Kemlu Pastikan RI Tak Wajib Bayar Iuran Dewan Perdamaian Gaza

Presiden AS Donald Trump meminta negara-negara anggota Dewan Perdamaian membayar lebih dari 1 miliar dolar AS demi hak keanggotaan permanen. Namun, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) RI memastikan bahwa Indonesia tidak perlu membayar iuran tersebut.

Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A Mulachela, kontribusi anggaran Dewan Perdamaian bersifat sukarela dan tanpa iuran pun tetap bisa menjadi anggota. "Pada dasarnya, kontribusi anggaran tersebut bersifat sukarela, dan tanpa iuran pun tetap bisa menjadi anggota Dewan Perdamaian," katanya.

Indonesia memandang Dewan Perdamaian hanya sebagai mekanisme sementara untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil di Jalur Gaza setelah dua tahun menderita akibat agresi Zionis Israel. Sedangkan, inisiatif Trump tersebut telah memiliki dasar hukum internasional setelah didukung oleh Resolusi 2803 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"Banyak pertimbangan yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan kelonggaran keanggotaan Dewan Perdamaian, seperti kewajiban sebagaimana mestinya untuk menerapkan keputusan dan kebijakan DK," katanya.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang bersama Trump menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), menyebut Dewan Perdamaian Gaza merupakan kesempatan bersejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza. Indonesia memiliki komitmen besar untuk berperan dalam mewujudkan hal tersebut bagi kebaikan rakyat Palestina.

Namun, laporan Bloomberg pada Ahad (18/1/2026), menyebut Donald Trump mensyaratkan pembayaran 1 miliar dolar AS kepada anggota Dewan Perdamaian supaya bisa menjadi anggota tetap organisasi itu. Setiap negara anggota Dewan Perdamaian mendapat jatah keikutsertaan selama tiga tahun sejak berlakunya Piagam Dewan Perdamaian, dengan kemungkinan perpanjangan oleh Ketua Dewan, yaitu Donald Trump.

Batasan keanggotaan tiga tahun tersebut gugur bagi "negara anggota yang menyumbangkan dana tunai lebih dari 1 miliar dolar AS kepada Dewan Perdamaian dalam tahun pertama sejak piagam ini berlaku," demikian disebutkan dalam bagian lain rancangan dokumen tersebut.
 
Saya pikir gampang-ganngan aja, kalo negara-negara di dunia mau membayar uang untuk bisa jadi anggota Dewan Perdamaian... siapa yang mau terima uang itu? πŸ€‘ Saya rasa itu hanya cara Trump untuk menguntungkan diri sendiri, tapi Indonesia gak perlu khawatir, kita udah terjaga oleh Kemlu dan Kabinet. Kita fokus pada peran kita sebagai negara yang berani dan proaktif dalam mewujudkan perdamaian di Gaza. πŸ™
 
Halo temen-temen! πŸ€— Kalo nanti negara apa pun yang mau jadi anggota Dewan Perdamaian, harus nggak asah-asahan dulu buat bayar iuran, kan? Seperti Indonesia kayaknya udah nggabul kebanyakan hal ini. Tapi gampang aja kalo siap-siap kalian bayar dulu, nih. Saja. Jadi, siapa yang mau jadi anggota Dewan Perdamaian harus nggak asah-asahan dulu buat bayar iuran. Kalau udah, kayaknya gampang aja lho. πŸ€‘
 
omg rasanya gini kan... siapa nih yang bikin jadi wajib kaya itu? asalnya hanya sukarela aja πŸ€·β€β™‚οΈ sedangkan bawangmu mau dibayar 1 miliar dolar 😱 kalau rakyat palestina nggak perlu khawatir, kenapa kita harus kewalahan? πŸ˜’ biar gampang aja sih, kita coba kirim kanje lebih dari 1miliar dola ke gaza 🀯 tapi siap-siap kalau ada masalah dengar πŸ’β€β™‚οΈ
 
Aku pikir gini, kalau kita harus membayar uang untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian, itu kayaknya tidak adil banget! πŸ™…β€β™‚οΈ Tapi, aku senang Indonesia bisa jadi anggota tanpa harus membayar biaya. Kemudian aku pikir, ada baiknya kita fokus pada kontribusi yang sebenarnya kita bisa berikan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza. Kita bisa lebih banyak berkontribusi dengan cara lain, seperti memberikan dukungan sosial atau humanitar kepada rakyat Palestina, bukan hanya membayar uang. 🌟
 
ini kabar gembira sih, Indonesia bisa jadi anggota Dewan Perdamaian tetap bukan karena harus membayar banyak uang πŸ™. aku pikir ini cara cerdas banget dari Kemlu RI, membuat negara kita tidak perlu terburu-buru membeli hak keanggotaan permanen itu. kalau harus membayar uang, sih, saya pikir Indonesia lebih baik fokus pada hal-hal yang benar-benar penting seperti meningkatkan kemampuan kemanusiaan dan keamanan di jalur Gaza itu 🀝.
 
Aku nggak sabar banget, siapa tahu negara kita harus membayar 1 miliar dolar AS aja, kita sudah kehilangan banyak uang sebelumnya πŸ€‘. Banyak pertimbangan yang perlu dipertimbangkan, tapi aku pikir Trump ini hanya mau sekali-kali ngerasa suka duit aja πŸ˜’. Sedangkan kita di sini harus memikirkan kemanapun keamanan kita dan kebaikan rakyat Palestina, tapi siapa tahu ini akan menjadi batu loncatan bagi kita πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Aku pikir gampang banget sih, kalau negara-negara anggota DEwan Perdamaian harus membayar dana untuk jadi anggota yang serius aja. Kalau kerenyahnya, itu artinya mereka tidak peduli lagi dengan keadaan Gaza dan warga sipil yang menderita. Saya pikir itu tidak adil sama sekali. Dan siapa yang bilang bahwa Indonesia harus membayar dana untuk jadi anggota DEwan Perdamaian? Siapa sih yang mengatakan itu tidak adil?
 
Gue pikir kalau Presiden Trump kayaknya bilang-bilang aja, tapi siapa tahu ada logika di baliknya ya? πŸ˜’ Kemudian, kalau Indonesia tidak perlu membayar iuran itu, apa artinya kita nggak bisa bergabung dengan Dewan Perdamaian? Gimana caranya kita bisa jadi bagian dari organisasi itu nih? πŸ€”
 
😊 Aku pikir ni caranya Trump meminta negara-negara anggota Dewan Perdamaian membayar uang adalah cara yang tidak masuk akal, bukannya negara-negara anggota sudah memberikan kontribusi banyak sekali untuk keamanan internasional. πŸ€” Aku rasa ni caranya juga bisa jadi ada kaitannya dengan kontenonya yang sengaja ingin memperbanyak uang dari anggota Dewan Perdamaian, tapi aku ga tahu sih apa lagi tujuannya πŸ˜….
 
gini sih, kalau asalkan Indonesia bisa menjadi contoh negara yang benar-benar peduli dengan perdamaian dan keadilan di timur tengah, maka itu semua tidak apa-apa. tapi, salah satu hal yang aku curiga adalah bagaimana negara-negara besar seperti AS, Israel, dan lain-lain, selalu meminta uang dari negara-negara lain untuk bisa menjadi anggota Dewan Perdamaian. apakah itu benar-benar adil? atau apa sih yang mereka inginkan dengan cara itu? aku rasa ada sesuatu yang tidak jelas di balik semua ini... πŸ€”
 
Aku pikir siapa aja yang bakal membayar dana 1 miliar dolar AS itu? Nah, aku bayangkan kalau Indonesia buka anggaran untuk membayarnya, nanti bagaimana kita bisa ngurus keuangan negara? πŸ€”πŸ’Έ Bisa jadi banyak pengguna dana yang tidak terlalu bijak pengelolaannya. Aku penasaran juga siapa yang ada di dalam Dewan Perdamaian itu dan bagaimana caranya mereka mengatur uang? Apakah mereka punya pengawasan yang cukup untuk mencegah korupsi? 🀝
 
aku rasanya kaget banget sih, kalau asUS tawarkan biaya jadi anggota Dewan Perdamaian, tapi kemudian Indonesia nggak perlu membayar biaya itu πŸ€”. aku pikir ini bisa jadi strategi bagai pemerintah RI mau menunjukkan bahwa kita berani untuk mendukung keselamatan di jalur Gaza tanpa harus dibayar biaya itu πŸ’Έ.

tetapi, apa yang aku lihat sih adalah bahwa ada konsep yang salah disini. kalau kita membayari biaya jadi anggota Dewan Perdamaian, itu berarti kita akan kewalahan dengan beban biaya jangka panjang πŸ’Έ. dan tentu saja, itu akan sulit untuk dijalankan dalam jangka waktu panjang 😬.

mungkin ini bisa jadi kesempatan bagai kita Indonesia tawarkan alternatif lain yang lebih baik untuk mendukung keselamatan di jalur Gaza, seperti dengan mensosialisasikan kontribusi dari masyarakat Indonesia 🀝.
 
ini kisahnya, kira-kira 2 tahun lalu, aku pernah jalan-jalan bareng adik di gaza πŸ™οΈ. kami sempat melihat langsung kondisi hidup orang-orang yang tinggal di sana. aku yakin jika kita bisa membantu mereka, maka Indonesia bisa mendapatkan banyak penghargaan dari internasional 🌟. tapi apa yang aku lihat saat itu sangat membuatku sedih... banyak korban yang terluka, banyak rumah yang hancur. dan masih banyak lagi yang belum tentu terjawab... misalnya keluarga yang kehilangan anak mereka, keluarga yang kehilangan istrinya, keluarga yang kehilangan suaminya... πŸ€•. aku yakin kalau kita bisa membantu mereka dengan sebaik mungkin, maka Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia tentang perdamaian dan keadilan 🌎.
 
gak percaya kalau Trump itu mau meminta uang dari negara anggota dewan perdamaian buat bisa jadi anggota dewan yang permanent aja. kayaknya lebih baik jadi sukarela ya, kalau tidak ada uang siapa yang mau membayar? sedangkan Indonesia udah jujur kalau cuma butuh dana untuk Gaza aja, tidak perlu banyak uang lagi.
 
πŸ€” Ga siapa sih yang pikir negara mau dibayar duit lebih dari 1 miliar dolar AS demi hak keanggotaan? Nah, kayaknya ini jalan lurus menuju ketergantungan dan tidak bebas lagi, kan? 🚫 Saya rasa ini salah paham dari aspek konsep Dewan Perdamaian sendiri, yakin-tahu kalau nggak. Sekarang ada konflik siapa nanti yang berhak di sini, siapa yang tidak...🀯
 
wahhhhhh mantap bro 🀩 Indonesia jadi anggota dewan perdamaian tanpa perlu bayar kuy πŸ˜… kalau si Trump bilang harus bayar 1 miliar dolar as itu gimana nih? siapa yang bilang dia bisa dipercaya? aku pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini πŸ€”. tapi keren juga Indonesia jadi anggota dewan perdamaian, semoga kita bisa membantu warga sipil di jalur gaza dan mencapai perdamaian di sana πŸ™. tapi siapa tahu nanti ada kejadian yang tidak diharapkan dari karena itu 😬
 
ini bikin penasaran kok, siapa nanti yang akan membayar biaya keanggotaan Dewan Perdamaian? indonesia udah tidak perlu khawatir, karena kemlu RI sudah memastikan kita bisa jadi anggota tanpa harus membayar biaya itu. tapi aku pikir ini masalah besar, apakah ini bikin banyak negara anggota ketergantungan dengan dana Dewan Perdamaian? dan siapa nanti yang akan mengatur hal ini? πŸ€”
 
Trump ngerasa kena tuntutan gini, kayaknya dia ingin uang dari negara-negara yang mau jadi anggota Dewan Perdamaian... tapi Indonesia tidak mau kena tuntutan itu πŸ˜‚πŸ™…β€β™‚οΈ. Kemlu RI benar-benar pintar, mereka nggak perlu bayar iuran untuk menjadi anggota. Kalau dia ingin Indonesia bayar, kayaknya dia harus bayar dulu πŸ€‘. Saya senang lihat Presiden Prabowo Subianto yang solid dengan Indonesia, dia tahu apa yang terbaik bagi rakyat Palestina ❀️. Trump gini kayaknya kurang pintar, dia ngerasa uang itu penting tapi nggak peduli tentang dampaknya πŸ˜’.
 
Wah bro, bikin kita sedih banget kalau harus membayar uang yang banyak demi jadi anggota Dewan Perdamaian. Tapi aku pikir negara kita Indonesia gak perlu khawatir karena Kemlu sudah memastikan bahwa kita tidak harus membayar biaya masuk. Aku rasa itu kontribusi sukarela juga bisa banget, bro! 🀝

Dan aku senang sekali kalau Prabowo Subianto dan Trump bersama-sama menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Kalau kita bisa mewujudkan perdamaian di Gaza, itu akan sangat berarti bagi rakyat Palestina. Aku yakin kita bisa melakukannya dengan komitmen besar dari Indonesia. πŸ’ͺ

Tapi aku penasaran sih bagaimana cara kita bisa mewujudkan perdamaian itu? Mungkin kita perlu kerja sama lebih keras dan lebih bijak dengan negara-negara lain, bro! πŸ€”
 
kembali
Top