Kementan Targetkan Cetak Sawah di Papua 10.000 Ha Per Kabupaten

Kementerian Pertanian (Kemkaran) Indonesia bertujuan menanamkan sawah di berbagai wilayah, termasuk di Papua. Menurut Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, targetnya adalah per kabupaten memiliki luas sawah hingga 10.000 hektare.

Sudaryono menyatakan telah mengadakan rapat dengan kepala daerah di Papua Barat, Papua Barat Daya, dan lain-lain untuk memperluas pembenahan sawah di wilayah tersebut. Ia mengaku bahwa luas sawah sesuai dengan usulan dari bupati-bupati masing-masing kabupaten, mulai dari 3.000 hektare hingga 10.000 hektare.

Namun, Sudaryono menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada Merauke saja, melainkan se-Indonesia. Pada 2025, kemungkinan besar program pembenahan sawah akan dilaksanakan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Dia juga menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah-wilayah yang kesulitan memenuhi kebutuhan makanan. Menurut Sudaryono, pembenahan sawah ini diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor makanan.

Sudaryono menyatakan bahwa program ini memiliki dua skema pembiayaan, yaitu alokasi pemerintah pusat dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) serta uang dari investor.
 
Gak bisa diceritain kalau sawah di Papua aja tuh, harus ada yang nempel dengan daerah lain juga nih ๐Ÿ˜Š. Nah, aku pikir program ini bagus banget karena nantinya sawah banyak banget, makin pangan gampang ditemukan di daerah-daerah kesulitan. Tapi, aku harap program ini tidak hanya fokus pada daerah yang kaya akan sumber daya, tapi juga harus ada peningkatan infrastruktur di daerah-daerah yang kurang terjangkau, biar akses ke sawah gampang dan nyaman ๐ŸŒณ.
 
Wahh, kalau kembali lagi di sawah di Papua, aku rasa bakalan jadi kaya banget! ๐Ÿค‘ Gampang-ganteng, kok gini program Kemkaran yang mau menanamkan sawah di berbagai wilayah. Mulai dari 3.000 hektare hingga 10.000 hektare, itu bikin sawah banyak, kayaknya bisa jadi pertanian yang kaya banget. Aku rasa ini salah satu pilihan yang tepat, kalau mau mengurangi impor makanan dan semua orang bisa makan, kayak aksi "Eksodus" di film favorit aku, ayo The Hunger Games ๐Ÿฅ—๐Ÿ‘
 
Gue pikir kalau pemerintah memutuskan untuk menanam sawah di Papua, itu gampang-gampung. Kalau sudah selesai, mungkin nanti jadi masalah buat luar daerahnya ya? Gue ragu-ragu apa perlu biaya dari investor lagi. Mending bantuin dari pemerintah sendiri aja. Dan kalau luas sawah 10.000 hektare, itu gak realistis sih. Luas sawah yang ampuh buat makan 1 juta orang pasti 500.000 hektare aja. Kalau punya plan seperti itu, gue akan menanam sendiri! ๐ŸŒพ๐Ÿ’ช
 
Saya pikir kayaknya program Kemkaran ini harus selesai juga ya! Kalau sawah banyak banget, tentu akrab dengan masalah tanpa makanan. Tapi aku pikir apa salahnya kalau kita tambahkan teknologi seperti pompa irigasi dan lain-lain? Jadi nantinya, tidak usah takut kering banget kayak tahun lalu.
 
Pembenahan sawah di Papua dan beberapa wilayah lainnya pasti sangat penting buat memenuhi kebutuhan makanan di wilayah-wilayah yang kesulitan itu ๐ŸŒพ๐Ÿ‘. Tapi, aku berpikir ada hal yang harus diperhatikan yaitu biaya pembangunan sawah dan keseimbangan dengan potensi kerusakan lingkungan ๐Ÿ˜Š. Aku tidak tahu apakah Kemkaran sudah mempertimbangkan tentang itu atau belum ๐Ÿค”.
 
Sawah lagi-lagi menjadi sorotan pemerintah, tapi apa yang pasti sih? Berapa banyak sawah yang diusahakan nanti itu aja? 10.000 hektare itu nggak terlalu banyak bisa ya? Mungkin nanti akan kehabisan sumber daya dan juga warga yang harus bekerja di sawah itu ๐Ÿค”

Dan apa yang jelas sih, program ini masih sama seperti sebelumnya, hanya berfokus pada pembenahan sawah, tapi nggak ada yang menjelaskan tentang pertanggungan pemerintah dengan investor atau bagaimana nanti akan dilaksanakan. Itu juga harus diangkat pertimbangan sih.
 
hehe, nih kira-kira apa yang bisa terjadi kalau kita punya sawah banyak banget di Papua, kalau bukan aku pikir mau banget dulu. tapi sayangnya, luas sawah di Papua masih kurang dari 10.000 hektare, kan? ๐Ÿค”

aku rasa program ini penting banget, nih. kalau kita punya sawah banyak, pasti bisa mengurangi ketergantungan pada impor makanan, kan? dan kalau kita bisa menghasilkan sendiri pangan, tentu saja akan lebih baik dari kalau kita harus beli di luar negeri.

aku rasa Kemkaran perlu banget berhati-hati dalam hal ini. kalau program ini berhasil, pasti akan mempengaruhi banyak orang di Indonesia. dan aku rasa itu penting banget. tapi aku juga rasa program ini butuh beberapa perubahan, kan? misalnya, kita harus memiliki sistem yang lebih baik untuk mengelola sawah, agar tidak ada lagi kesulitan seperti sebelumnya.

dan aku rasa kita juga harus memiliki sistem pengawasan yang lebih ketat, agar program ini bisa berjalan dengan lancar. kalau tidak, pasti akan terjadi kesalahan dan kehilangan. tapi aku pikir itu tidak perlu, kan? ๐Ÿคž

kita harap program ini berhasil, nih. kita harap kita bisa memiliki sawah yang banyak dan pangan yang cukup untuk semua orang di Indonesia. ๐Ÿ™

 
Saya kurang percaya kalau program ini benar-benar bisa berjalan lancar. 10.000 hektare luas sawah itu lumayan besar, tapi siapa nonton bagaimana caranya nanti sih? Kalimantan dan Sumatera, apa yang kalian punya untuk membuat program ini berhasil? Saya masih ragu-ragu kalau program ini hanya akan mengalirkan uang tanpa hasil yang sebenarnya.
 
Maksimalisme di sawah itu bikin aku penasaran banget apa yang nantinya bisa diharapkan dari program ini? Kalau luas sawah 10.000 hektare kayaknya bakal mengubah dinamika pangan wilayah Papua aja, tapi kalau program ini juga bisa dilaksanakan di Kalimantan, Sumatera, dan lain-lain tentu nanti kita akan lihat hasilnya yang lebih menonjol. Aku berharap program ini bisa membantu masyarakat Papua dan daerah lain yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, tapi aku juga khawatir apakah luas sawah 10.000 hektare itu realistis kok? ๐Ÿค”
 
๐ŸŒพ๏ธ Rencana Kemkaran menanamkan sawah di Papua ini sebenarnya bukan ide baru, tapi kali ini jelas-jelas ada targetnya, yaitu setidaknya per kabupaten memiliki luas sawah hingga 10.000 hektare. Saya rasa itu bagus, karena kalau begitu kita bisa mengurangi ketergantungan makanan impor dan bisa meningkatkan pangan nasional. Tapi, saya khawatir program ini tidak akan berhasil jika tidak ada infrastruktur yang memadai, seperti jalan, transportasi, dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan oleh petani. Jadi, saya harap pemerintah bisa menyusun rencana yang matang dan efektif agar program ini bisa berjalan dengan baik ๐Ÿ’ช
 
aku penasaran kalau sawah di kalimantan selatan bakal jadi salah satu wilayah yang mendapat program ini, tapi aku tidak tahu apa aja kekurangan sawah di kalimantan selatan sekarang, karena aku lihat dari luar dan mungkin aku salah ๐Ÿค”. tapi jelasnya itu bermanfaat banget untuk penduduk lokal, sehingga nantinya mereka bisa memiliki sumber daya yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan hidup.
 
Merasa kabur kembali ke masa lalu ketika sawah-sawah itu masih banyak, tapi sekarang nih kalau kita fokus di Papua, kalau tidak ada sistem yang tepat, biar sawah-sawah itu bisa berfungsi dengan baik, padahal luasnya itu juga tergantung pada kondisi tanah dan cuaca, kalau cuacanya kurang mendukung pun apa yang kita lakukan, tapi kalau kita mau berani, saya rasa ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua tentang ketergantungan dan ketidakpastian, apalagi kalau kita harus menghadapi masalah lain di masa depan... ๐Ÿค”
 
Halo temen-temen! ๐ŸŒฑ Semoga news ini bisa bikin kita bersemangat! Program pembenahan sawah di Papua nantinya bakal menambah pula luas sawah di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Itu sangat berarti untuk meningkatkan produksi makanan di Indonesia! ๐Ÿ…๐ŸŒพ Saya senang melihat bahwa Kemkaran sudah mulai menanamkan ide yang positif seperti ini. Mungkin nantinya kita bisa menyumbang makanan yang segar buat wilayah-wilayah yang kesulitan memenuhi kebutuhan makanan. Semoga program ini sukses dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat! ๐Ÿ™
 
๐ŸŒฑ๐Ÿ‘ Gue pikir proyek ini benar-benar penting buat Indonesia, terutama di wilayah Papua. Kita harusnya lebih berfokus pada pertanian dan pangan kita sendiri. Jika bisa mengurangi ketergantungan impor, itu akan sangat baik buat ekonomi kita. tapi gue penasaran, bagaimana aspek sosial dan lingkungan yang akan dipertimbangkan dalam proyek ini? misalnya, bagaimana jika sawah-sawah tersebut itu tidak bisa diurus dengan baik? apakah ada rencana untuk membantu petani-petani di daerah-daerah tersebut itu? ๐Ÿค”๐ŸŒพ
 
Maksud dari program ini apa? Cuma memperluas sawah di Papua aja, nggak ada yang salah dengan itu... tapi bagaimana kalau akses transportasi masih sulit? Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan juga ada masalah sama kayaknya. Dan apa bedanya dengan program yang sudah ada sebelumnya? Sapa yang ngerasa kebutuhan pangan di wilayah kesulitan memenuhi makanan itu? Saya rasa ini cuma cerita bagai kenapa ada uang dari investor yang terus-menerus keluar, tapi gak ada solusi nyata untuk masalah sumber daya alam kami... ๐Ÿค”๐ŸŒพ
 
aku pikir ini program yang serius banget, tapi kita harus lihat dari aspek apa aja yang perlu dipertimbangkan dulu. yaitu pertama-tama kita harus tahu berapa besar luas sawah yang mau ditanam di Papua dan Kalimantan, tapi apa luas itu bisa disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim setempat? karenanya kita harus melakukan survei sebelumnya agar tidak ada kerugian. juga perlu dipertimbangkan bagaimana program ini akan mengatur dan merawat sawah itu sendiri, karena ini bukan cuma soal menanam sembarangan tanaman, tapi juga penanganan masalah tanah yang gampang kering atau tergenang. dan pertanyaannya lagi, siapa yang akan bertanggung jawab atas program ini? yaitu pemerintah daerah atau kemkaran? toh kita harus tahu siapa yang akan menangani biaya per tahunnya, karena ini bukan cuma soal perawatan sawah saja, tapi juga biaya perawatan infrastruktur seperti jalan dan tempat penyimpanan.
 
aku pikir kalau govnern jadi fokus buat merauke aja, itu kaya gini... tapi ternyata ada target yang luas banget! 10.000 hektare sawah di setiap kabupaten, kayak gini. aku sih penasaran, bagaimana caranya implementasinya? dan siapa nanti yang bertanggung jawabnya? karena kalau program ini benar-benar efektif, itu akan sangat membantu meringankan beban import makanan di Indonesia ๐Ÿ˜Š
 
kembali
Top