Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, yang saat ini sedang menghadapi tekanan dari masyarakat serta oposisi dari para pejabat terkait penanganan bencana di Sumatra, akhirnya mengeluarkan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya. Suharyanto menyatakan bahwa ia dan tim BNPB telah melakukan kesalahan dalam menangani bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.
Menurut Suharyanto, kesalahan tersebut terjadi ketika ia menyatakan bahwa situasi di Tapanuli Selatan lebih terkendali daripada yang sebenarnya. Ia kemudian meminta maaf atas pernyataan itu dan mengakui bahwa ia terkejut dengan keberadaan bencana yang lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Suharyanto juga menegaskan bahwa BNPB telah selalu bersiaga di lokasi bencana sejak awal kejadian. Namun, ia mengakui bahwa ada kesalahan dalam penanganan darurat dan koordinasi dengan lembaga terkait.
Dia menyatakan bahwa satuan tugas (satgas) yang dibentuk tidak sepenuhnya dipimpin oleh BNPB, namun hal tersebut dianggap sebagai kebutuhan struktur untuk menyelesaikan penanganan bencana. Suharyanto juga mengakui bahwa beban kerja tim BNPB sangat berat dan membuat mereka bekerja dalam kondisi kelelahan.
Suharyanto yang saat ini sedang menghadapi tekanan dari masyarakat serta oposisi dari para pejabat, akhirnya menyatakan bahwa ia dan tim BNPB akan terus bekerja untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.
Menurut Suharyanto, kesalahan tersebut terjadi ketika ia menyatakan bahwa situasi di Tapanuli Selatan lebih terkendali daripada yang sebenarnya. Ia kemudian meminta maaf atas pernyataan itu dan mengakui bahwa ia terkejut dengan keberadaan bencana yang lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Suharyanto juga menegaskan bahwa BNPB telah selalu bersiaga di lokasi bencana sejak awal kejadian. Namun, ia mengakui bahwa ada kesalahan dalam penanganan darurat dan koordinasi dengan lembaga terkait.
Dia menyatakan bahwa satuan tugas (satgas) yang dibentuk tidak sepenuhnya dipimpin oleh BNPB, namun hal tersebut dianggap sebagai kebutuhan struktur untuk menyelesaikan penanganan bencana. Suharyanto juga mengakui bahwa beban kerja tim BNPB sangat berat dan membuat mereka bekerja dalam kondisi kelelahan.
Suharyanto yang saat ini sedang menghadapi tekanan dari masyarakat serta oposisi dari para pejabat, akhirnya menyatakan bahwa ia dan tim BNPB akan terus bekerja untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.