JPU KPK Kaji Opsi Tetapkan Fiona Eks Stafsus Nadiem Tersangka

Fiona Handayani, mantan staf Mendikbudristek Nadiem Makarim, semakin menantang sebagai tersangka dalam kasus pengadaan laptop Chromebook yang dugaannya berisiko korupsi. Ia dihadirkan sebagai saksi utama dalam persidangan terhadap Direktur Sekolah Dasar dan SMP yang didakwa merugikan negara Rp2,1 triliun.

Dalam kesaksian Fiona, ia menjelaskan peranannya dalam proses pengadaan laptop tersebut. Namun, JPU Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riady, mengatakan bahwa kemungkinan besar menetapkan Fiona sebagai tersangka karena ada bukti yang cukup kuat.

Roy mengungkapkan bahwa kesaksian Fiona semakin meningkatkan dakwanya terhadap para terdakwa. Ia juga membeberkan bahwa JPU tidak banyak bertanya dan hanya memaparkan bukti percakapan melalui layar proyektor selama persidangan berlangsung.

Bukti tersebut menunjukkan bahwa Fiona dan Jurist Tan telah melakukan perencanaan pengadaan Chromebook sebelum dimulai secara resmi. Selain itu, terdapat niatan dari Fiona, Jurist Tan, dan Ibrahim untuk meraup untung co-investment sebesar 30 persen dari pengadaan Chromebook.

Fiona sendiri juga mengakui bahwa jika bekerja sama dengan Google, ia berharap mendapatkan co-investment 30 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ada konflik kepentingan yang kuat dalam proses pengadaan laptop tersebut.

Dengan demikian, Roy mengatakan bahwa JPU akan terus memantau dan menyelidiki kasus ini untuk mengetahui apakah ada korupsi yang terjadi dalam proses pengadaan laptop Chromebook.
 
Gue pikir gini, kalau Fiona tapi siapa lagi yang dijadikan tersangka? Mungkin ada sesuatu yang tidak beres di sana. Gue rasa ada kesan-kesan yang kurang jelas dari persidangan itu. Siapa yang bilang bahwa Fiona itu bukannya bersih-besannya? Kalau dia bersalah, maka siapa yang benar-benarnya salah? Dan siapa lagi yang terlibat dalam hal ini? Gue rasa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebelum menilai siapa yang benar-benarnya korup.
 
Siapa sih nih yang pikir Fiona bisa keluar dari kasus ini πŸ˜‚? Saya pikir dia kayaknya udah jatuh di tangan KPK, tapi kalau benar ada bukti-bukti yang cukup kuat, saya setuju dengarkannya. Tapi aku masih ragu banget, siapa yang bilang ada co-investment sebesar 30 persen dengan Google? πŸ€” Kalau benar, itu artinya ada kejahatan yang serius dan JPU harus terus memantau kasus ini. Saya harap JPU bisa menemukan bukti-bukti yang akurat dan tidak ada korupsi yang berlebihan dalam proses pengadaan laptop Chromebook 🀞
 
πŸ€” Menurutku kalau mantan staf Makarim dijadikan saksi utama, itu artinya JPU KPK udah bawa bukti yang cukup kuat aja sih... πŸ’Ό Fiona dijanjikan 30 persen co-investment dari Google juga kayaknya tidak adu lagi apa sih... πŸ€·β€β™‚οΈ Saya rasa ini kasus yang menarik, aku penasaran apa hasilnya nanti... πŸ‘€
 
Aku pikir kalau Fiona pasti tidak sadar betapa parahnya kesalahannya, nanya buktinya sih bisa nggak dipertanggihkan sih? Mungkin kalo dia bekerja sama dengan Google dulu itu adalah bagian dari kontraknya saja. Tapi siapa tahu, kalau ada bukti yang kuat sih mending dia harus bertanggung jawab...
 
Gue pikir si Fiona Handayani deh banyak yang salah-ngenain ya! Gue rasa dia jangan dijadikan pilihan saksi utama aja, tapi juga bisa jadi 'pemain' kasus korupsi ini. Gue lihat kalau dia banyak ngobrol-obrol dengan Jurist Tan dan Ibrahim, itu buktinya ada koneksi yang kuat banget! Tapi apa yang pasti sih adalah gue senang gue bisa melihat kasus ini mulai terungkap ya.
 
oiaa, saya masih ngga paham apa itu co-investment 30 persen sih... seperti apa ya artinya? dan berapa besar untung yang dihasilkan dari perencanaan itu? πŸ€” apakah ada bukti nyata kalau ada korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook? saya masih ngga percaya sih...
 
gampangnya ngapakin si Fiona Handayani, mantan staf Makarim aja jadi saksi utama di persidangan Direktur Sekolah Dasar dan SMP yang ngerugikan negara Rp2 triliun πŸ€¦β€β™‚οΈ. tapi apa yang aku rasakan, kalau kita lihat sejarahnya Fiona, dia sudah banyak terlibat dalam kasus-kasus korupsi sebelumnya aja, kayaknya dia sudah jadi 'pengetuh' korupsi πŸ•΅οΈβ€β™€οΈ.

kita lihat, ada bukti-bukti yang cukup kuat dari JPU Roy Riady, tapi apa yang aku rasakan, kalau dia hanya menutup mata dari kasus-kasus lainnya yang lebih parah, kayaknya dia udah jadi 'tanggung jawab' korupsi 🀝. dan siapa yang ngerugikan negara Rp2 triliun itu? yang jelas, bukan Fiona aja, tapi ada banyak orang lain yang ngerugikan negara itu, tapi siapa yang dihadirkan sebagai saksi utama? Fiona aja πŸ™„.
 
Aku pikir kalau Fiona Handayani dilarang bekerja sama dengan Google lagi, itu juga tidak jadi masalah, kan? πŸ€” Aku pikir apa yang penting adalah kasusnya sudah diselesaikan dan tidak ada korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook. πŸ™
 
πŸ˜• aku pikir ini kasus yang sangat serius banget, terutama karena Fiona yang dulunya kerja sama dengan nadiem makarim ini kini dihadapkan atas tuduhan korupsi yang mengejutkan sekali. Aku tahu Fiona ini sebelumnya dikenal sebagai orang yang kompeten dan jujur, tapi ternyata ada bukti yang cukup kuat bahwa ia salah melakukan pekerjaannya. πŸ€”

Aku pikir ini juga menunjukkan bahwa dalam proses pengadaan laptop Chromebook, ada banyak kesalahpahaman dan konflik kepentingan yang tidak terduga. Aku rasa ini bukti-bukti yang cukup kuat bahwa ada korupsi yang terjadi, tapi apa sih yang harus dilakukan selanjutnya? πŸ€·β€β™‚οΈ

Aku pikir JPU KPK harus terus memantau dan menyelidiki kasus ini untuk mengetahui apakah ada korupsi yang terjadi dalam proses pengadaan laptop tersebut. Aku harap JPU dapat mengungkapkan segala kebenaran dan memberikan hukuman yang tepat bagi para terdakwa. πŸ™
 
Siapa nih mantan staf Nadiem Makarim ini, Fiona Handayani? Maksudnya dia bisa jadi korban saja, bukan yang menjadi tersangka πŸ˜’. Kemungkinan besar bukti yang ada memang cukup kuat, tapi gak apa-apa kalau semua yang terlibat di dalam kasus ini tidak jujur dengan kebenaran. Dari sini aja bisa diprediksi bahwa kasus Chromebook ini bakal makin seru, apalagi kalau ada konflik kepentingan seperti itu di dalamnya.
 
Oke ga banget sih dengan pernyataan Roy Riady, dia benar-benar serius ya! Fiona Handayani itu mantan staf Nadiem Makarim, tapi sekarang jadi tersangka karena ada bukti yang cukup kuat. Saya rasa kalau Fiona benar-benar bersalah, dia harus menyesali apa yang sudah dilakukannya. Tapi, saya juga tidak percaya bahwa Fiona benar-benar melakukan korupsi, mungkin dia hanya salah dalam prosesnya. Yang penting adalah JPU akan terus memantau dan menyelidiki kasus ini untuk mengetahui jujur siapa yang salah. πŸ€”πŸ’Ό
 
Gue pikir kalau nanti Fiona Handayani benar-benar terjebak dalam kasus ini, gue senang sekali ya! 🀩 Karena siapa yang tahu nanti kalau ada korupsi atau tidak. Tapi apa yang paling gue curiga adalah kalau direktur sekolah dasar dan SMP itu benar-benar tidak tahu apa yang dibicarakan di persidangan. Gue rasa ada sesuatu yang tidak jelas dengannya... πŸ€”
 
πŸ€” Masalahnya gini, kalau kita lihat kesaksian Fiona itu, dia malah memberitahu tentang perencanaan co-investment yang dibuat oleh istrinya dan Jurist Tan itu. Tapi kemudian JPU Roy Riady lagi tiba-tiba mengatakan bahwa ada konflik kepentingan? Mungkin ini semua justifikasi dari pihak yang tidak mau dijadikan saksi, ya? πŸ˜’

Jika kita lihat dari sudut pandang pengguna yang biasa aja, saya rasa JPU malah salah dalam analisis. Kalau Fiona dan Jurist Tan benar-benar melakukan perencanaan co-investment yang tidak etis, itu berarti ada pelanggaran di pihak mereka. Tapi kalau kita lihat dari perspektif JPU, mungkin ada alasan lain, ya? πŸ€·β€β™‚οΈ

Apa yang pasti, kasus ini akan terus dipantau dan diperdebatkan. Yang penting adalah agar semua informasi yang diajukan oleh JPU dijadikan bahan pertimbangan yang adil dan objektif. Karena kalau tidak, kita semua akan kalah ya? 😊
 
aku pikir kalau Fiona dijadikan saksi utama, itu udh agak berantakan deh... siapa bilang dia harus memberitahu semua rahasia yang diketahuinya tentang pengadaan laptop tersebut? tapi malah karena demikian, kemungkinannya bisa jadi terjadi korupsi juga sih... aku pikir penting adalah JPU tidak hanya fokus pada Fiona aja, tapi juga paham bagaimana proses pengadaan itu berjalan.
 
πŸ€• Aku pikir kasus ini makin parah banget! Fiona Handayani, mantan staf Nadiem Makarim, saksi utama di persidangan ini dan ternyata ada bukti yang cukup kuat bahwa ia melakukan korupsi dengan direktur sekolah dasar. Aku pikir siapa lagi yang akan terkena dampaknya? Fiona sendiri akui niatan untuk meraup untung 30% dari pengadaan Chromebook, tapi apa yang ada di balik itu? πŸ€” JPU masih harus menyelidiki dan memantau kasus ini agar tidak ada korupsi yang terjadi. Aku harap jadi bukti-bukti yang kuat dan akhirnya dapat menyelesaikan kasus ini πŸ™
 
kembali
Top