Kemlu Lakukan Asesmen WNI Kamboja sebelum Pemulangan ke RI

Kemlu Lakukan Asesmen WNI Kamboja Sebelum Pemulangan Ke RI, Berapa yang Benar dan Banyak yang Tidak?

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan melakukan asesmen terhadap para warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja sebelum mereka dipulangkan ke Indonesia. Asesmen dilakukan untuk memilah antara korban dan pelaku dari tindak pidana perdagangan orang, penipuan atau scam hingga judi daring.

"Ya memang kita tadi Pak Menlu sudah sampaikan, bahwa sekarang ada asesmen. Jadi perlu dilakukan asesmen lalu dipilah, mana yang memang benar-benar korban dan mana yang bukan," kata Arif di Komplek MPR/DPR RI, Selasa (27/1/2026).

Meski dilakukan asesmen, namun Kemlu menyerahkan sepenuhnya proses penegakkan hukum kepada kepolisian untuk dilanjutkan dalam proses penyidikan. "Setelah itu nanti, law enforcement ya di Indonesia dari kepolisian," jelasnya.

Menurut Arif, hal serupa juga disampaikan oleh Menlu Sugiono yang telah memberikan instruksi kepada KBRI Phnom Penh untuk melakukan pencatatan dan pendataan terhadap setiap WNI yang bekerja di Kamboja. Namun, tidak semua WNI di Kamboja bekerja di sektor perdagangan orang atau penipuan, tapi juga bekerja di sektor lain yang legal.

"Sekarang banyak di antara mereka yang keluar dari pekerjaannya setelah ada keputusan dari pemerintah Kamboja untuk melakukan penindakan terhadap aktivitas-aktivitas online scamming. Jadi kita masih data itu," terangnya.

Yang terpenting bagi Kemlu adalah menyelamatkan para WNI dan memberikan pelayanan konsuler terbaik sehingga mereka dapat kembali ke Indonesia dengan baik. "Yang penting bagi Kementerian Luar Negeri adalah bisa memverifikasi warga negara Indonesia yang terdampak, kemudian memberikan pelayanan kepada mereka, konsuler kepada mereka, sekaligus ada beberapa diantara yang sudah pulang secara mandiri, dan juga yang mungkin nanti perlu dipulangkan," ujarnya.

Saat ini, tercatat telah ada 2.493 WNI yang telah melapor diri ke KBRI. KBRI Phnom Penh terus melakukan langkah-langkah penanganan secara intensif, termasuk pendataan, assessment kasus, dan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.

Beberapa WNI telah kembali ke Indonesia secara mandiri, sedangkan mereka yang telah difasilitasi pembuatan dokumen perjalanan sementara dan permohonan keringanan denda keimigrasian telah membeli tiket secara mandiri.
 
Aku pikir kemlu harus lebih teliti dengan asesmen WNI di Kamboja, gak bisa terjadi kesalahan dalam penilaian korban atau pelaku. Aku rasa ada yang salah kalau mereka langsung memilah tanpa melihat semua fakta. Dan apa yang terjadi dengannya warga negara Indonesia yang tidak melakukan tindakan pidana? Mereka punya hak untuk pulang ke RI dengan normal, apa sih klo mereka nggak bawa dokumen?
 
aku rasa asesmen itu penting banget ya, kita harus tahu siapa yang benar-benar korban dan siapa yang bukan, kalau salah bisa jadi korban masuk penipu aja 🤦‍♂️. tapi aku senang juga bahwa kemlu menyerahkan proses penyidikan kepada kepolisian, biar mereka yang berpengalaman bisa menanganinya dengan baik 💪. dan aku rasa KBRI Phnom Penh punya tugas yang sangat penting di sini, mereka harus membuat daftar yang akurat sih 📝. aku harap semua WNI yang melapor masuk ke KBRI bisa mendapatkan bantuan dan pelayanan yang baik, sehingga mereka bisa kembali ke Indonesia dengan aman dan nyaman 😊
 
itu kayaknya kemlu mau asesmen wni di kamboja sebelum dipulangkan ke RI, itu penting banget untuk ngatur siapa yang korban dan siapa yang bukan. tapi kayaknya ada banyak yg tidak mau jadi bocor, mesti ada kerjasama antara kemlu, polri, dan kepolisian kamboja agar ngatur data ini dengan tepat. kalo nggak nanti ada WNI yang dipulangkan ke RI tanpa diawasi, itu akan macet banget ya!
 
Gue pikir asesmen ini di Kamboja itu penting banget, tapi kayaknya ada yang tidak jelas juga ya... banyak WNI yang bekerja di sektor lain yang legal, tapi masih masuk dalam asesmen. Gue khawatir kalau mereka yang benar-benar korban bisa duduk-duduk sambil orang lain yang bukan korban punya masalah.

Gue setuju kalau Kemlu perlu melakukan asesmen, tapi gue juga harap ada cara untuk mempercepat prosesnya, kalau WNI di Kamboja sudah lama di situ dan sudah keluar pekerjaannya. Tapi apa yang penting adalah para WNI yang benar-benar terdampak bisa mendapatkan bantuan dan perlindungan yang tepat dari Kemlu.

Saya harap juga ada rencana untuk memperbarui dokumen perjalanan WNI yang sudah lama, karena kalau mereka harus menunggu asesmen dan prosesnya panjang, gue khawatir mereka bisa kehilangan kesempatan untuk pulang ke Indonesia. 😊
 
Gue rasa asesmen itu penting banget guys, tapi sebenarnya apa yang dibutuhkan bukan asesmen sendirian tapi sistem perlindungan WNI yang lebih baik di luar negeri. Gue pernah temen warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dan dia harus menghadapi banyak masalah soal dokumen dan hukum, itu sangat frustrasinya.

Gue rasa Kemlu harus lebih proaktif dalam memberikan bantuan kepada WNI yang terdampak oleh kejahatan di Kamboja. Jangan hanya asesmen saja, tapi juga harus ada sistem yang lebih baik untuk memantau dan melindungi para WNI.

Dan gue rasa pemerintah Indonesia juga harus memperhatikan keseimbangan antara perlindungan WNI dengan ketentuan hukum Kamboja. Jangan biarkan kejahatan di luar negeri menghambat kemajuan ekonomi dan diplomatik kita di sana.

Gue ingin melihat ada perubahan yang lebih signifikan dalam perlindungan WNI, bukan hanya asesmen sendirian. Kita harus lebih peduli dengan para WNI yang bekerja dan tinggal di luar negeri. 🤝
 
aku bayangin kalau gampang aja kantor kemlu saja bisa ngidentifikasi siapa yang benar-benar korban dan siapa yang tidak, tapi mungkin karena adanya kasus yang banyak, jadi harus ada asesmen dulu kan 😊. tapi aku pikir asesmen itu agak berat kok, kalau harus dipikirkan dari segi WNI yang sedang kewalahan di Kamboja, tapi aku paham kan bahwa kemlu ingin menyelamatkan mereka dan memberikan pelayanan yang baik. apa yang penting adalah kita bisa membantu mereka dengan sebaik mungkin, sehingga mereka bisa kembali ke Indonesia dengan lebih aman dan nyaman 🙏.
 
Aku pikir pemerintah Indonesia harus lebih serius dalam menyelamatkan para WNI yang terdampak di Kamboja. Asesmen yang dilakukan oleh Kemlu nanti harus lebih akurat dan tidak hanya memandang dari aspek hukum saja. Aku yakin ada beberapa WNI yang terdampak oleh kejahatan-kejahatan tersebut, tapi belum dipilah karena kurangnya informasi atau sumber daya.

Aku juga curigai bahwa banyak WNI yang dianggap sebagai korban, tapi sebenarnya sudah bekerja sama dengan pemerintah Kamboja untuk menghindari kejahatan-kejahatan tersebut. Mereka mungkin sudah mencari cara untuk pulang ke Indonesia secara mandiri dan tidak membutuhkan bantuan dari Kemlu.

Aku berharap pemerintah Indonesia dapat bekerja sama dengan pemerintah Kamboja dan KBRI Phnom Penh untuk meningkatkan kualitas asesmen tersebut dan memberikan bantuan yang lebih efektif kepada WNI yang terdampak. 🤔
 
heya bro, aku sibuk banget dengan proyek pribadiku, aku sedang membuat aplikasi untuk mengatur koleksi kacang-kacanganku, aku punya lebih dari 100 jenis, aku harus membagikannya di Instagram dan TikTok dulu, tapi aku rasa asesmen WNI di Kamboja ini kayaknya gampang dilakukan, siapa yang salah di sana kan? aku hanya ingin tahu, bagaimana dengan orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, perlu diawasi atau tidak? aku punya kenalan yang bekerja di Malaysia dan dia bilang bahwa pekerjaannya itu normal, tapi aku rasa masih ada risiko tertentu, apa benar bro?
 
Pak Arif kata-kata beliau ini membuat aku penasaran, siapa yang bilang bahwa semua WNI di Kamboja bekerja di sektor perdagangan orang atau penipuan? Aku pikir ada yang lain juga bisa bekerja, kan? 🤔

Dan aku rasa juga penting untuk memahami situasi yang sedang terjadi sebelum WNI dipulangkan ke Indonesia. Mau tidak mau, mereka harus ditembakin di sini juga, tapi cara bagaimana caranya sih? 😊
 
Gue pikir asesmen ini penting banget, tapi juga harus jelas siapa yang benar-benar korban dan siapa yang bukan. Gue khawatir kalau ada WNI yang salah informasi atau salah asumsi, itu bisa bikin kesalahan dalam proses penyelidikan. Kamboja pun harus berusaha membantu Kemlu agar proses ini bisa berjalan lancar 🤝
 
Saya pikir ini gampang banget kalau kemlu melakukan asesmen terlebih dahulu, nggak ada yang salah dengan itu 🤔. Mereka bisa memilah korban dan pelaku, jadi tidak ada yang salah karena salah nanti 🙅‍♂️. Yang penting adalah menyelamatkan para WNI dan memberikan pelayanan konsuler terbaik 💕. Tapi, kemlu harus juga bisa melihat dari sisi kepolisian, ya kalau gak ada yang salah dengan mereka, mungkin kita harus mendukung 🤝.
 
aku pikir asesmen ini itu benar-benar penting, tapi juga bikin aku merasa sedikit pusing. kan ada WNI yang bekerja di sektor lain, bukan hanya perdagangan orang atau penipuan, tapi juga ada yang bekerja di sekolah, kafe, atau bahkan di bank. jadi, apa kebenaran dari asesmen ini itu sebenarnya? siapa yang akan memutuskan siapa yang korban dan siapa yang bukan? aku merasa sedikit khawatir bahwa proses ini itu bakal bikin WNI menjadi semakin stres, karena mereka tidak tahu apa yang terjadi padanya.
 
kembali
Top