Sekarang kita jadi banyak orang yang menerima pengaruh dari para influencer di media sosial. Para peserta yang terkena racun ini tidak hanya mengikuti rekomendasi para selebriti atau artis tanpa mencari tahu sendiri apakah ada alternatif lain untuk produk yang mereka inginkan.
Tapi, kenapa kita jadi mudah tergoda oleh parasosial dari para influencer? Dulu, masih banyak orang yang tidak yakin berbelanja secara daring karena kurang percaya pada online marketplace, dan juga kurang nyaman dalam mengikuti rekomendasi orang lain.
Sekarang, di era digital ini banyak pula masyarakat Indonesia yang terpapar dari pengaruh positif dari para influencer. Para peserta yang jadi target oleh para selebriti ini tidak hanya karena mereka merasa ingin memiliki status tertentu atau karena perasaan kewenangan saat berbelanja secara daring.
Tapi, mungkin ada beberapa alasan mengapa kita terpapar dengan racun dari para selebriti tersebut? Sebagai contoh, apabila kita sedang mencari sebuah produk tertentu yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian kita jadi mudah tergoda oleh rekomendasi dari para influencer.
Di sisi lain, banyak orang menerima pengaruh dari para influencer karena memiliki hubungan parasosial dengan mereka. Apabila kita sering- sering berinteraksi dengan seorang influencer di media sosial, maka kemungkinan besar kita akan merasa terkena racun dari kepercayaannya.
Tapi, kenapa kita jadi mudah tergoda oleh parasosial dari para influencer? Dulu, masih banyak orang yang tidak yakin berbelanja secara daring karena kurang percaya pada online marketplace, dan juga kurang nyaman dalam mengikuti rekomendasi orang lain.
Sekarang, di era digital ini banyak pula masyarakat Indonesia yang terpapar dari pengaruh positif dari para influencer. Para peserta yang jadi target oleh para selebriti ini tidak hanya karena mereka merasa ingin memiliki status tertentu atau karena perasaan kewenangan saat berbelanja secara daring.
Tapi, mungkin ada beberapa alasan mengapa kita terpapar dengan racun dari para selebriti tersebut? Sebagai contoh, apabila kita sedang mencari sebuah produk tertentu yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kemudian kita jadi mudah tergoda oleh rekomendasi dari para influencer.
Di sisi lain, banyak orang menerima pengaruh dari para influencer karena memiliki hubungan parasosial dengan mereka. Apabila kita sering- sering berinteraksi dengan seorang influencer di media sosial, maka kemungkinan besar kita akan merasa terkena racun dari kepercayaannya.