Longsor di Cisarua, Dede Yusuf: Lahan Dikelola Pengusaha Besar

Bencana longsor di Cisarua, kaki Gunung Burangrang, masih terus mengulangi diri. Di tengah-tengah bantuan yang semakin banyak, kekhawatiran masyarakat akan keselamatan wilayahnya tetap terus berlanjut. Dede Yusuf, anggota DPR RI, menyatakan bahwa alih fungsi lahan di kaki Gunung Burangrang tidak hanya menjadi penyebab bencana longsor tersebut, melainkan juga masih menimbulkan risiko yang besar bagi masyarakat sekitar.

Menurut Dede, di Desa Pasirlangu, terdapat lahan perhutanan yang dikelola secara masif untuk pertanian intensif. Hal ini membuat warga hanya menggarap bagian kecil dari lahan tersebut, sehingga tidak dapat menjaga keseimbangan alam yang seharusnya dilakukan.

Dede menyatakan bahwa pengelolaan lahan perhutanan di kaki Gunung Burangrang masih dalam tangan BUMN. Namun, ia menekankan bahwa status kepemilikan dan perizinan lahan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

"Kalau ada yang melanggar harus ditindak tegas. Kita tidak bisa terus mengabaikan alam," kata Dede.

Dalam keseluruannya, kekhawatiran masyarakat di wilayah Cisarua masih menjadi hal yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, Dede akan membawa persoalan ini ke tingkah nasional untuk menentukan solusi yang tepat dan memastikan bahwa tidak terjadi bencana seperti longsor tersebut lagi.
 
aku pikir gampang banget buat gojek ngasih promo khusus ke daerah cisarua, kayaknya orang-orang bisa naik gojek aja, nggak perlu khawatir keselamatan. tapi serius, kalau ada yang melanggar aturan lingkungan, harus dihukumin ya!
 
Kalau mau benar-benar mengatasi masalah longsor di Cisarua, kita harus paham bahwa punya lahan perhutanan intensif itu bukanlah satu-satunya yang salah. Kita juga harus memikirkan tentang bagaimana cara mengubah mindset masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan.

Kalau tidak mau berubah, maka justru semakin banyak lagi logam dan pertanian yang kita lakukan akan membuat alam semakin rusak. Jadi, tidak ada solusi yang tepat tanpa harus mengubah pola hidup kita sendiri. Dan itu bukan mudah ya... ๐Ÿ˜’
 
Saya rasa Dede Yusuf benar-benar peduli dengan masyarakat di Cisarua, tapi aku pikir dia kurang bisa menjelajahi penyebab akhirnya longsor itu terjadi ya ๐Ÿค”. Saya rasa tidak ada yang salah dengan lahan perhutanan, tapi mungkin kita harus mempertimbangkan kondisi alamnya juga, bukan hanya soal kepentingan manusia aja. Jadi, aku berharap Dede bisa mencari solusi yang tepat dan tidak memilih antara manusia dan alam ๐Ÿ˜Š.
 
Saya pikir itu sangat penting banget sih untuk diatasi masalah lahan perhutanan di Cisarua dulu. Kalau jangan ada pengawasan yang tepat, maka keselamatan masyarakat akan terus berisiko ๐Ÿ˜Ÿ. Saya setuju dengan Dede bahwa status kepemilikan dan perizinan lahan perhutanan itu harus diverifikasi lagi, agar tidak ada lagi penindakan yang tidak adil terhadap warga desa. Dan saya juga ingin melihat ada rencana untuk membangun infrastruktur yang lebih baik di daerah tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan longsor lagi ๐ŸŒณ๐Ÿšง
 
Aku pikir kalau gini sering sekali terjadi, kita harus berhati-hati banget. Lahan perhutanan di kaki Gunung Burangrang harus dilakukan dengan hati-hati, jangan cuma sekedar untung saja. Kita harus memikirkan tentang masa depan wilayahnya, bukan hanya soal keuntungan sementara waktu.

Kalau kita tidak berhati-hati lagi, bencana seperti longsor ini akan terus menuliskan dirinya di daerah Cisarua. Kita harus lebih bijak dalam pengelolaan lahan dan memastikan bahwa semua pihak berkepentingan memiliki keahlian yang sama untuk menghadapi masalah ini.
 
Makasih kai giliran deh, aku mau sambung suara aku... kayaknya ari Dede Yusuf benar banget, apa yang terjadi di Desa Pasirlangu itu sebenarnya adalah contoh bagaimana efek jangka panjang dari kebijakan pengelolaan lahan perhutanan yang tidak tepat. Aku pikir kalau BUMN itu harus lebih rajin dalam mengawasi dan mengelolanya dengan benar, bukan hanya fokus pada profit. Kita harus ingat bahwa keseimbangan alam itu sebenarnya adalah aset yang sangat berharga, jadi kita harus waspadai dan berusaha untuk tidak melanggarinya lagi... ๐ŸŒŽ๐Ÿ’š
 
Bencana longsor di Cisarua kan udah jadi hal yang sering terjadi, ga? Kita harus bisa mengerti bahwa alam ini masih sangat sensitif, apalagi di kaki Gunung Burangrang. Dede Yusuf itu benar-benar berani bicara tentang isu ini, tapi kayaknya kita juga harus ngobrol lebih banyak tentang pengelolaan lahan perhutanan di sana. Warga Desa Pasirlangu itu masih terus menggarap bagian kecil saja dari lahan yang luas, kan? Mereka butuh bantuan dari pemerintah dan BUMN untuk mengatasi masalah ini.

Aku pikir solusi yang tepat adalah kita harus bisa melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat setempat, agen perusahaan, dan pemerintah. Jangan sampai kita hanya ngobrol-ngobrol saja, nanti bencana lagi terjadi. Kita harus tindak tegas untuk menghentikan hal ini! ๐Ÿ’ก๐ŸŒณ
 
Bingung sih nih... alasan alih fungsi lahan di kaki gunung Burangrang itu makin banyak lagi jadi penyebab longsor. Kalau kita nanti mau terus membiarkan situasi ini berlanjut, kan nanti apa yang bakal terjadi? Warga Desa Pasirlangu udah cukup stres already dengan lahan perhutanan yang dikelola masif. Mereka udah harus menggarap bagian kecil aja dari lahan itu, jadi bagaimana caranya waktunya keseimbangan alam bisa tercapai? ๐Ÿค”
 
"aku rasa salah satu penyebabnya karena kita lihat semua perusahaan besar di Indonesia banyak yang punya lahan di kaki gunung. padahal, itu harus dilindungi lebih dulu. kita jangan sampai kehilangan alam kita sendiri demi uang. dan siapa tahu kalau ada yang ingin membeli lahan tersebut? kita tidak ingin menjadi korban kesalahpahaman seperti ini... ๐Ÿ˜’๐ŸŒณ"
 
akhirnya orang penting mau bicara tentang masalah ini... kalau giliran kita di daerah Cisarua, pasti kita akan marah banget sama pengelolaan lahan yang salah... kalau punya sumber daya alam apa pun, jangan lupa cari solusi yang baik untuk lingkungan... kalau ada orang yang melanggar, harus ditebakin tegas... tapi, aku ragu sih tentang alih fungsi lahan di kaki Gunung Burangrang... mau dipindah kan ke tempat lain?
 
Makanan favorit aku sih es teler dari Jakarta... apa kamu suka es teler? Aku pernah mencoba membuat sendiri di rumah, tapi hasilnya tidak se-enak yang beli di warung... lalu aku ingat, ada acara kompetisi es teler di Bandung tahun lalu, siapa yang tahu kalau ada yang bisa membuat es teler yang lebih enak dari aku...
 
Maafkan aja ya, nanya punya pertanyaan soal alih fungsi lahan di kaki Gunung Burangrang. Apakah ada rencana untuk mengubah fungsinya menjadi pengelolaan alam yang lebih baik? Gampangnya, kita tidak bisa biarkan alam kita terus diganggu oleh bencana longsor lagi ๐Ÿ˜”. Dede Yusuf bilang bahwa status kepemilikan dan perizinan lahan masih perlu diverifikasi, itu benar-benar penting! Kita butuh solusi yang jelas dan cepat untuk mengatasi masalah ini. Saya harap pemerintah bisa membantu menentukan solusi yang tepat dan memastikan keselamatan masyarakat di wilayah Cisarua ๐Ÿ™.
 
Bisa dipercaya bukan kalau Dede Yusuf sedang berbicara. Saya pikir alih fungsi lahan di kaki Gunung Burangrang memang salah, tapi kemudian masyarakat di Desa Pasirlangu hanya menggarap bagian kecil? Gak bisa diharapkan banget ya, kayaknya harus ada pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah. Saya ingat aja, kalau ada yang melanggar harus ditindak tegas, kan? Kalau tidak ada kontrol, bencana seperti ini akan terus menulis diri. Saya harap Dede Yusuf bisa membawa persoalan ini ke tingkah nasional dan mencari solusi yang tepat untuk masyarakat di wilayah Cisarua ๐Ÿค”๐ŸŒณ
 
Gue pikir ada yang positif di balik bencana longsor di Cisarua, ya? Kekhawatiran masyarakat itu membuat kita harus lebih waspada dan berhati-hati dengan pengelolaan lahan di kaki Gunung Burangrang. Kalau kita bisa mengoptimalkan penggunaan lahan tersebut, nanti kita bisa menjaga keseimbangan alam yang seharusnya.

Gue juga senang Dede Yusuf membawa persoalan ini ke tingkah nasional, itu berarti masyarakat di wilayah Cisarua akan mendapatkan perhatian yang lebih luas. Kalau kita bisa bekerja sama dan mengoptimalkan pengelolaan lahan tersebut, nanti kita bisa mengurangi risiko bencana seperti longsor lagi. Gue yakin bahwa dengan kerja sama dan keberanian, kita bisa membuat perubahan positif di wilayah ini! ๐Ÿ˜Š๐ŸŒณ
 
Mana ya, bencana longsor di Cisarua kembali terjadi. Makasih deh Dede Yusuf yang masih saksianya tentang hal ini. Aku rasa perlu diatasi lebih gampang lagi lahan perhutanan di desa Pasirlangu. Kalau warga hanya garap sedikit, bagaimana hasilnya? Belum ada solusi yang tepat. Kita harus waspada terus.
 
iya, kabar baiknya Cisarua mulai bisa pulih dari bencana longsor, tapi masih banyak kesan negatif yang dipikirin masyarakat. aku pikir perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana lahan di kaki Gunung Burangrang dapat dikelola lebih baik nih. aku tidak berpikir bahwa hanya perubahan alih fungsi lahan saja yang bisa mengurangi risiko longsor, tapi juga harus ada inisiatif dari masyarakat sendiri agar mereka mau bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan terhadap lingkungan. kalau ada yang melanggar, tidak boleh diabaikan nih!
 
Saya rasa kalau kita lihat statistiknya, sekarang sudah ada 2 tahun berturut-turut longsor di kaki Gunung Burangrang. Artinya, kerusakan lahan dan lingkungan yang terjadi itu tidak cuma sekali aja, tapi terus terulang. ๐Ÿคฏ Lihat ini, di Desa Pasirlangu, lahan perhutanan yang dikelola secara masif hanya dapat diakses oleh 40% warga, sedangkan sisanya harus bergantung pada lumbung sendiri. Jadi, sebenarnya sudah ada yang salah, tapi kita terus terlalu banyak mengabaikan isu ini. ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Kita harus lihat, pengelolaan lahan perhutanan di kaki Gunung Burangrang masih dalam tangan BUMN, tapi status kepemilikan dan perizinan lahan tersebut masih belum jelas. Saya rasa kalau kita mau asahnya lebih baik lagi, maka pasti solusinya akan muncul. ๐Ÿค” Lihat saja statistik kebakaran hutan di Indonesia, sekarang sudah ada 100.000 hektar yang terbakar setiap tahunnya! ๐Ÿš’
 
Makasih ya gue tahu informasi tentang longsor di Cisarua ๐Ÿ˜”. Gue pikir apa yang salah dengan pengelolaan lahan di kaki Gunung Burangrang, tapi juga gue peduli dengan pembangunan ekonomi. Mungkin kalau kita bisa temukan keseimbangan antara 2 hal ini, maka kita bisa mencegah bencana seperti longsor lagi ๐Ÿคž. Gue yakin bahwa warga Desa Pasirlangu perlu didampingi dan diinformasikan tentang cara merawat lingkungan mereka agar tidak terjadi kehancuran alam lagi ๐ŸŒฟ๐Ÿ’š.
 
Gue pikir pemerintah harus lebih serius dalam mengelola lahan di kaki Gunung Burangrang, ya? Kalau bukan dengan segera mengubah pola pertanian intensif itu, pasti aja akan terus berulang seperti yang sudah terjadi. Saya khawatir warga Desa Pasirlangu tidak hanya kehilangan lahan, tapi juga kehilangan cara hidup mereka yang sudah ada ratusan tahun.
 
kembali
Top