KPCDI Desak Pemerintah Bebaskan Biaya BPJS ke Pasien Cuci Darah

KPCDI Melaporkan Ratusan Pasien Cuci Darah Dicabut dari BPJS PBI, Minta Bebas Biaya

Banyak pasien cuci darah yang terpaksa mencabut keanggotaan BPJS Kesehatan (PBI) demi bisa melakukan proses hemodialisis. Bahkan, beberapa di antaranya harus mendaftar kembali dengan biaya Rp200 juta.

Menurut Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir, ratusan pasien yang mencabut keanggotaan BPJS PBI ini melaporkan kepada organisasi mereka. "Tidak hanya itu, banyak di antara mereka yang terpaksa mendaftar kembali dengan biaya besar. Ini adalah kehilangan hak kesehatan bagi masyarakat," kata Tony.

Saat ini, tidak ada komunikasi dari Kementerian Sosial tentang data pasien yang dicabut dari BPJS PBI. "Itu kita minta pertanggungjawaban hukumnya dan minta dikembalikan ke status sebelumnya," ujar Tony.

Kejadian ini ditambahkan, di antara para pasien cuci darah tersebut ada beberapa yang menerima bantuan dari KPCDI. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan terus menerus. "Oh, banyak! 90% mah melakukan itu. Timbang enggak cuci darah? Mending mereka kehilangan Rp200 ribu ketimbang mereka harus bayar Rp1 juta," tutur Tony.

Menurutnya, pasien ini sebelumnya terdaftar sebagai peserta BPJS PBI tetapi dicabut karena penyesuaian data kependudukan. "Kami minta mereka yang tadinya PBI dan berubah ke mandiri, ya, Kemensos harus merubahnya kembali statusnya ke PBI," kata Tony.

Pihak KPCDI menilai bahwa tidak adanya pencocokan langsung ke lapangan oleh Kementerian Sosial adalah bentuk negara tidak bekerja dan memberikan hak kesehatan bagi masyarakat.
 
Mending kan? Kalau pasien cuci darah itu dicabut dari BPJS, apalagi harus biaya Rp200 juta lagi untuk mendaftar kembali... Sama seperti aku ketika harus menembus bayar listrik di bulanan Desember, aku juga merasa kayaknya sih. Tapi, kalau Kemensos tidak bisa mengatur data pasien kependudukan dengan baik, toh bagaimana caranya diakui sebagai warga? Mereka yang terpaksa mendaftar kembali itu ada bayangannya...
 
Maksudnya siapa yang bilang gini kalau Indonesia bisa jadi paling baik untuk semua orang? Membuat pasien cuci darah terpaksa pindah ke mandiri karena biaya 200 juta, apa bedanya dengan sistem yang ada sebelumnya? Bayar Rp1 juta tapi mesti bayar lebih dari Rp200 jatu? Belum lagi kalau pasien itu harus mendaftar kembali... Hmm, apakah ini bukan contoh kekurangan Kemensos?
 
gini nih, kalau gini terus terjadi siapa yang bayar biaya 200 juta? pasien cuci darah itu sibuk aja, sampe harus bayar uang lagi kerenaaa 😒. kenapa kementerian sosial tidak ada komunikasi? mereka harus balas pertanggungjawabnya dan minta dikembalikan ke status sebelumnya. ini bukan tentang negara yang baik, tapi negara yang tidak bekerja sama sama sama 🤦‍♂️.
 
Gini, gini... KPCDI kayaknya harus bisa ngeresponsin lebih cepat sih, jadi pasien cuci darah bisa masuk kembali ke sistem BPJS PBI tanpa dipaksa keluar ya, biar mereka nggak kehilangan Rp200 juta 🤑
 
Gampangnya orang cuci darah mau keluar dari BPJS ya, tapi kemudian jadi masalah karena harus bayar Rp200 juta lagi... ini gini, negara harus lebih berhati-hati banget, sih... kalau pasien cuci darah itu terpaksa mendaftar kembali, makanya harus ada komunikasi yang jelas dari Kemensos... kalau tidak, pasien itu akan kehilangan hak kesehatannya...
 
Mana pasien cuci darah yang harus bayar Rp200 juta biaya? Itu bikin banyak orang kesulitan, bahkan ada yang harus mendaftar kembali. Mungkin Kementerian Sosial harus lebih cepat bereaksi dan memberikan bantuan. #PasienCuciDarah #BebasBiaya #HakKesehatan
 
Haha apa lagi yang bisa salah? Mereka dicabut BPJS PBI karena penyesuaian data kependudukan, tapi kemudian masih harus membayar biaya Rp200 juta untuk mendaftar kembali? Itu kan bodoh juga! Apa mereka pikir pasien cuci darah itu mau kehilangan status sebelumnya dengan cepat? Tapi kayak gue bayangkan, kalau kamu terluka dan harus melakukan hemodialisis, tentu kamu akan kepanikan. Dan kemudian dihampiri dengan biaya besar... Gak ada yang nyesal kan?
 
Gue rasa ini kayak banget ya, pasien cuci darah harus bayar biaya Rp200 juta lagi setelah dicabut dari BPJS PBI? Gue pikir apa kabar dengan sistem ini? Banyak yang kehilangan hak kesehatan karena perubahan data kependudukan, tapi gue rasa tidak ada jawaban dari pemerintah. Kamu harus minta pertanggungjawab dan kembalikan status sebelumnya, kalau tidak apa artinya? 🤔💸
 
ini bikin aku sedih banget, banyak orang yang harus mencabut keanggotaan BPJS PBI karena hemodialisis, tapi apa sisi ini? di mana rupiah Rp200 juta? itu biaya yang sangat besar untuk pasien cuci darah, aku yakin kalau bantuan dari KPCDI tidak cukup, mereka membutuhkan bantuan lebih banyak dari pemerintah. aku harap pemerintah bisa segera menangani masalah ini dan memberikan jaminan bagi pasien-pasien yang membutuhkan. 🤕💔
 
ini salah satu contoh bagaimana system BPJS PBI ini bisa jadi tidak fungsional, sih... banyak pasien yang harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan hemodialisis dan masih banyak lagi yang tidak bisa. tapi apa yang paham dari sisi Kementerian Sosial, sih? masing-masing pasien harus melaporkan ke organisasi mereka sendiri, kemudian minta bebas biaya, tp di mana mereka akan mendapatkan bantuan itu, sih? dan yang paling mengecewakan, ada pasien yang harus mendaftar kembali dengan biaya Rp200 juta... serius, ini seperti sistem yang tidak sengaja dirancang.
 
Ayahku, ini makin serius banget! Pasien cuci darah yang harus mencabut keanggotaan BPJS PBI karena biaya Rp200 juta itu kayaknya sangat berat di atas mereka. Mereka sudah butuh hemodialisis dan akhirnya harus bayar biaya yang mahal lagi. Itu kan tidak adil banget! Kemensos harus merespons hal ini dengan cepat dan memberikan solusi yang tepat agar pasien-pasien itu bisa mendapatkan perawatan kesehatan mereka tanpa harus khawatir tentang uang 🤕
 
Gue penasaran banget kenapa begitu banyak pasien cuci darah yang harus mencabut BPJS PBI? Mereka terpaksa kehilangan hak kesehatan karena mau bayar Rp200 juta lagi? Gue pikir ini sangat tidak adil, kan? KPCDI sapa aja nih kalau mereka ingin pasien cuci darah itu dihargai dengan baik oleh pemerintah. Mereka harus ada komunikasi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh Kemensos, dan juga harus ada bantuan untuk para pasien yang sudah mengalami kesulitan ini. Gue rasa ini adalah kehilangan hak kesehatan bagi masyarakat, ya! 🤦‍♂️😡
 
ini pengaruhnya besar sekali gak? sih, pasien cuci darah itu harus membayar biaya Rp200 juta lagi kalau mau bergabung BPJS PBI. kenapa musti begitu berat? toh mereka sudah ada di daftar sebelumnya kan? aku pikir kemensos harus segera mengubah statusnya kembali ke mandiri nih, sehingga pasien cuci darah tidak kesulitan lagi. apa yang diperlukan adalah transparansi dan keadilan dalam pengelolaan BPJS PBI. kalau bisa ada solusi yang memadai gak, maka pemerintah harus buatlah! 🤔💼
 
omg, apa arti pasien cuci darah harus bayar Rp200 juta buat mendaftar lagi di BPJS PBI? itu gini nggak adil sih... kenapa mereka harus kehilangan hak kesehatannya? kan itu sudah cukup berat juga ya? aku rasa pemerintah harus bantu pasien ini, seperti nanya kemudian membagikan biaya untuk mendaftar kembali di BPJS PBI. tapi sepertinya pemerintah belum tahu apa-apa... 🤔
 
ini bukan mainan, nggak enak liat banyak orang yang harus dipaksakan mencabut asuransi kesehatan karena kekhilangan statusnya. tapi apa yang bisa dilakukan sih? ada yang salah kan? pasien cuci darah yang berada di situasi yang sulit ini memang perlu bantuan dari kemensos, tapi nggak mau bekerja sama juga bukan mainan. siapa nanti harus bertanggung jawab?
 
I don't usually comment but... ini gak bisa dipernah ya! Jadi pasien cuci darah harus bayar Rp200 juta lagi untuk mendaftar kembali ke BPJS PBI? Maksudnya, apa mereka yang terlalu kaya untuk bayar itu? Atau ada yang salah dengan sistem BPJS PBI itu? Tapi aku rasa ini bukan masalah soal biaya, tapi soal hak kesehatan. Jika pasien cuci darah itu sudah terdaftar ke PBI dan kemudian dicabut karena penyesuaian data, mereka harus dihakimiin dengan apa? 🤔
 
ini banget serius, siapa tau pasien cuci darah itu ada di keluarga kamu atau kenalkan kayak aku... tapi kalau harus bilang, kalau pemerintah tidak bisa mengatur BPJS dengan baik ini berarti kita orang biasa yang kehilangan hak kesehatannya. sih kalau ada pasien cuci darah yang harus mendaftar kembali dengan biaya besar itu gak jelas lagi apa yang mereka bayar dulu dan apa yang mereka bayar sekarang... tapi apa yang penting adalah pasien cuci darah ini bisa langsung memiliki akses ke fasilitas hemodialisis tanpa perlu khawatir biaya, ya kalau pemerintah bisa kerja sama dengan organisasi seperti KPCDI ini pasti lebih baik...
 
ini gini, kalau pasien cuci darah diwajibkan mencabut BPJS PBI justus biaya Rp200 juta itu wajar banget! sepertinya pemerintah tidak mau bantu pasien yang membutuhkan ini. aku pikir ini salah tujuan dari BPJS PBI, yaitu memberikan akses kesehatan bagi semua masyarakat, bukan hanya yang mampu membayar biaya itu. di sisi lain, aku rasa KPCDI yang merusak akun pasien cuci darah ini, tapi kalau memang harus dipilih, aku lebih fokus pada pemerintah yang harus bertanggung jawab atas hal ini 🤔💉
 
Kasus ini kayaknya memperjuangkan bagaimana kita harus menghargai hak-hak pasien yang membutuhkan, tapi gak bisa diajak ke dalam kenyataan yang benar-benar sulit juga. Bayangin aja kalau kamu sedang menjalani proses hemodialisis, kayaknya tidak mau beban biaya Rp200 juta lagi 🤕. Gue rasa pemerintah harus lebih teliti dan berhati-hati dalam mengatur kebijakan ini, gak bisa memaksakan pasien untuk bayar biaya yang terlalu besar 😔. Dan apa sih tujuan dari semua hal ini? Apakah kita hanya ingin membuat pasien menjadi lebih kreatif dalam mencari cara untuk tidak membayar biaya, ataukah kita benar-benar ingin memberikan hak-hak mereka sebagai warga negara? 🤔
 
kembali
Top