Kemenkeu Pastikan Penerbitan SBN Valas Tunggu Aturan DHE SDA

Kemenkeu Menunggu Aturan DHE SDA Sebelum Menerbitkan Obligasi Negara Berdenominasi Dolar AS. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Novi Puspita Wardani, mengatakan bahwa penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS) harus menunggu aturan anyar Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sebelum diterbitkan.

Novi tidak bisa memastikan apakah obligasi negara dengan mata uang dolar AS yang pertama ditawarkan oleh negara berdaulat pertama di Asia akan rilis sesuai yang dikabarkan sebelumnya, yakni di awal 2026. "Itu nanti aja, pada saat.. nanti akan kita umumin kok itu dalam rangka DHE SDA, itu kita tunggu peraturannya juga. Nanti akan kita sampaikan juga jadwalnya juga," katanya kepada awak media.

SBN berdenominasi dolar AS di pasar domestik ini akan diterbitkan dengan skema mirip SBN Valas untuk keperluan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pada 2022. Namun, tidak pasti apakah nantinya obligasi negara tersebut akan dirilis untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN pada awal tahun anggaran 2026 atau untuk akhir tahun.

Sebenarnya sih bisa fleksibel. Bisa front loading atau back loading, tapi kalau lihat dari sisi faktor risiko ke depan, tergantung dari pimpinan sih. Kalau faktor risiko ke depan cukup berat, bisa juga dilakukan front loading. Mengingat opportunity dari likuiditas saat ini yang ample [berlimpah], tapi lagi ini fleksibel sih pemerintah," tutup Novi.

SBN ini diterbitkan di pasar perdana melalui diler utama dengan harga pasar dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, terdapat ketentuan investasi pada PPS. Jangka waktu investasi adalah minimal 5 tahun. SBN dapat dipindahkan ke bentuk lain setelah 2 tahun.
 
hehe, apa kabar? soal obligasi negara daleran dollar AS, nggak sabar deh! πŸ€‘ Tapi, kayaknya kemenkeu punya alasan yang jelas, tunggu aturan DHE SDA terlebih dahulu. Maksudnya, siapa tahu obligasi ini bisa jadi salah satu opsi bagi pemerintah untuk mengisi kebutuhan anggaran tahun 2026. Nah, kalau dilihat dari sisi risiko, mungkin ada yang ingin front loading aja, tapi sih pemerintah malu-malu nih πŸ™ƒ. Aku rasa ini agak like poker, di mana harus menunggu kartu terbaik sebelum memainkannya 😏.
 
Kalau nanti negara ini jadi punya obligasi dengan dolar AS, aku rasa itu gak akan masalah sama sekali πŸ€‘. Karena kita sudah ada SBN valas yang bisa digunakan untuk PPS kayaknya ini tidak akan membuat ekonomi kita terlalu berisiko. Tapi kalau perlu dipertimbangkan juga cara deh, front loading atau back loading, aku rasa itu tergantung dari siapa yang jadi pimpinan πŸ€”.
 
Sudah kapan gini? Kemenkeu belom punya aturan untuk obligasi negara dengan denominasi dolar AS, kayaknya harus ngambil contoh dari negara-negara lain ya... tapi kalau mau ngerilis di awal 2026, aku rasa itu masih agak terlambat aja, karena sudah banyak negara yang punya obligasi dengan mata uang dolar AS sekarang. Tapi, kalau gini bisa fleksibel, kayaknya harus dipertimbangkan juga dari sisi faktor risiko ke depan...
 
Sapa-sapa ni? Mereka mau tunda lagi aja πŸ™„. Kamu sibuk apa, menerbitkan obligasi negara dengan mata uang dolar AS pertama di Asia... kan sudah nggak pernah sebelumnya! Apa yang salah itu sih? Cuma ada aturan baru, sih πŸ€·β€β™‚οΈ. Mereka bilang nanti aja, nanti aku tunggu juga πŸ˜…. Saya pikir lebih baik jangan menunggu lagi, tapi sepertinya mereka ingin bermain-main dulu 🎲.
 
Saya rasa pemerintah sedang ngobrol dengan dirinya sendiri πŸ€”, apa yang dia butuhkan itu aturan baru DHE SDA sebelum nyerit obligasi negara berdenominasi dolar AS? Mungkin perlu ada pertimbangan lain, sih, mengapa harus menunggu aturan baru sebelum memperkenalkan sesuatu yang baru di pasar? πŸ€‘ Tapi ayo, saya senang banget kalau pemerintah bisa memberikan opsi yang fleksibel untuk pembiayaan APBN pada awal tahun anggaran 2026. Saya percaya kalau pemerintah bisa memilih strategi front loading atau back loading dengan bijak, itu akan membantu menyelesaikan masalah keuangan negara 😊.
 
aku pikir ini masalah kelas menengah deh, apalagi saat mata uang dolar AS mengguncang. pemerintah harusnya jadi cerdas banget, nanti tidak akan ada yang salah lagi.

berdasarkan data dari BCA, inflasi Indonesia tahun ini sudah 3,8% dan masih naik. tapi apa kira-kira besarnya efeknya terhadap investasi? sepertinya pemerintah belum siap untuk mengelabui risiko itu. jadi, apakah mau melakukan front loading atau back loading kan? aku pikir apa yang lebih penting adalah mampu mengelola resiko tersebut.

dan kalau kita lihat dari persaingan pasar, Indonesia sendiri punya keterlambatan pada penerbitan obligasi dengan mata uang dolar AS. apalagi kala ini ada peluang likuiditas yang berlimpah. siapa yang akan menjadi jagoan di pasar tersebut? Indonesia atau negara lain?

oh, dan mungkin perlu diingat bahwa nilai rupiah tidak hanya tergantung pada indeks harga barang tetapi juga dipengaruhi oleh faktor kebijakan moneter. kayaknya pemerintah harus lebih teliti dalam pengelolaan moneter.

dan yang penting, kapan aja akan ada dana untuk memenuhi APBN? ini semua nggak jadi cerita dong? πŸ˜‚
 
Hmm, apa aja nanti kalau penerbitan obligasi negara berdenominasi dolar AS ini jadi ketergantungan pada aturan DHE SDA? Kalau tidak ada ketentuan yang jelas, mungkin nanti kebutuhan APBN di awal tahun anggaran 2026 jadi bumbu tambahan yang membuat semua orang panik. Kalau benar-benar seperti itu, mungkin nanti saya harus mempertimbangkan kembali apakah menginvestasi dalam SBN ini sebenarnya bisa memberi manfaat. 😐
 
Mungkin gak perlu khawatir dulu sih kalau obligasi negara dengan mata uang dolar AS rilis nanti... asalkan kita punya waktu yang cukup untuk menunggu, ya? πŸ€·β€β™‚οΈ Sama sama, keren juga jika bisa dilakukan front loading, tapi kalau ini gak pasti, mungkin karena pemerintah ingin jangan terburu-buru, kan? 😊
 
itu nih kemenkeu ini malah menunggu aturan baru di kalangan diler dan apalagi sih ada perbedaan dengan yang ada sebelumnya, seperti apa itu front loading dan back loading kayaknya masih harus dipraktikkan nanti ya.
 
Gue rasa pemerintah harus jujur banget dulu sebelum menerbitkan SBN berdenominasi dolar AS. Kalau nanti bisa menunggu aturan DHE SDA sebelum dipekan, itu baik sekali. Tapi, kalau mereka tidak bisa menunggu dan langsung dipekan, gue rasa ada risiko besar karena perubahan kebijakan moneter yang cepat bisa membuat orang kaget.

Gue paham bahwa pemerintah ingin mendapatkan likuiditas saat ini, tapi kalau mereka terlalu cepat, itu bisa menjadi masalah. Gue rasa lebih baik jika mereka menunggu aturan DHE SDA dan setelah itu, baru dipekan. Dengan begitu, orang bisa memprediksi kebijakan moneter yang akan diambil dan tidak akan terjebak dengan risiko besar.
 
Saya pikir ini beda banget dengan sebelumnya. Masa-masa ini, kena kan ketergantungan dengan dolar AS terus. Gini nih, apabila nanti bisa dilakukan devaluasi mata uang, siapa tahu obligasi negara gini ini bisa jadi saham yang bagus. Tapi kalau tidak, nanti giliran lagi dari obligasi lain.
 
Wah, nih gampangnya pemerintah jadi lirik netizen πŸ˜‚. DHE SDA apa sih itu? Siapa tahu deh ada rahasia di balik. Tapi serius, apakah perlu menunggu aturan baru sebelum menerbitkan Obligasi Negara Berdenominasi Dolar AS? Itu aja yang bikin penasaran. Bayangkan kalau bisa diterbitkan segera dan bisa mendapatkan bunga sejak awal 2026 πŸ€‘. Tapi, kalo harus menunggu, kayaknya baik-baik saja πŸ™. SBN Valas untuk PPS itu bagus banget, tapi apa yang terjadi kalau tidak ada PPS?
 
Gak apa-apa kalau ada kesibukannya aja, tapi aku pikir ada saran banget dari Novi, apalagi mengenai DHE SDA, kalau benar-benar diterbitkan di awal 2026 itu pasti akan memberikan kesempatan yang agak susah untuk penginvestor. Tapi apa salahnya kalau ada opsi front loading atau back loading? Aku tahu ada opsi yang fleksibel, tapi aku pikir jika dilakukan front loading, bisa juga menutupi risiko yang berat. Sekarang ini aku sedang cari resep khas Jawa, yang mana aku suka banget!
 
Saya pikir ini salah waktunya pemerintah memutuskan untuk menerbitkan SBN dengan denominasi dolar AS! Sepertinya ada kesalahpahaman tentang apa yang harus dilakukan dulu. Tapi, aku rasa ini bisa jadi keputusan yang bagus nanti kalau kita lihat dari perspektif investasi dan likuiditas. Aku pikir front loading bisa jadi salah satu opsi yang tepat, tapi aku juga tidak yakin sama sekali kalau kapan aja akan diumumkan jadwalnya.
 
Kalau nanti mau tahu apa yang ada di dalam obligasi negara, harus sabar juga πŸ€”. Seperti aja, jika ingin mengetahui hasilnya, harus menunggu kesempatan yang tepat dan siap diterima dengan hati-hati. Jangan terburu-buru, karena itu bisa jadi membuat kita salah pilih πŸ™…β€β™‚οΈ.
 
Mengenai pengumuman ini, aku pikir kemenkeu harus lebih cepat nih... kalau mau diterbitkan pada awal 2026, tidak ada arti apa-apa juga kalau diumumkan sekarang juga 😐. Mungkin perlu ada penyesuaian agar investor bisa menentukan keputusan yang tepat... tapi aku masih rasa pemerintah ingin terlalu aman dan berhati-hati πŸ€”.
 
Kita jangan terlalu panik sih tentang ini obligasi negara diterbitkan berdenominasi dolar AS πŸ€‘. Pertama-tama kita harus menunggu peraturan anyar DHE SDA kapan aja πŸ•°οΈ. Kalau gak ada aturan, penerbitannya pun gak bisa jadi kan? πŸ€”

Kita lihat, pelaksana tugas Kemenkeu ini Novi Puspita Wardani dia bilang bahwa masih fleksibel sih. Bisa front loading atau back loading, tapi faktor risiko ke depan yang berat mungkin gak mau diambil risiko 😬.

Aku pikir sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk memperdagangkan SBN ini, karena likuiditas yang banyak πŸ€‘. Tapi nanti kita lihat, bukan? πŸ€”

Saya rasa ini semua tentang strategi pemerintah untuk mengelola APBN di 2026. Mungkin obligasi negara ini diterbitkan untuk keperluan investasi PPS, tapi juga bisa jadi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan lainnya πŸ€‘.

Apa punya opini kamu tentang ini? πŸ€”
 
aku pikir ini keren banget! pemerintah akhirnya mau rilis obligasi negara dengan mata uang dolar AS, itu artinya kita bisa mendapatkan investasi yang lebih fleksibel dan aman πŸ€‘. tapi aku juga penasaran kenapa pemerintah harus menunggu aturan DHE SDA sebelum diterbitkan, itulah yang bikin aku curious πŸ€”. dan aku rasa jangka waktu 5 tahun untuk investasi PPS sudah cukup lama, gimana kalau kisaran waktu itu lebih singkat? πŸ•’οΈ
 
kembali
Top