KPK Dalami Perjalanan Luar Negeri Ridwan Kamil di Kasus BJB

Pengawasan KPK Terus Mengintai Ridwan Kamil di Kasus BJB

Kemarin, pengawas KPK terus mengintai aktivitas Ridwan Kamil saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurut sumber di dalam pihak KPK, pengawasan ini terutama fokus pada hubungan Ridwan Kamil dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB). Pengawasan ini juga meliputi aktivitas perjalanan ke luar negeri yang sering dilakukan oleh Gubernur tersebut.

Budi Prasetyo, juru bicara KPK, menjelaskan bahwa pengawasan ini terutama menyasar dua klaster dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan di BJB. Klaster pertama berkaitan dengan pengondisian pengadaan iklan yang telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Sementara itu, klaster kedua menyoroti komunikasi antara Ridwan Kamil dan pihak Bank BJB.

"Kami juga mendalami bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh Pak RK saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dengan pihak BJB," kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam pengawasan ini, Ridwan Kamil diperkirakan melakukan perjalanan ke luar negeri yang cukup sering. Temuan ini kemudian membuat penyidik untuk menelusuri tujuan perjalanan, pihak yang menemani, serta sumber pembiayaan perjalanan tersebut.

Kami juga mendalami penukaran-penukaran uang yang dilakukan dalam pengawasan ini. Dalam periode 2021 sampai 2024, kami menangkap adanya dugaan penukaran mata uang asing ke rupiah dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Dalam kasus dugaan korupsi Bank BJB, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka ialah mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi; Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB Widi Hartoto; pengendali agensi Arteja Muliatama dan Cakrawala Kreasi, Ikin Asikin Dulmanan; pengendali agensi Wahana Semesta Bandung Ekspres dan BSC Advertising, Suhendrik; serta pengendali agensi Cipta Karya Mandiri Bersama dan Cipta Karya Sukses Bersama, Sophan Jaya Kusuma.

Kelima tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Meski belum ditahan, KPK telah mencegah mereka bepergian ke luar negeri selama enam bulan.

Penyidikan perkara ini masih berfokus pada dugaan aliran dana nonbujeter dalam proyek pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023. KPK menemukan kejanggalan dalam penggunaan anggaran iklan dengan total nilai Rp 409 miliar. Dari jumlah tersebut, penyidik menemukan selisih hingga Rp 222 miliar.

Selisih tersebut muncul karena dana yang dikeluarkan bank lebih besar dibandingkan dana yang diterima oleh agensi iklan. Selisih itulah yang kemudian menjadi dana nonbujeter. "Lebih dari 50 persen anggaran belanja iklan ini masuk ke dana nonbujeter," kata Budi pada 27 Desember 2025.

Sementara itu, Ridwan Kamil telah menjalani pemeriksaan oleh KPK pada 2 Desember 2025. Ia menyatakan tidak mengetahui secara rinci pengadaan iklan di Bank BJB karena hal tersebut merupakan aksi korporasi di tingkat badan usaha milik daerah. "Gubernur hanya mengetahui aksi korporasi BUMD jika dilaporkan," ujar Ridwan. "Jadi saya tidak tahu, apalagi terlibat atau menikmati hasilnya."
 
Gue rasa kalau pengawasan yang dilakukan KPK ini masih terlalu sering mengintai Ridwan Kamil, ya? Belum ada bukti yang cukup pasti bahwa ia melakukan korupsi atau tidak. Gue rasa lebih baik jika KPK fokus pada kasus-kasus yang sebenarnya ada bukti dan tidak hanya mengintai seseorang yang belum tentu melakukan kesalahan. Dan juga, gue rasa Ridwan Kamil sudah banyak menjelaskan apa yang ia ketahui tentang pengadaan iklan di Bank BJB, tapi masih diperiksa oleh KPK? Apakah itu benar-benar adil?

Dan yang lebih jujur, siapa yang bilang bahwa perjalanan ke luar negeri dari Ridwan Kamil adalah hal yang salah? Kalau ia suka pergi ke luar negeri, itu tidak apa-apa. Yang penting adalah ia menggunakan uang negara dengan bijak dan tidak melakukan korupsi.

Gue rasa KPK harus lebih fokus pada kasus-kasus yang sebenarnya ada bukti, bukan hanya mengintai seseorang yang belum tentu melakukan kesalahan. Dan juga, gue rasa Ridwan Kamil sudah banyak menjelaskan apa yang ia ketahui tentang pengadaan iklan di Bank BJB, tapi masih diperiksa oleh KPK? Apakah itu benar-benar adil? 🤔👀
 
Wah gak bisa yakin siapa yang kurang jujur di BJB ya? KPK pasti teliti banget kayak ini, nanti siapa yang kalah aja harus jawab. Aku rasa pemeriksaan Ridwan Kamil juga wajar sih, kalau dia tidak tahu apa-apa itu korporasi maka dia jangan boleh langsung menikmati hasilnya. Tapi sayangnya dana nonbujeter ini bisa naik ke puncaknya sih? Saya rasa kPK harus fokus di mana-mana biar gak ada yang melanggar undang-undang.
 
Ridwan Kamil lagi-lagi jadi target pengawasan KPK apa lagi karena dia suka pergi luar negeri kan? Kalau apa ada yang salah dengan dia, siapa punya kebaikan nakal dia sih... Perlu diingat ada dugaan korupsi juga, kan? Sementara itu, apa pun keterlibatan Ridwan, dia gak tahu sih... Gubernur hanya mengetahui aksi korporasi BUMD jika dilaporkan. Tapi kayaknya KPK lebih teliti dengan pihak BJB lagi-lagi, karena ada dugaan penyalahgunaan uang yang cukup besar... Saya penasaran sih apa hasilnya nanti...
 
Wah, gak percaya sih kalau pengawasan KPK masih terus mengintai Ridwan Kamil ya. Gakin banyak dugaan korupsi yang muncul dari kasus BJB ini. Apa tujuan perjalanan luar negeri-nya sih? Apakah dia benar-benar butuh jaga diri atau gak? Semua hal ini harus diinvestigasi dulu sebelum disebutkan sebagai korupsi ya.
 
ini suatu kasus yang makin jelas lagi bagaimana pentingnya pengawasan di bidang korupsi. perlu diingat bahwa ridwan kamil sebagai gubernur telah menjalani pemeriksaan oleh kpk dan menyatakan tidak mengetahui secara rinci tentang pengadaan iklan di bank bjb, tapi gak apa artinya. ini masih bisa jadi ada yang tersembunyi di balik cerita tersebut. kayaknya masih penting untuk diawasi sehingga korupsi bisa diatasi dan masyarakat bisa hidup dengan tidak berdampak dari dana pribadi. 💡
 
[Image dari GIF dengan latar belakang warna kuning dan Ridwan Kamil sedang berbicara sambil tersenyum]

KPK ini kayak sekolah banget, kalau ada kerusakan pun kubisihin!
 
aku kira penasaran banget siapa orang yang dipilih oleh KPK untuk mengawasi ridwan kamil kan?? di kasus bjb ini jelas ada yang curiga dengan pengadaan iklan, tapi apa punahnya? dan mengapa kamu nggak sibuk mengawasi orang lain yang mungkin juga terlibat dalam hal itu?
 
pikirnya nih, pengawasan KPK ini gampang lama juga sih. kenapa harus sering-sering aja memantau Ridwan Kamil? tapi yang penting adalah apa yang dia lakukan dengan uang tersebut, kan? jangan lupa ada yang bertanggung jawab atas dugaan korupsi di BJB, ya!
 
🤔 ya, kalau pengawas KPK itu lagi mengintai Ridwan Kamil, maksudnya dia masih banyak yang bisa dia cari, kan? kayaknya dia udah lama ngerembug gubenur ini. aku pikir apa sih yang diharapkan dari pengawasan ini? mau ngajak gubenur ke kasus korupsi aja? 🤷‍♂️
 
Mau nggak percaya sih kalau KPK terus mengawas Ridwan Kamil ya? Semua cerita korupsi, tapi gampang banget dia bilang tidak tahu apa-apa. Nah, aku pikir kalau dia bilang begitu bukan berarti dia bilang jujur, tapi ada yang justru dia coba teletapi ke luar sana... 💁‍♂️
 
Halo temen-temen! 🤔 Aku pikir kasus ini cukup susah banget, kayaknya ada banyak hal yang perlu diinvestigasi. Ya, Ridwan Kamil itu gak bisa dipisahkan dengan kasus korupsi di BJB, kalau tidak mau diawasi, berarti kita harus siap untuk menangkap-nya juga 🚔. Aku rasa penting juga untuk melihat bagaimana komunikasi antara Gubernur dan pihak BJB, kalau ada kesalahan atau penipuan, itu pasti akan terdeteksi di sini. Dan aku rasa penemuan tentang dugaan penukaran mata uang asing yang berada di dalam pengawasan ini juga sangat penting untuk dipertahankan, karena bisa jadi itu merupakan salah satu cara untuk mengalihkan perhatian dari kasus utama 🤑. Aku harap KPK bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil, dan pastikan bahwa semua orang yang terlibat diperiksa dan ditangkap jika ada dugaan korupsi 👮‍♂️
 
🤔 KPK memang sibuk banget lagi dengan kasus BJB, kan? 🤑 Pengawasan yang sering dilakukan kepada Gubernur Ridwan Kamil itu pasti bukan cuma hal biasa aja, tapi juga karena ada banyak dugaan korupsi yang terjadi di sana. 😳 Dan kalau sumbernya itu benar-benar ada, maka itu berarti ada kegagalan dalam pengelolaan anggaran oleh BJB, loh! 📊 Mungkin jika semua itu dibersihkan, maka kita bisa melihat lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi di sana. 💡
 
kembali
Top