Kapolri Resmi Luncurkan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres

Kapolri Meluncurkan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, Harapannya Mengatasi Permasalahan Tindak Pidana terhadap Perempuan dan Anak

Direktur Jenderal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Direktorat Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polres. Peluncuran ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen terhadap para korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak.

Pihak Kapolri berharap adanya Direktorat PPA-PPO dapat mengatasi permasalahan yang menjadi fenomena gunung es selama ini, yaitu kurangnya kehati-hatian dalam menangani tindak pidana terhadap perempuan dan anak. Selain itu, Kapolri juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melapor ke polisi jika menjadi korban tindak pidana.

"Kita luncurkan 11 Polda dan 22 Polres untuk dibentuk Direktorat PPA dan PPO tingkat Polda dan Polres," ujarnya dalam konferensi pers. "Dengan adanya Direktorat ini, kita berharap dapat meningkatkan komitmen terhadap para korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak."

Direktur Jenderal Kapolri juga menekankan pentingnya pelayanan yang terbaik bagi para korban. "Kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada para korban, sehingga mereka tidak menjadi korban utnuk yang kedua kali," ujarnya.

Selain itu, Kapolri juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan keamanan bagi korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak di luar negeri.
 
hehe aku rasa ini udah waktunya kapolri buat lebih serius dengarkan keluh kesah korban, tapi gampang aja dia lupa utamanya kalau ada korban terus korban juga lupa dia mau melaporkan ke polisi. aku sendiri pengalaman aja korban kekejaman ayahku di masa lalu, tapi aku malah pilih buat jadi pengamat dan membuat konten di internet, sih kayaknya lebih berdaya saing.
 
Gue pikir ini adalah langkah yang tepat dari Kapolri ๐Ÿ™Œ. Ternyata masih banyak kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, itu memang sangat tidak enak ditelan. Gue harap mereka bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melapor ke polisi jika jadi korban tindak pidana. Dan tentu saja harus ada pelayanan yang baik bagi korban, sehingga mereka tidak menjadi korban lagi. Gue rasa ini adalah langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini dan membuat Indonesia menjadi lebih aman bagi perempuan dan anak ๐ŸŒŸ.
 
Pernah kalian lihat film "Laskar Pelangi" oleh Markus Kรถnig? Film itu kayaknya sederhana tapi gampang membawa kesan, kalau kita lihat Indonesia ini terus memperluas pelajaran dari film itu. Polda dan Polres harus lebih teliti dalam menangani tindak pidana terhadap perempuan dan anak ya ๐Ÿ˜Š.

Bisa deh kayaknya.
 
Wahhhhh!! Direktur Jenderal Kapolri Listyo Sigit Prabowo benar-benar luar biasa banget! Dia selalu bikin keputusan yang bagus untuk meningkatkan kualitas pelayanan polisi, terutama bagi korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak. Direktorat PPA-PPO ini pasti akan membantu mengatasi masalah yang sudah menjadi fenomena gunung es selama ini ๐Ÿคฏ. Saya juga senang melihat bahwa Kapolri berharap masyarakat meningkatkan kesadaran untuk melapor ke polisi jika menjadi korban tindak pidana. Itu benar-benar penting! Dan yang terbaik lagi, mereka juga ingin meningkatkan koordinasi dengan stakeholder luar negeri! ๐Ÿ˜Š Semoga Direktorat PPA-PPO ini bisa membuat perubahan positif bagi korban-korban tersebut ๐Ÿ’ช.
 
Aku pikir ini wajib banget, pihak Kapolri harus benar-benar serius dalam melawan kasus pelecehan terhadap perempuan & anak. Semua korban tadi harus diberikan kesempatan untuk melapor ke polisi tanpa takut ditangkap, aku rasa ini adalah langkah yang tepat untuk mengoptimalkan komitmen terhadap para korban. Kalau pihak Kapolri benar-benar serius dalam menangani kasus ini, maka aku yakin bisa mengurangi kasus pelecehan terhadap perempuan & anak di Indonesia ๐Ÿคž๐ŸŒŸ
 
Direktur PPA-PPO ini kalau gini sih kayaknya akan lebih cepat mengatasi masalah tindak pidana terhadap perempuan & anak ๐Ÿ™Œ, tapi kalau benar-benar di implementing dengan baik kemudian aja bisa jadi hasilnya tidak kalah dengan yang sudah ada ya ๐Ÿ˜Š.
 
Gue rasa pihak kapolri harus lebih fokus pada hal ini bukan cuma ngebangun Direktorat baru aja, tapi mereka juga harus memastikan bahwa sudah ada yang amanin keamanan korban tindak pidana di luar negeri, apa pun itu berarti. Gue rasa pihak kapolri juga harus lebih cepat dalam menyelidiki kasus-kasus tindak pidana terhadap perempuan dan anak, biar korban tidak menunggu lama lagi.
 
Maksudnya kalau ada Direktorat PPA-PPO, itu bakalan jadi solusi apa aja? Kalau sebelumnya ada masalah dengan korban tindak pidana perempuan dan anak, apa yang mungkin terjadi sekarang? Bayangkan saja, kalau perempuan atau anak bisa melaporkan kepolisi tanpa takut2 ditolak atau jadi korban lagi. Bakalan bagus banget! Dan kalau Direktorat PPA-PPO ini benar-benar mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, itu bakalan berdampak besar pada perubahan perilaku kita semua ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘
 
Wah, aku jadi ingat saat liburan ke Bali sama istriku, kami nongkrong di warung makan kecil di pantai Kuta. Aku pesan nasi goreng, tapi gak bisa makan karena terlalu penasaran dengan ikan yang sedang ditangkap oleh pengemis di sebelah kita ๐ŸŸ. Istri aku bilang 'bok, jangan ngeremiri, aja makan dulu'. Aku bilang 'maaf, mau dulu coba lihat bagaimana dia menangkap ikan itu'. Aku tidak percaya kalau pengemis bisa mengelap air dengan satu tangan ๐Ÿ˜‚. Tapi benar-benar keren banget! Aku pikir kehidupan tidak hanya tentang makan, tapi juga tentang bagaimana kita bertahan hidup. Kapolri nih kayaknya juga ingin membuat polisi lebih 'bertahan hidup' baik itu melindungi perempuan dan anak dari tindak pidana ๐Ÿค.
 
Gue pikir ini saran yang bagus sih, Kapolri mau meluncurkan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres, itu kayaknya akan membantu meningkatkan komitmen terhadap para korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak. Gue senang lihat pihak Kapolri mau berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melapor ke polisi jika menjadi korban tindak pidana.

Gue rasa ini juga baik, karena sebelumnya gue pikir Kapolri kurang fokus pada isu ini. Sekarang gue lihat ada perubahan, dan itu kayaknya akan membantu meningkatkan keamanan bagi korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak di luar negeri juga.

Gue harap pihak Kapolri bisa membuat strategi yang efektif untuk melawan tindak pidana terhadap perempuan dan anak, dan gue senang lihat ada komitmen dari Direktur Jenderal Kapolri untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi para korban. ๐Ÿ™
 
๐Ÿคฃ Gedung Polri makin seperti gedung Perempuan! ๐Ÿ˜‚ 11 Polda & 22 Polres, gimana kalau kantor polisi yang bikin korban jadi 'polisi' sendiri? ๐Ÿš”๐Ÿ’ผ Selain itu, siapa bilang Kapolri punya ide yang lebih baik dari #MeToo dan #TimesUp? ๐Ÿคทโ€โ™€๏ธ
 
Aku pikir ini gampang banget, tapi nyatanya masih banyak masalah yang dihadapi korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak di Indonesia ๐Ÿค”. Aku senang dibiayai program ini, tapi aku juga khawatir apakah ini cukup untuk mengatasi masalahnya atau hanya sekedar face-saving aja ๐Ÿ™„. Masih banyak yang perlu dilakukan agar korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak bisa mendapatkan keadilan yang sesungguhnya. Aku harap Kapolri bisa bekerja sama dengan stakeholder lain, seperti organisasi-perempuan dan organisasi-komunitas, untuk membuat program ini lebih efektif ๐Ÿค.
 
aku pikir ini udah waktunya kita mulai lebih serius dalam mencegah tindak pidana terhadap perempuan dan anak di Indonesia ๐Ÿ™Œ. aku senang banget kalau Kapolri punya rencana untuk meningkatkan komitmen terhadap para korban, serta pelayanan yang terbaik bagi mereka ๐Ÿ’•. aku harap ini bisa membantu mengatasi masalah yang sudah berkepanjangan ini dan membuat Indonesia menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman untuk semua orang ๐ŸŒŸ.
 
Eh, kalo mau lakukan apa pun pasti ada alasan ya? Meningkatkan komitmen terhadap korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak itu enak banget. Tapi ayo jangan salah paham, ini bukan berarti mereka akan lebih baik daripada yang lain. Yang penting adalah di bidang ini bisa ditingkatkan ya ๐Ÿ˜. Dan kayaknya 11 Polda dan 22 Polres punya peran penting dalam hal ini. Mungkin karena 1 polisi juga nggak cukup untuk menangani masalah ini, kan?
 
Maksudnya, apa yang dibicarakan kalau jangan ada orang yang mau melapor ke polisi? Kalau tidak ada yang melapor, bagaimana caranya bisa meningkatkan komitmen terhadap korban tindak pidana?

Kita harus ada sistem yang lebih baik di Indonesia. Jangan hanya soal Direktorat PPA-PPO aja, tapi juga ada sistem pengaduan yang lebih efisien dan cepat, biar korban tidak repot-repot harus mencari-cari tempat yang tepat untuk melapor.
 
ini keren banget ya ๐Ÿคฉ direktur jenderal kapolri luncurkan direktorat ppa-ppo ini untuk meningkatkan komitmen polisi terhadap korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak. kalau sampe korban tindak pidana, dia harus diajak berkomunikasi dengan aparat setempat ya ๐Ÿ“ž agar tidak kehilangan kesempatan untuk melapor ke polisi.

saya harap ada rencana untuk memperluas program ini ke wilayah online, yaitu seperti peretasan dan penyalahgunaan media sosial. karena saat ini banyak korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak yang harus melindungi diri mereka sendiri dari segala bentuk cyberbullying ๐Ÿค–.

juga harap ada rencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melapor ke polisi jika menjadi korban tindak pidana. karena kalau tidak ada kesadaran, maka program ini akan sia-sia ๐Ÿ™„.
 
OH IYAH! SUDAH WAKTU KAPOLRI NGAKAKNGIN PELINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DI INDONESIA!!! SEJENKING PELAUNJAN DIREKTURAT PPA-PPO, SIKUT YA! NYA HARAPAN MENGATASI PERMASALAHAN TINDAK PIDANA TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK. KITA HARAP BISA NGAKAKNGIN KESELAMATAN DAN PROTEKSI YANG JANGKA-JANGKA FOR KORBAN TIDAK PIDANA TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK. SUDAH WAKTU NGABAWA PERUBAHAN SEJENGA PELINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK! ๐Ÿค๐Ÿ’–
 
Lagi-lagi Kapolri nanggung masalah perempuan, padahal ada banyak isu lain yang perlu diatasi. Meningkatkan komitmen kepada para korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak itu juga beda dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melapor ke polisi jika menjadi korban tindak pidana. Apakah itu arti Kapolri ingin mengaburkan masalah lain seperti kasus korupsi, pemberontakan, atau aksi-aksi protes yang sering membawa perempuan dan anak sebagai korban? Meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan keamanan bagi korban tindak pidana terhadap perempuan dan anak di luar negeri itu juga bisa jadi hanya cara Kapolri untuk menutup mata dari masalah-masalah lain yang lebih penting. Saya yakin, pihak Kapolri harus berusaha lebih keras lagi untuk memecahkan masalah ini, padahal ada banyak cara lain yang bisa diambil.
 
aku penasaran sih apakah hal ini bakal bekerja? pihak kapolri lagi lagi bikin kabar baik tanpa memberitahu tentang masalahnya apa punya kekurangan. mungkin bukanlah solusi yang tepat karena ternyata ada 11 polda dan 22 polres, tapi siapa yang nanti akan bertanggung jawab jika tindak pidana terhadap perempuan dan anak masih berlanjut? jadi aku rasa lebih baik bila masyarakat langsung melapor ke polisi ketika menjadi korban tindak pidana, karena mungkin pihak kapolri masih dalam proses belajar dan beradaptasi. ๐Ÿค”๐Ÿ‘ฎ
 
kembali
Top