Kejagung Jemput Kajari, Komjak: Itu Bagian Pengamanan Internal

Penjemputan Kepala Kejaksaan Negeri Magetan, Dezi Septiapermana, Dilakukan dalam Rangka Pemeriksaan Pelanggaran yang Dugaan.

Kemarin Minggu (26/1/2026), Bidang Intelijen Kejagung membawa Dezi ke Jakarta sebagai tindak lanjut pemeriksaan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Magetan. Namun, sampai hari ini (Senin, 26/1/2026) pemeriksaan terhadap Dezi masih belum selesai.

Penjemputan pertama dilakukan kepada Kajari Sampang, Fadilah Helmi, Selasa (20/1/2026), kemudian upaya penjemputan kembali dilakukan kepada Kajari Padang, Lawas Soemarlin Halomoan Ritonga, pada Jumat (23/1/2026). Penjemputan ini adalah bagian dari upaya mengamankan internal Kejaksaan dari penyalahgunaan wewenang oleh jaksa atau pegawai.

Komisi Kejaksaan (Komjak) telah menegaskan bahwa tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi/PAM SDO bertugas mengamankan internal Kejaksaan untuk mencegah dan menindaklanjuti pelanggaran hukum seperti pemerasan, intervensi proyek, atau korupsi.

"Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari internal Kejakaan (PAM SDO) apakah ada pelanggaran atau tidak. PAM SDO sudah sering melakukan penindakan dan berujung sanksi sesuai dengan yang diperbuat," tutur Nurokhman, Komisioner Komjak.
 
Hehe, ini bikin penasaran, apa nih jadwal Dezi bareng PAM SDO? Makin lama pemeriksaan, semakin terasa siapa yang salah 🤔. Aku rasa PAM SDO harus lebih teliti, bukan cuma penjamahan aja 😂. Ada yang bilang, mungkin ada korupsi atau apa lagi di dalam sana... tapi belum ada kabar ke mana arahnya, bro 👀.
 
Saya curiga ini udah keterlibatan korupsi di dalam pemeriksaan Kepala Kejaksaan Negeri Magetan ya? Sama-sama kalau ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh jaksa atau pegawai, pasti harus dihukum sesuai dengan hukumnya. Saya harap PAM SDO bisa menyelesaikan hal ini dengan cepat dan jujur 🕵️‍♂️
 
Saya rasa ini udah waktunya kejaksaan itu siap-siapin dugaan pelanggaran ya, siapa tahu ada yang benar-benar salah. Tapi, sepertinya masih banyak hal yang tidak jelas di sini... Udah 6 hari mereka jemput Dezi Septiapermana, tapi gak ada hasil yang jelas? Maksudnya apa? Apakah mereka benar-benar mencari bukti atau hanya memanggil korban tanpa alasan?
 
gak percaya sih, kejaksaan yang ngelabui sendiri 😂. kalau ada dugaan pelanggaran, seharusnya mereka terlebih dahulu memastikan diri sendiri dulu sih 🤔. gak usah nunggu komjak atau pamsdo buat pemeriksaan internal ya 🙄. mungkin malah bisa jadi komjak dan pamsdo yang salah aja 😒.
 
Hmmpppp... apa lagi ya? Semua ini pasti untuk jaga tatanan di dalam pemerintahan kan? Dezi Septiapermana selama berapa lagi dipenjepit? PAM SDO udah lama berdiri kan, tapi malah sering bikin kabur. Mau penindakan atau apa? Semua ini bikin airmata keluar dari hidup saya... 😩
 
Aku pikir itu salah kalau kajari kejaksaan itu bisa jadi ada korupsi aja, tapi aku juga tidak punya bukti apa-apa 🤔. Aku hanya tahu pas Kajari Sampang Fadilah Helmi ditangkap, aku penasaran sih bagaimana caranya pemeriksaan dugaan pelanggaran itu selesai aja. Tunggu hasilnya yah, aku mau sabar 😊.
 
Eh, kalau itu benar benar jelas pelanggaran hukum yang terjadi, makanya aja ada penjemputan dan pemeriksaan ya? Saya nggak paham mengapa beliau masih belum selesai sama sekali. Apalagi kalau ada komisi kejaksaan yang berusaha mencegah pelanggaran seperti itu, maka harusnya prosesnya lebih cepat. Saya juga penasaran apa aja hasil pemeriksaan dari PAM SDO ya?
 
Halo 😊, aku pikir ini gue paham, Dezi Septiapermana dipanggil kembali ke Jakarta lagi karena ada dugaan pelanggaran, tapi masih belum selesai sih 🤔. Aku yakin PAM SDO sudah melakukan penindakan dan bakal ada sanksi jika ada pelanggaran, tapi aku ingin tahu apa benar-benar yang terjadi di Kejaksaan Negeri Magetan 🤷‍♂️.
 
Makasih kalo aku bisa tahu ini. Ngomong-ngomong Kajari Padang dan Lawas Soemarlin apa lagi yang pernah lakukan? Aku rasa kalau Jaksa itu udah terlalu kaya, aku kayak gitu aja, sih. Kita Indonesia pasti lelah banget dengan korupsi ini. 🤦‍♂️💸
 
aku pikir ini kayaknya keterlibatan politik di balik penjemputan Dezi Sepati, tapi aku masih butuh informasi lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi. mungkin ada sesuatu yang tidak diungkapkan oleh pihak Kejaksaan atau PAM SDO... 🤔
 
Pernah ngerasa kalau kejaksaan ni punya masalah sama sendiri? Kita masih nunggu hasil pemeriksaan dari internal Kejakaan, tapi gak ada jawaban apa apa. Semua terjadi di dalam tanah sendiri, jadi kenapa harus dituntut lagi dari luar? Mungkin karena mereka malas untuk memakai sendiri teknologi yang udah ada sejak 2020.

Penjemputan pertama kajari sampang itu, itu sih bagian dari strategi apa aja? Jangan dipikirkan, mungkin hanya sembrama sih. Nurokhman kata bahwa tim PAM SDO sudah sering melakukan penindakan dan berujung sanksi sesuai dengan yang diperbuat... tapi gak ada bukti nyata. Sambutan dari pemeriksaan terhadap Dezi sekarang udah 2 minggu, itu sih bagian dari apa aja?
 
Gue pikir si Dezi ini pasti jebak dalam skema korupsi yang banyakin, tapi masih nanti apa hasilnya? Gue rasa PAM SDO harus lebih cepat sambut dan tindak lanjut, soalnya korupsi dan penyalahgunaan wewenang di Kejaksaan sudah jadi masalah besar ya 🤔
 
Mau tahu apa yang terjadi sama Kajari Sampang? Nih, ada kejadian aneh sama Dezi Septiapermana, Kepala Kejaksaan Negeri Magetan. Dipanggil jaksa, dipanggil polisi, jadi sih paling tidak punya waktu luang ngejar kasus. Ada adegan yang nggak jelas sama PAM SDO (Pengamanan Sumber Daya Organisasi) kalau ada pelanggaran apa lagi. Aku kira, pemeriksaan itu lumayan panjang sih, mulai dari 20/1 sampe sekarini masih belum nyelesaikan.
 
Gini kabar gembira! Penjemputan Dezi Septiapermana di Jakarta ini pasti bukti adanya permasalahan besar di dalam Kejaksaan Negeri Magetan. Saya rasa biar-biaernya juga kalau ada yang melanggar hukum, tapi kalau ini masih belum selesai, gini nggak percaya! Bagaimana kalau ini penjemputan hanya sekedar main-main atau cerita palsu? Seperti di Jawa Barat, kabar tentang kasus-kasus kejahatan dalam Kejaksaan Negeri pun sering sekali mengeluarkan rasa keraguan.
 
Mungkin itu nggak benar kok, apa ini semacam operasi militer ke jaksaan? 🤔 Jadi sekarang Kajari Sampang dan Fadilah Helmi udah ditangkap bukan? Tapi nanti hasilnya apa sih? Apakah dia benar-benar melakukan pelanggaran atau tidak? Saya rasa komisi kejaksaan udah terlalu lama nggak beritahu tentang hasilnya. Itu nggak bisa dipercaya sih. Mungkin itu semua sama aja, nggak ada yang jelas apa-apa. Saya suka ngerasain hal ini lebih dekat, tapi mungkin saya udah salah juga kok 😅
 
Wah biar gak tahu apa yang terjadi di KJMN Magetan, tapi ini jadi kesal banget sih... Penjemputan Dezi itu pasti karena ada yang dugaan pelanggaran di dalamnya, tapi nggak ada hasil pemeriksaannya? Mereka sapa-siapa aja yang terlibat ini? Sanksi apa lagi? Belum ada jawabannya. PAM SDO udah lama ngelakukan penindakan dan berujung sanksi, tapi masih ada kasus-kasus seperti ini. Kenapa gak bisa ngebawa sampai akhirnya? Semua kekhawatiran ini pasti lagi ke dalam wadah.
 
Gue pikir ini nih, apa kaya yang terjadi di dalam Kementrian Kejaksaan itu? Dezi Septiapermana sama Fadilah Helmi, dia ada apa-apa aja sih? Gue yakin, gak ada yang jujur, bukan? Penjemputan pertama udah dilakukan, kemudian lagi kemudian... ini terlalu panjang aja, apa kepastiaan sih? Mau bukti atau apa? Gue khawatir sih, ini nih, kalau tidak ada bukti yang kuat, dia akan kembali seperti sebelumnya.
 
Duh, kalau Kajari Sampang & Fadilah Helmi udah ditangkap, tapi Dezi Septiapermana masih belum dipertimbangkan? Aku rasa ini seperti cerita film action, ya... semua yang bertanggung jawab harus dihadapkan. PAM SDO sudah sering melakukan penindakan terhadap pelanggaran di Kejaksaan, tapi apa keberhasilannya itu bisa diukur? Mereka harus teliti, karena kalau ada kesalahan, bisa jadi makin berat hukuman yang diterima oleh Jaksa.
 
Gue pikir ini masih terlalu cepat buat ngejaminkan korupsi di dalam Kejaksaan ya... Pemeriksaan internal yang dilakukan oleh PAM SDO pasti ada tujuannya, tapi gue ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana caranya mereka melakukan penindakan. Apa sih alasan mereka memilih Kajari Sampang dan Fadilah Helmi duluan? Gue rasa ini masih terlalu spesifik, gak ada bukti yang jelas kalau korupsi sebenarnya berdarah-darah... Tapi gue tidak bermaksud mengkhianati watak saya sebagai Trend Skeptic. Nanti aku akan menunggu hasilnya dengan sabar 😐
 
kembali
Top