Kasus Goreng Saham, Bareskrim Tersangkakan 2 Pengelola PT NAM

Kasus Goreng Saham, 2 Pengelola PT NAM Ditudik Saksi 70 Orang

Tersangka pertama, Muhammad Ridwan. (Foto: tirto.id)
Pemanggilan ulang saksi dalam kasus Bareskrim Penyelidan Pasar Modal Polri menampakkan dua terduga tersangka sebagai pengelola PT Narada Aset Manajemen, yaitu Muhammad Ridwan dan Muhammad Syafii. Keduanya akan dihadapkan pada kehormatan sebagai terduga tindak pidana pasar modal.

Pengacara tim penyidik Bareskrim Polri, Hendra Friana, menyatakan bahwa kedua tersangka ini merekayasa transaksi di luar kemampuan mereka. Mereka melakukan penggunaan jaringan afiliasi dan nominee untuk menciptakan gambaran harga saham yang tidak dapat dilihat oleh masyarakat umum.

Tim penyidik juga menemukan bahwa kedua tersangka tersebut memiliki keterkaitan dengan rangkaian transaksi antarpihak yang dilakukan di lingkup pasar modal. Dari ahli pasar modal yang ditemui dalam penyelidan, terungkap adanya praktik manupulasi pasar yang dapat menyesatkan investor.

"Jadi demand yang semu. Distorsi harga, serta persepsi kinerja portofolio yang tidak riil," katanya kepada Tirto.id.
 
kaya kayak nggak masuk akal sih, di mana 70 orang saksi? gimana caranya saksi 70 orang bisa jadi terduga tersangka? nggak ada kepercayaan lagi, polri hanya ingin membuang hantu ini saja
 
Aku pikir ini kasusnya masih jauh dari akhir, di mana siapa pun yang berkenaan harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi 🤔. Mereka bilang merekayasa transaksi, tapi apa yang menjadi tujuan mereka? Untuk keuntungan saja! Dan kita semua tahu bagaimana cara itu dilakukan, bukan? Mereka menggunakan jaringan afiliasi dan nominee untuk memanipulasi pasar dan membuat orang lain kalah. Ini nggak adil sama sekali, ya! Kita harus lebih berhati-hati dalam mengelola pasar modal dan pastikan bahwa tidak ada yang menyesatkan investor. Kami perlu menjadi semakin bijak dan transparan dalam hal ini 💡.
 
gak bisa dipungut tuh, kasus ini begitu gampang sih, siapa yang pikir bisa manipulasi pasar modal itu? tolong serius, kalau ada yang tertipu di pasar modal, itu bukan masalah investor, tapi masalah sistem sih. gak ada kejujuran, gak ada transparansi... apa aja tuh yang ingin dicapai? hanya untung-untungan saja?
 
Gak jelas sih, kenapa harus gini? Mereka sengaja membuat kerusakan terhadap pasar modal dan investor, lalu mereka malah dianggap normal? Keduanya itu seperti bermain permainan yang tidak adil. Saksi-saksi 70 orang pasti bosen banget ketika melihat keduanya itu merekayasa harga saham. Mungkin ada kekurangan dalam sistem ini, karena siapa aja yang bisa melakukan hal seperti itu? Dan siapa aja yang akan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut?
 
Oooh, aku pikir ini kasusnya super jujur sih, pas mereka buktikan bagaimana cak belia ini merekayasa transaksi di luar kemampuan mereka . Aku rasa ini sangat penting buat masyarakat agar tidak terjebak dalam praktik manupulasi pasar yang nggak adil. Kalau gini kaya sih, investor akan banyak yang kehilangan uang dan stres banget. Semoga kasus ini bisa menyelesaikan masalah ini dan memberi jaminan bahwa investor bisa berinvestasi dengan aman.
 
Saya nggak tahu kenapa polisi ini masih bingung dengan kasus goreng saham. Mereka udah menangkap 2 pengelola PT Narada Aset Manajemen, tapi apa hasilnya? Belum ada jawabannya. Saksi yang disuruh kembali lagi, itu artinya mereka belum pasti siapa yang benar-benar bertanggung jawab. Saya pikir kalau ingin tahu kebenaran, harus dilakukan penelitian yang lebih mendalam, bukan hanya menangkap saksi.
 
Eh, kasus goreng saham ini terasa seperti kebun binatang... banyak yang terjebak di dalamnya 🐒. Saya rasa pengacara tim penyidik sudah tepat ketika katakan bahwa kedua tersangka merekayasa transaksi. Yang bikin saya penasaran, siapa sih orang-orang yang dipihakkan di balik peristiwa ini? Apakah ada lagi 'pemanggilan ulang' yang tidak jelas seperti ini?

Dan, saya masih ingat saat 90-an, kita semua mengalami 'goreng saham' dengan sendiri kita 🤣. Saya rasa kasus ini bukan tentang kesalahan, tapi tentang kurangnya ketelatenan dan pengetahuan. Kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu agar tidak terulang lagi di masa depan 💡.
 
Lagi-lagi kasus Bareskrim Penyelidan Pasar Modal ini, aku pikir pengacara tim penyidik tampaknya udah benar-benar mengarahkan permasalahan di jalan yang tepat 🚶‍♂️. Keduanya pengelola Narada Aset Manajemen itu kena dihadapkan kehormatan ya, tapi aku rasa udah cukup bukti yang kuat buat mereka bisa dipanggil saksi 🤔. Aku pikir ini jadi contoh bagus dari bagaimana kebijakan penyelidan pasar modal harusnya berjalan dengan benar 📈. Lalu, aku rasa kantor Polri udah nggabungin ahli pasar modal untuk memastikan ini bukan cuma cerita yang salah 🤷‍♂️. Aku harap kasus ini selesai dengan cepat dan tidak ada lagi korban yang salah 👍.
 
Gue pikir ini masuk akal banget sih. Ternyata ada cara-cara konyol yang dibuat pengelola saham untuk jaga profitnya. Mereka bikin gambaran harga saham yang lebih tinggi dari sebenarnya, agar investor tertipu dan punya keuntungan. Sama-sama kita harus waspada banget saat berinvestasi.
 
🤔 Kasus ini banget, sih... Pengelola Narada Aset Manajemen itu benar-benar merekayasa transaksi di luar kemampuan mereka 🤑. Ini memang bikin seseorang curiga, sih... Bagaimana kalau kita tidak percaya pada sistem pasar modal sendiri? 😒

Mereka menggunakan jaringan afiliasi dan nominee untuk menciptakan gambaran harga saham yang tidak dapat dilihat oleh masyarakat umum 🤝. Ini memang bisa menyesatkan investor, sih... Dan mereka juga memiliki keterkaitan dengan rangkaian transaksi antarpihak yang dilakukan di lingkup pasar modal 📈.

Ini memang kasus Bareskrim Penyelidan Pasar Modal Polri, sih... Yang jadi pertanyaannya, bagaimana kita bisa mencegah hal ini terjadi lagi? 🤔 Mungkin ada kekurangan dalam sistem pasar modal atau perlu peningkatan kesadaran investor tentang kasus seperti ini 💡.
 
Wah, kayaknya kasus goreng saham ini udah jauh banget, siapa pun yang terlibat udah ngeluar dari batas. Mereka merekayasa transaksi, distorsi harga, itu semua udah bukti-bukti nyata. Tapi, apa yang aku pikir, kasus ini udah udah jadi pelajaran bagi mereka yang suka ngobrol soal pasar modal. Mereka harus belajar dari kesalahan-kesalahan ini dan banget.
 
Gak percaya sih... kasus ini terlalu susah banget. Mereka malah menggadang-gadang pasar modal sendiri. Coba bayangkan kalau saham-saham di pasar itu benar-benar memiliki harga yang berbeda-beda, dan bukan karena ada yang berusaha manupulasi aja. Itu nggak baik sama sekali. Saya rasa ini kasus yang perlu dibahas lebih dalam, untuk jadi contoh bagaimana tidak boleh melakukan hal yang sama lagi di masa depan.
 
kembali
Top