Komdigi Putus Sementara Akses Aplikasi AI Grok Milik Elon Musk

Pemerintah menutup sementara akses ke fitur AI yang bisa dipercaya Grok, sebuah aplikasi edis punya Elon Musk. Pemutusan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari konten palsu pornografi buatan AI tersebut. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, praktik deepfake seksual non-konsensual dianggap pelanggaran serius hak asasi manusia dan keamanan warga negara. Pemerintah telah meminta aplikasi X untuk memberikan penjelasan terkait penyalahgunaan AI tersebut.
 
AI yang bisa dipercaya ya, tapi kapan-kapan tech ini jadi alat buat buang-buang aja. Makanya pemerintah harus serius banget memantau dan mengontrolnya. Kalau AI itu jadi alat buat meledakkan konten palsu pornografi, itu berarti AI itu jadi tools yang buruk. Saya setuju dengan Menteri Komunikasi dan Digital bahwa praktik deepfake seksual non-konsensual itu serius banget, bisa merusak keamanan seseorang. Apalagi kalau itu terjadi kepada perempuan atau anak-anak. Gak bisa dibiarkan aja 😕. Aplikasi X harus jujur dan memberikan penjelasan yang tepat tentang apa yang terjadi dengan AI Grok-nya.
 
aku benar-benar pedulikan fitur AI di Grok, tapi kalau harus dipilih aku jadi tidak terlalu percaya sama aja 😅. aku tahu kalau Elon Musk suka bikin teknologi yang canggih, tapi aku khawatir kalau pengembangan AI itu bisa jadi terlalu cepat, kayaknya aku masih paling suka menggunakan Google Maps aja 🗺️. aku juga tidak sabar banget dengan deepfake seksual non-konsensual, itu gampang banget bikin korban merasa tidak nyaman dan bahkan trauma 😔. aku harap pemerintah bisa melindungi masyarakat dari hal seperti itu. tapi aku penasaran apa aja jawaban aplikasi X terhadap pertanyaan Menteri Komunikasi? 🤔
 
Aplikasi edis yang penting banget seperti Grok, tapi kalau gini punya dampak besar juga. Sementara sementara akses ke fitur AI itu diblokir, aku rasa bisa dipikirin lagi tentang penjagaan privasi online kita. Aplikasi X pasti senang banget karena mau nggak tahu siapa yang bikin konten palsu nih.

Aku pikir kalau pemerintahnya ganti dengan aplikasi edis lokal, aku yakin bisa lebih aman lagi. Dan juga biayanya tidak harus dibelanjai oleh negara. Lalu, kita perlu tanya siapa yang membiarkan hal ini terjadi di pertama-tama. Apakah kurangnya regulasi atau kesalahan teknologi? Aku rasa penting banget untuk dipikirin lagi tentang keamanan online kita dan bagaimana cara mencegah penyalahgunaan AI seperti ini di masa depan 🤔
 
Saya masih nggak paham sih, apa benar-benar fitur AI itu bisa buat konten pornografi? Saya pikir kalau aplikasi itu harus ada kemampuan untuk memfilterin kontennya sendiri, tapi mungkin saya salah. Menteri Meutya Hafid itu pintar banget, tapi nggak usah khawatir, kita sudah punya orang lain yang bisa menjaga privasi kita, seperti Komisi Informasi dan Persahan. Saya hanya khawatir kalau penutupan ini akan bikin korban deepfake lebih banyak lagi, karena mungkin mereka akan cari cara lain untuk mendapatkan kontennya.
 
Gue pikir pemerintah ini benar sekali, akses ke fitur AI itu perlu dilindungi, kalau tidak bisa dipercaya sih bukan? Kalau konten palsu pornografi dari AI itu masuk ke internet, gue rasa warga negara kita yang lemah dan korup akan dijadikan laban oleh orang-orang yang berkuasa. Tapi aku khawatir, menteri ini kayaknya sedikit keras sekali, sih kalau hanya untuk melindungi hak asasi manusia itu aja. Aplikasi X harus memberitahu apa-apa lagi, tapi kalau tidak ada konsekuensi, mungkin aku akan pikir mereka jujur dan tidak mau menggunakan AI buat kejahatan.
 
Aplikasi Grok itu bikin aku bingung, ya... Menteri Hafid itu benar-benar serius dengan hal ini, tapi aku rasa aku juga penasaran. Aplikasi apa yang punya fitur AI buat bikin konten pornografi palsu? Mereka siapa nih? Dan bagaimana cara mereka bisa bikin konten itu? Aku pikir harus ada cara untuk memastikan konten yang dikasilkan AI itu asli dan tidak palsu. Jadi, aku berharap aplikasi X itu bisa memberikan penjelasan yang jelas tentang apa yang terjadi. Dan aku harap pemerintah bisa membuat aturan yang tepat untuk melindungi masyarakat dari hal ini... Aku rasa kita harus lebih berhati-hati saat online ya, khususnya dengan konten yang bikin perasaan kita tidak nyaman... 🤔
 
ada kabar gembira, akhirnya pemerintah bisa mengambil tindakan ketat terhadap konten palsu yang bikin perut kotor . aku pikir itu sangat penting untuk melindungi masyarakat dari konten yang salah dan merusak reputasi mereka. tapi aku juga penasaran apa benar-benar hasil dari aplikasi Grok itu, karena aku dengerin kata-kata bahwa itu bisa buat deepfake seksual yang bikin korban rasanya badan tergantung . pemerintah harus sangat hati-hati dalam mengambil tindakan ini agar tidak menimpa korban yang salah. dan aku harap aplikasi X akan memberikan penjelasan yang jelas tentang apa yang terjadi di sana... 🤔📱
 
AI lagi-lagi bikin masalah... Gak percaya apa yang bisa ditawarkan oleh teknologi itu kalau tidak bisa dipercaya. Bisa jadi coba aja buat konten palsu dan lalu lihat siapa yang ikut kebokohan ini 🤦‍♂️. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid gak salah bermaksud, tapi perlu diingat teknologi itu bisa digunakan untuk hal baik atau jahat. Sementara itu, aku curious banget apa yang benar-benar terjadi dengan aplikasi edis Grok dan bagaimana cara mencegah praktik deepfake seksual non-konsensual. Pemerintah harus serius dalam mengelola teknologi ini agar tidak menyeret warga negara ke dalam gigitan scorpion 🐜.
 
Aplikasi Grok itu kayaknya bakalan jadi benda panas nih, masyarakat Indonesia sih sudah cukup sensitive dgn konten seksual nggak perlu lagi ada AI yang bisa bikin deepfake pornografi. Menteri Meutya Hafid udah benar-benar tepat dalam melindungi hak asasi manusia, tapi aku sengaja jangan terlalu senang nih, karena ini kayaknya bakalan jadi contoh bagaimana kerajinan digital bisa dipasarkan, dan siapa tahu sih konten palsu itu udah ada sebelumnya.
 
kembali
Top