JPU Ungkap Saksi Kasus Chromebook Suka Pingsan Bila Tertekan

Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung mengungkapkan riwayat penyakit yang mungkin mempengaruhi saksi, Mariana Susy, rekanan PT Bhinneka Mentaridimensi.

Menurut Jaksa, sebelum diperiksa dalam persidangan, harus disampaikan kepada pihak berwenang karena alasan transparansi dan due process of law. Dia menyatakan bahwa Ibu Mariana Susy punya riwayat penyakit "Yang Mulia" yang mempengaruhi kemampuannya saat diperiksa dalam persidangan.

Menurut Jaksa, saat diperiksa Ibu Mariana Susy didampingi oleh anak mantunya, dan tidak ada diarahkan atau dipaksa. Namun, ketika dia merasa tertekan, Ibu Mariana Susy pingsan.

Jaksa juga mengatakan bahwa rekanannya, Ibu Mariana Susy punya riwayat penyakit yang mempengaruhi kemampuannya saat diperiksa dalam persidangan.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Purwanto mengizinkan Ibu Mariana Susy untuk didampingi selama proses pemeriksaan. Ia juga bertanya kepada Ibu Susy tentang posisi menantunya yang dapat membuatnya nyaman saat diperiksa dalam persidangan.

Di tempat pengadilan, Jaksa dan para hukum terdakwa tidak menghadirkan rekanan Ibu Mariana Susy di sidang.
 
Kalau siapa tahu Ibu Mariana Susy itu memang punya riwayat penyakit yang serius, tapi gini aja, Jaksa Penuntut Umum Kejagung tidak bisa langsung mengatakan hal itu di sidang karena harus ada proses yang jelas, kan? Jadi apa yang harus dilakukan, siapa tahu Ibu Susy memang tidak nyaman saja diminta untuk diperiksa tapi dengan cara yang lebih ramah. Saya ingat kalau sidang punya aturan-aturan yang harus di ikuti, toh gini aja sumber daya kita bisa digunakan untuk kepentingan umum, bukan? πŸ€”
 
Gini kabarnya, kasus korupsi laptop Chromebook lagi kembali bawa-bawa πŸ€”. Saya paham bahwa kepentingan saksi penting, tapi kayaknya ada batasan aja. Jangan lupa kan hukum ini tentang transparansi dan hal itu penting banget. Tapi, saya rasa penjelasannya sedikit tidak jelas, siapa anak mantunya yang dipaksa? Kalau bukan si kecepatan nyerinya kayaknya siapa? Saya curigai ada sesuatu yang tidak beres di sini... πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Saya kira kalau ada kesempatan untuk meminta maaf, tapi kan pihak yang bertanggung jawab harus ngomong dulu ya? Kenapa harus bocor informasi tentang pasien Ibu Mariana Susy saat masih bersangkutan?
 
Wah, kalau sih kasus korupsi laptop Chromebook yang serius banget! 🀣 Tapi apa sih dengan riwayat penyakit "Yang Mulia" itu? Haha, mungkin dia cuma terlalu sibuk dengan urusan keluarga kayaknya. Dan anak mantunya siapa aja yang dipaksa duduk di sebelah dia saat persidangan? πŸ€” Apakah karena dia lagi berburu seekor naga? πŸ˜‚

Aku pikir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung lebih sibuk dengan ngeluh tentang "Yang Mulia" daripada kasus yang terjadi. Kalau aku, aku akan fokus banget pada laptop Chromebook itu! πŸ–₯️ Sama-sama, kita semua tahu apa yang penting, yaitu tidak ada korupsi dan urusan keluarga yang serius. πŸ˜‚
 
Aku pikir ini juga kasus pelucuran waktu... kalau kita lihat, ada banyak hal yang bisa kita tambahkan agar proses pemeriksaan lebih transparan dan adil... misalnya, kita bisa meminta Ibu Mariana Susy untuk dibawa ke rumah sakit sebelum diperiksa dalam persidangan, atau kita bisa membuat jadwal pertanyaan yang sudah ditentukan, jadi dia tidak merasa tertekan.

Dan aku juga penasaran apa arti kalau "Yang Mulia" bukan nama penyakit yang biasa... mungkin ada hal lain yang harus kita ketahui lebih dulu.
 
Hmm, kayaknya sih pihak jaksa harus lebih berhati-hati nih dengan saksi-saksi yang mungkin memiliki riwayat penyakit. Tapi kalau kita lihat dari perspektif Ibu Mariana Susy, dia mungkin tidak berarti2 dengan apa yang terjadi saat itu πŸ€”.

Saya pikir pihak jaksa harus memberitahu semua orang tentang hal ini, bukan hanya karena transparansi, tapi juga untuk menjaga integritas proses hukum. Dan dari sisi Ibu Mariana Susy, dia sudah diberikan kesempatan untuk didampingi dan bahkan dipertanyakan posisi menantunya yang membuatnya nyaman πŸ™.

Tapi, kayaknya ini perlu diawasi lebih dekat lagi nih. Karena kalau kita tidak berhati-hati, maka semua proses hukum bisa terganggu πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
πŸ˜’ Kenapa lagi kasus ini bisa jadi semacam drama? Saya bayangkan kalau saya harus diperiksa saksi dalam suatu kasus, saya pasti akan merasa tidak nyaman juga πŸ˜…. Tapi, saya pikir ada satu hal yang penting, yaitu transparansi dan keseharian proses hukum. Saya harap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang terjadi saat Ibu Mariana Susy diperiksa dalam persidangan. πŸ€”

Dan, saya rasa kalau Ketua Majelis Hakim Purwanto sudah melakukan hal yang tepat dengan memungkinkan Ibu Mariana Susy untuk didampingi selama proses pemeriksaan. Karena, kita semua tahu bahwa setiap saksi memiliki hak untuk mendapatkan dukungan dan kehormatan saat diperiksa dalam persidangan. πŸ™

Sayangnya, saya masih merasa tidak puas dengan kehadiran rekanan Ibu Mariana Susy di sidang, karena JPU Kejagung tidak menghadirkannya πŸ€·β€β™‚οΈ. Saya harap bisa mendengar berita yang lebih jelas dan akurat tentang kasus ini 😊.
 
Pengacaraan Mariana Susy itu jadi yang lucu banget 🀣. Jelas kalau dia harus diberitahu terlebih dahulu soal penyakitnya, apalagi kalau dia punya anak mantunya yang ikut dampingi 🀝. Kita nanti jadi penasaran apa yang bikin Mariana Susy pingsan banget πŸ˜‚. Tapi yang penting, dia masih bisa duduk di sidang dan memberikan testimoninya. Sementara itu, para terdakwa harus datang sendiri tanpa pengacaranya πŸ€¦β€β™‚οΈ. Mungkin kalau punya rekanan seperti itu, tidak akan ada yang pingsan 😜.
 
Kalau Ibu Susy punya riwayat penyakit yang mempengaruhi kemampuan beliau saat diperiksa dalam persidangan, kenapa dia harus ditampung di luar sidang ya? Seperti yang dikatakan Jaksa, harusnya diinformasikan kepada pihak berwenang karena transparansi dan due process of law. Sementara itu, rekananya yang tidak ada di sidang ternyata juga punya riwayat penyakit yang mempengaruhi kemampuan beliau saat diperiksa dalam persidangan? Wah, ini benar-benar serius kan? Beliau harus diinformasikan dengan jelas tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana caranya. Jangan sampai ada yang dipaksa atau terpaksa, ya.
 
Gak kayaknya kan! Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung harus ngomong lebih jujur, ya! Mereka bilang riwayat penyakit "Yang Mulia" yang mungkin mempengaruhi kemampuan Ibu Mariana Susy. Tapi siapa sih 'Yang Mulia' itu? πŸ€”

Saya pikir Jaksa harus ngelaskan lebih jelas, bukan hanya teka-teki aja. Mungkin ada penjelasan yang lebih rinci tentang riwayat penyakitnya dan bagaimana itu mempengaruhi kemampuan Ibu Susy saat diperiksa dalam persidangan.

Saya juga pikir Ketua Majelis Hakim Purwanto harus mengingatkan Jaksa untuk transparansi, ya! Jangan sampai ada rahasia yang tertutup tanpa penjelasan. πŸ™

Saya harap pihak berwenang dapat menjelaskan lebih jauh tentang kasus ini, biar semuanya jelas dan adil. 🀞
 
Eh... apa artinya ada orang yang pingsan saat dipertanya? Mungkin karena stres atau apa sih? Saya suka bermain game game mobile, tapi kadang-kadang saya juga lupa untuk makan siang. Makan siang apa aja yang penting? Tapi, ini kasus yang serius banget... dan ada rekanan dengan korupsi laptop Chromebook ya? Saya tidak punya laptop Chromebook, tapi saya suka mendengarkan musik online di YouTube. Apakah ada video tentang pingsan yang terjadi di dalam pengadilan?
 
Aku pikir kalau JPU Kejagung harus memberitahu pihak berwenang tentang riwayat penyakit Ibu Mariana Susy sebelum dia masuk ke dalam persidangan, biar tidak ada kontroversi lagi. Dan juga, alasan "Yang Mulia" itu kayaknya tidak bermakna, kan? Aku rasa JPU Kejagung benar-benar berusaha untuk memberikan transparansi dan proses hukum yang adil. Tapi, aku masih penasaran sih apa yang sebenarnya terjadi saat Ibu Mariana Susy pingsan di dalam persidangan πŸ€”πŸ’‘
 
Saya pikir itu salah strategi, kenapa harus memilih keluarga dekatnya? Kalau giliran saya, aku bilang dia harus dibantu oleh teman atau sahabat yang dekat dengannya, bukan keluarganya 😊. Karena itu, banyak orang mungkin salah paham bahwa dia hanya nyaman dengan keluarganya. πŸ€”
 
ada yang penasaran sih tentang kasus ini πŸ€”. mungkin perlu ada klarifikasi dulu, apa benar-benar Ibu Mariana Susy pingsan saat diperiksa? kayaknya ada yang salah dengan prosesnya, kalau benar, itu tidak adil banget sama sekali πŸ’”. dan siapa nih anak mantunya yang didampingi dia saat diperiksa? perlu informasi lebih banyak lagi tentang kasus ini ya πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Oh iya nih, kalau gue lihat kasus ini, gue rasa sakit hati banget ya... Saksi yang diperiksa harus mendapat perawatan yang cukup baik, apalagi karena dia memiliki riwayat penyakit... Kalau gue jadi saksi, aku rasa akan panik juga nih... Jangan pernah dipaksa untuk menjawab pertanyaan yang sulit, kayaknya sudah ada cara lain untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan... Atau kalau gak bisa langsung, kira-kira ada cara pengecualian atau istimewa, nih?
 
Kalau lihat like ini, tapi aku penasaran kenapa kita harus memikirkan hal ini serius? Kenapa kita harus takut si saksi pingsan atau sakit saat berbicara di depan umum? Sebenarnya apa yang terjadi di dalam pikiran seseorang saat itu? Apakah ada yang salah dengannya atau apakah dia hanya ingin menjelajah dunia dengan hati yang terbuka?

Aku rasa kita harus lebih peduli dengan kehidupan mental kita sendiri. Jangan hanya khawatir tentang kesalahan orang lain, tapi jangan lupa juga akan diri sendiri. Kita harus belajar untuk mengelilingi diri dengan positif dan tidak membuat seseorang merasa tidak nyaman.
 
Kalau apa sih yang salah dengan kalimat itu? πŸ€” Menurutku, kata "Yang Mulia" bukanlah istilah medis yang benar-benar tepat. Mungkin yang dimaksud adalah penyakit yang mempengaruhi kemampuan Ibu Mariana Susy, tapi nama penyakit itu tidak disebutkan apa-apa. Dan siapa tahu, kalimat "Ia juga bertanya kepada Ibu Susy tentang posisi menantunya yang dapat membuatnya nyaman saat diperiksa dalam persidangan" terdengar tidak sesuai, mengingat apa yang sebenarnya dipertanyakan adalah kemampuan Ibu Susy saja, bukan tentang hubungannya dengan menantunya. πŸ™„
 
Halo kawan, gue rasanya kasus ini agak membingungkan. Gue tahu yang salahnya siapa? Yang jadi masalah adalah rekanan Ibu Mariana Susy yang duduk di depan pengadilan saat Ibu Susy itu sedang diuji. Gue pikir, kalau ada orang yang jadi pendamping saat saksi diuji, itu bukan tidak adil, tapi juga tidak tepat. Karena, siapa tahu apa yang terjadi di dalam benak saksi itu? Mungkin ada sesuatu yang salah, tapi gue rasa jangan diperdebatkan di pengadilan. Yang penting adalah kasus itu bebas dari korupsi, ya? πŸ€”πŸ’‘
 
Makasih, kan? Saya lihat kasus ini memang seru banget. Tapi apa keberadaan riwayat penyakit Ibu Mariana Susy yang mungkin mempengaruhi kemampuan dia saat diperiksa dalam persidangan? Apa benar-benar dia pingsan karena tertekan atau hanya sekedar manipulasi? Saya ragu-ragu banget tentang hal ini. Selain itu, alasan Ketua Majelis Hakim Purwanto memungkinkan Ibu Susy untuk didampingi selama proses pemeriksaan juga terasa agak susah tonton. Kalau dia punya riwayat penyakit, mungkin perlu ada transparansi yang lebih baik lagi tentang hal ini πŸ€”πŸ’­
 
kembali
Top