Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Nadiem di Kasus Chromebook

Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Nadiem di Kasus Chromebook, Menilai Penasihat Hukum dan Terdakwa Panik.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roy Riady, mengatakan bahwa majelis hakim harus menolak eksepsi dari terdakwa kasus dugaan pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), Nadiem Anwar Makarim, serta penasihat hukumnya. Eksepsi tersebut membuat penasihat hukum dan terdakwa panik, dan menunjukkan bahwa mereka tidak bisa membedakan secara limitatif apa yang diatur dalam KUHAP.

"Memohon majelis hakim memutuskan, menyatakan keberatan dari tim penasihat hukum dan terdakwa Nadiem Anwar Makarim tidak dapat diterima atau ditolak seluruhnya," kata Roy Riady. "Melanjutkan pemeriksaan materi pokok perkara ini. Demikian tanggapan atas nota keberatan eksepsi ini kami sampaikan dan diserahkan dalam persidangan hari Kamis tanggal 8 Januari 2026."

Jaksa menyatakan bahwa Nadiem panik saat mengutarakan eksepsinya terkait kasus dugaan pengadaan Chromebook dan CDM. Jaksa menilai terdakwa Nadiem dan penasihat hukumnya tak dapat membedakan secara limitatif apa yang diatur dalam KUHAP saat menanggapi eksepsi Nadiem.

"Kami penuntut umum menilai merupakan bentuk kegelisahan atau kepanikan penasihat hukum dan terdakwa yang sudah tidak bisa membedakan lagi hal-hal apa yang diatur secara limitatif diatur oleh KUHAP sebagai alasan mengajukan keberatan atas surat dakwaan," ungkap jaksa.

Roy menilai bahwa kegelisahan dan kepanikan kubu Nadiem terlihat dari materi-materi pokok perkara yang dicantumkan dalam eksepsi mereka. Eksepsi yang dibacakan kubu Nadiem seolah-olah menunjukkan bahwa jaksa menangani perkara tanpa berdasarkan keadilan.

Seolah-olah penegakan hukum pidana ini dalam perkara <em>a quo</em> tidak berdasarkan keadilan bagi terdakwa dan penegakan hukum pidana yang dilakukan berdasarkan asumsi, persepsi, atau penilaian sepihak," ungkap JPU lain.

Roy juga menilai eksepsi dari kubu Nadiem bisa menghilangkan marwah penegakan hukum di Indonesia. Eksepsi Nadiem telah membuat penegakan hukum di Indonesia menjadi kehilangan marwah atas tudingan yang tidak berdasar.

"Bahwa apa yang disampaikan oleh penasihat hukum dan terdakwa justru membuat penegakan hukum di negara kita sejauh ini menjadi penegakan hukum yang kehilangan marwah karena didasarkan kepada sifat suudzon berprasangka buruk kepada penegak hukum," ujar JPU.
 
Aku rasa eksepsi dari Nadiem itu bikin kasus Chromebook menjadi semarak, kayaknya tidak perlu begitu panik 😊. Aku pikir majelis hakim harus menolak eksepsi itu, karena benar-benar membuat penasihat hukum dan terdakwa panik, nggak bisa membedakan apa yang diatur dalam KUHAP πŸ€”.

Aku rasa Nadiem dan penasihat hukumnya harus lebih teliti, nggak boleh begitu cepat menyerang jaksa dan majelis hakim tanpa bukti yang cukup πŸ”. Eksepsi itu membuat penegakan hukum di Indonesia menjadi semuanya macet, kayaknya tidak perlu begitu banyak perdebatan tentang hal-hal yang sudah jelas πŸ™„.

Aku juga pikir majelis hakim harus berhati-hati dalam menangani kasus ini, nggak boleh terlalu cepat menyerahkan keberatan dari tim penasihat hukum dan terdakwa tanpa mempertimbangkan kembali 🀝. Tapi sekarang aku rasa majelis hakim sudah harus mengambil tindakan yang tepat, tolak eksepsi itu agar kasus Chromebook bisa diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien ⏱️.
 
πŸ€” aku pikir itu bukannya masalah kalau nadiem punya eksepsi apa saja yang dia bayangkan, tapi kalau dia panik dan menunjukkan bahwa penasihat hukumannya tidak bisa membedaikan apa yang diatur dalam kuhap, itu sudah menjadi masalah πŸ˜’. aku rasa kalau di Jakarta Pusat ada yang salah karena tim penuntut umum bilang penegakan hukum itu kehilangan marwah, tapi aku pikir itu karena nadiem dan timnya malas untuk membedaikan apa yang benar dan tidak dalam kuhap πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
πŸ€£πŸ“Š Nadiem makin panik seperti di Chromebook store πŸ˜‚πŸš«, sih πŸ™ƒ. Tapi kalau bukan itu, apa yang membuatnya panik? πŸ€”πŸ‘€ Eksepsi itu bakal kehilangan marwah penegakan hukum di Indonesia 🚫πŸ’₯. Mereka terlalu serius gitu πŸ˜….
 
πŸ€” aku pikir eksepsi dari nadiem kayaknya nggak perlu dipertimbangkan, kalau gini terdakwa dan penasihat hukumnya panik aja dan tidak bisa memahami apa yang diatur dalam KUHAP. πŸ™„ kayaknya lebih baik jika majelis hakim langsung menolak eksepsi tersebut dan melanjutkan proses pengadilan dengan normal, jangan biarkan nadiem dan penasihat hukumnya membuat pihak jaksa terlihat tidak adil 🚫
 
Maksudnya kalau aku bisa memilih, aku malu-malukan eksepsi dari Nadiem, tapi aku juga pikir itu tidak benar-benar masalahnya πŸ˜…πŸ€”. Aku pikir eksepsi dari kubu Nadiem terlalu panjang dan kaku, membuat penegakan hukum di Indonesia semakin kabur 🌫️. Tapi, aku juga rasa itu hanya untuk menunjukkan bahwa kubu Nadiem tidak bisa menghadapi tudingan yang dilontarkan terhadapnya 😬. Aku punya pendapat sendiri tentang ini, tapi siapa tahu aku salah πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
eksepsi nadiem jelas2 panik sih, kalau tidak bisa membedakan apa-apa yang diatur dalam kuhap. kayaknya mereka sudah kepanikan dan tidak bisa fokus lagi 🀯. itu gak masuk akal, eksepsi harus jelas dan logis, bukan panik-panik πŸ™…β€β™‚οΈ.
 
eksepsi dari nadiem memang bikin penasihat hukum dan terdakwa panik 🀯 sih, tapi kemarin aku sedang membaca tentang cara membuat akun instagram dan semakin lama aku baca semakin pusing πŸ™„ apa yang salah dengan masyarakat kita bukan? kami jangan terlalu panik kan πŸ˜…
 
Gue nggak percaya sama adegan ini, si Nadiem panik lalu menulis surat dakwaan yang panjang banget, tapi gue baca dulu dan rasanya seperti dia sendiri ya... apa kehabisan waktunya bareng kawan?

Gue pikir kalau eksepsi dari Nadiem itu seperti cerita yang dibuat oleh anak-anak yang suka bermain imajinatif. Kalo benar-benar adanya, gue bingung sih, siapa yang bilang dia tidak bisa memahami KUHAP?

Gue rasa kalau penegakan hukum di Indonesia harus lebih cerdas dan tidak hanya teken-tekan seperti anak kecil. Kalau mau menangkap siapa pun, gue harap ada cara yang lebih bijak daripada membuat siapa pun panik...
 
πŸ€” aku pikir kalau eksepsi dari kubu nadiem ini justru menunjukkan bahwa mereka tidak bisa memahami keberatan jaksa secara benar... kayaknya mereka terlalu panik dan salah faham apa yang dimaksud dengan "dugaan pengadaan chromebook"... serius, kalau demikian, bagaimana mau berbicara tentang keberatan jaksa? πŸ™„
 
Eksepsi dari Nadiem benar-benar membuatku panik, tapi bukan karena ia benar atau salah, tapi karena itu menunjukkan kalau eksepsinya apa sih? Apa yang dibahas di dalam eksepsinya benar-benar tidak terkait dengan kenyataan atau apa? Kalau benar-benar kenyataan, kemana sumber dayanya dari KUHAP?
 
kembali
Top