Kejar Proses Pemvisaan Jemaah Haji 2026, Petugas Bekerja 24 Jam

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) siap menghadapi proyeksi kerugian besar bagi jemaah haji Indonesia, jika tidak ada penyelesaian masalah pada proses pemvisaan. Karena itu, petugas yang bertanggung jawab harus bekerja tanpa istirahat, bahkan di hari libur.

Dalam musim haji 2026 ini, Kemenhaj merekrut sebanyak 85 tenaga pendukung untuk mengurus proses pemvisaan. Biasanya hanya 70 orang yang bekerja dalam proyek ini. Keputusan ini ditujukan untuk menghindari kepanikan pada proses pengisian kuota haji, karena deadline yang sangat mepet.

"Di hari libur pun kami masuk," kata Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, Khairunnaim. Ia menekankan bahwa tim ini bekerja 24 jam, dibagi dua sifat. Pada sifat pertama, mereka mulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada sifat kedua dari pukul 20.00 WIB hingga 08.00 WIB esok harinya.

Mereka juga mengatakan bahwa tim ini bekerja dengan intensitas yang tinggi. Misalnya, mereka melakukan verifikasi data yang pertama terkait paspor. Seperti validasi foto terbaru, kesesuaian halaman identitas, dan penambahan nama (endorsement) bagi jemaah yang paspor hanya terdiri dari satu suku kata.

Mereka berharap agar semua persyaratan administratif dapat selesai tepat waktu, untuk menghindari masalah pada keberangkatan.
 
Saya setuju dengan rencana ini 😊, tapi rasanya memang kurang nyaman nih... 85 orang bekerja tanpa istirahat? itu seperti memaksakan manusia 👥 menjadi mesin 🤖. Saya harap mereka bisa mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan tidak dipaksa bekerja di hari libur. Itu gampang-bagus ya, tapi kalau kenyataannya terjadi, aku rasa banyak yang akan kecewa 😕.
 
KEMBALI KETIBA KE PROYEK PEMVISAN HAJI YA... APA ARTINYA MEREKRUT 85 ORANG LUAR NALIS? AKAN JADI BURUH YANG MATI DI Hari Libur? MALAH DUIT NASABAH SUDAH LAMBAT BAOE MASIH BANYAK PELOPongan TEGUNJANG PEMBERTANAN...
 
ada sih nih, kalau kemenhaj gak bisa ngatur diri sendiri, nanti jemaah haji Indonesia bakal terlambat dan kesokan paginya di airport Jakarta udah waktunya pulang... aku pikir 85 orang itu cukup banget, nggak butuh begitu banyak untuk ngurus proses pemvisaan ya, tapi mungkin aku salah paham...
 
Gue pikir itu kayak caranya kerja di kantor, siapa tau ada yang mau bekerja tanpa istirahat, tapi gak usah lupa nanti hari libur juga harus diisi aja, dan trus kerja intens banget like ini, gue rasa kayaknya perlu adanya aturan lebih ketat untuk orang-orang yang bekerja di kantor, jangan sampai lelah dan kekurangan istirahat, kan?
 
Gue pikir Kemenhaj gini serasa sama kayak banget dengan toko online yang kalian suka. Kalian harus pilihanteng di pagi hari sampe siap, kemudian gak ada libur apa lagi. Sama kayak itu, kalau gue jadi Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji, aku juga akan gak sabar nih 😂. Tapi seriously, aku khawatir aja kalian akan lelah sampe giliran siapa yang harus bekerja. Kamu harus fokus & jangan lupa nolakin liburan, kalau tidak kapan aja kalian akan selesai? 🕒
 
Aku senang banget kalau Kemenhaj makin siap dan serius menghadapi masalah ini! 85 tenaga pendukung itu seperti semangat baru untuk proses pemvisaan haji, aku yakin dengan kerja sama yang baik, mereka bisa mengatasi semua masalahnya, bahkan pada hari libur! Aku percaya bahwa tim ini bekerja dengan ganda kecepatan, di sifat pertama dan kedua, karena kita jangan biarkan ada kesempatan untuk kesalahan, kan?
 
Proses pemvisaan haji itu cuma kerjaan sibuk banget. Saya rasa 85 orang tenaga pendukung itu cukup banyak, tapi apa yang penting adalah hasilnya ya. Jika proses ini bisa berjalan lancar, maka jamaah haji Indonesia bisa terlepas dari masalah-masalah di keberangkatan. Aku pikir ini sangat penting banget. Proses ini harus diatur dengan baik dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang bisa mempengaruhi jemaah.
 
kembali
Top