Kasus Goreng Saham, 2 Pengelola PT NAM Ditudik Saksi 70 Orang
Tersangka pertama, Muhammad Ridwan. (Foto: tirto.id)
Pemanggilan ulang saksi dalam kasus Bareskrim Penyelidan Pasar Modal Polri menampakkan dua terduga tersangka sebagai pengelola PT Narada Aset Manajemen, yaitu Muhammad Ridwan dan Muhammad Syafii. Keduanya akan dihadapkan pada kehormatan sebagai terduga tindak pidana pasar modal.
Pengacara tim penyidik Bareskrim Polri, Hendra Friana, menyatakan bahwa kedua tersangka ini merekayasa transaksi di luar kemampuan mereka. Mereka melakukan penggunaan jaringan afiliasi dan nominee untuk menciptakan gambaran harga saham yang tidak dapat dilihat oleh masyarakat umum.
Tim penyidik juga menemukan bahwa kedua tersangka tersebut memiliki keterkaitan dengan rangkaian transaksi antarpihak yang dilakukan di lingkup pasar modal. Dari ahli pasar modal yang ditemui dalam penyelidan, terungkap adanya praktik manupulasi pasar yang dapat menyesatkan investor.
"Jadi demand yang semu. Distorsi harga, serta persepsi kinerja portofolio yang tidak riil," katanya kepada Tirto.id.
Tersangka pertama, Muhammad Ridwan. (Foto: tirto.id)
Pemanggilan ulang saksi dalam kasus Bareskrim Penyelidan Pasar Modal Polri menampakkan dua terduga tersangka sebagai pengelola PT Narada Aset Manajemen, yaitu Muhammad Ridwan dan Muhammad Syafii. Keduanya akan dihadapkan pada kehormatan sebagai terduga tindak pidana pasar modal.
Pengacara tim penyidik Bareskrim Polri, Hendra Friana, menyatakan bahwa kedua tersangka ini merekayasa transaksi di luar kemampuan mereka. Mereka melakukan penggunaan jaringan afiliasi dan nominee untuk menciptakan gambaran harga saham yang tidak dapat dilihat oleh masyarakat umum.
Tim penyidik juga menemukan bahwa kedua tersangka tersebut memiliki keterkaitan dengan rangkaian transaksi antarpihak yang dilakukan di lingkup pasar modal. Dari ahli pasar modal yang ditemui dalam penyelidan, terungkap adanya praktik manupulasi pasar yang dapat menyesatkan investor.
"Jadi demand yang semu. Distorsi harga, serta persepsi kinerja portofolio yang tidak riil," katanya kepada Tirto.id.