkamah Agung (MA) saat ini memeriksa hakim ad hoc yang melakukan aksi walk out di Pengadilan Negeri Samarinda sebagai bentuk protes atas ketimpangan kesejahteraan hakim ad hoc. Aksi tersebut terjadi ketika persidangan perkara tindak pidana korupsi tengah berlangsung.

Menurut Juru bicara MA, Yanto, tindakan tersebut dinilai telah mengganggu pelayanan terhadap pencari keadilan dan tidak sejalan dengan prinsip profesionalitas hakim. Oleh karena itu, MA memerintahkan Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda untuk membentuk tim guna melakukan pemeriksaan terhadap hakim yang bersangkutan.

Aksi walk out di PN Samarinda dilakukan oleh hakim ad hoc bernama Mahpudin. Menurutnya, tindakannya adalah bentuk solidaritas terhadap sesama hakim ad hoc di seluruh Indonesia. Namun, MA menolak hal ini dan mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara damai dan tidak mengganggu jalannya pelayanan publik maupun persidangan.

Ketua Mahkamah Agung juga menyebutkan bahwa menjadi hakim merupakan pilihan dan bentuk pengabdian, namun aspirasi kesejahteraan perlu diperjuangkan secara kolektif. Oleh karena itu, MA mengingatkan seluruh hakim di bawah lingkungan MA agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme, bersikap rendah hati, menjauhi gaya hidup hedonis, serta menaati Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) baik dalam maupun di luar tugas kedinasan.
 
ini gak bisa, aksi walk out yang dilakukan oleh Mahpudin itu harus disukai, siapa tau kalau dia bukan orang pertama yang melakukan hal ini, tapi setidaknya dia sudah berani mengucapkan aspirasi nya. tapi sih, apa yang salah dengan solidaritasnya? apalagi kalau dia tidak ngerasa puas dengarkan oleh atasan-atasannya di MA. kayaknya harus ada cara lain yang lebih baik dari walk out, mungkin diskusi lebih panjang dan mendalam sebelum mengambil tindakan seperti itu. tapi sepertinya, yang penting adalah hakim ad hoc tersebut tidak mau menutup mulut dan berbicara tentang masalah yang dialaminya.
 
ini kalimatnya gak bisa dipungut, apa lagi saat terjadi protes dari hakim ad hoc yang menghentikan proses pengadilan. tapi apa yang penting adalah agar hakim dapat menikmati kesejahteraan yang layak dan tidak merasa lemah karena kekurangan modal hidup. mahpudin memang benar-benar melakukan aksi solidaritas, tapi harus dilihat dari sudut pandang apa yang sebenarnya terjadi di belakang scense ini. siapa yang mengetahui bahwa mahpudin memiliki masalah keuangan yang parah? toh jawabannya ada di sampingnya, yaitu ketika aksi-aksinya harus berdampak pada proses pengadilan yang sedang berlangsung. apa jua yang terjadi selama ini, saya masih percaya bahwa mahpudin memiliki niat yang baik dan ingin menjadi contoh bagi hakim ad hoc lainnya.
 
Kalau nggak salah aksi walk out yang dilakukan mahpudin bule-bule itu pasti masalah kalau gue mau dengar dari belakang mahkamah. tapi kayaknya apa yang terjadi bisa dipecahkan dengan cara damai, asal mahpudin nggak nyesel aja sih 😊. kemarin aku liat berita tentang kesulitan kehidupan hakim ad hoc di Indonesia, nggak sedikit empati deh. tapi sepertinya karna profesionalitas dan integritas adalah hal yang penting, mahpudin harus belajar dari kesalahan-kesalahan dulu. apalagi kalau ada cara lain buat mengenai isu kehidupan kebudayaan mereka juga bisa mencoba.
 
Aku pikir kalau mahkamah punya otoritas untuk memeriksa siapa yang bikin protes kayak itu, tapi aku juga paham kan kalau mahkamah juga harus menjaga kesejahteraan para hakim ya? Aku rasa apa yang dibawa oleh Mahpudin itu adalah niat yang baik, tapi aku pikir ada cara lain untuk membuat protes itu jadi lebih efektif. Mungkin bisa buat pertemuan dengan atasan atau lembaga yang terkait kan?
 
Aku pikir gampang banget bagaimana cara mereka bisa melakukan aksi walk out seperti itu 🤦‍♂️🚫. Jangan sabar-sabar kesejahteraan, kan? 🤑 Boleh nyesel sedikit ajar dari kesalahan orang lain 😊. Makasih ya MA dan Ketua Mahkamah Agung yang bijak 💡. Aku doang rasa mereka harus bisa berbicara dengan cara yang lebih santai, nggak boleh terlalu keras-keras 🤝.
 
Aku pikir gini... Mahpudin yang aksi walk outnya itu memang bermaksud baik, tapi kayaknya cara beliau tidak tepat. Aku tahu banyak hakim ad hoc yang merasa tidak puas dengan keadaan di luar sana, tapi aku rasa mereka harus mencari cara lain untuk mengatur asusila mereka. Aku pikir MA benar-benar menekankan hal ini, bahwa kita harus menjaga profesionalisme dan integritas dalam pekerjaan kita. Tapi aku juga pikir, kalau hakim ad hoc merasa tidak puas dengan keadaan, kita harus mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut secara kolektif, bukan dengan aksi individu yang bisa jadi mengganggu proses hukum...
 
Saya setuju bahwa aksi walk out Mahpudin memang tidak masuk akal, tapi saya juga tidak yakin apakah itu benar-benar solidaritas terhadap hakim ad hoc lainnya. Mungkin ada cara lain yang bisa dia lakukan untuk menyampaikan aspirasinya tanpa mengganggu pelayanan publik dan persidangan.

Saya senang bahwa MA memerintahkan tim guna melakukan pemeriksaan terhadap Mahpudin, tapi saya harap mereka tidak terlalu keras. Semua hakim harus dihormati dan diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya, tapi juga harus diingat bahwa ada batasan yang harus dijunjung tinggi.

Saya setuju dengan Yanto bahwa menjadi hakim adalah pilihan dan bentuk pengabdian, tapi saya juga pikir aspirasi kesejahteraan perlu diperjuangkan secara kolektif. Saya harap semua hakim bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
 
Kira-kira aku ngerasa kayaknya hakim Mahpudin benar-benar ingin protes atas ketimpangan kesejahteraannya, tapi aksi walk out-nya ternyata makin jadi masalah. Aku rasa kita semua harus mengerti bahwa menjadi hakim bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan saja, tapi juga tentang profesionalitas dan integritas.

Aku ingat ketika aku masih kecil, orang tua aku selalu berkata bahwa "kebaikan itu tidak bisa dibeli dengan uang". Aku rasa hal yang sama ini harus diterapkan dalam dunia hukum. Janganlah kita membiarkan segalanya terjadi seperti halnya di PN Samarinda, kita harus bekerja sama untuk membuat perubahan positif.

Kita harus mengingat bahwa kebaikan dan integritas adalah kunci sukses dalam apa pun yang kita lakukan. Baik dalam dunia hukum maupun di lain tempat. Kita harus bersikap rendah hati dan selalu menaati kode etik.
 
Aku pikir ini gampang banget. Mahpudin itu kayaknya hanya memakai aksi walk out sebagai alibi untuk nggak mau menerima kenaikan gaji atau yang seperti itu. Aku juga rasa MA terlalu keras, kalau mahhakim itu sudah punya masalah, apa biar dia melakukan aksi walk out dulu?

Aku pikir perlu ada aturan yang lebih jelas tentang bagaimana cara aspirasi hakim dilakukan, tidak hanya aksi walk out yang bisa bikin kesan bahwa mahkamah nggak peduli dengan kesejahteraan mahhakim itu sendiri. Aku juga rasa MA harus membantu mahkamah setempat untuk menemukan solusi yang lebih baik daripada melakukan pemeriksaan terhadap hakim yang bersangkutan.
 
Aku pikir apa adanya aksi walk out mahpudin kan? dia benar-benar punya hak untuk mengungkapkan dirinya sendiri, tapi aku juga rasa harus ada batas lah... tapi tapi, kita nggak bisa membandingkannya dulu. apakah ini bentuk solidaritas yang baik atau justru ada yang salah? aku kayaknya perlu lebih berpikir tentang hal ini sebelum aku benar-benar punya pendapat. 😐🤔
 
Pokoknya kalau aksi walk out itu kan serasa mirip aksi Mahbuhuddin yang kayaknya tidak bisa menyelesaikan kasus korupsi di Bali, tapi malah terus-menerus berubah-ubah hukuman sehingga banyak orang bingung apa yang harus dilakukan... Mereka harus fokus padanya pekerjaan dan jangan lupa mampu mengatur emosi ya...
 
ini sangat bikin ketakutan sih.. mahkamah agung memang harus memantau hakim ad hoc agar tidak kalah kelas sama sekali 🤯, tapi apa yang terjadi sih dengan hak asasi manusia ya? apakah kita diwajibkan untuk selalu mengutuk dan menyakiti saudara kita? saya rasa mahkamah agung harus lebih berhati-hati dan tidak hanya memperlihatkan sisi negatif saja 🤔, kalau tidak akan menjadi permainan yang sama sekali terhormat lagi.
 
Aku pikir aksi walk out Mahpudin itu kayaknya nggak masuk akal 😂. Apalagi kalau bukan berasa tertangkap sapa-siapa. Mungkin dia butuh bantuan dari rekan-rekannya yang lain di pengadilan? Tapi aku juga paham kalau dia ingin solidaritas dengan rekan-rekannya, tapi gak perlu cara seperti ini 🤷‍♂️. MA benar-benar harus mengeritai hal ini, karna kalau tidak, bisa jadi semakin banyak aksi yang nggak masuk akal di pengadilan 🚫.
 
kembali
Top