Ketua PN Depok Minta Rp 1 M Bantu Urus Sengketa Lahan, Dibayar Rp 850 Juta

KPK menetapkan dua orang ke dalam dewan penguasa pengadilan di Depok, yaitu Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Keduanya dicurigai terlibat dalam skandal suap pengurusan sengketa lahan di Depok. Menurut Asep Guntur Rahayu, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, kasus ini mulai bermula ketika putusan PN Depok mengabulkan gugatan PT Karabha Digdaya (KD) terkait sengketa lahan 6.500 meter persegi di Tapos, Depok.

Setelah itu, PT KD meminta PN Depok untuk melaksanakan eksekusi pengosongan lahan, tapi permintaannya belum dikabulkan hingga Februari 2025. Saat itu pula warga yang bersengketa dengan PT KD mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan tersebut.

Asep melanjutkan bahwa Yohansyah Maruanaya, Jurusita PN Depok, kemudian melakukan komunikasi dengan Berliana Tri Kusuma, Head Corporate Legal PT KD terkait pengurusan sengketa lahan. Ia diminta untuk meminta fee Rp 1 miliar kepada PT KD melalui pihak PT KD sendiri.

Namun, permintaan fee itu tidak disanggupi oleh PT KD dan kedua belah pihak sepakat memberikan fee Rp 850 juta sebagai gantinya.
 
Gue rasa kasus ini benar-benar bermasalah, tapi ngga bisa dikatakan terlalu serius aja 🤔. Tapi kalo kita lihat dari sudut pandang kebenaran, ada yang jelas, yaitu bahwa ada korupsi di PN Depok. Berapa banyak kesempatan mereka untuk mengambil uang dengan cara 'fee' seperti itu? Itu bukan sekedar kasus tentang biaya pengadilan, tapi tentang bagaimana mereka bisa menikmati hasil sengketa lahan tanpa harus bekerja keras 💸.

Tapi apa yang kita lakukan? Kita tunggu sampai KPK mengambil tindakan yang benar. Mungkin ada yang salah, mungkin ada yang tidak lengkap dalam penjelasan ini, tapi satu hal yang jelas adalah bahwa korupsi di Indonesia tetap menjadi masalah yang serius 😞.
 
oic 😅, kalau sih kPK udah menetapkan 2 orang di dewan pengadilan Depok, itu kayaknya serius banget... 🤔. Aku pikir ada apa-apaan dengan penjajahan sengketa lahan di Depok ini... tapi sepertinya k2 orang yang dipilih udah terlibat dalam skandal suap, kayaknya harusnya ditekan lebih ketat... 🚫. dan siap-siap aja jika ada kecurangan lagi, biar bisa ditangani oleh KPK... 🤞.
 
ini kabar kpk ngenai skandal suap di depok, sih. kalau punya dana 1 miliar, siapa yang tidak mau? tapi apa yang penting, kalau ada kesalahan dari salah seseorang, pasti semua akan jatuh. dan kayaknya, kedua orang itu ngenainya karena kasus suap, kalau punya bukti, sih, kalau tidak, aja kabur di balik sengketa lahan 🤷‍♂️. tapi ini penting, agar semua orang jujur dan tidak bawa uang untuk membeli kebenaran, sih.
 
Mereka2 nggak bisa jujur dulu, baru nanya kasus suap. Saya pikir jangan terlalu cepat menyerang, tapi perluasan informasi lebih dihiasi. Jadi, apakah benar-benar ada bukti bahwa mereka2 melakukan suap? Atau mungkin hanya teori yang keluar dari kantor KPK?
 
😒 Semakin lama kasus ini, semakin jelas kalau ada sesuatu yang tidak beres di Depok itu. Sengketa lahan itu sebenarnya apa? Kenapa PN Depok langsung mengabulkan gugatan PT Karabha Digdaya tanpa punya bukti yang cukup? 🤔 Dan siapa yang memberikan tugas kepada Yohansyah Maruanaya untuk komunikasi dengan PT KD? Apakah itu ada hubungan antara kedua belah pihak? 😅
 
Saya pikir ini kaya gini, ada yang curiga tapi tidak ada bukti nyata, kalau benar-benar ada skandal suap ya harus ada tindakan yang pasti dari KPK aja, tapi apa yang terjadi sih? Mereka masih diangkat menjadi dewan penguasa pengadilan apa keajaiban itu? Kalau tidak ada bukti nyata, mungkin hanya sekedar takut akan konsekuensi ya? Atau apakah ada yang tidak jelas di balik hal ini?
 
kembali
Top