Kemenkes Hentikan Sementara PPDS Mata Unsri Imbas Perundungan

Pemerintah Kemenkes menginstruksikan RSUP M. Hoesin untuk menunda sementara penyelenggaraan program PPDS Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) karena terduga kasus perundungan. Penyebab utamanya adalah praktik pungutan liar yang dilakukan oleh peserta program tersebut.

Tim investigasi Kemenkes menemukan adanya praktek perundungan yang mencakup permintaan pembayaran dari mahasiswa untuk berbagai hal. Mahasiswa tersebut kemungkinan dipaksa membiayai para senior mereka dengan uang semester, pesta, alat olahraga, produk kecantikan, hingga makan dan minum.

Kemenkes memberikan kesempatan kepada RSUP M. Hoesin dan Fakultas Kedokteran (FK) Unsri untuk segera menghentikan semua aktivitas terkait dengan praktik perundungan tersebut dan memuat laporan kepada pimpinan masing-masing.
 
Saya tidak bisa percaya apa yang terjadi di fakultas kedokteran Unsri! 🤯 Perusahaan perundungan yang beroperasi di sana, memanggil mahasiswa untuk membayar biaya semester atau pesta, itu sangat tidak adil dan tidak pantas. Mereka juga meminta uang untuk alat olahraga dan produk kecantikan? Tapi apa yang mereka lakukan dengannya? 🤑 Saya pikir ini adalah contoh dari praktik yang tidak sopan di kalangan kita, mahasiswa harus menghormati satu sama lain! 🙏
 
Rumus kasus perundungan di Fakultas Kedokteran Unsri ini membuatku merasa sangat kecewa 🤕. Mau sih bagaimana bisa mahasiswa harus membayar biaya semester hanya untuk bisa berpartisipasi di program PPDS? Apalagi jika di paksa ya, itu adalah bentuk kolusi yang sangat tidak baik 🚫. Kemenkes benar-benar sudah tahu apa yang terjadi dan harus segera mengambil tindakan yang tepat 💪. Saya harap kampus Unsri bisa langsung menghentikan praktik ini dan memberi kesempatan bagi para mahasiswa yang telah terkena dampak untuk bisa melanjutkan studi mereka dengan aman 🙏. Semoga pemerintah bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan membuat semua mahasiswa bisa menikmati kebebasan belajar tanpa harus khawatir akan biaya 💼.
 
[![GIF: Seorang mahasiswa berdiri di depan dana dengan mata besar](https://media.giphy.com/media/3o7GNH8MmLcQJdRtH4/gf.jpg)](satu lagi program ini apa lagi yang salah? ) [![GIF: Orang berbicara sambil menggigit lidah](https://media.giphy.com/media/Yy7VZPqF9CnZKUWr6/gf.jpg)](ini rame banget, mahasiswa dipaksa membiayai seniornya!)
 
Wow 🤯, ini bikin penasaran banget sih. Perangkaian kasus di Unsurinya terlalu jauh dari kenyataan nyata, praktik pungutan liar di mahasiswa itu benar-benar parah. Gimana kalau para mahasiswanya bisa kehilangan uang semesternya karena dianiaya orang tuanya? Ini gak main-main loh, tapi apa yang bisa dilakukan Kemenkes dan Unsurinya agar hal ini tidak terjadi lagi di masa depan? 🤔
 
Mengira-iralah aku, kalau tidak salah kemenkes ini juga harus mematikan program yang sama seperti apa yang mereka lakukan di Unhas, kan? 🤦‍♂️ Pungutan liar itu nggak adil banget, mahasiswa dipaksa membiayai senior mereka, itu seperti mengambil keringan dari temanmu sendiri. Jangan sabar-sabar, aku harap pihak yang terlibat bisa segera menyelesaikan masalah ini dan tidak ada lagi korban. 🤕
 
Gue pikir ini gampang banget kalau mahasiswa mau terus terjebak dalam praktek ini, nanti dikejar oleh polisi dan siapa yang tahu ada kasus yang salah paham atau bahkan korban.

Kita harus lebih teliti dalam memilih sekolah untuk kuliah, kan? Tapi, aku rasa ini gampangnya solusi untuk menghentikan praktek ini, apa kejadian ini tidak umum terjadi lagi kalau kemenkes benar-benar serius dalam mengawasinya.
 
Pernah gak sengaja lihat kasus-kasus ini, kalau jadi saya aja langsung ngeluh sama pihaknya, tapi aku tahu sih kalau harusnya ada langkah yang lebih lama sebelum diinstruksikan untuk menunda. Saya rasa praktik perundungan itu yang paling bikin bingung, kalau mahasiswa harus membiayai para senior mereka itu bukan masalah kesehatan mata sama sekali! 🤦‍♂️
 
Aku pikir ini masalah yang cukup parah di universitas, siapa tahu ada mahasiswa yang terjebak dalam situasi seperti ini. Aku rasa ini juga menunjukkan bagaimana keteraman kita sebagai masyarakat yang harus selalu memperhatikan hal-hal yang tidak pantas, apalagi saat kita berada di tempat yang dipercaya seperti universitas. Kalau tidak ada tindakan yang segera dan serius dari pihak Kemenkes, ini akan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya. Aku harap RSUP M. Hoesin dan FK Unsri bisa mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah hal ini terjadi lagi. 🤦‍♂️💡
 
Kalau ini benar, itu makanya kita harus sangat berhati-hati kapan pun kita mau bergabung dengn program-program yang ada di negara kita... Jangan kira bahwa program itu hanya tentang belajar dan dipelajari, tapi nanti bisa jadi kamu harus berbelanja banyak hal dengan uang mahasiswa sendiri... Apa yang lebih penting sih, pengetahuan yang kita dapatkan atau kemampuan kita untuk mengambil keputusan yang benar?
 
Makasih ya pemerintah udh nendangin praktik perundungan di FK Unsri! Saya rasa ini salah satu contoh bagaimana mahasiswa harus berhati-hati saat bergabung dengar program akademis, terutama kalau ada rumor atau kabar yang nggak jelas. Jangan di biarkan kasus-kasus seperti ini terus terjadi dan jangan lupa kepada mahasiswanya untuk selalu waspada!
 
Pernahkah kita membayangkan siapa yang terjebak dalam perubahan ini? Mahasiswa yang dipaksakan untuk membayar biaya yang tidak ada tanda tangan, siapa yang akan mengambil keuntungan dari mereka? Apakah kita semua benar-benar tidak sadar tentang nilai-nilai yang terus berubah di belakang layar? Perundongan itu bukan hanya tentang uang, tapi juga tentang manipulasi dan eksploitasi. Kenapa kita selalu membayangkan orang lain sebagai korban, tapi tidak akan pernah memikirkan diri sendiri dalam posisi yang sama? Apakah kita butuh bantuan hukum untuk menghentikan praktik ini, atau apakah kita cukup dengan hanya membicarakan tentang itu? 🤔💡
 
Gue pikir kalau pemerintah gak usah terlalu keras sama kampus Unsri, lu nggak bisa menyangkal bahwa itu kejadian yang melibatkan mahasiswa, tapi gue rasa mereka udh try keras buat memperbaiki masalah ini. Lu tahu kalau di Indonesia, banyak kalanya kita harus menghadapi masalah perundungan di kampus, dan kali ini juga terjadi di Unsri. Gue rasa pemerintah harus memberikan kesempatan untuk mereka segera menghentikan praktik perundungan tersebut dan memperbaiki sistem yang ada.

Gue pikir kalau kita gak bisa menolak bahwa perundungan itu adalah masalah besar, tapi lu juga tidak bisa bilang kalau pemerintah udh melakukan apa-apa. Lu harus mempertimbangkan bahwa kampus-kampus di Indonesia masih banyak yang memiliki masalah seperti ini. Gue rasa kita harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan membuat sistem yang lebih adil bagi mahasiswa.
 
Saya pikir ini salah juga, ya... Bagaimana bisa mahasiswa dipaksa biaya kekayaan sendiri? Jangan lupa kalau mereka punya utang bunga yang besar sekali nanti. Saya berkeinginan melihat siapa-siapa itu senior yang bikin hal ini untuk meminta biaya dari mahasiswanya. Tidak adil banget, ya...
 
Saya pikir ini benar-benar mengecewakan 😔, praktik pungutan liar di kalangan mahasiswa yang mengikuti program PPDS Ilmu Kesehatan Mata itu sangat tidak pantas dan tidak profesional 🤯. Ini bukan sekadar masalah keuangan bagi mahasiswa yang dipengaruhi ini, tapi juga dapat merusak reputasi mereka di kalangan rekan-rekannya dan bahkan di kalangan industri yang mereka akan kerjakan setelah lulus 💼.

Menurutku, pemerintah Kemenkes harus melakukan beberapa langkah untuk mencegah hal ini terjadi lagi 🚫. Pertama-tama, mereka harus meningkatkan kesadaran mengenai praktek perundungan ini di kalangan mahasiswa dan dosen-dosen yang bekerja sama dengan program tersebut 📢. Kedua, mereka harus memberikan bantuan dan dukungan kepada mahasiswa yang telah dipengaruhi oleh praktek ini 💕. Dan terakhir, mereka harus melakukan langkah-langkah hukum yang ketat bagi mereka yang bertanggung jawab atas praktek perundungan ini 🚔.

Saya harap pemerintah Kemenkes dapat mencegah hal ini terjadi lagi dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada mahasiswa-mahasiswi di Indonesia 💪.
 
Saya pikir ini adalah contoh bagus betapa pentingnya komunitas mahasiswa di Indonesia harus menjadi lebih bijak dalam mengelola uang mereka. Seringkali, mahasiswa yang baru keluar dari sekolah tidak memiliki pengalaman dalam mengelola dana sehingga seringkali terjebak dalam praktik perundungan seperti ini. Ini memang membuat saya ingat kembali pentingnya pendidikan keuangan sejak tingkat SD kita. Saya berharap agar program PPDS Ilmu Kesehatan Mata di Unsri bisa menjadi contoh bagus bagi mahasiswa lainnya tentang cara mengelola uang dengan bijak dan tidak terjebak dalam praktik yang salah.
 
Rasa sedih banget kawan 😔. Aku pikir mahasiswa yang dijadikan korban ini, bukan orang lain, kalau kita ambil sinyal dari kasus ini 🚨. Perundungan ini tidak ada masalah sama sekali, tapi aku pikir kalau perlu kita fokus pada cara berubah menjadi lebih baik 👍. Kita harus mengajar mahasiswa dan dosen tentang etika dan integritas dalam program-program pendidikan, bukan bagaimana caranya mencari uang tanpa perhatian 🤝.
 
Pernah kira kalau di Indonesia ini tidak ada korupsi? Sepertinya ada hal yang serupa terjadi di Unsri, tapi jangan terlalu cepat membuat kesimpulan, kita harus lihat dari mana asalnya praktik perundungan itu. Jika benar-benar hanya karena pungutan liar, maka itu adalah kelemahan sistem pendidikan kita. Kita harus mengevaluasi apakah Unsri benar-benar tidak tahu tentang hal ini sebelumnya? Apakah ada kurangnya pelatihan bagi mahasiswa dan staf? Tapi kalau benar-benar hanya pungutan liar, maka yang harus dihukum siapa-siapa? Pemerintah Kemenkes sudah mengambil tindakan, tapi perlu ada hukuman yang lebih tepat untuk para pelaku ini...
 
ini kayaknya masih ada yang harus diperbaiki di kalangan mahasiswa, khususnya di Fakultas Kedokteran Unsri ya... perundungan itu apa sih? bagaimana bisa mahasiswanya dipaksa membiayai senior mereka? itu bukan cara yang baik, tapi apa yang ada sekarang? hanya penundaan saja.. tapi penundaan ini bisa jadi hasil dari proses investigasi yang lebih matang ya... toh kemenkes harus terus berkomunikasi dengan masing-masing fasilitas dan mahasiswa agar tidak ada hal-hal seperti ini lagi terjadi...
 
kembali
Top