Jokowi Buka Suara Usai Disinggung Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

Jokowi Buka Suara: Presiden Jelaskan Mengenai Kasus Korupsi Kuota Haji

Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi hari ini membuka suara mengenai kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan periode 2023-2024. Ia menuturkan bahwa kebijakan meminta kuota tambahan itu buatan dia sendiri.

Jokowi menyatakan bahwa ia membuat kebijakan tersebut untuk mendatangi Kerajaan Arab Saudi. Setelahnya, pengelolaan kuota tambahan itu diakui oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang dipimpin oleh Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas.

"Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden," kata Jokowi saat berbicara di Solo, Jumat lalu.

Jokowi juga menegaskan bahwa ia tidak mempersoalkan apabila namanya disebut-sebut dalam kasus korupsi yang terjadi selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, setiap program kerja pemerintah itu adalah perintahnya sebagai presiden.

"Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apa pun program kerja menteri itu harus dari kebijakan Presiden, harus dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden," kata Jokowi.

Namun, ia memastikan bahwa semua program di bawah kepemimpinannya dibuat dengan niat baik untuk melayani masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa tidak ada yang menariknya perintah atau arahan untuk melakukan korupsi.

"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada," kata Jokowi.

Yaqut sebelumnya kembali diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari itu juga. Ia menjalani pemeriksaan selama hampir lima jam.
 
Mungkin kalau kita lihat dari perspektif orang lain, kita akan merasa kecewa banget kalo presiden bilang semuanya itu dia yang membuat, tapi apa benarnya? Mungkin ada yang tidak tercetak di luar sana yang meminta kuota tambahan itu, toh apakah kita harus percaya sepenuhnya pada kata-katanya? Tapi kalau kita lihat dari perspektif filosofis, mungkin itu semua tentang cara kita memahami dunia. Kita tidak bisa mengetahui segalanya, tapi apa yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Jadi, kita harus belajar untuk tidak terlalu cepat menilai seseorang atau sesuatu, tapi lebih baik kita fokus pada cara kita menghadapi situasi tersebut dengan bijak dan bertanggung jawab πŸ’‘
 
Gue pikir kalau Jokowi ini sengaja memilih untuk buka suara tentang kasus korupsi kuota haji. Gue rasa dia ingin memberi kesan bahwa dia tidak terlibat dalam kasus korupsi, tapi gue masih bingung. Kalau dia bilang itu arahan dari dirinya sendiri, tapi kemudian dia katakan tidak ada yang mempersoalkan nama-nama dirinya, gue rasa tidak ada logika. Gue harap Jokowi ini bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus korupsi kuota haji ini 😐
 
Bisa-bisa, kalau kita terlalu keras pada Jokowi, gak apa-apa. Kita jangan lupa, dia bukan lagi pemuda yang bisa dipaksa dengan logika logis. Jadi, kalau dia mengatakan itu buatan dia sendiri, kita jangan terburu-buru memutuskan ya atau tidak. Mungkin di balik mimpinya ada alasan yang benar-benar baik, kan?
 
Halo temen-temen, aku suka banget kalau orang-orang di Indonesia bisa berbicara terbuka tentang apa yang mereka pikir. Kali ini Presiden Jokowi membuka suara tentang kasus korupsi kuota haji tambahan, dan aku rasa itu adalah langkah yang tepat.

Aku pikir Jokowi harus memaksa dirinya sendiri untuk menjelaskan kebijakan-kebijaksannya lebih jelas. Tapi setelah mendengar narasinya, aku merasa bahwa Jokowi telah memberikan penjelasan yang cukup.

Aku rasa yang penting adalah semua program di bawah kepemimpinannya dibuat dengan niat baik untuk melayani masyarakat. Dan aku juga setuju bahwa tidak ada yang menariknya perintah atau arahan untuk melakukan korupsi, kalau bukan itu nggak masuk akal.

Tapi, aku masih ingin temen-temen pikir kritis tentang hal ini. Apakah kita harus percaya pada kata-kata Jokowi tanpa mempertanyakan lagi? Atau apakah kita harus meminta klarifikasi lebih lanjut tentang kasus-kasus korupsi yang terjadi selama masa kepemimpinannya?
 
aku rasa kalau presiden jokowi bilang begitu tapi masih ada yang tidak benar. kalau nanti ada bukti korupsi dan buktinya nggak bisa ditebakkan dari mana bukanya, apa aku harus percaya sama dia? tapi aku juga percaya dia bilang kebenaran, kalau dia bilang itu kebijakan sendiri aja, tapi aku masih ragu.
 
Aku pikir ini hal yang sangat penting, korupsi di Indonesia tetap masuk ke kepala. Jokowi bilang dia buat kebijakan itu sendiri, tapi aku masih curiga siapa yang meminta dia bikin? Mungkin ada orang lain yang tidak terdaftar? πŸ€”

Aku rasa ini perlu diulang lagi, bagaimana kita bisa percaya pada mereka yang jadi korupsi? Jokowi bilang semua program itu dari niat baik, tapi aku masih ragu. Siapa yang bilang niat baik sih? πŸ€‘
 
aku penasaran siapa yang memanggil menteri agama saat itu ya, ya, dia apa kabarnya? tapi yang penting adalah jokowi tetap jujur tentang kasus korupsi kuota haji tambahan periode 2023-2024, itu already diakui oleh ia sendiri. kayaknya jokowi benar-benar mau menjelaskan apa yang terjadi dan tidak ingin ngomong-ngomong lagi. tapi, aku masih penasaran mengapa kebijakan itu dibuat tanpa ada rincian biaya atau yang mana sumber dana untuk program tersebut. kira-kira bagaimana caranya dia bisa memastikan semua program di bawah kepemimpinannya tidak korup?
 
Jokowi bikin kebijakan buat jauhkan diri dari korupsi, tapi kira-kira nggak berhasil kan? Kalau dia bilang semua program itu arahannya, tapi ternyata Yaqut yang ngelola kuota tambahan, maka apakah itu benar-benar kebijakan Jokowi atau hanya ngalipun-ngalipun?

Aku pikir kalau Jokowi ingin jauhkan diri dari kasus korupsi, dia harus mulai di dalam Kemenag dulu. Kalau dia bilang semua program itu perintahnya, maka dia harus menunjukkan bukti bahwa Yaqut yang ngelola kuota tambahan itu bukan ada kaitannya dengan Jokowi sendiri. Tapi apa yang terjadi sekarang? Jokowi hanya membela dirinya sendiri, tapi tidak membela masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.
 
kalo aku lihat kasus ini, rasanya seperti ada yang salah sama kita. nggak ada transparansi, nggak ada jawaban yang jelas... πŸ€” apakah kita mau biarkan kasus korupsi terus berlanjut sehingga kita semua terkena dampaknya? atau kita harus menjadi lebih bijak dan tidak mau biarkan orang lain melakukan kesalahan kita sendiri?

kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain, tapi kita juga harus ingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan membuat kebaikan. jadi, kita harus menjadi contoh bagi diri kita sendiri dan orang lain untuk menjadi lebih baik. 🌟
 
Bisa duga aja kalau kasus korupsi kuota haji itu masih terus berlanjut... Jokowi bilang bahwa dia yang membuat kebijakan itu, tapi gak jelas sih bagaimana caranya. Mungkin karena dia tidak ingin dianggap bersalah. Aku rasa ada sesuatu yang salah dengan cara ini... Kementerian Agama yang dipimpin oleh Yaqut Cholil Qoumas malah yang mengelola kuota tambahan itu, tapi gak ada yang bertanggung jawab atas kebijakan itu. Tapi kalo Jokowi bilang bahwa semua program di bawah kepemimpinannya dibuat dengan niat baik, maka aku rasa itu hanya teka-teki... πŸ€”
 
[Image of a person wearing a "I'm not corrupt" t-shirt, with a red X marked through it] πŸš«πŸ‘–

[Jokowi's face with a confused expression, like "what's going on?"] πŸ€”πŸ˜•

[A picture of a kuota haji card with a big X marked through it, like "no way!"] ❌😑

[Image of a person trying to justify something, but with a "nope" stamp over their head] πŸš«πŸ‘Ž
 
Oke, jadi kayaknya Jokowi punya alasan yang tulus lagi kalau dia memutuskan membuat kebijakan kuota tambahan itu buat ngabisin masalah dengan Kerajaan Arab Saudi. Tapi, aku pikir perlu diawasi karena masih ada kemungkinan ada yang salah atau kurang jelas dalam prosesnya. Lalu, apa yang dipikirkan oleh masyarakat kalau Jokowi bilang bahwa setiap program kerja itu harus dari kebijakan dan arahan Presiden? Apakah itu berarti dia bisa ngambil kebebasan untuk melakukan apa saja dengan nama pemerintahannya?
 
ini kasus korupsi haji lagi aja, tapi kali ini jokowi yang dijadikan sasaran πŸ€”. tapi apa yang terjadi? nih, jokowi sendiri yang membuat kebijakan itu untuk mendatangi kerajaan arab saudi, dan kemudian kemenag yang dipimpin yaqut itu yang mengelolanya. ini seperti bermain bola tangan, kan? siapa yang benar-benar bertanggung jawab?

dan apa yang terjadi dengan korupsi yang dilaporkan? nih, jokowi sendiri yang bilang "setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya", tapi dia juga bilang bahwa tidak ada arahan untuk melakukan korupsi. ini seperti cerita kalau kamu salah tapi kamu bilang "enggak aku salah, enggak aku salah". ini bikin tidak percaya πŸ™„.

mungkin kita harus menunggu hasil pemeriksaan kpk yang nanti akan diumumkan, tapi sekarang ini jokowi sudah membuka suara dan bilang dia bukan yang bertanggung jawab. tapi apakah dia benar-benar benar? πŸ€”
 
aku pikir si jokowi ini jadi gajah hitamnya Indonesia πŸ˜‚ kalo korupsi terjadi, dia punya jawabannya "ini dari saya" πŸ˜’ tapi siapa tahu nanti dia malah jadi target KPK sendiri πŸ€” apa yang bisa dipastikan adalah korupsi akan selalu ada di Indonesia, tapi apa yang tidak bisa dipastikan adalah siapa yang menjadi korupsi itu πŸ€‘
 
karena aku sengaja baca news ini, aku terasa sedikit kecewa sama Jokowi, gak bisa diharapkan dia akan jujur sebenarnya. dia bilang bahwa dia sendiri yang membuat kebijakan itu, tapi kemudian dia tidak ingin bertanggung jawab atas kasus korupsi yang dilalui timnya. aku pikir ini semacam perebutan tanggung jawab, ya? dan kalau benar dia buat kebijakan itu sendiri, gak ada yang salah jika dia mau mengambil tanggung jawab juga. tapi sepertinya dia tidak ingin melakukannya. aku rasa ini cuman cara dia untuk menghindari masalah, gak ingin dianggap sebagai orang yang korup. tapi aku rasa ini tidak adil sama sekali.
 
Wah, kalau lihat siapa yang dijadikan pelaku utama kasus korupsi kuota haji, si Yaqut aja deh! Tapi Jokowi justru buka suara dan ngomong siapa-siapa yang salah, padahal biasanya selalu dia yang menutup mulut ya! πŸ€¦β€β™‚οΈ

Aku rasa kalau Jokowi ngomong seperti ini, itu bisa jadi bantuan besar untuk KPK dalam proses penyelidikan kasus korupsi. Maka dari itu, aku harap Jokowi terus terbuka dan jujur dalam menyatakan kebenaran. Itu dia yang seharusnya diingat saat ada kasus korupsi ya! πŸ’―
 
Maksudnyah, apa yang penting adalah ada kebenaran atau tidak? Jangan cuma fokus pada nama orang saja πŸ€”. Kalau presiden bilang ini dia buat sendiri, tapi kemudian diakui oleh kementerian agama... toh apa masalahnya? Mengapa semua orang harus terus memakiin dan tidak percaya pada kebijakan pemerintah? πŸ™„
 
paham aja kalau korupsi di Indonesia ini masih banyak banget, tapi apa yang penting adalah kita harus terus berusaha untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. kayaknya kasus kuota haji tambahan itu bisa jadi semacam 'eksperimen' untuk mengetahuin betapa parahnya korupsi di Indonesia, tapi apa yang perlu kita lakukan adalah agar korupsi ini tidak terjadi lagi di masa depan. pemerintah harus lebih transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan publik, jadi kita bisa melihat siapa saja yang terlibat dalam kasus-kasus korupsi ini
 
kembali
Top