JPU: Chromebook Mangkrak Usai Dipakai untuk Asesmen Nasional

ini gampang banget kira² kebodohan itu... siapa yang beli laptop chromebook dengan harapan bisa digunakan sehari-hari sekolah? kalau benar-benar butuh untuk proses belajar online, lebih baik biayanya diarahkan ke sistem perangkat keras yang lebih solid aja, bukan laptop yang kayaknya mangkrak setelah asesmen nasional. jadi, siapa pun yang bertanggung jawab atas pengadaan ini, makin minta maaf ya...
 
Wah, sepertinya ada kesalahan besar dalam pengadaan Chromebook untuk sekolah-sekolah di Indonesia 🤯. Biaya yang dibayangkan itu terlalu besar, bikin rasa salah juga bagi kami yang harus membayar dengan uang muka. Saya pikir perlu ada evaluasi yang lebih baik sebelum mengada laptop ini. Tapi, kalau tidak, apa salahnya sekolah-sekolah belajar kembali dari kesalahan itu? Mungkin bisa membuat teknologi yang lebih baik untuk anak-anak kita di masa depan 💡.

Saya rasa penggunaan laptop Chromebook harus diadaptasi dengan lebih baik. Kalau tidak, mungkin guru-guru sekolah harus belajar kembali bagaimana cara mengajar yang lebih efektif 🤓. Tapi, saya juga berharap bahwa biaya ini bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna bagi anak-anak kita, seperti edukasi dan pembangunan sekolah-sekolah lainnya.
 
Maksudnya, asesmen nasional di Indonesia ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah-sekolah. Laptop chromebook yang diberikan itu memang tidak sesuai dengan teknologi informasi mereka 😒. Saya pikir biaya pengadaan ini sebenarnya terlalu mahal, Rp2,1 triliun 🤑. Dan karena itu, laptop-laptop tersebut tidak digunakan lagi setelah asesmen nasional selesai ⏰. Saya rasa guru-guru di sekolah harus belajar beradaptasi dengan teknologi baru ini 🤔. Tapi, sayangnya biaya yang dibayangkan oleh Kemendikbud itu terlalu jauh dari asli 💸. Dan perencanaan yang buruk itu menyebabkan pengadaan laptop chromebook ini tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah 🤷‍♂️.
 
Gak bisa banget kan? Asesmen Nasional di Indonesia ternyata tidak punya hasil apa-apa karena laptop Chromebook yang diberikan ke sekolah-sekolah ini kurang sesuai dengan kebutuhan mereka. Saya pikir itu karena pengadaan yang kurang matang, jadi biaya yang dibayangkan oleh Kemendikbud terlalu tinggi. Saya rasa itu karena ada kesalahan dalam perencanaan dan evaluasi. Saya tidak menyangka biaya sekitar Rp2,1 triliun ini terlalu mahal, tapi saya setuju bahwa pengadaan laptop ini tidak bermanfaat bagi siswa dan sekolah. Mungkin perlu dilakukan koreksi dan penyesuaian sehingga biaya yang dibayangkan lebih realistis.
 
Gak bisa percaya aja kayak gini, kan? Asesmen nasional yang seharusnya memberikan solusi bagi sekolah-sekolah kita malah membuahkan hasil yang nol. Laptop Chromebook yang diberikan ini kayaknya nggak sesuai dengan kebutuhan sekolah, apa lagi kalau gak digunakan setelah asesmen selesai.

Aku pikir itu karena biaya yang terlalu mahal, kan? Rp2,1 triliun itu seperti uang banyak-banyak. Dan yang paling gak masuk akal kayaknya adalah guru-guru sekolah harus belajar berdua kali untuk beradaptasi dengan teknologi baru. Sepertinya ada kesalahan-kesalahan yang bisa dihindari jika perencanaan dan evaluasi yang tepat dilakukan.

Aku rasa itu bukan kebohongan korupsi, tapi lebih lagi karena kurangnya perencanaan yang baik. Sekarang aku pikir pengadaan laptop Chromebook ini jadi contoh bagaimana biaya-biaya negara bisa habis dengan cara yang nggak efektif.
 
Makasih bro, sepertinya pemerintah lupa nggak perlu memperhatikan kebutuhan sekolah-sekolah di Indonesia. Apa sih tujuannya memberikan laptop Chromebook yang tidak sesuai dengan teknologi yang digunakan oleh siswa? Mereka cuma akan menggunakan komputer aja, bro! Dan kalau biayanya begitu mahal, gimana nggak bisa disesuaikan dengen anggaran sekolah? Pulanglah uang tersebut dan jangan lagi membuang-buang uang negara di program-program yang tidak bermanfaat. 🤦‍♂️
 
kembali
Top