Jaksa Ungkap Nadiem Copot Anak Buah Tolak Proyek Chromebook

πŸ˜” aku rasa ini buku-buku dikeluarkan dengan terlalu mahal, sih. kalau aku bayar Rp500 juta, aku langsung merasa sakit dada πŸ€•. tapi aku tahu di baliknya ada proyek-proyek yang bagus, misalnya Chromebook itu bisa membantu anak-anak muda dengan akses internet yang lebih mudah. tapi gini sih, giliran 4 orang yang terpilih untuk mendukung proyek ini? aku rasa ada banyak orang lain yang juga mau bergabung, tapi malas-malasnya tidak. πŸ€·β€β™‚οΈ aku harap pemerintah bisa memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang bagaimana proyek ini akan membantu masyarakat. dan aku juga harap para pendukung proyek ini bisa tetap komitmen untuk membuat semuanya berjalan dengan baik πŸ’ͺ.
 
Haha ga percaya dulu kalau belanja online makin susah banget! 🀯 Tapi sekarang pas Jokowi gak punya energi lagi, tapi itu gak membuat Belanda mau berhenti memasok teknologi Indonesia aja? πŸ˜‚ Saya pikir Nadiem itu paling bikin masalah deh. Di mana dia ambil dana Rp2,1 triliun buat Chromebook? Gak ada jalan keluar lagi kan? πŸ€”

Saya rasa biar lebih efektif, ganti Chromebook dengan laptop Indonesia sendiri, tapi gak bisa ya, kerjasama Belanda terlalu penting. Saya rasa itu karena krisis ekonomi di luar negeri juga. Tapi Nadiem udah capek banget, kan? πŸ˜…

Dan apa lagi ditemukan 4 orang untuk mendukung proyek ini? Siapa sih mereka? πŸ€·β€β™‚οΈ Saya rasa itu ada masalah lain yang tidak disebutkan di luar sana. Belum ada jawaban yang jelas, kan? πŸ™„
 
Eh kaya bro, nggak percaya kayaknya buku yang paling mahal banget. Rp2,1 triliun itu aja biayanya untuk beli buku aja, kayak gini nanti rakyat Indonesia dipungut uang-uang kecil per bulan. Udah capek banget sih, gimana kalau aku yang harus membayar itu? πŸ€―πŸ“š

Aku pikir nadiem itu sedang bingung banget aja, nggak percaya dia bisa mencari orang yang mau mendukung proyek chromebook dengan harga begitu mahal. Aku yakin ada cara lain yang lebih bijak dan efisien untuk membiayai proyek itu, tapi mungkin aku hanya seseorang aja yang kurang dipahami. πŸ€”πŸ’‘

Aku rasa proyek ini nanti jadi masalah besar, banyak orang akan merasa kecewa dan marah karena harus membayar uang-uang yang mahal untuk sesuatu yang mungkin tidak berguna. Aku harap ada orang yang bisa membuat perubahan dari belakang dan tidak hanya membiayai proyek yang bihunyut seperti ini. πŸ™πŸ“Š
 
Uda kayaknya kalau nanti pasien di rumah sakit harus bayar Rp50 juta buku lagi 🀯. Si Nadiem udah bikin keputusan yang agak berantakan, kirim 4 orang penanggung jawab ke luar negeri untuk mendukung proyek Chromebook, tapi apa buktinya kalau itu bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita? πŸ€”. Aku pikir lebih baik dia fokus di Indonesia, kita butuh solusi yang lebih tepat dan efektif untuk masalah pendidikan kita.

Aku juga penasaran, siapa 4 orang penanggung jawab itu? Apakah mereka ahli di bidang pendidikan? Aku berharap ini bukan hanya politik, tapi ada landasan ilmiah yang kuat. Chromebook itu bisa jadi solusi yang baik, tapi kita harus benar-benar memahami kebutuhan kita sebelum melakukan keputusan seperti ini πŸ“š.

Aku harap Nadiem bisa memberikan klarifikasi tentang proyek ini dan bagaimana ia ingin meningkatkan kualitas pendidikan kita. Aku penasaran dengan rencana yang dijadwalkan untuk implementasi Chromebook di sekolah-sekolah kita πŸ“Š.
 
Kasus buku sekolah yang paling mahal dengerin banget! Rp2,1 triliun itu nggak masuk akal sih. Siapa aja yang bisa mewarungi biaya itu? Mereka harus pikir 2 kali sebelum memutuskan utama membeli buku untuk anak-anaknya. Saya rasa ada masalah lain yang tersembunyi di balik semuanya, tapi kayaknya tidak terkait dengan pemerintah atau siapa pun.

Nadiem itu kayaknya kayak banget aja. Dia nggak bisa berdiri sendiri ya? Mereka harus menemukan cara untuk menghemat biaya atau mencari solusi alternatif yang lebih efisien. Saya rasa kita perlu berdiskusi lebih lanjut tentang hal ini agar bisa menemukan jawaban yang tepat.
 
aku bayangkan kalau nadiem itu siapa aja di masa lalu nih? kalian tahu apa yang dibutuhkan anak muda di tahun 2020an? komputer tapi tidak hanya komputer, tapi juga jaringan dan data yang stabil! 🀯
lalu kalian bilang dia harus copot 4 orang untuk mendukung proyek chromebook? itu seperti membeli sepeda tanpa ban! bagaimana punya kualitasnya? kalian tahu kan siapa yang akan jadi konsultan teknis untuk proyek tersebut? πŸ€”
aku pikir itu nanti akan jadi semacam permainan politik aja, siapa yang bisa mendapatkan uang dari pemerintah? aku malah ingat waktu 1990an, kalian punya laptop yang lebih bagus daripada chromebook, tapi sekarang komputer itu mudah ditemukan di pasar. πŸ“Š
 
Gue rasa kayak laptop sekarang ini mahal banget πŸ€‘πŸ“‰. Nadiem itu punya ide bagus kok, tapi siapa yang mau keluarkan uang Rp2,1 triliun buat buku? 🀯 Gue lebih suka ngeluarin duit untuk membeli laptop chromebook sendiri ya πŸ˜‚. Tapi gue rasa Nadiem itu sedang dipake sebagai contoh bagaimana kerja sama pemerintah dan swasta dapat membantu pembangunan teknologi 🀝.
 
😊 Lihat news ini bikin sedih banget. Gak sabar nih buku-buku lokal lagi dipungut banyak uang. Mau nggak aku suka banget ketika pemerintah memilih proyek-proyek asing yang bikin kita terpencil dari teknologi yang modern. Chromebook itu jadi contoh, sih. Proyek ini bakal mendukung sekolah-sekolah di daerah tertentu tapi gak ada kata tentang bagaimana masyarakat lokal bisa ikut menikmati keuntungan dari proyek ini. Apalagi, nadiem memilih untuk mendukung project ini dengan mengotak-otak 4 orang. Gue rasa itu tidak adil banget. Sepertinya gue dianggap kurang berharga dibandingkan dengar pendapatan yang sangat besar dari proyek ini. πŸ€•
 
Gak sabar kan, di mana nanti dana Rp2,1 triliun itu aja digunakan? Boleh diketahui siapa yang dipilih untuk mendukung proyek Chromebook itu, Nadiem, tapi gimana caranya dia bisa memutuskan siapa yang harus dibantuin? Ada bukti sih, apa kejadian yang terjadi sebelumnya di daerah-daerah yang diimporminasi Chromebook ini? Dari mana asal dana Rp2,1 triliun itu juga? Tidak ada kabar tentang perhitungan anggaran dan hasil proyek sebelumnya. Gak nyaman banget nih, harus dipertanggungardi aja siapa yang minta uang banyak.
 
kembali
Top