Kerugian Masyarakat Imbas Scam Capai Rp9,1 T sejak November 2024

Masyarakat Indonesia kehilangan Rp9,1 triliun karena penipuan (scam) mulai November 2024-14 Januari 2026. Menurut Frederica Widyasari Dewi, kepala eksekutif pengawas perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan pelindungan konsumen Otoritas Jasa Keuangan, kerugian ini merupakan laporan yang masuk ke Indonesia Anti Scam Center (IASC). Dengan demikian, dana tersebut ditimbulkan dari 432.637 laporan masyarakat.

OJK bersama IASC telah memblokir sekitar 397 ribu rekening yang terindikasi terlibat dalam praktik scam. Selain itu, OJK-IASC juga menyelamatkan dana sekitar Rp432 miliar selama periode tersebut. Menurut Frederica, dari sebaran laporan scam dapat kita lihat bahwa Pulau Jawa mendominasi laporan scam tertinggi, sebanyak 303 ribu laporan lebih.

Selain itu, OJK juga mencatat aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi ilegal. Ditemukan 2.263 entitas pinjol ilegal dan 354 investasi ilegal. Masyarakat yang paling banyak terlibat dalam pinjol maupun investasi ilegal juga berada di Pulau Jawa, dengan per wilayah yang paling banyak di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Modus keuangan ilegal seperti pinjol dan investasi ilegal telah merambat di Tanah Air sejak beberapa tahun lalu. Sementara itu, modus keuangan ilegal seperti scam muncul belakangan ini secara global. Frederica mengatakan bahwa peningkatan pelindungan konsumen melalui pemberantasan scam ini sangat penting.
 
Skema pinjaman online ilegal yang sudah beredar lama dan baru saja muncul modus scam global, ini pasti memberikan kesempatan besar bagi orang Indonesia kehilangan uangnya 🤦‍♂️. Pulau Jawa yang kaya akan penduduk itu sendiri menjadi target utama skema ini. Sementara itu, 2.263 entitas pinjol ilegal dan 354 investasi ilegal yang ditemukan juga bukti bahwa OJK-IASC benar-benar berusaha keras dalam pemberantasan skema ini.

Namun, saya kurang yakin jika sudah 432.637 laporan masyarakat yang terdaftar menjadi korban skema scam ini sebenarnya semua laporan itu valid. Apakah ada kemungkinan ada penipuan atau kecurangan data di bagian OJK-IASC? 🤔
 
Aku pikir 9 triliun itu kayak banget biaya kesehatan aku bisa bayar seluruh hidupku 😱. Makan, tempat tinggal, mobil, bahkan anak aku 😩. Tapi aku paham kalau ini bukan kehilangan dari orang lain, tapi dari diri kita sendiri. Aku yang suka berinvestasi online dan pinjaman online, aku juga terkena. Bayangkan aku harus mengutak-atik setiap rekening, apa yang benar dan apa yang salah 🤯. Masyarakat Indonesia pasti banyak yang merasa panik ini, tapi aku rasa kita perlu belajar dari kesalahan kita sendiri 💡. Aku akan lebih hati-hati berinvestasi di masa depan. Pulau Jawa memang memiliki masalah yang parah, tapi aku tidak ingin memberitahu siapa pun di mana aku tinggal 😅. Aku hanya ingin mengatakan bahwa peningkatan pelindungan konsumen sangat penting dan aku senang OJK-IASC dapat menangani masalah ini 🙏.
 
Gini aja nih, kalau gini laporan scam mulai bulan Desember 2024 sampai Januari 2026 punya kerugian sebesar Rp9,1 triliun, itu akrab banget ya... Tapi apa yang bisa kita lakukan? Selamatnya OJK dan IASC yang ngajak masyarakat melaporkan scamnya. Saya lihat juga penerangan dari OJK soal pinjol ilegal dan investasi ilegal yang banyak beredar di tanah air. Masing-masing daerah kaya gini, tapi sepertinya kita harus hati-hati saat ngobrol dengan orang lain soal keuangan. Saya yakin semua orang Indonesia sama-sama ingin terhindar dari kerugian seperti ini...
 
Scam gini benar-benar bikin korban ngeluh, tapi aku pikir OJK dan IASC sudah lakukan yang cukup baik. Mereka memblokir rekening banyak yang terlibat dalam scam dan menyelamatkan dana ribuh. Aku rasa kerugian Rp9,1 triliun itu bisa dihilangkan nanti dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang scam dan pinjol ilegal. Yang penting adalah pemerintah dan OJK terus berusaha untuk melindungi konsumen. Pulau Jawa malah yang banyak korban scam, tapi itu bukan berarti Jakarta atau Jawa Barat tidak bisa diwasilkan layanan yang baik dari OJK dan IASC. Mereka harus terus berusaha memperbaiki sistem keuangan Indonesia agar masyarakat tidak terlalu rentan terhadap scam dan pinjol ilegal 😊
 
Gampang banget cara scamer, sih... 🤦‍♂️ Masyarakat Indonesia pasti juga harus lebih berhati-hati, kan? Pulau Jawa ini gampang terkena scam, kalau tidak perhatikan. Saya pikir pihak Otoritas Jasa Keuangan dan IASC sudah melakukan yang cukup banyak, tapi masyarakat harus juga ikut berkontribusi. Membeli pinjol atau investasi ilegal itu lumayan berbahaya, bro! 🚨
 
kembali
Top