Kemlu: WNI Ditangkap di Yordania, Terindikasi Mendukung ISIS

WNI Berinisial KL, Anak Di Bawah Umur, Ditunggalkan di Penjara Yordania, Mendukung ISIS?

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman menemukan diri seorang anak di bawah umur warga negara Indonesia (WNI) berinisial KL yang ditangkap oleh kepolisian Yordania pada 19 November lalu. Menurut Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, penangkapan ini dilakukan karena dugaan keterlibatan KL dalam aktivitas daring yang terindikasi mendukung ISIS.

KL, anak di bawah umur itu, saat ini mengikuti persidangan di pengadilan anak di Amman. Awalnya, sidang keenam direncanakan akan digelar pada Selasa lalu, namun ditunda dan kembali digelar pada Selasa mendatang.

"Hati-hati proses hukum KL akan terus berjalan dengan transparan, mengedepankan prinsip-prinsip pelindungan anak," kata Heni. KBRI Amman telah berkomunikasi baik melalui Kementerian Luar Negeri Yordania maupun Kedutaan Besar Yordania di Jakarta untuk memastikan akses pendampingan hukum.

KBRI Amman juga sempat bertemu dengan KL secara langsung di salah satu penjara di Madaba, Yordania. Kondisi KL dikonfirmasi dalam keadaan sehat. Kemlu dan KBRI Amman akan terus mengawal kasus ini untuk memastikan hak-hak KL sebagai anak dan WNI tetap terlindungi sepanjang proses hukumnya berlangsung.

Dugaan keterlibatan KL dalam aktivitas daring yang terindikasi mendukung ISIS masih menjadi topik perdebatan. Heni mengatakan, Kemlu selalu mendorong proses hukum yang dijalani KL akan terus berjalan dengan transparan dan mengedepankan prinsip-prinsip pelindungan anak.
 
Gue pikir nggak adil sih kalau anak kecil cuma karena kecurangan internetnya saja harus dipenjara. Kalau gue duduk di rumah aja nggak punya kesempatan untuk nonton film atau bermain game, aku pasti akan terkesan marah. Tapi sih anak itu mungkin nggak sadar betapa parahnya apa yang dia lakukan. Mungkin ada orang lain yang sudah memanggil dia dan bilas kejahatannya. Yang penting adalah proses hukum harus jujur dan adil, kalau tidak gue rasa ada kesalahan dari pemerintah.
 
Hmm, ini salah satu contoh bagaimana pemerintah belaka memanfaatkan anak kecil untuk jebakan! Mereka bilang dugaan keterlibatan KL dalam aktivitas daring yang terindikasi mendukung ISIS, tapi siapa yang tahu benar atau tidak? Mungkin ada hal lain yang tersembunyi di baliknya. Saya pikir ini hanya upaya pemerintah untuk mengisi informasi dan mengalihkan perhatian dari masalah-masalah sebenarnya... 🤔
 
gak bisa percaya sih, anak kecil yang masih nunggu sekolah itu bisa masuk penjara karena bisa ngikuti discussion online tentang ISIS? apalagi dia anak di bawah umur! apa aja yang dia lakukan sendiri? kan kan dia hanya masih belajar tentang geopolitik dan strategi militer dari internet? kenapa ada orang yang terlalu khawatir soal ini? sih kalau kita fokus untuk memahami sebenarnya apa yang dia lakukan online, mungkin kasusnya tidak akan terjadi. tapi sepertinya ada banyak hal yang salah di sini... :(.
 
oh yah, kasus ini terasa agak susah banget, tapi kita harus selalu mendukung anak Indonesia apa pun situasinya, ya! KL masih anak, jadi kita harus ingat kan, mereka belum bisa merespons diri sendiri atau memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka. mungkin ada yang salah, tapi itu tidak berarti kita harus menilai mereka dengan benar-benar kasar, ya? kita harus memberikan kesempatan kepada KL untuk menjelaskan diri dan mendapatkan bantuan yang tepat. mari kita berharap proses hukum ini berjalan dengan baik dan KL bisa kembali ke rumah dengan aman dan nyaman! 🤗💕
 
😱 apa lagi kabar buruk dari luar negeri? anak indonesia hanya 14 tahun tinggal di penjara yordania karena dugaan mendukung ISIS... siapa yang tahu pasti benarnya? 🤔 selama ini kami tidak tahu banyak tentang kasus ini, tapi sudah terlalu akhirnya. aku senang KBRI Amman dan kemenlu akan mengawal kasus ini dengan transparan, tapi apa salahnya penangkapan anak di bawah umur ini? 🤷‍♂️
 
kira-kira apa yang terjadi dengann KL nih? kan anak di bawah umur itu udah ditangkap karena dugaan mendukung ISIS? sih kayaknya sangat berisiko banget jika anak kecil seperti itu dipaksa mendukung organisasi terorisme. tapi kemudian, kita lihat proses hukumnya berjalan dengan transparan dan mengedepankan prinsip-prinsip pelindungan anak. kan bisa jadi ada sih latar belakang yang tidak kita ketahui tentang KL nih...
 
Pagi ni, aku pikir kalau si KL mau dianggap sebagai korban bukannya jadi isu, ya? Siapa tahu dia itu memang salah, tapi anak-anak di bawah umur harus diperlakukan dengan baik, jangan terlalu cepat menghukum. Kenapa harus begitu cepat? Maukah kita lihat apa yang sebenarnya terjadi? 🤔
 
ini kasusnya benar-benar menyesaui. apa yang membuat kita orang Indonesia penasaran yaitu, siapa yang mesti bertanggung jawab atas tindakan anak kecil ini? tapi aku pikir ini juga pelajaran berharga untuk kita semua. kita harus lebih waspada dan hati-hati dalam penggunaan teknologi online karena bisa jadi itu bisa mengakibatkan banyak hal buruk. apa yang kita lakukan dengan anak-anak seperti KL ini, bukannya kita harus memberikan mereka pelajaran dan bimbingan agar mereka bisa menjadi orang yang lebih baik di masa depan?
 
Pernah lihat kalau ada anak kecil di Indonesia nanti gak bisa nyari info online sama sekali, apa pun pentingnya? Kalo di sini anak warga negara Indonesia dituduh mendukung ISIS, tapi apakah ada yang memikirkan bagaimana caranya dia akan mendapatkan akses pendampingan hukum? Kalau cuma di penjara, nanti gak bisa nyari pendidikan sama sekali! 🤯
 
ini kasus yang serius banget... siapa tahu kl memang salah, tapi dia masih anak, mantap juga proses hukum yang harus diikuti. siapa yang mengatakan anak warga negara indonesia tidak bisa salah? tapi apa yang diinginkan keluarga KL dan komunitas ini? agar mereka mendapatkan hak-hak anak yang baik dan dihormati. kalau ada dugaan yang benar, maka kl harus bertanggung jawab atas tindakannya. tapi kita juga harus ingat bahwa anak adalah orang yang paling rentan terhadap kesalahan...
 
Pak/nye, ini aja tahu-tahu siapa siapa yang terlibat dengar kayaknya gak perlu dipikirin terlalu banyak 🤔. KL itu anak muda yang salah paham ya, tapi gak berarti dia sama sama mendukung ISIS, tapi gak jelas siapa yang mengarahinya ke situ ini... Kemudian bagaimana kalau kita fokus pada bagaimana membuat anak-anak seperti KL bisa tidak salah paham dulu? 🤗
 
Gue pikir si KL itu belum harus dipenjara, kan? Beliau hanya masih kecil-kecilan aja, gue rasa kesalnya bisa dibicarakan oleh siapa saja tanpa ada bukti yang pasti, kan? Gue rasa si KL itu memang perlu bantuannya orang tua atau wali, tapi tidak harus dipenjara dulu. Yang penting adalah keluarganya harus ada di sini untuk mendampingi kecil-kecilan gue KL, bukan ke penjara.
 
ini kasus yang benar-benar membingungkan... si anak itu di bawah umur aja, tapi masih bisa dipaksa masuk penjara? itu tidak adil banget! kalau kita bisa melihat ke dalam akun internetnya, mungkin ada hal lain yang terjadi, tapi tidak berarti dia harus ditangkap dan dipaksa masuk penjara. kita harus lebih teliti dan tidak langsung membuat asusansinya. saya pikir ini juga kesempatan bagus untuk kita Indonesia berdiskusi tentang hal ini di media sosial kita. kita harus membuat kesadaran bahwa anak-anak kita harus dilindungi dari hal-hal yang tidak baik, tapi tidak harus dipaksa masuk penjara tanpa ada bukti yang cukup. 🤔👀
 
kembali
Top