Komdigi Putus Sementara Akses Aplikasi AI Grok Milik Elon Musk

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutus sementara akses penggunaan aplikasi X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, akibat konten pornografi palsu yang dihasilkan oleh fitur artificial intelligence (AI) bernama Grok. Pemutusan sementara ini dilakukan untuk melindungi perempuan, anak-anak, dan masyarakat umum dari risiko konten pornografi palsu.

Menurut Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, Kementerian Komdigi memandang praktik deepfake seksual non-konsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital. Banyak pengguna X yang menggunakan Grok untuk mengedit foto menjadi konten pornografi, sehingga Kementerian Komdigi meminta aplikasi X untuk memberikan penjelasan terkait penyalahgunaan fitur ini.

Pemutusan sementara akses terhadap aplikasi X dilakukan berdasarkan Pasal 9 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Kementerian Komdigi memastikan bahwa sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang.

Pemerintah ini mengambil tindakan ini untuk melindungi masyarakat dari konten pornografi palsu yang dihasilkan oleh fitur Grok. Penggunaan aplikasi X harus diatur agar tidak memfasilitasi atau menyebarluaskan informasi elektronik yang dilarang.
 
Aku pikir pemerintah benar-benar tegas dengan hal ini 🤝. Kamu bisa lihat, fitur AI seperti Grok bisa bikin konten pornografi palsu dengan mudah, dan itu bikin banyak korban. Aku sendiri pernah melihat video deepfake yang bikin aku merasa tidak nyaman lho 😳. Jadi, pemerintah harus ngambil tindakan untuk melindungi masyarakat dari hal ini. Tapi, aku juga ingin lihat aplikasi X bisa memberikan penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi dan bagaimana mereka akan mengatasi masalah ini nanti 🤔.
 
Apa kejadian ini, bro? Saya juga terkejut banget nih. Aplikasi X sebelumnya udah ada konten pornografi, tapi kini ternyata ada fitur buatan otak (AI) yang bisa bikin konten pornografi palsu... itu kayaknya sangat berbahaya, bro! Bagaimana kalau pengguna lain juga menggunakan fitur ini? Saya rasa pemerintah Indonesia harus lebih cepat dalam mengambil tindakan seperti ini. Aplikasi X harus diatur agar tidak memfasilitasi penyebarluasan konten pornografi palsu... itulah yang penting, bro! 🚨💻
 
omg sekali lagi teknologi yang kita gunakan hari ini bisa jadi bumerang kan? penggunaan aplikasi X yang sebelumnya tidak ada masalah sekarang harus berhati-hati lagi karena fitur AI Grok yang dihasilkan konten pornografi palsu. itu memang tidak enak banget apalagi bagi perempuan dan anak-anak. saya setuju dengan pemerintah ini membuat tindakan seperti ini untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut, tapi harusnya aplikasi X juga bisa lebih baik lagi dalam mengatasi masalah ini di masa depan.
 
ini gampang banget, gue pikir pemerintah udah lama sekarang harus ambil tindakan seperti ini, konten pornografi palsu itu bikin banyak korban dan punya dampak negatif besar, jadi aku setuju dengan keputusan Kementerian Komdigi untuk memutus akses penggunaan aplikasi X sementara. tapi gue juga rasa harus ada penjelasan lebih lanjut dari aplikasi X terkait bagaimana cara mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan fitur Grok, misalnya dengan memperbarui algoritma atau menambahkan fitur keamanan tambahan.
 
Maksudnya apa sih dengan fitur Grok? Apa sih cara kerjanya? Dulu aja ngerasa sering terjadi kasus deepfake yang bikin orang kesal, tapi gini pertama kalinya pemerintah melindungi kita dari itu. Berapa lama sementara akses penggunaan aplikasi X akan dihilangkan? Apakah ada cara lain buat mengatasinya?
 
Aku sedih banget nih... Aplikasi X yang sebelumnya kita gunakan untuk berbagi cerita dan berkomunikasi dengan teman-teman, sekarang tidak bisa digunakan karena konten pornografi palsu! Aku tahu pemerintah ingin melindungi perempuan, anak-anak, dan masyarakat umum dari risiko konten yang tidak pantas, tapi aku pikir cara ini terlalu keras. Aplikasi X memiliki keterbatasan penggunaan fitur Grok yang harus diatasi oleh pengembang aplikasi itu sendiri.

Aku ingat saat masih sekolah SMA, kita menggunakan platform Facebook untuk berbagi foto dan cerita, tapi sekarang Instagram menjadi favorit banyak orang. Dan sekarang X... Semua aplikasi online ini harus ditekan dengan hati-hati agar tidak memfasilitasi konten yang tidak pantas. Aku harap pengembang aplikasi X bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat fitur Grok lebih aman dan tidak mudah digunakan oleh orang-orang dengan niat jahat... 🤦‍♂️💻
 
Saya setuju dengan keputusan pemerintah ini, tapi masih sedikit khawatir kan? Aplikasi X itu sangat populer di kalangan masyarakat, apalagi kalau kita bicara tentang konten cerita dan informasi. Jika memutus akses penggunaan aplikasi X secara sementara, pasti ada banyak pengguna yang kesulitan dalam mencari informasi atau berkomunikasi dengan keluarga/mereka sendiri.

Saya rasa pemerintah harus lebih teliti dalam menerapkan kebijakan ini, apalagi kalau kita bicara tentang isu privasi dan keamanan online. Seringkali aplikasi seperti X itu memberikan banyak kemudahan bagi pengguna untuk berbagi informasi dan konten, tapi juga ada risiko besar bahwa konten tersebut bisa menjadi palsu atau tidak diinginkan.

Tapi saya juga setuju bahwa pemerintah harus melindungi masyarakat dari konten pornografi palsu yang bisa menyebarluaskan di internet. Jika Kementerian Komdigi memandang praktik deepfake seksual non-konsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, itu pasti benar.
 
Aku masih ingat saat aku masih SMP, belum ada Instagram atau TikTok seperti sekarang 😂. Aku pikir ini konten pornografi palsu itu bagus untuk membuat aplikasi X dan penggunaanya harus diatur agar tidak memfasilitasi atau menyebarluaskan informasi elektronik yang dilarang... tapi aku rasa ini tidak boleh dilakukan karena bisa mempengaruhi anak-anak kita 🤦‍♂️. Aku rasa perlu ada hukuman yang lebih berat untuk pengguna aplikasi X yang mengedit foto menjadi konten pornografi, jadi orang-orang tidak akan menggunakan fitur ini lagi 💔.
 
gak ngerti sih kenapa pemerintah harus melarang akses penggunaan aplikasi X kok? kira-kira aja konten pornografi palsu yang terdapat di sana, tapi gimana kalau orang-orang ingin menggunakan fitur lainnya? seperti fitur untuk berbagi cerita atau berdiskusi, buat samanya aja.
 
Aku pikir pemerintah Indonesia benar sekali mengambil tindakan ini. Konten pornografi palsu adalah hal yang sangat merugikan, tapi aku juga penasaran bagaimana fitur Grok itu bisa terbentuk dan dipercaya oleh pengguna X. Saya rasa harus ada penelitian lebih lanjut tentang bagaimana AI bisa terlibat dalam pembuatan konten pornografi palsu dan bagaimana aplikasi X bisa memperkuat keamanan fitur ini agar tidak digunakan untuk hal-hal yang merugikan.

Saya juga ingin tahu bagaimana aplikasi X akan menghadapi hal ini di masa depan. Apakah mereka akan meningkatkan kebijakan penggunaan fitur Grok atau ada langkah-langkah tambahan yang perlu diambil? Aku berharap mereka dapat menemukan solusi yang tepat untuk melindungi masyarakat dari risiko konten pornografi palsu.
 
Aku pikir pemerintah gak perlu ngancam-ancam seperti ini, apa kira-kira kalau pengguna X terus mengedit foto aja? Aku ingat saat-saat 90an di Yogyakarta, kita aja punya grup foto kelompok yang seru, tapi nggak ada konten pornografi yang bikin kehilangan marabun. Mungkin fitur Grok sengaja buat makin kompleks kalau ini terus dihormati sebagai teknologi, tapi sekarang jadi apa deh? Kalau pemerintah mau melindungi perempuan dan anak-anak, gak perlu mengatakan "tunggu aja" dan membuat aplikasi X kaget. Aku setuju kalau harus ada batasan, tapi nggak perlu terlalu keras juga, ya?
 
Pokoknya, aplikasi X harus lebih bijak dalam pengelolaannya ya... Kalau mereka bisa banter banter dengan pengguna, jangan sampai terjadi masalah lagi sih... Penting juga untuk memastikan bahwa pengguna tidak terlalu mudah membuat konten yang salah dan nanti keluar di depan umum. Kementerian Komdigi udah lakukan tindakan yang tepat, penting juga agar semua pihak bekerja sama dan jujur dalam mengelola aplikasi yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat. 😊👍
 
apa sih makna banget pemerintah memutus akses penggunaan aplikasi x? kalau aku paham, fitur grok itu bisa buat konten pornografi palsu, tapi gak ada jaminan bahwa konten itu benar-benar palsu. apa sih yang bikin seseorang mau membagikan konten yang tidak benar? kalau kita serius dengan hak asasi manusia, kita harus lebih berhati-hati dalam mengatur sistem digital ini. mungkin pemerintah bisa membuat aturan yang lebih ketat, tapi gak usah membuat pihak pengguna merasa terhalang-halangi.
 
Apa sih kebijakan ini?? Mereka already ada nih, tapi mereka jadi lebih serius juga karna fitur Grok banget bikin konten pornografi palsu... Saya pikir pengguna X harus lebih berhati-hati saat menggunakan fitur tersebut... Kalau tidak, maka pemerintah pasti akan mengambil tindakan seperti ini lagi... Saya rasa pengembang aplikasi X harus meningkatkan keamanan fitur Grok untuk mencegah penyalahgunaannya...
 
Gw penasaran apa sih itu deepfake seksual non-konsensual nih? Sepertinya fitur Grok di aplikasi X bisa bikin konten pornografi palsu, dan itu bukan baik-baik aja. Gw setuju pemerintah harus melindungi masyarakat dari konten yang tidak pantas, tapi gw juga ingin tahu apa sih penggunaan aplikasi X harus diatur seperti apa nih? Gw harap pemerintah bisa membuat aturan yang tepat dan tidak membatasi terlalu banyak kebebasan pengguna. Karena, kita juga perlu menerima bahwa orang dewasa itu bisa membawa risiko sendiri saat menggunakan aplikasi online.
 
hehe, siapa tahu nanti aplikasi X akan banjir dengan penggunaan konten yang positif dan bukan konten pornografi... tapi apa yang paham aku kalau pemerintah ingin melindungi masyarakat dari risiko konten yang tidak sehat, aku setuju dulu, tapi harus diatur agar tidak berlebihan juga ya 🤔. kementerian komdigi pasti memiliki alasan yang baik untuk memutus akses penggunaan aplikasi X selama ini, tapi kalau mau melindungi perempuan anak-anak juga harus ada penjelasan yang jelas tentang bagaimana fitur Grok bekerja dan bagaimana penggunaan aplikasi X harus diatur agar tidak menyebarluaskan konten yang dilarang...
 
Gak bisa juga ya, pasalnya konten pornografi palsu itu bikin banyak korban, especially perempuan dan anak-anak yang kurang tahu cara berpikir kritis. Aplikasi X harus bertanggung jawab lebih baik lagi. Saya setuju denga tindakan pemerintah ini, tapi aku juga ingin melihat bagaimana aplikasi X itu akan mengelola fitur Grok dengan lebih bijak di masa depan 🤔💡
 
kembali
Top