Kayu Gelondongan Banjir Sumatra Bakal Dipakai Bangun Rumah Warga

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa kayu-kayu gelondongan yang ditemukan saat terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra akan digunakan sebagai material pembangunan kembali rumah-rumah masyarakat yang mengalami kerusakan. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki hunian tetap (huntap) bagi warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tito menjelaskan bahwa pemanfaatan kayu-kayu gelondongan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan hunian tetap. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat sudah memanfaatkan kayu-kayu ini untuk membangun kembali rumah yang rusak dan bahkan digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas publik yang rusak.

Saat ini, mayoritas wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah kembali pulih normal. Tito menyatakan bahwa 11 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, dan 13 kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Utara sudah kembali normal. Namun, ada tiga kabupaten/kota yang masih belum normal, yaitu Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.

Tito juga menyatakan bahwa lumpur-lumpur yang mengendap di lokasi-lokasi terdampak bencana akan digunakan sebagai tanggul di pinggir sungai untuk mencegah air sungai meluap ke area permukiman warga apabila terjadi cuaca ekstrem.
 
Gak perlu ngomong, kayak kayu gelondongan mau digunakan jadi bahan bangunan aja 😅. Bayangkan aja, banjir dan longsor, kayaknya punya rumah yang rusak, tapi kayaknya pemerintah langsung ngerusak kayu gelondongan jadi bangunan baru. 🤷‍♂️
 
Gue pikir kalau pemerintah benar-benar memperbaiki hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana, maka harus ada prioritas untuk pengelolaan sumber daya alam yang masih belum optimal. Seperti halnya menggunakan kayu-kayu gelondongan sebagai material pembangunan kembali rumah-rumah masyarakat. Tapi gue ragu apakah ini juga tidak akan membuat kita tergoda dalam mengelola sumber daya alam dengan tidak bertanggung jawab lagi. Kita harus ingat bahwa pengelolaan sumber daya alam adalah salah satu aspek penting dalam kebijakan pembangunan nasional. Jika tidak diseragamkan, maka hasilnya bisa berakhir buruk seperti yang terjadi saat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra.
 
Aku setuju bahwa pemerintah harus mendatangkan kayu-kayu gelondongan itu, tapi aku khawatir kalau ada yang salah dalam proses pengadaan. Misalnya, bagaimana nanti kalau kayu-kayu itu dari mana? Apakah ada kecurangan? Aku juga penasaran, seberapa banyak material yang diutak-atik dari kayu-kayu gelondongan itu? Aku harap pemerintah bisa membuat proyek ini dengan lebih transparan dan akuntabel. Tapi aku juga senang ya, karena kayu-kayu gelondongan itu bisa digunakan untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak. Semoga pemerintah bisa selesaikan proyek ini cepat, dan masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bisa mendapatkan bantuan yang tepat waktu 😊
 
😩 aku kayaknya jadi sedih banget dengerin kabar itu... kayaknya kayu-kayu gelondongan yang bisa digunakan untuk membangun rumah kembali bagi warga Aceh dan Sumatera itu kalau udah ada di tempat ya? kenapa harus bawa ke lokasi lain kemana aja? aku pikir itu seperti... seperti nge-waste kayaknya... tapi mungkin itu strategi yang benar ya, kalau tidak akan ada hunian yang stabil sih... 🤕 dan lumpur-lumpur itu juga digunakan untuk tanggul sungai... kalau terjadi banjir lagi, warga itu masih aman ya? 🙏
 
Aku pikir ini sangat luar biasa sih, kalau kita ganti kayu gelondongan dengan baja atau material lainnya, itu akan lebih cepat dan hemat biaya, tapi kayaknya pemerintah mau menggunakan bahan-bahan yang ada di alam kembali ke normalin. Aku juga penasaran sih bagaimana cara mereka bisa memastikan bahwa kayu gelondongan yang digunakan tidak menyebabkan kerusakan lebih parah lagi. Dan aku harap pemerintah juga harus berhati-hati dengan dampak lingkungan, jangan sampai kita mengorbankan kualitas udara atau air untuk kemudahan pembangunan.
 
kembali
Top