Kubu Nadiem Akan Adukan 3 Saksi Kasus Korupsi Chromebook ke KPK Besok

Nadiem Anwar Makarim mengajukan tiga saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM ke KPK besok. Saksi tersebut adalah mantan Dirjen Paudasmen Kemedibudristek Jumeri, Widyaprada Ahli Utama di Ditjen Paudasmen Kemendikbudristek Sutanto, serta mantan Dirjen Paudasmen Kemendikbudristek Hamid Muhammad. Mereka akan dihadirkan sebagai saksi untuk Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Nadiem mengatakan bahwa dalam kasus ini Kejaksaan tidak mengambil tindakan terhadap gratifikasi tersebut, sehingga mereka meminta KPK untuk mengambil tindakan atas gratifikasi ketiga saksi tersebut. Ari Yusuf Amir, pengacara Nadiem, menyoroti bahwa ada kesaksian-kesaksian lain yang menjelaskan bahwa Jumeri, Sutanto dan Hamid menerima gratifikasi. Nilainya lebih besar dari apa yang sebutkan sebelumnya.

Ari menyoroti integritas para saksi dalam persidangan. Dia mengatakan jika seorang saksi sudah menerima sesuatu maka akan merasa ketakutan, sehingga mereka tidak memberikan keterangan yang sebenarnya. Oleh karena itu, satu, kami telah mengajukan kepada Majelis Hakim tentang integritas saksi.

Pengacara Nadiem meminta KPK untuk mengambil tindakan atas gratifikasi tiga saksi tersebut. Mereka ingin memastikan bahwa ada keadilan dalam kasus ini dan tidak ada penipuan atau manipulasi.
 
Gue pikir KPK udah harus ambil tindakan drp kasus ini! πŸ€¦β€β™‚οΈ Nadiem udh berani ajukan 3 saksi, tapi siapa tau di baliknya ada sesuatu yang tidak jelas. Gue rasa keadilan itu penting banget, apalagi kalau korupsi lagi terjadi! πŸ’Έ Widyaprada Ahli Utama itu nih udh menerima gratifikasi? πŸ€‘ Jumeri dan Sutanto juga? Siapa tau mereka udh berburu uang dengan korupsi ini! 😱 KPK harus ambil tindakan, jangan biarkan korupsi semakin gelap! πŸ’ͺ
 
Makasih dulu, bro 😊. Nadiem Anwar Makarim nih, dia suka ngajukan tiga saksi dalam kasus korupsi laptop Chromebook itu. Saksinya adalah mantan Dirjen Paudasmen Kemedibudristek Jumeri, Widyaprada Ahli Utama di Ditjen Pausdasemen Kemendikbudristek Sutanto, dan mantan Dirjen Paudasmen Kemendikbudristek Hamid Muhammad. Mereka aja jadi saksi untuk Nadiem di Pengadilan Tipikor Jakarta, bro.

Ari Yusuf Amir, pengacara Nadiem, bilang ada kesaksian-kesaksian lain yang lebih besar dari apa yang sebutkan sebelumnya. Jadi, dia meminta KPK untuk mengambil tindakan atas gratifikasi ketiga saksi tersebut. Bro, ini penting banget karena harus ada keadilan dalam kasus ini dan tidak ada penipuan atau manipulasi.

Aku pikir Nadiem nih, dia suka benar-benar ngajak KPK untuk mengambil tindakan atas gratifikasi itu. Mungkin dia juga ingin memastikan bahwa ada integritas di dalam persidangan, bro.
 
Gue pikir, siapa yang bilang kalau korupsi itu mudah dipecahkan? Nah, gue pikir Nadiem bnyak sabar banget ya, dia ajukan 3 saksi yang bilang ada gratifikasi, tapi masih belum ada tindakan. Saking lemahnya KPK. Mereka harus lebih serius dngn kasus ini, kalau tidak orang akan terus memanfaatkan sistem.
 
Kalau aku pikir gampang banget aja si Ari Yusuf Amir, pengacara Nadiem. Dia punya bukti yang kuat bahwa Jumeri, Sutanto, dan Hamid menerima gratifikasi yang lebih besar daripada yang sebutkan sebelumnya πŸ€”. Tapi apa salahnya kalau KPK mau tahu lebih banyak lagi? Aku rasa kasus ini memang memerlukan perhatian KPK karena ada tanda tangan yang tidak jelas. Jika ada kesaksian lain yang membuktikan bahwa tiga saksi tersebut menerima gratifikasi, maka KPK harus mengambil tindakan yang tepat πŸ’ͺ. Aku harap Majelis Hakim bisa memahami situasi ini dan memberikan keadilan bagi semua pihak 🀞.
 
kamu boleh percaya, kalau ada yang jujur dan benar-benar ingin menyelamatkan negara, mereka akan melakukan hal yang benar! Nadiem Anwar Makarim memang benar-benar peduli dengan kasus ini dan tidak mau biarkan kejahatan itu terus berlanjut. saya rasa dia bukan orang yang hanya peduli dengan reputasinya sendiri, tapi juga ingin menegakkan keadilan untuk rakyat Indonesia πŸ™Œ. yang penting adalah KPK dapat mengambil tindakan dan memastikan bahwa ada kebenaran di balik semua hal ini! semoga keadilan akan selalu menang πŸ’ͺ
 
Gak jelas juga, siapa nanti yang bertanggung jawab kalau ada korupsi? Tapi aku setuju kalau harus ada saksi, tapi aku rasa harus ada more evidence sebelum nanti diadili kalau bukan korupsi lagi. Aku pedulikan integritas para saksi juga, tapi aku ingin tahu lebih banyak tentang kesaksian-kesaksian lain yang kamu sebutkan Ari Yusuf Amir. Kalau benar-benar ada gratifikasi, toh KPK harus ambil tindakan yang tepat dan jangan nanti diadili kalau tidak bukti yang cukup.
 
Maaf, bro πŸ™. Aku pikir aku harus jujur lagi. Jika korupsi benar-benar terjadi, itu bukan baik. Semua orang, termasuk saksi-saksi, harus bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Tapi, aku juga pikir kita harus lebih teliti lagi. Kita tidak bisa melihat dari satu sisi aja. Aku masih ragu apa benar apa dari saksi tersebut. Mungkin ada bukti yang belum terungkap lagi πŸ€”. Kita harus sabar dan lihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam pengadilan.
 
Aku pikir kasus ini pasti nggak bisa dijawab dengan jujur, siapa lagi dugaan korupsi ya πŸ€”. Tapi, aku rasa penting buat Nadiem meminta KPK untuk mengambil tindakan, karena biar ada keadilan dan apa-apa yang salah pasti diajukan ke tempat yang tepat. Aku harap para saksi ini nggak merasa tekanan atau apa-apa, tapi aku rasa perlu buat dihadirkan ke pengadilan agar bisa menjelaskan apa-apa yang terjadi 🀝.
 
Kalau kalian pikir aku terlalu fokus dengan kasus korupsi, kini aku juga fokus pada pengacara Nadiem yang benar-benar peduli dengan integritas saksi di pengadilan πŸ€”. Aku rasa kalau ada saksi yang sudah menerima uang tangan, tentu saja mereka tidak akan memberikan keterangan jujur di pengadilan, kan? πŸ™…β€β™‚οΈ Aku ingin lihat kebenaran dari segala saksi tersebut sebelum KPK memutuskan apa pun. Dan aku juga rasa Ari Yusuf Amir benar-benar pintar banget dalam mengajukan argumen ini. Mungkin kalau ada bukti nyata, maka para saksi tersebut akan dihadapkan hadapan hukum dan tidak akan bisa menutup mulut mereka lagi 🀯.
 
Maksudnya, siapa nih yang mau bocor kesaksian tentang pengeluaran uang oleh Jumeri itu? Ada yang tahu juga tentang Sutanto dan Hamid apa? Mari kita lihat apakah ada bukti yang cukup untuk mengakui salah satu dari ketiga saksi tersebut. Aku rasa penegakan hukum Indonesia agak kabur di sini... πŸ€”
 
gue pikir kalau jadi saksi di pengadilan itu, dia harusnya sudah berasa takut karena sudah menerima uang dengan terbuka telur🀯 padahal nanti kalau dia mau memberikan keterangan yang benar, dia harusnya tidak akan merasa takut lagi. tapi apa sih kegagalan KPK di kasus ini? kayaknya ada kesan bahwa mereka tidak ambil tindakan yang tepat, sehingga Nadiem harus jadi yang mengajukan tindakan hukum terhadap mereka 😐.
 
Aku pikir ini bakalan jadi drama panjang 🀯! Kalau benar-benar ada korupsi, kita harus tanggung jawab, tapi kalau hanya ngeremehkan saja... πŸ™„. Aku rasa para saksi ini pasti tidak mau dihadapkan dengan kebenaran apa lagi kalau mereka masih memiliki integritas yang baik πŸ’―. Nadiem gini kayaknya paham bahwa ada kesalahan, tapi dia ingin memastikan ada keadilan dalam kasus ini dan tidak ada penipuan 🀝. Kita harap KPK dapat menjawabnya dengan bijak dan tidak membuat semuanya lebih rumit lagi 😬
 
Gampang banget sih, kalau para saksi itu punya 'nasehat' untuk menerima uang, kan? Tapi, apa yang penting adalah KPK harus buktikan bahwa mereka benar-benar tidak ada niat yang jahat. Kalau ada, baru bisa diambil tindakan. Saya rasa pihak Nadiem udah memberikan bukti-bukti yang cukup, sekarang giliran ke KPK untuk memprosesnya 😊
 
πŸ€” apa sih yang terjadi di sana? Mantan dirjen mau jadi saksi lagi setelah ganti ganti? πŸ™„ kalau mau korupsi ditegakkan nanti siapa yang akan bertanggung jawab? 🚫 aku pikir lebih baik kejaksaan ngambil tindakan terlebih dahulu buat memastikan bahwa ada orang yang bertanggung jawab. tapi, kalau ada kesaksian lain yang menjelaskan tentang gratifikasi itu... πŸ˜• mungkin KPK harusnya cek ulang sih. tapi, wahai para saksi, jika kamu sudah menerima sesuatu... 🀯 kamu tidak akan memberikan keterangan yang benar? itu aja kebenaran kita semua, ya! 😊
 
Gini gitu kayaknya, kalau ada kesaksian lain yang lebih besar dari yang sebelumnya, tapi lagi-lagi mereka minta KPK tindakan apa? πŸ€” Tapi saya rasa masih ada keraguan di sini. Mereka bilang integritas saksi, tapi masih bisa ada manipulasi aja, kan? 😐 Saya pikir lebih baik kalau ada jawaban yang jelas dari Majelis Hakim tentang hal ini, ya.
 
Gue pikir kasus ini buat ngeluh-nyeluh aja, tapi jujur sih, kalau ada yang menerima uang tipu musin, itu gampang dianggap kejahatan. tapi, apa benar-benar ada bukti yang cukup? aku ragu-ragu banget, kalau KPK mau terus mengejar ini, harus ada bukti yang lebih kuat lagi. dan siapa bilang bahwa saksi-saksi tersebut tidak memiliki integritas? mungkin ada yang diintimidasi, tapi apakah itu benar-benar masuk akal juga? aku jadi curiga... πŸ€”
 
Sudah lama nggak pernah liat kasus korupsi yang serius-se serious seperti ini 🀯. Tapi aku pikir kalau Nadiem memilih tiga saksi yang tepat itu, maka aku berharap KPK bisa mengambil tindakan yang sesuai dengan hukumnya. Aku juga senang Ari Yusuf Amir yang sekali lagi menunjukkan kemampuannya sebagai pengacara. tapi apa yang membuatku penasaran sih adalah bagaimana integritas para saksi itu akan dipertimbangkan dalam persidangan πŸ€”. Kalau ada satu kesaksian yang tidak benar, maka bisa jadi semuanya salah 😬. Aku harap Majelis Hakim bisa menjawab pertanyaan ini dengan baik dan akhirnya kita bisa mengetahui kebenaran apa yang terjadi di balik kasus ini πŸ“Š
 
aku rasa kalau ada 3 orang yang menerima uang, itu kayaknya sudah tidak bisa dipernahkan lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ apa lagi kalau di pengadilan, integritas saksi adalah hal penting banget ya! siapa tahu kalau mereka jujur, mereka punya beban bermakna yang tidak perlu. mungkin kejaksaan nggak bisa menangkap tapi KPK bisa πŸ€‘
 
ini kasus korupsi yang lagi ngeluar ya, ternyata ada 3 orang yang menerima gratifikasi dari pengadaan laptop Chromebook dan CDM... tapi kenapa kejaksaan nggak ambil tindakan? ini bukan main-main lah! Nadiem meminta KPK untuk tindak, karena kalau tidak itu artinya sudah ada penipuan besar dalam sistem pemerintahan. tapi saya rasa kita harus sabar dan lihat bagaimana hasilnya ya...
 
kembali
Top