Kapolres Sleman Minta Maaf, Akui Salah Tetapkan Tersangka Suami Pepet Penjambret Tas Istri Hingga Tewas

Kapolres Sleman Terjebak Dalam Kesalahannya Sendiri

Dalam kesalahannya yang melibatkan kasus Hogi Minaya, Kapolres Sleman terpaksa menyerukan maaf kepada Komisi III DPR. Menurut Safaruddin, anggota Komisi III DPR RI, polisi sudah salah menerapkan pasal dalam penindakan kasus ini.

"Kapolres Sleman harus menyuarakan maaf kepada seluruh masyarakat dan kepada keluarga korban. Pernyataan Kapolres Sleman saat ini justru menunjukkan bahwa dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di lapangan," kata Safaruddin.

Menurut Safaruddin, kasus Hogi Minaya adalah kasus yang patut mendapat perhatian dari seluruh masyarakat. "Hogi Minaya bukan sekedar kasus pencurian. Dia adalah seorang sipil yang dibela diri oleh suaminya tanpa dipersenjatai," ujar Safaruddin.

Dalam penindakan kasus ini, polisi sudah salah menerapkan pasal. Menurut Safaruddin, isi Pasal 34 KUHP baru yang intinya mengatur melakukan perbuatan dilarang tidak dipidana jika melakukan pembelaan terhadap serangan atau ancaman.

"Kalau di KUHP lama, Overmacht, alasan pembenar bahwa orang itu membela diri. Membela diri! Bukan undang-undang lalu lintas," kata Safaruddin.

Selain itu, Safaruddin juga menyemprot Kejari Sleman yang melanjutkan kasus ini. Menurutnya ada koordinasi yang salah antara polisi dan jaksa.

"Jaksa lagi, P21 juga. Anda koordinasi yang enggak bener itu, Polres dengan Kejaksaan. Anda koordinasi tapi salah," ujarnya.

Dalam kesalahannya ini, Kapolres Sleman tidak hanya terjebak dalam kesalahannya sendiri, tetapi juga membuat pernyataan yang tidak tepat tentang kasusnya. Menurut Safaruddin, kapolres harus mengingatkan bahwa korban Hogi Minaya adalah seorang sipil yang dibela diri oleh suaminya.

"Anda bilang tidak seimbang? Dikejar oleh suaminya korban. Orang sipil Pak, tidak punya apa-apa, tidak dipersenjatai. Bukan tidak seimbang, memang justru yang tidak seimbangnya itu orang sipil yang mengejar pelaku curas," kata Safaruddin.

Dalam kesalahannya ini, Safaruddin menyarankan agar kasus Hogi Minaya dihentikan dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang tersangkanya telah meninggal dunia.
 
polisi ini justru kalah lagi ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ, apalagi dengan cara yang salah penerapannya ya... pasal 34 KUHP yang baru ini benar-benar serius dengan "membela diri" tapi dihukum apa? rasanya tidak adil. dan justru ada kejari yang salah koordinasi, kayak gini kan? polres & kejaksaan harus fokus sama-sama sih ๐Ÿค, jangan biarkan korban Hogi Minaya terlupakan lagi.
 
Sama-sama, gue rasa Kapolres Sleman benar-benar salah dalam penanganan kasus ini ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Gue pikir kasus Hogi Minaya bukan sekedar kasus pencurian, tapi juga kasus yang serius karena korban meninggal dunia ๐Ÿ’€. Jadi, gue rasa Kapolres Sleman harus lebih teliti dalam penanganan kasus ini dan tidak salah menerapkan pasal dalam penindakan.

Gue juga merasa bahwa Kejari Sleman yang melanjutkan kasus ini juga salah dalam koordinasi dengan polisi dan jaksa. Gue rasa ada kesalahan dalam koordinasi antara kedua pihak ini, sehingga kasus ini menjadi tidak seimbang ๐Ÿค”.

Gue pikir kalau dihentikan tindak pidana pencurian saja sudah cukup, bukan juga harus dipenjatikein dengan kekerasan yang bersifat mengejar ๐Ÿ˜. Gue rasa lebih baik jika kasus ini dihentikan dengan cara yang lebih adil dan tidak mengenai korban semata-mata.
 
๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Kapolres Sleman ini jadi korban sendiri ๐Ÿšจ, nggak bisa membedahi antara kasus apapun ๐Ÿค”. Hogi Minaya bukan cuma kasus pencurian aja, tapi juga tentang perlindungan sipil ๐Ÿ›ก๏ธ. Polisi harus lebih teliti dalam penyelidikan, nggak boleh salah menerapkan pasal pas ๐Ÿ˜ฌ.

Jaksa juga nggak bisa benar-benar koordinasi dengan polisi ๐Ÿค, ini kayak permainan tidak adu-adu ๐Ÿ˜’. Korban Hogi Minaya adalah sipil yang dibela diri oleh suaminya ๐Ÿ™, bukan lagi dengan tindak pidana pencurian dan kekerasan ๐Ÿ’”.

Kapolres Sleman harus lebih berhati-hati dalam menyuarakan pendapatnya ๐Ÿ—ฃ๏ธ, nggak boleh jadi korban sendiri ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Selain itu, Kasus Hogi Minaya harus dihentikan dengan tindak pidana yang tepat ๐Ÿ’ฏ, bukan lagi dengan kesalahannya sendiri ๐Ÿ˜ณ.
 
Pernyataan Kapolres Sleman ini konyol banget, bikin saya penasaran siapa yang bilang dia punya pandangan sendiri tentang kasus Hogi Minaya kalau dia salah menerapkan pasal dan memaafkan korban? Maksudnya apa kalau korban itu juga bule-bule, kapolres jadi tidak perlu menindak pidana kan?

Saya pikir Kapolres Sleman malah harus menghormati kebijakan yang ada di dalam KUHP lama tentang Overmacht, karena kayaknya dia yang salah menerapkan pasal baru. Dan siapa tahu kalau korban Hogi Minaya bule-bule, kayaknya dia punya hak untuk mengejar pembenar itu juga kan? Tapi apa yang terjadi, Kapolres Sleman malah membuat pernyataan yang salah dan tidak seimbang.

Saya rasa ini semua jadi drama yang konyol dan tidak perlu. Saya ingin tahu siapa yang benar dan siapa yang salah di sini. Apa yang penting adalah korban Hogi Minaya dan keluarganya, bukan Kapolres Sleman yang terjebak dalam kesalahannya sendiri.
 
Pertanyaan pentingnya, tapi jawabannya siapa tahu kalau bukan tentang apa-apa ๐Ÿ˜. Kalau benar dia salah menerapkan pasal, tapi dia masih bisa mengakui kesalahannya dan belajar dari kesalahan itu. Saya rasa yang lebih perlu diselidiki adalah bagaimana koordinasi antara polisi dan jaksa tidak berjalan dengan baik ๐Ÿค”. Dan apa yang jelas kalau korban Hogi Minaya benar-benar seorang sipil yang dibela diri oleh suaminya, tapi siapa tahu ada kebenaran di balik cerita itu juga ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ.
 
Gue rasa apa yang terjadi disini adalah contoh bagaimana kesalahan bisa berlaku di lapangan apabila kita tidak mempertimbangkan seluruh fakta. Kapolres Sleman, gak jelas sih kapan dia mulai salah menerapkan pasal, tapi yang penting adalah keadaannya harus berubah sekarang.

Itu karena kesalahannya bukan hanya menyebabkan korban terjebak sendiri, tapi juga membuat reputasinya menjadi tidak baik di mata masyarakat. Jadi gue rasa ini adalah kesempatan untuk belajar dari kesalahan tersebut dan mengambil langkah yang tepat untuk memulihkan kepercayaan publik.

Kita harus ingat bahwa setiap kesalahan pasti memiliki akibatnya, tapi apa yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan itu sendiri. Jadi, mari kita jangan takut untuk mengakui kesalahannya danambil langkah untuk memperbaikinya, agar kita tidak terjebak dalam kesalahannya lagi di masa depan ๐Ÿ’ก
 
Maksudnya siapa sih kepolisian Sleman mau ambil kesalahan begitu parah? ๐Ÿค” Kapolres terjebak dalam kesalahannya sendiri, aja dipejakin dengan pasal yang salah menerapkan. Pasal 34 KUHP itu apa lagi kayaknya? โœ๏ธ Kalau korban Hogi Minaya adalah sipil yang dibela diri oleh suaminya tanpa dipersenjatai, itu jadi kasusnya bukannya pencurian dengan kekerasan? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Yang penting korban bukan lagi hidup. Maksudnya apa sih kepolisian itu mau ambil kesalahan sengaja aja? ๐Ÿ˜ฉ
 
Kapolres Sleman itu benar-benar konyol banget ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Siapa bilang dia bisa mengerti apa yang terjadi di lapangan? Kalau dia udah salah menerapkan pasal, maka korban Hogi Minaya itu jadi korban yang lebih banyak lagi ๐Ÿ˜“. Polisi harus belajar dari kesalahannya sendiri, dan tidak boleh menanggung jawabnya ke korban atau keluarga korban.

Aku pikir Kasus Hogi Minaya ini patut dihentikan dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang tersangkanya. Polisi harus lebih teliti dalam penanganannya, dan tidak boleh membuat pernyataan yang tidak tepat tentang kasusnya. Jaksa juga harus berhati-hati dalam koordinasi dengan polisi, jadi tidak ada kesalahannya lagi ๐Ÿ™.

Aku rasa kebanyakan netizen Indonesia sudah menyadari bahwa polisi kita udah salah lagi dan lagi ๐Ÿ˜ค. Kita harus mengawasi kasus-kasus seperti ini agar tidak berlanjut dan membahayakan korban yang lebih banyak lagi ๐Ÿ’”.
 
kalo mau jujur siapa tahu kapolres Sleman gak ada apa2 kan, tapi kalo bnyak kesal dia pasti akan belajar dari kesalahannya sendiri. dan ini salah satu contoh bagaimana kerusuhan bisa terjadi, karena kalau kita buka celah yang kecil, kesalahan itu bisa berbesar cepat.

dan aku rasa kejadian Hogi Minaya juga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya memahami situasi sebenarnya sebelum mengambil tindakan. jangan terburu-buru untuk menghukum orang, tapi coba ajarin dia apa yang salah dan bagaimana dia bisa memahami situasinya sendiri dulu. kalo begitu kita bisa mencegah kesalahannya sendiri dan kesalahan lainnya di masa depan
 
Kalau kita lihat dari sudut pandang ini, ada sesuatu yang perlu kita pikirkan. Jika Kapolres Sleman tidak menyadari kesalahannya sendiri, itu berarti dia tidak bisa memahami situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Itu seperti ketika kita melakukan sesuatu tanpa benar-benar memikirkannya, kita akan salah tujuan dan akhirnya mengalami kesulitan.

Maka dari itu, penting buat kita untuk selalu mempertimbangkan situasi yang sedang terjadi dan berpikir secara logis sebelum melakukan sesuatu. Jangan seperti Kapolres Sleman yang terjebak dalam kesalahannya sendiri, kita harus belajar dari kesalahan orang lain dan menggunakan itu sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik.
 
Kapolres Sleman itu kayak ngelamun kayaknya ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Dia terjebak dalam kesalahannya sendiri, tapi lagi-lagi dia tidak bisa mengakui kesalahan-kesalahannya sendiri ๐Ÿ˜…. Kalau bukan karena pasal yang salah diaplikasikan, mungkin karena koordinasi yang buruk dengan jaksa juga ๐Ÿค”. Tapi apa yang penting adalah korban Hogi Minaya itu orang sipil yang dibela diri oleh suaminya, tidak ada yang salah sama sekali ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ. Polisi harus lebih sabar dan paham terhadap situasi di lapangan, jangan terburu-buru menangkap sasaran ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ.
 
Pesan dari Kapolres Sleman terasa tidak jelas ๐Ÿ˜, seperti sedang berpikir tentang hal apa aja? Membela diri oleh suami korban tapi kasusnya dihentikan karena pencurian dengan kekerasan? Hmm, perlu dipertimbangkan juga dari sisi hukum dan tidak... ๐Ÿค”
 
Aku pikir penanganan kasus ini ternyata nggak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Polisi justru salah menerapkan pasal dan membuat pernyataan yang tidak tepat. Aku paham kalau polisi harus berhati-hati, tapi di sini mereka malah membuat halusinasi. Korban Hogi Minaya adalah seorang sipil yang dibela diri oleh suaminya tanpa dipersenjatai, kan? Mengapa mereka nggak fokus pada aspek itu? Aku pikir ini kalau mau dipikirkan dengan lebih teliti, maka hasilnya akan berbeda.
 
Maafnya kalau kasus ini sengaja dibawa masalah sama Polres Sleman, tapi apa lagi yang bisa kita lakukan? Ya, kesalahan dalam penanganan kesalahan itu memang terjadi. Misalkan ada pasal yang salah dipakai, padahal pasal itu adalah pasal yang berlaku untuk kasus yang sama dengan Hogi Minaya.

Saya pikir apa yang harus dilakukan sekarang adalah menyebarkan informasi yang benar tentang kasus ini dan memberikan kesempatan bagi korban Hogi Minaya untuk memperjelas kembali apa yang terjadi.

Tentu saja keberadaan dari jaksa juga perlu diawasi agar tidak ada kesalahan dalam proses hukum.
 
Pernyataan kapolres Sleman ini memang terlalu cepat dan tidak tepat. Saya pikir dia harus lebih banyak lagi berbicara tentang kebenaran kasus ini, bukan hanya menyerukan maaf kepada Komisi III DPR. Kalau dia benar-benar ingin menyampaikan maaf, dia harus mengakui kesalahannya dalam penindakan kasus ini dan juga tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Saya ragu-ragu apakah polres Sleman benar-benar mau berubah atau hanya sekedar mencoba untuk menyelamatkan reputasi mereka sendiri. ๐Ÿ˜’
 
heya... apa lagi kayaknya kapolres Sleman yang ngerasa bingung sih, gimana caranya buat dia jadi lebih berhati-hati lagi saat ngerjain kasus? saya rasa dia harus bawa pasangannya yang bisa ngajak dia ke tempat makan yang enak gila, sambalnya apa sih kalau kapolres Sleman pingsan di tengah-tengah kerja?
 
Pernyataan Kapolres Sleman itu sangat berantakan ๐Ÿ™„. Siapa bilang dia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di lapangan? Kalau benar-benar tidak mengerti, dia harus minta klarifikasi dari orang-orang yang tahu jawabannya. Tapi, kalau dia salah dalam penindakannya itu juga jadi bahan perdebatan. Kasus Hogi Minaya memang patut mendapat perhatian dari seluruh masyarakat, tapi cara Kapolres Sleman menangani kasus itu justru membuat banyak orang khawatir ๐Ÿ˜•.
 
Aku rasa polisi perlu belajar lagi tentang cara kerja undang-undang dan cara berkomunikasi dengan korban. Aku tidak setuju dengan penanganan kasus ini, polisi harus lebih hati-hati dalam menyelidiki kasus yang melibatkan sipil yang dibela diri oleh suaminya ๐Ÿ˜•. Aku pikir Kapolres Sleman harus mencoba lagi untuk menemukan kebenaran dan tidak membuat pernyataan yang tidak tepat tentang kasusnya. Aku rasa korban Hogi Minaya memang tidak seimbang dengan pelaku curas, tapi itu bukan berarti korban adalah salah paham ๐Ÿค”.
 
Maaf dong kapolres Sleman itu sedih banget ya ๐Ÿ˜”. Polisi harusnya punya kemampuan untuk menerapkan hukum dengan benar-benar, tapi malah salah ya ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Isi pasal 34 KUHP yang baru ini sih jelas-jelas mengatur tentang membela diri, tapi polisi malah salah paham dan terjebak dalam kesalahannya sendiri ๐Ÿ™„.

Dan koordinasi antara polisi dan jaksa juga salah, kayaknya ada masalah komunikasi yang serius ๐Ÿ˜ฌ. Kapolres Sleman harus mengingat bahwa korban Hogi Minaya adalah seorang sipil yang dibela diri oleh suaminya, bukan pelaku curas ๐Ÿ˜Š.

Dan saya rasa kasus ini perlu dihentikan dengan tindak pidana pencurian dan tidak lagi mempertimbangkan kekerasan yang sudah menimpa korban ๐Ÿšซ. Polisi harus lebih teliti dan mengerti hukum sebelum melakukan penindakan, bukan salah menerapkannya ๐Ÿ˜….
 
kembali
Top