Kemenkes: Peserta PPDS Unsri Diperas Rp 15 Juta Per Bulan

Kasus perundungan di Universitas Sriwijaya (Unsri) yang melibatkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata ternyata mencatatkan jumlah besar uang yang hilang. Menurut Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, pengumpulan uang secara tidak resmi oleh dokter senior di lingkungan PPDS Unsri mencapai Rp 15 juta per bulan.

Pengumpulan ini dilakukan dengan cara peserta diminta membayar iuran sebesar Rp 15 juta per bulan. Uang itu kemudian dibayarkan kepada bendahara, dan setelah itu didistribusikan kepada senior yang membutuhkannya. Contohnya adalah kebutuhan makan-makan atau keperluan seniornya.

Namun, masih belum diketahui berapa banyak dokter senior yang terlibat dalam pemerasan ini. Kementerian Kesehatan masih menunggu laporan yang lebih komprehensif dari universitas.

Akhirnya, setelah korban perundungan meminta bantuan, kasus ini menjadi ramai diperbincangkan di media sosial dan akhirnya menyebabkan Kementerian Kesehatan membekukan izin penyelenggaraan PPDS Matadi Unsri.
 
Wah, aneh banget sih bro.. 15 juta rupiah kalahakian per bulan untuk senior di unsri? toh kita tahu kalau mahasiswa juga harus banyak banget utang karena biaya hidup yang tinggi, tapi apalagi senior yang membutuhkannya? mungkin ada kesalahan di proses pengelolaan dana ini... toh bocah perlu diawasi lebih teliti oleh pihak universitas dan kementerian.
 
Maksudnya, ada kasus perundungan di Unsri yang memang sangat berat, korban harus mengalami kesulitan besar karena itu 😕. Mungkin para senior dokter di sana tidak bisa memprediksi seberapa besar dampak dari tindakan mereka 💔. Saya berharap pihak Kementerian Kesehatan bisa menemukan jawabannya dengan cepat dan memberikan solusi yang baik untuk korban ini 🤞.
 
Ooohhh, kasus dokter senior yang terlibat dalam perundungan di Unsri ini nggak bisa dipungut! 15 juta rupiah per bulan? Maksudnya, mereka bikin peserta harus membayar itu sendiri dan kemudian dibagikan kepada senior yang membutuhkannya? Gini nggak masuk akal!

Aku pikir kemenko kesehatan harus lebih berat badan dalam mengawasi kegiatan ini, ya! Mereka harus pasti tahu siapa-siapa yang terlibat dan apa yang dilakukan. Aku senang sekali kalau korban bisa meminta bantuan dan akhirnya kasus ini dihentikan. Tapi, aku juga harap agar dokter senior yang terlibat di Unsri ini bisa dihukum sesuai dengan hukum!

Aku rasa ini nggak hanya tentang perundungan, tapi juga tentang kejujuran dan transparansi dalam pengelolaan universitas. Aku ingin melihat apa yang akan dilakukan Kemenko kesehatan untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan!
 
gak percaya kalau ada dokter senior yang bilangin kebutuhan seninya dari korban perundungan nih 🤯 tapi aku rasa itu cuma cerita aja, apa sih benar-benar ada dokter senior yang terlibat dalam hal ini? tapi jangan diganggu by the government, ya? aku pikir mereka harus fokus lagi dengan kegiatan ilmuan bukannya sibuk dengan urusan seninnya 🤦‍♂️ apa yang perlu dipikirkan adalah bagaimana cara agar program itu bisa berjalan dengan lebih baik dan aman bagi peserta. mungkin ada hal lain yang harus diatasi dulu sebelum membekukan izin, ya?
 
Makasih kemenangan dari korban kasus perundungan tadi! Saya pikir ini benar-benar mencegah lebih banyak orang terkena. Tapi saya penasaran, apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk memastikan tidak ada lagi kasus seperti ini? Saya rasa dibutuhkan penanganan yang lebih serius dari pihak universitas dan kementerian juga. Mungkin juga perlu adanya regulasi yang lebih ketat tentang pengelolaan dana di lingkungan seperti PPDS. Dan saya khawatir, siapa nanti yang akan terkena dampak jika tidak ada konsekuensi yang cukup bagi mereka yang melakukan hal-hal tersebut? 🤔💸
 
Sekarang siapa yang bilang bahwa sistem pendidikan medis ini aman? Ternyata ada banyak penipuan seperti ini, hanya karena orang-orang terlalu percaya diri. 15 juta rupiah per bulan? Ini seperti meminta orang untuk membawa uang ke sini! Dan siapa yang akan menanggung konsekuensi dari hal ini? Tidak ada, hanya korban yang harus berjuang untuk mendapatkan jaminan agar tidak terjadi hal ini lagi.
 
Wah, kayaknya kasus ini gini sih... kalau ada uang yang hilang, itu bisa jadi karena sistem penyelenggaraan programnya buruk aja, tapi tapi juga bisa jadi karena ada yang tidak mau berbagi atau apa aja. Saya pikir kita harus ngobrol lebih banyak tentang hal ini, apalagi karena komentar yang banyak di media sosial kayaknya banyak dari orang yang merasa tidak puas dengan hal ini 🤔. Saya bayaknya kita bisa melihat dari sudut pandang yang lain aja, bukan hanya sisi yang buruknya.
 
🙄 Pokoknya, ini gak bisa terjadi lagi! 15 juta per bulan? Wah itu bikin saya kesal banget! Siapa yang memikirkan kebutuhan senior dokter itu? Mereka yang sudah lama bekerja dan sudah nyaman dengan gaji mereka, tapi gini masih harus diperas oleh teman-teman senior mereka sendiri. Ini kaya seperti kafe tujuan... Kementerian Kesehatan harus tegas dan ambil tindakan yang tepat. Ini nggak bisa menjadi contoh yang baik untuk program pendidikan dokter! 🤦‍♂️
 
Ugh, serius gini? Dokter senior nggak sabar dengan biaya hidupnya sendiri? Membuat peserta program perlu bayar Rp 15 juta sebulan lagi? Apa mereka pikir mahasiswa di sini butuh uang begitu banyak? Sementara itu, senior dokternya yang punya pekerjaan 'tulus' gak perlu khawatir nanti. Ini aja bukti bahwa sistem kesehatan kita udah macet.
 
Gue penasaran apa yang bikin banyak dokter senior ngerampok peserta program Pendidikan Dokter Spesialis ya? Gue pikir kalau di universitas itu ada aturan jelas tentang cara mengelola uang, tapi ternyata ada cara lain yang tidak jelas. Apakah kementerian kesehatan harus memantau semua sekali aja? Gue harap korban perundungan bisa segera pulih dan tidak terluka parah.
 
aku pikir ga bisa dibayangkan kalau ada dokter yang memeras muridnya seperti ini... tapi apa yang bikin aku terkejut, itu ada uang Rp 15 juta yang dihilangkan! sih aku rasa kementerian kesehatan harus lebih teliti dan cekidot aja siapa yang terlibat dalam kasus ini. tapi apa yang bikin aku kecewa adalah kalau korban perundungan ini harus meminta bantuan, kan jangkauannya tidak sebesar yang dimiliki oleh universitas dan kementerian kesehatan itu sendiri! apalagi kalau ada yang terlibat dalam kasus ini... aku rasa harus ada langkah yang lebih cepat dari sisi pemerintah.
 
Haha, ga bisa percaya, dokter senior di Unsri udah mengumpulkan uang Rp 15 juta per bulan dari peserta PPDS! Siapa nih yang bilang kekayaan dokter senior itu dari belanja makan-makan aja? 🤣 Ga salah, ga jadi dokter senior ya... malah harus bayar uang untuk diberi keringat lembab. 😂 Kementerian Kesehatan harus benar-benar teliti deh, siapa tahu ada yang bilang kekayaan itu dari korupsi aja. 🤑
 
Aku rasa ini salah, ya. Kenapa dokter senior harus memeras korban? Aku pikir kita harus saling tolong menolong, bukan memeras. Itu tidak adil sama sekali! Dan aku juga bingung sih, kenapa ada izin untuk program seperti itu jika itu bisa jadi menciptakan kasus seperti ini lagi. Mungkin perlu dipertimbangkan dengan lebih cermat. Dan aku harap korban bisa mendapatkan kenyamanan dan bantuan yang mereka butuhkan.
 
ini kejadian yang serius banget! pengumpulan uang secara tidak resmi dari dokter senior itu bukannya gampang? kenapa masih terjadi dan sampai sekarang masih banyak korban perundungan yang harus menghadapi kesulitan ini? aku pikir harus ada pengecekan lebih lanjut tentang kegiatan ini, jangan hanya berdasarkan laporan yang kurang lengkap dari universitas itu sendiri.
 
Gue jadi bingung banget apa yang terjadi di Unsri, gue rasa konsi ini benar-benar konyol! Pengumpulan uang secara tidak resmi ini seperti ngeremaja, di mana dokter senior itu bisa langsung mengambil uang dari korban? Gue yakin kalau korban PPDS yang menjadi bendahara itu masih terkejut banget, gimana rasanya jika koran kalian dipaksa membayar biaya tersebut?

Gue rasa hal ini perlu diinvestigasi lebih lanjut, gue ingin tahu siapa dokter senior yang berpartisipasi dalam kasus ini dan bagaimana uang itu dibagi kepada mereka. Gue juga ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah Kementerian Kesehatan akan mengambil tindakan yang lebih serius terhadap universitas ini?
 
Maksudnya lagi sih... pengumpulan uang itu apa-apa kegadisannya, sih? Semua kaya kayaknya, tapi kita masih harus tunggu laporan apa lagi dari universitas. Itu jujur aja, kalau ada korban perundungan yang meminta bantuan dan semakin ramai di media sosial, maka itu adalah respons yang wajar dari pemerintah. Kepala sekolah punya kebutuhan makan-makan ya... kayaknya orang-orang di sana jangan lupa sih untuk mengisi anggaran pengelolaan universitas, jadi gak perlu meminta bantuan dari yang lain. Dan siapa tahu, nanti kalau kita nggak perhatikan hal ini, maka kemudian kita akan kesal ya...
 
Gue pikir ini jadi contoh bagaimana korupsi bisa terjadi di tempat yang diharapkan menjadi pusat pendidikan kesehatan, ya... Tapi, gue juga pikir ini jadi pelajaran berharga bagi semua orang di sana. Jika korban perundungan bisa mengunggah kasus ini ke media sosial dan membuat pemerintah harus bertindak, itu jadi bukti bahwa masyarakat Indonesia sudah sadar dengan masalah ini. Dan gue juga pikir, biarkan kasus ini menyebabkan perubahan di PPDS Unsri, sehingga mereka bisa memperbaiki sistem yang tidak benar dan membuat pendidikan kesehatan menjadi lebih baik lagi...
 
kembali
Top