Jaksa Ungkap Grup WA 'Jajanan Pasar' di Kasus Chromebook Nadiem

Pemeriksaan saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, yang didakwa memiliki korupsi sebesar Rp2,1 triliun, di sisi lain terungkap lagi tentang kelompok WhatsApp 'Jajanan Pasar' yang berisikan percakapan mengenai proses pengadaan laptop tersebut.

Diketahui, grup WhatsApp ini hanya diakses oleh beberapa pejabat internal Kemendikbudristek dan mitra sales dari PT Bhinneka Mentaridimensi. Grup ini membahas tentang kerja sama antara internal kemendikbudristek dengan Bhinneka untuk pengadaan laptop Chromebook.

Pernyataan dari Indra Nugraha, Sales Manager PT Bhinneka Mentaridimensi yang diinterogasi oleh jaksa penuntut umum saat pemeriksaan saksi, menunjukkan bahwa grup WhatsApp tersebut lebih fokus pada kerja sama di internal kemendikbudristek. Bahkan, salah satunya juga menjelaskan tentang istilah 'User Merah' dan 'User Biru', yaitu untuk Direktorat SD dan SMP masing-masing.

Pernyataan dari Indra mengindari bahwa pernyataannya bersifat tidak spesifik sehingga sulit dipercaya.
 
Okeek, kalau asalnya dugaan korupsi itu benar-benar terjadi, nggak bisa dibiarkan begitu saja. Tapi, kalau diinterogasi oleh jaksa penuntut umum, Indra Nugraha itu nggak mau jujur tentang kerja sama antara Kemendikbudristek dan Bhinneka Mentaridimensi. Apa lagi, dia bilang bahwa pernyataannya bersifat tidak spesifik, eh kan itu artinya dia sedang mencoba menghindari tanggung jawabnya.
 
ini cerita yang paling mengecewakan ya... tapi aku tetap berharap ada cara untuk memulihkan kepercayaan masyarakat kita terhadap lembaga-lembaga ini. kalau sih grup WhatsApp itu hanya berbicara tentang kerja sama internal, kayaknya tidak ada yang salah kan? tapi apa salahnya nggak ada transparasi, ya... mungkin karena ada tekanan dari atas. tapi aku yakin, dengan adanya transparansi dan akuntabilitas, kita bisa memulihkan kepercayaan kita terhadap lembaga-lembaga ini dan memastikan bahwa dana rakyat digunakan dengan bijak 🀞🌟
 
Aku pikir ini masih terlalu banyak rahasia di dalam pemeriksaan kasus korupsi ini, ya? Aku bayangkan aja kalau ada pejabat yang ikut ke dalam kelompok WhatsApp itu, tapi kemudian dia tidak mau mengakui kaitannya dengan korupsi. Ini seperti membunuh seekor burung di tanganmu, kan?
Saya pikir ini bukan tentang korupsi saja, tapi juga tentang bagaimana sistem kerja di dalam pemerintah masih jadi-jadian. Kalau tidak ada akuntabilitas, siapa yang akan bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan itu?
 
Makasih ya, informasinya banget! Tapi apa sih 'User Merah' dan 'User Biru'? Sapa-siapa yang punya arti dari itu? Lalu kenapa pernyataan Indra sedang macet-macetnya? Apakah dia nggak ingin bilang kebenaran? πŸ€”πŸ‘€
 
Gue tahu kalau grup WhatsApp itu bukan cuma tentang kerja sama aja, tapi juga ada yang bikin gue penasaran. Ada apa sih di balik istilah 'User Merah' dan 'User Biru'? πŸ€”πŸ“Š Gue rasa pernyataan dari Indra nu masih tidak jelas, kaya kan gak bisa dipercaya...
 
ini kayaknya ada geger di dalam kementerian pendidikan. kayaknya nggak tahu kapan bakal ditemukan siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kasus korupsi itu. tapi akses WhatsApp grup ini cuma bagi beberapa pejabat internal aja, kayaknya ada urusan rahasia banget. dan ternyata ada istilah 'User Merah' dan 'User Biru', sih... nggak tahu apa artinya, tapi mungkin ada kerjasama yang tidak jelas antara kementerian dan Bhinneka.
 
Mungkin kalau dilihat dari perspektif bisnis, kerja sama antara internal Kemendikbudristek dan PT Bhinneka Mentaridimensi itu kan jadi hal yang wajar banget. Kalau tidak ada kerja sama seperti ini, kemungkinan laptop Chromebook itu akan dipasang lebih mahal karena harus ngebayar lagi untuk pengadaannya di luar negeri.

Tapi, apa yang penting adalah transparansi dan kejelasan dalam proses pengadaan laptop tersebut. Jadi, kalau ada kerja sama seperti ini di internal Kemendikbudristek, pasti perlu ada dokumentasi yang jelas tentang kerja sama itu. Tidak usah banyak bual-bual aja di grup WhatsApp.
 
Kasus ini bukannya membuat saya jadi curiga tentang kemampuan Kemendikbudristek dalam pengelolaan anggaran dulu, tapi aku pikir ini juga menunjukkan bagaimana di internal lembaga-lembaga besar seperti Kemendikbudristek, ada banyak sekali komunikasi yang tidak transparan, misalnya punya grup WhatsApp di mana hanya beberapa orang saja yang akses, ini bukannya kebiasaan yang wajar sih 😐.
 
Aku pikir kalau itu masih terlalu kabur siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kerugian Rp2,1 triliun itu πŸ€”. Jika bukannya hanya beberapa pejabat dan mitra sales aja yang ikut dalam percakapan di grup WhatsApp ini, itu berarti ada banyak orang lain yang juga terlibat dalam skema korupsi ini, kan? πŸ€‘

Dan aku penasaran siapa yang bilang kalau istilah 'User Merah' dan 'User Biru' itu bukanlah hal yang spesifik dan tidak bisa dipercaya πŸ˜’. Mungkin ada yang berusaha untuk memalukan orang lain, tapi sekarang lagi keadaan di mana kita harus membandingkan siapa yang lebih jujur? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Maksudnya siapa yang bilang kalau korupsi itu hanya Rp2,1 triliun? Wah ini semua nyebelin nggak ada akun untuk diikuti oleh pemerintah juga kayak apa-apa aja πŸ€·β€β™‚οΈ. Kelompok WhatsApp 'Jajanan Pasar' yang ini, kalau aku duduk di dalam grupnyanya, aku pikir aku sudah bosan banget dengan ngobrol tentang kerja sama internal kemendikbudristek... Apa yang aku cari? πŸ€” Kita punya kasus korupsi yang besar sekali, tapi mungkin tidak ada bukti yang cukup untuk dijadikan dasar hukum terhadap orang-orang yang terlibat...
 
Hehe, korupsi lagi deh... kayaknya siapa yang terlibat aja ngerasa nyaman ngobrol di WhatsApp, kan? "Jajanan Pasar" ini bisa jadi grup yang sama dengan grup saya di WhatsApp, tapi kalau ada korupsi, aku jadi ganti-ganti nama group aja πŸ˜‚. Tapi serius, Rp2,1 triliun korupsi itu bukannya mimpiku untuk melihat siapa yang terlibat dan harus bertanggung jawab... tapi sayangnya, pernyataan Indra Nugraha nggak cukup jelas, kayaknya kita butuh ucapannya lagi πŸ€”.
 
Aku pikir kalau ini kan mengejutkan banget! 🀯 Kemudian aja nanti gue tahu siapa yang benar-benar salah dan siapa yang nggak. Tapi aku pikir ini bisa jadi bukti nyata dari kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook. Maksudnya, kalau ada bukti nyata, maka itu artinya korupsi pasti terjadi dan harus diinvestigasi lebih lanjut. πŸ•΅οΈβ€β™‚οΈ
 
Aku pikir kalau grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' ini sih hanya untuk ngobrol aja, tapi ternyata ada kerja sama di baliknya. Aku curiga kenapa ada istilah 'User Merah' dan 'User Biru', mungkin bukan tentang laptop chromebook aja, tapi tentang bagaimana cara kerja sama dengan Bhinneka Mentaridimensi? Mau tahu apa yang terjadi sebenarnya di balik semua itu πŸ€”. Dan kenapa Indra Nugraha harus menghindari untuk menjelaskan lebih spesifik, mungkin ada sesuatu yang tidak diinginkan? Aku pengin ngobrin lagi tentang apa yang benar-benar terjadi di dalam grup WhatsApp ini πŸ˜‚
 
Gak sabar lihat kasus ini habis, nih! πŸ€”πŸ‘€ Kalau ada korupsi Rp2,1 triliun sih, itu aja nggak main-main loh! πŸ€‘ Laki-laki di dalam grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' terus ngomong tentang kerja sama internal kemendikbudristek dengan Bhinneka. Maksudnya apa sih? πŸ€·β€β™‚οΈ Apakah mereka benar-benar sengaja tidak berbagi informasi ini dengan yang lain di dalam kemendikbudristek? πŸ€”

Saya rasa kalau ada ketepatan dari pernyataan Indra, itu artinya dia nggak mau jujur sih. Tapi, kalau dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi, maka Dia bisa berbicara lebih jelas aja ya! πŸ™ Lalu bagaimana dengan istilah 'User Merah' dan 'User Biru'? Siapa-siapa yang tahu maknanya? 😁
 
Ini yang bikin aku penasaran, tapi juga sedikit kecewa. Aku bayangkan kalau korupsi itu sebesar Rp2,1 triliun, ini kayaknya sudah terbuka terlalu lama. Kamu nggak sabar untuk melihat siapa-siapa yang dipertanggungkan, ya? Tapi aku juga paham, bahwa pernyataan Indra itu malah bikin kerumunan. Aku harap kelompok WhatsApp 'Jajanan Pasar' ini bisa memberikan bukti-bukti nyata kalau korupsi itu benar-benar terjadi.
 
Gue pikir ini kalau kita lihat dari sisi yang benar-benar penting, yaitu bagaimana kerja sama internal di Kemendikbudristek dengan Bhinneka Mentaridimensi itu. Karena kalau kita tahu kalau ada korupsi sebesar Rp2,1 triliun, itu sudah cukup besar dan tidak bisa dibiarkan. Kita harus memastikan apakah ada kerja sama yang jujur atau tidak. Dan kalau ada, kita harus tahu siapa saja yang terlibat dan apa saja yang mereka lakukan.

Tapi, kalau kita lihat dari grup WhatsApp itu, gue rasa ada sesuatu yang tidak jelas. Mereka hanya membahas tentang kerja sama internal, tapi tidak ada bukti kalau ada kerja sama dengan luar. Jadi, kita harus lebih teliti lagi dan lihat buktinya. Kita tidak bisa terburu-buru dan hanya mempercayai kata-kata seseorang tanpa bukti yang jelas.
 
Aku rasa kalau ada kerja sama antara internal kemendikbudristek dengan Bhinneka itu keren ya? Tapi, kalau harus benar-benar aku masih ragu-ragu nih... Seperti apa yang diucapkan Indra, kalau dia menghindari untuk spesifik apa lagi? Aku rasa perlu ada bukti lebih untuk mendukung bahwa ada kerja sama antara keduanya. Dan itu juga bikin aku penasaran tentang istilah 'User Merah' dan 'User Biru' itu... Apa itu sih?
 
Wahhhhhh, kabar gembira sekali dengar pas grup WhatsApp 'Jajanan Pasar' diakses oleh pejabat internal Kemendikbudristek dan Bhinneka Mentaridimensi 🀯! Tapi, kalau memang ada kerja sama antara keduanya untuk pengadaan laptop Chromebook, itu bagus sekali juga πŸ’ΌπŸ“Š. Tapi, apa sih yang bikin saya curiga kalau terdapat korupsi sebesar Rp2,1 triliun? πŸ€‘ Selain itu, saya senang melihat ada kejadian seperti ini karena biasanya tidak banyak kasus korupsi yang diungkapkan secara terbuka πŸ“’.
 
ini canggih banget, siapa tahu ada yang salah tapi ada juga ini grup WhatsApp yang hanya untuk kerja sama internal, siapa yang bisa diterima di grup ini? dan apa itu 'User Merah' dan 'User Biru', itu seperti bahasa rahasia aja, aku penasaran banget bagaimana kerangkongan ini berjalan. tapi jadi, kalau diinterogasi, Indra menghindari jawaban yang spesifik, itu kayaknya tidak bisa dipercaya, jangan biarkan dia jadi saksi utama lagi πŸ™„
 
kembali
Top