Kemensos Minta Dinsos Cepat Data Ulang Seluruh Peserta BPJS PBI

Pemerintah meminta Dinsos untuk cepat menanggapi data ulang peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan tiba-tiba. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo, menyatakan bahwa seluruh masyarakat pengidap penyakit kronis dan penderita penyakit ginjal yang mengharuskan untuk cuci darah dapat kembali menerima haknya.

Hal ini berdasarkan ratusan aduan pasien gagal ginjal yang kehilangan akses pengobatan karena status kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-nya dicabut atau nonaktif secara tiba-tiba. Agus telah menginstruksikan seluruh Dinas Sosial untuk mendata kembali penerima manfaat agar bisa kembali aktif menjadi peserta PBI JK atau BPJS PBI.

"Kami sudah meminta Dinsos dan Pemda untuk mendata kembali PM (penerima manfaat) yang menderita penyakit akut, termasuk cuci darah untuk direaktivasi kembali," kata Agus Jabo saat dihubungi Tirto, Kamis (5/2/2026).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial, Joko Widiarto, menjelaskan bahwa penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI setelah pihaknya bersama Badan Pusat Statistik melakukan pendataan terhadap sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga atau desil yang digunakan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"DTSEN disusun oleh BPS yang memuat seluruh penduduk di Indonesia dan disertai data sosial ekonomi termasuk adanya tingkat kesejahteraan keluarga yang diperingkatkan dari desil 1 paling miskin hingga desil 10 yg paling kaya," kata Joko saat dihubungi Tirto.

Pemerintah melakukan pengalihan BPJS PBI dari seluruh kelompok desil ke kelompok tingkat kesejahteraan rendah (desil 1-5). Namun, Agus menyatakan bahwa masyarakat yang sebelumnya menjadi penerima BPJS PBI dan kini dinonaktifkan dapat mengajukan reaktivasi melalui Dinsos setempat.
 
πŸ˜’ Makasih kan siapa sih yang kehilangan akses pengobatan karena status kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-nya dicabut tiba-tiba? Siapa yang bilang 1 desil = 1 keluarga, kan? πŸ€¦β€β™‚οΈ Saya rasa pemerintah harus lebih teliti dulu sebelum meminta Dinsos untuk cepat menanggapi data ulang peserta BPJS PBI. Aku rasa ada kesalahan di pendekatan ini... dan biar cerdas kan? 😊
 
Wah banget gitu bro! Pemerintah harus lebih cepat cari solusi buat mereka yang kehilangan akses pengobatan karena status kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-nya dicabut atau nonaktif tiba-tiba 🀯. Saya pikir itu sangat tidak adil dan memikul beban banyak pasien yang harus makan biaya sendiri buat pengobatan yang harus dibayar oleh pemerintah ya πŸ˜”. Dinas sosial harus cepat mendata kembali penerima manfaat agar pasien-pasien ini bisa kembali aktif menjadi peserta PBI JK atau BPJS PBI 🚨.

Saya juga penasaran buktinya siapa yang salah dan menginstruksikan Dinsos untuk tidak mendata kembali penerima manfaat πŸ˜•. Saya harap pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan jujur, agar pasien-pasien ini bisa menerima hak mereka πŸ™.

Saya rasa pemerintah harus lebih hati-hati lagi dalam melakukan pendataan terhadap sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga atau desil yang digunakan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) πŸ€”. Jangan sampai ada kesalahan yang membuat pasien-pasien ini kehilangan akses pengobatan lagi 😱.

Saya ingin melihat pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan jujur, agar pasien-pasien ini bisa menerima hak mereka πŸ™. Saya rasa itu sangat penting dan harus dilakukan secepat mungkin πŸ’¨.
 
Ooohhh πŸ€—, ternyata mantap mantap lah pemerintah membuat kebijakan yang bikin pasien cuci darah bisa lagi menerima haknya! πŸ™Œ Semoga cepat aja data ulang bisa dihitung dan pasien-pasien itu bisa lagi mendapatkan bantuan dari BPJS PBI. 🀞 Saya rasa ini sangat penting banget, karenanya banyak pasien yang cuci darah harus jadi pasien paling miskin! πŸ€• Semoga pemerintah bisa memperbaiki masalah ini segera πŸ’ͺ
 
Kalau ini apa? Kenapa harus menunggu sampai ratusan pasien gagal ginjal yang kehilangan akses pengobatan nanti bisa mereaktivasi hak mereka? Apa kapan Dinsos sudah siap untuk mengaktifkan penerima manfaat BPJS PBI itu? Mau ambil waktu 1 minggu, 1 bulan, atau 1 tahun? Itu juga gampang-ganteng! Kita harus minta apa lagi dari pemerintah kalau ini nanti tidak terpenuhi?
 
Saya pikir ini kalau gak ada konsekuensi, siapa tahu gak ada perubahan... πŸ‘€

Masyarakat yang pengidap penyakit kronis dan penderita ginjal, mereka harus bisa kembali menerima haknya secara cepat, jangan sampai kalah waktu lagi... ⏰
 
ada kabar gembira banget deh! pasien ginjal yang gagal cuci darah bisa jadi reaktivasi haknya di BPJS PBI... tapi kayaknya perlu dicek terlebih dahulu siapa aja yang benar-benar perlu bantu. mungkin ada yang hanya nanti gini karena kesalahan administrasi ya? keren banget pemerintah sudah meminta Dinsos untuk cepat menanggapi data ulang peserta BPJS PBI, tapi masih banyak lagi yang harus diperbaiki.
 
Aku pikir ini buat apa? Kalau pasien cuci darah atau ginjal ternyata tidak bisa terakses karena dikeluarkan dari BPJS PBI, kenapa harus ada proses menanggapi data ulang lagi? Aku pikir ini akan lebih cepat jika pemerintah langsung memberikan instruksi ke Dinsos untuk aktifkan pasien-pasien tersebut. Jangan buat pasien-pasien ini merasa kesal dan tidak bisa terakses dengan baik. Aku rasa ini perlu dilakukan agar semua pasien yang benar-benar membutuhkannya dapat menerima manfaatnya. πŸ€”πŸ’‘
 
ada kabar gembira sekali deh, gak percaya kalau status kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-nya bisa diaktivasi lagi! itu penting banget bagi pasien yang gak sehat dan harus cuci darah, nanti gak perlu khawatir sama akses pengobatan ya...
 
aku pikir ini kayaknya tidak tepat aja kalau gini terjadi lagi, pasien cuci darah di tiba-tiba nonaktifin, apa aja yang bakal dilakukan siapa? padahal ada yang sudah meminta bantuan dan kesudahan masih belum diketahui.
 
Gak perlu khawatir lagi untuk pasien ginjal ya! Kepada wakil menteri ini kayaknya benar-benar peduli dengan nasib mereka 🀝. Seperti yang kira-kira terjadi, karena pemerintah mau coba 'optimalkan' sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga, tapi ternyata makin berat bagai pasien yang harus cuci darah 😩. Tapi ini kalau jadi benar, tentu aksi Dinsos akan membantu, dan pasien-pasien itu bisa kembali menerima hak mereka ya! πŸ™
 
Maksudnya apa sih gak kalau pasien kronis harus cuci darah lagi ngerasa nyaman banget, kalau sementara itu pemerintah masih nggali kebosanan aja dng data di desil 1-5, kapan sih kita bisa ngetawar? πŸ€”

Makasih pemerintah udah perhatikan masalah pasien kronis tapi kalau ini terjadi lagi kita harus diantap kan? 🚨
 
Saya tidak biasa ngomong tapi kalau nggak ada data ulang peserta BPJS PBI, banyak pasien yang kehilangan akses pengobatan ya... Semua pasien dengan penyakit kronis dan ginjal gagal pasti butuh perawatan yang lebih serius. Jadi, seharusnya pemerintah cepat menanggapi agar pasien bisa kembali menerima haknya. Dulu saya lihat banyak iklan tentang BPJS PBI di media online, tapi ternyata status kepesertaan pasien itu bisa diperbarui kembali dengan mudah ya...
 
Gue pikir ini penyelesaian yang bagus sekali 😊! Akhirnya gue bisa menerima asisten darah tanpa harus tunggu lama kok πŸ€¦β€β™‚οΈ. Masyarakat yang menderita penyakit ginjal dan cuci darah harus diutamakan ya πŸ™. Gue senang banget kalau pemerintah ini mau mendata kembali penerima manfaat yang gagal ginjal πŸŽ‰!
 
Pemerintah ini jadi seru banget, kan? Mereka meminta Dinsos untuk cepat menanggapi data ulang peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan tiba-tiba. Saya rasa itu sudah wajar, karena banyak pasien yang kehilangan akses pengobatan karena status kepesertaan BPJS Kesehatan PBI-nya dicabut atau nonaktif secara tiba-tuba πŸ˜….

Saya penasaran kenapa sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga atau desil yang digunakan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) membuat pasien kehilangan akses pengobatan. Saya rasa itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahan seperti ini lagi πŸ€”.

Tapi, saya senang bahwa pemerintah sudah meminta Dinsos untuk cepat menanggapi data ulang peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan tiba-tuba. Saya berharap pasien-pasien yang terkena dampak ini bisa kembali menerima hak mereka dan mendapatkan pengobatan yang tepat πŸ’Š.
 
ya kah? gini deh, kalau ada masalah dengan BPJS PBI, pasti akrab aja dengar siapa yang dipengaruhi. pasien cuci darah, ginjal, itu bukan cuma masalah kesehatan aja, tapi juga soal kehidupan sehari-hari. jadi kalau ada kesalahan saat pengisian data, pasti harus ditekan di sini deh. tapi sepertinya pemerintah sudah punya solusi, yaitu melalui Dinsos, supaya pasien bisa menerima haknya lagi 🀞
 
Pulang tahun ini aku pikir tentang hak-hak pasien yang terlupakan, di tengah-tengah sistem yang seharusnya mendukung mereka. BPJS PBI itu seperti janji tangan yang tidak dipenuhi, tanpa peringatan saat kita membutuhkannya paling banyak. Bayangkan kalau kamu sakit dan harus mencuci darah, tapi statusmu terbatal tiba-tuba... 🀯 Apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya menunggu pasien-pasien tersebut sampai kapan lagi? Mereka bukan cuma orang, mereka adalah keluarga yang terluka.
 
Wah, kalau gini aja kan, siapa tau semuanya bisa masuk kembali ke sistem BPJS Kesehatan PBI. Ngeluhin deh pas ada kesulitan itu, tapi siapa tahu pemerintah sudah punya rencana untuk mengatasinya πŸ€”. Saya rasa ini penting banget, banyak orang yang harusnya mendapatkan pengobatan, tapi karena status kepesertaan dinonaktifkan, aja bisa masuk kembali nanti.
 
ini pas jadi masalah banget ya... siapa saja yang punya masalah ginjal atau penyakit kronis, mereka harus sibuk cari dokter, obat, dan masih banyak lagi kebutuhan yang harus diurus... tapi gue lihat ada orang yang harus kembali mendapatkan asisten dari BPJS PBI. itu sangat penting banget, karena siapa saja tidak memiliki uang, apalagi yang punya masalah ginjal atau penyakit kronis. jadi ini bukan mainan, tapi wajib dari pemerintah memastikan semua orang mendapatkan asisten yang seharusnya... saya harap ini bisa terlaksana dengan cepat dan lancar, karena siapa saja butuh asisten tersebut 🀞
 
Kita harus diwawancarai, dimana data kita itu siap-siap bisa hilang lagi... Mungkin sudah waktunya kita meminta agar pemerintah membuat sistem yang lebih aman dan terjamin, tapi masih banyak hal yang salah di dalamnya... Kita tidak perlu menunggu sampai ada kecelakaan lagi untuk membuat perubahan... πŸ€”πŸ’Ό
 
kembali
Top