Kejagung Periksa Tiga Kajari karena Dugaan Konflik Kepentingan

Kejaksaan Agung mengangkat bicara tentang pelanggaran yang dilakukan tiga kepala kejaksaan negeri (Kajari) di empat provinsi. Ternyata, kegagalan tersebut diduga terkait dengan konflik kepentingan.

Dua Kajari Sampang dan Magetan ditangkap berdasarkan laporan masyarakat. Sedangkan, Kajari Padang Lawas dijemput secara langsung tanpa ada tanda tangan dari pihak Kajari untuk diminta pulang. Hal ini diperkuat dengan penunjukan para pegawai yang terlibat dalam pelanggaran tersebut.

Menurut pengacara, ada beberapa indikasi bahwa tiga Kajari itu melakukan kejahatan berupa tidak profesionalitas dalam penanganan perkara. Selain itu, mereka juga melibatkan konflik kepentingan dan ada manajemen yang tidak kondusif baik di dalam maupun luar.

"Jadi mohon dipahami kami tidak bisa terlalu banyak berbicara tentang pelanggaran ini karena masih dalam proses analisa," kata kepala pusat penerangan hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna.
 
Apa lagi kabar gembira dari keJaksaan! Tiga Kajari lagi, itu kayak game yang sama setiap minggu. Dulu kaya, dulu coba buat lebih baik, tapi sepertinya masih ada yang sama... ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ

Mengerti kalau tidak bisa berbicara banyak, tapi rasa nyaman berbagi opini sih. Karena apa lagi yang bisa di katakan? Ada tiga Kajari lagi, itu tidak terlalu mengejutkan, kan? ๐Ÿ˜’
 
Aku pikir ini makin nyaman banget kalau kita punya sistem pengawasan yang lebih baik di kejaksaan. Aku sendiri pernah melihat kasus korupsi di kantor kejaksaan di kota asalku, ternyata ada banyak hal yang kurang terurus. Jadi, aku senang melihat Kejaksaan Agung benar-benar berusaha untuk menangani pelanggaran ini. Tapi, kalau kita ingin tahu lebih lanjut, aku rasa kita harus lihat dari sumbernya, apa ada alasan yang membuat Kajari tersebut tidak profesional? Aku juga penasaran dengan manajemen yang tidak kondusif itu, gimana caranya kita bisa menghindarinya di masa depan? ๐Ÿค”
 
aku rasa biar baik banget kalau ada pengawasan yang lebih ketat lagi di kejari-kejari itu ๐Ÿค”. karena kalau mereka bisa melibatkan konflik kepentingan dan tidak profesional, itu bukan main-main deh. mesti ada tindakan yang lebih serius dari pihak KJ yang bisa mengantisipasi hal ini ๐Ÿ˜’. tapi aku juga memahami bahwa masih dalam proses analisa, jadi biar baik banget kalau bisa berkomunikasi dengan lebih terbuka dan jelas ๐Ÿ“ข.
 
Aku penasaran siapa yang menggelutkan kepentingan di kejaksaan negeri itu ๐Ÿค”. Ternyata ada banyak konflik dan tidak profesionalitas, ini bukan cuma tentang Kajari saja, tapi juga tentang sistem yang lemah dan tidak transparan di dalam hukum peradilan. Aku berharap pemerintah bisa mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaiki hal ini dan membuat kejaksaan negeri menjadi lebih baik ๐Ÿš€.
 
Pernah gitu kan? Kegagalan 3 Kajari ini serasa seperti cerita yang sudah banyak kita dengar sebelumnya... konflik kepentingan dan apa yang dihasilkannya adalah kesalahan-kesalahan yang tidak bisa dihindari. Mesti sih, ada yang salah juga dengan cara kerja mereka? Gak ada jawaban dari Kejaksaan Agung tentang bagaimana caranya nanti akan terjalin aturan baru ini untuk mencegah hal ini terulang...
 
aku rasa ini sangat buat di perhatikan oleh guru kita, kita harus belajar dari kesalahan orang yang ada di kejaksaan negeri, karena mereka malah tidak profesionalitasnya, dan juga konflik kepentingan yang membuat mereka melakukan kesalahan. tapi aku pikir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya kita mahasiswa, kita harus selalu berhati-hati dalam memilih rekan sebayamu, karena konflik kepentingan bisa membuat kita melakukan kesalahan besar ๐Ÿ˜Š.
 
Gue suka banget makan bakwan dari Malang, kayaknya bisa dibuat sendiri di rumah dengan lebih mudah ๐Ÿ˜‚. Gue juga suka melihat video yang bikin gue tertawa, kayaknya lebih menyegarkan daripada ngobrol tentang kejahatan di Kajari. Mungkin kalau tidak ada kejahatan, kita bisa fokus pada hal positif ya? ๐Ÿค”
 
Aku pikir ini galat banget, tiga Kajari yang terlibat harus dihukumin lebih berat! Ada yang mengatakan bahwa tidak profesionalitas dalam penanganan perkara, itu bukan kecil-kecilan aja, tapi bahan-bahan penyebab dari kasus-kasus yang memalukan. Dan konflik kepentingan itu sebenarnya bikin sistem hukum jadi kacau. Gak boleh ada Kajari yang hanya lupa pulang karena suka main-main. Mereka harus dihukumin lebih serius, tapi juga harus ada pengecekan agar gak terjadi kejahatan lagi di masa depan.
 
Aku saking penasaran apa itu Sampang dan Magetan kayak gini, mesti adanya masalah sosial di daerahnya... tapi aku nyaduh, kekayaan yang besar pasti membuat orang-orang menjadi korup. Apa sih khasiat dari konflik kepentingan yang bikin Kajari terlalu profesionalitas di dalam penanganan perkara? ๐Ÿ˜‚
Aku pikir ada yang harus dirubah ya... tapi aku rasa lebih baik jika semua ini bisa diselesaikan dengan damai, seperti bermain sepak bola di lapangan. Mungkin ada seseorang yang bisa menjadi inspirasi dan menginspirasi orang lain agar menjadi lebih baik... seperti kalian yang sedang membicarakan hal ini ๐Ÿค”
 
Gak percaya kalau 3 Kajari itu begitu gampangnya dipanggil pulang. Tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak beres, ya? Konflik kepentingan ini memang nggak bisa disia-kan. Jadi, mungkin kajari-kajari ini belom cukup profesional dalam penanganan perkara, dan ada manajemen yang kurang kondusif. Maksudnya, kalau tidak ada konflik, siapa tahu aja kejadian ini nggak terjadi?
 
Makanya lagi Kajari yang nggak profesional banget! Mereka tahu sendiri apa yang benar dan salah, tapi malah terlibat konflik kepentingan aja. Itu bikin kasus jadi lebih susah untuk dibatasi. Saya ingat, di masa lalu punya kasus sama seperti ini, tapi akhirnya bisa dievaluasi kembali. Semoga Kajari yang terkena dampak ini bisa belajar dari kesalahan-kesalahannya dan berusaha menjadi lebih profesional lagi... ๐Ÿค”
 
Kalau nggak salah, ternyata ada 3 Kajari yang kriminal banget! ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Dua dari mereka sudah ditangkap, tapi satu lagi yang paling kejamnya langsung dijemput oleh petugas tanpa harus ngerasa "dilarang" dulu aja ๐Ÿ˜…. Saya rasa ini serius banget, ada konflik kepentingan dan manajemen yang tidak baik, apa kabar dengan profesionalitas mereka? ๐Ÿค”
 
KAYA, TOLONG BISIK APA KASI 3 KAJARI ITU SUDAH DIPANGGIL SEBENARNYA? MULAI DARI PADA KAJARI SAM Pang DAN MAGETAN KALO YANG LUPA. MENGAPA KAJARI PADANG LAWAS JUGA GESPOT BEBASA? APA AKAN BISA MENCINTAP KEBENARAN?
 
Kalau mau mengatakan seseorang melakukan kesalahan, jangan biarkan orang itu terlalu senang karena kesalahannya ๐Ÿ˜Š. Jadi, Kajari mana yang benar dan mana yang salah? Tidak ada jawaban ๐Ÿ™ƒ. Yang penting adalah mereka sudah ditangkap, sekarang harus dibawa ke pengadilan! ๐Ÿ”ฅ
 
aku pikir ini wajar banget, kajari itu jadi korupsi yang lagi keluar ke depan umum. mungkin malah lebih parah kalau tidak ada yang tahu, tapi sekarang udh keluar, jadi bisa diinvestigasi dan apa-apa yang benar-benar salah harusnya ada tindakan. siapa tau ini bisa membuat perubahan pada sistem hukum, jadi aku setuju dengan kejaksaan agung ini.
 
[Image of a facepalm with a disappointed expression]

Kak, sepertinya Kajari itu nggak bisa mengelola konflik yang serius

[K GIF of a person stuck in an infinite loop]

Pelanggaran, eh? Sepertinya mereka terlalu banyak fokus pada kepentingan sendiri

[Image of a magnifying glass with a red "X" marked through it]

Tadi sih, nggak bisa percaya kalau Kajari itu bisa gagal begitu parah
 
Pengacara itu bilang ada konflik kepentingan, tapi aku pikir bukan main-main aja. Apa sih yang di maksud dengan konflik kepentingan ini? Kalau nggak jelas, mungkin karena para Kajari itu sengaja ngomong-ngomong dan lupa ngerti apa yang mereka cari. Yang pasti, ada masalah besar di sana. Dan sekarang aja nanti kasusnya jadi drama besar lagi ๐Ÿ™„.
 
Ditanya siapa yang tahu, apakah kegagalan Kajari itu benar-benar terkait konflik kepentingan? Kalau begitu, toh kalau tidak ada konflik, kenapa mereka punya masalah? Seperti kalau aku sendiri di kebun ayam, aku rasa mau berselang-sengkat dengan adikku yang ingin mengambil tanaman ayamku, tapi apa yang aku lakukan adalah cari solusi buat tidak ada masalah. Kalau memang benar-benar terkait konflik, toh itu salah pilihan dari mereka. Dan kalau pihak Kajari terlalu banyak berbicara tentang pelanggaran, gampangnya mau mengambil contoh dari Bapak Supriatna, tapi apa yang mau dikejar bukan kejahatan pelanggaran itu?
 
Maksudnya, ada 3 Kajari yang salah lakukan aja, tapi apa artinya sih? Mereka tidak bisa menyelesaikan kasus dengan benar, dan ada hal-hal yang tidak jelas, seperti konflik kepentingan. Saya rasa penting untuk memahami bahwa mereka adalah bagian dari sistem yang lebih besar, bukan hanya 3 orang yang salah. Kita harus fokus untuk memperbaiki keseluruhan sistem agar tidak ada lagi kesalahan semacam ini terjadi di masa depan. Dan saya harap pihak Kejaksaan Agung bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang apa yang terjadi sehingga kita bisa memahami keadaan tersebut lebih baik ๐Ÿค”
 
kembali
Top