Jaksa Cecar Sebutan Jurist Tan 'The Real Menteri': Petantang-petenteng Gitu?

Jaksa meminta saksi Dhany Hamiddan Khoir memberitahu tentang kekuasaan Jurist Tan, yang dianggap 'the real menteri' oleh staf di Kemendikbudristek. Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Jaksa ingin mengetahui apakah Jurist Tan memiliki kekuasaan memindahkan orang atau bersikap petantang-petenteng di Kemendikbudristek.

"Kita harus jujur di sini. Kamu sering mendengar seperti itu? The real menteri? Punya kekuasaan bisa mindahin orang? Bahkan ada yang mengatakan, mohon maaf nih, bahasa saya di kampung di Palembang, petantang-petenteng gitu? Pernah?" tanya Jaksa.

Dhany menjawab bahwa ia pernah hadiri pertemuan di tahun 2022 di mana Jurist Tan sangat vokal dan memiliki kekuasaan yang signifikan. Dhany juga mengatakan bahwa Nadiem tidak pernah melakukan sidak di ruangannya dan tidak pernah menanyakan perkembangan pengadaan Chromebook ke Dhany selaku pejabat PPK.

"Tidak pernah," jawab Dhany.

Dalam kasus ini, Nadiem didakwa melakukan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook saat menjabat Mendikbudristek. Proyek itu disebut menyebabkan kerugian negara Rp 2,1 triliun.
 
Gue pikir si Jurist Tan udah jadi legenda di Kemendikbudristek, hehe ๐Ÿคฃ. Tapi serius aja, ini kalau udah ada bukti sih? Apakah kekuasaan Jurist Tan itu asli atau kira-kira aja? Gue rasa kalau korupsi itu tidak terjadi di Kemendikbudristek, tapi lebih seperti... operasi tanpa awal ๐Ÿ˜‚. Nadiem udah jatuh, tapi siapa yang memimpin dari balik lini? Jurist Tan atau gue sendiri? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
Gue rasa biar lebih realistis banget kalau gak ada sih 'the real menteri'. Makanya Jaksa nggak usah bingung sih, kenapa sifatnya ngeja tadi di Kemendikbudristek. Nadiem udah pernah buang sidak dari ruangan Dhany, dan Dhany udah pernah jawa-jawa di depannya. Tapi siapa tahu, mungkin itu semua udah luar kebijakan sekarang. Gue rasa penting banget kalau Jaksa bisa memperjelas hal ini, nanti gak ada yang salah lagi.
 
wahhh omong banget tentang Jurist Tan yang dianggap 'the real menteri' ๐Ÿคฏ! sepertinya ada sesuatu yang tidak pas di Kemendikbudristek, kan? Nadiem harus jujur apa kuy sering mendengar kalau Jurist Tan punya kekuasaan itu? aku pikir itu seperti cerita ajaib atau apa? ๐Ÿค” bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki kekuasaan memindahkan orang di Kantor Pemerintah? sepertinya ada sesuatu yang tidak terbuka di situasi ini, kan? kita harus tahu lebih banyak tentang Jurist Tan dan kekuasannya itu ๐Ÿ˜’.
 
Gue pikir kaya nih, Jaksa gak boleh terlalu asyik ngumpulin bukti, ya? Dhany itu pasti ngomong-ngomong aja, tapi apa dia punya bukti nyata sih? Gue rasa Jaksa harus lebih bijak dalam menangani kasus ini. Tapi, sih, Jurist Tan memang memiliki kekuasaan yang cukup di Kemendikbudristek, itu tidak bisa dipungkiri. Dan kalau Nadiem tahu tentang kekuasaan itu, toh gue rasa dia harus menjelaskannya juga. Kalau tidak, kayaknya Jaksa hanya ngumpulin cerita dari Dhany aja...
 
Maaf bro, aku masih bingung deh dengan ide "the real menteri" ini. Dulu kalau Mendikbud nanti ada yang jadi pengawas, tapi nggak ada juru-juru itu, kan? Sekarang aksi sama seperti dulu, cuma ada juru-juru yang lebih banyak, gitu aja... Dan korupsi lagi. Apa yang perlu diubah, bro?
 
Gue pikir si Jurist Tan ini gampangnya jadi 'the real menteri' karena gue dengar dia banyak berbicara di dalam ruangan, tapi kalo dibandingkan dengan Nadiem aja, gue rasa Jadi menteri sebenarnya ada di luar ruangan, yaitu di muka umum. Kalo Jurist Tan benar-benar punya kekuasaan itu, maka dia harus mengakui dirinya sendiri, bukan hanya membiarkan orang lain ngomong-ngomong aja.
 
Gue pikir kalau ada Jurist Tan yang terlalu serius banget, kayaknya dia yang harus jujur apa yang punya kekuasaan di Kemendikbudristek itu ๐Ÿค”๐Ÿ˜. Tapi gue juga paham kan, jaksa hanya mau tahu sih, bukan naksir Jurist Tan aja. Karena kalau sih, Nadiem sudah dipaksa sidak karena ada dugaan korupsi, jadi Jurist Tan itu sih harusnya punya kekuasaan apa lagi? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Gue rasa paling penting adalah Nadiem harus menyerah dan dihadapkan ke hukum yang tegas itu, bukan kayaknya ada "the real menteri" yang bisa mindahin orang aja ๐Ÿ™„.
 
Wahhh, aku pikir ini kayak cerita film aja, si Jurist Tan punya kekuasaan seperti itu? ๐Ÿ˜‚ Aku punya temen yang bekerja di Kemendikbudristek, dia bilang kalau Nadiem tidak pernah hadir di sidak atau pertemuan penting, tapi Jurist Tan ada dan bisa meminum nafas bebas. Itu kayaknya terlalu berat. ๐Ÿคฏ Aku rasaJaksa harus tahu apa yang terjadi sebenarnya di Kemendikbudristek, tapi aku juga ingin tahu siapa yang benar-benar punya kekuasaan itu? ๐Ÿ˜ƒ
 
Kita jangan lupa bahwa kekuasaan bukan hanya tentang memiliki posisi penting di suatu lembaga, tapi juga tentang bagaimana kita menggunakan kekuasaan itu dengan bijak ๐Ÿค”. Jika Jurist Tan memang memiliki kekuasaan yang signifikan, itu berarti dia memiliki pengaruh besar di Kemendikbudristek. Tapi apa yang terjadi jika kekuasaannya digunakan untuk mengancam atau memindahkan orang lain? Itu bukan contoh kekuasaan yang sebenarnya, tapi lebih seperti penjajahan ๐Ÿ’ช. Kita harus ingat bahwa kekuasaan itu harus digunakan untuk kebaikan umum, bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
 
Pengadilan korupsi ini memang membuat kita penasaran siapa yang sebenarnya memiliki kekuasaan di balik Kemendikbudristek ๐Ÿค”. Tapi, kalau asal Jurist Tan punya kekuasaan bisa mindahin orang? Itu gak cuma dongeng aja! ๐Ÿ™…โ€โ™‚๏ธ

Saya pikir apa yang terpenting adalah bagaimana pengadilan ini menggali lebih dalam kebenaran tentang kasus Nadiem. Apakah ada bukti yang cukup untuk menangkapnya? Saya harap pengadilan bisa memberikan penyelesaian yang adil dan transparan ๐Ÿคž.

Dan, sih, "petantang-petenteng" itu gak bosen ditekankan ๐Ÿ˜‚. Mungkin itu sebenarnya cara mereka berkomunikasi di dalam Kemendikbudristek. Tapi, kita harus tetap jujur, apa yang terjadi di sana? ๐Ÿค”
 
Wah, lho! Ini kayaknya kasus yang bikin kita penasaran. Jurist Tan kayaknya memiliki kekuasaan yang kuat di Kemendikbudristek, ya? Kalau benar-benar ada seperti itu, kayaknya bukan main-main lagi. Korupsi ini kayaknya sangat besar dan bisa jadi menghancurkan imajinasi kita tentang pemerintahan. Tapi, apa yang bikin Jaksa tertarik dengan kasus ini? Mungkin karena ada catatan yang cukup menonjol di dalamnya, ya?
 
Gue kayaknya serius banget karna di kasus ini. Nadiem aja bukan yang utama yang ngeluarin korupsi. Yang ngeluarin korupsi itu Jurist Tan! Gue pikir sih, kenapa Jaksa kayaknya ingin tahu tentang kekuasaan Jurist Tan? Mungkin gue salah nih, tapi gue bayangkan kalau Jurist Tan memang punya kekuasaan yang signifikan. Itu berarti Nadiem aja bukan yang utama, tapi gue rasa lebih parah lagi karna gue pikir sih.

Tapi yang serius banget adalah Jaksa kayaknya harus fokus pada kasus korupsi yang sebenarnya bukan? Tidak perlu menumpuk kasus lagi dengan Jurist Tan. Gue rasa itu akan membuat Jaksa terlalu banyak nge- investigate dan gue khawatir bakal jadi konflik. Dan apa gue salah lagi, sih? Gue hanya ingin ngetuhi agar korupsi di kasus ini selesai, bukan menambah kesan yang tidak perlu! ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ
 
Maksudnya siapa juga ngerasa ada 'real minister' di dalam kantor. Kita biasa aja ngerasa ada orang yang lebih berkuasa dari Menteri, tapi tidak pernah dengar 'the real menteri'. Kalau ada kekuasaan bisa mindahin orang? Hmm, itu terlalu banyak ya... ๐Ÿ˜‚

Saya pikir Jurist Tan memang penting karena dia punya kekuasaan di dalam kantor. Tapi, apakah benar-benar 'the real menteri'? Saya rasa menteri harus jujur dengan umat, tidak boleh ada orang yang lebih berkuasa dari Menteri. ๐Ÿ™

Proyek Chromebook itu memang besar banget, Rp 2,1 triliun kerugian negara. Jadi, penting juga kalau semua orang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Saya harap Jaksa bisa menemukan bukti yang cukup untuk dakwaan korupsi itu. ๐Ÿ’ช
 
Gue pikir pihak Jaksa sengaja memilih saksi Dhany karena biar bisa bikin korupsi yang terjadi di Kemendikbudristek makin kental. Siapa sih yang tahu kekuasaan Jurist Tan itu asli atau bukan? Gue curiga mungkin ada yang ingin bikin Nadiem terjebak di kasus ini. Tapi, sepertinya saksi Dhany tidak bisa membenarkan hal "petantang-petenteng" itu, jadi gue rasa masih banyak hal yang tidak dipahami tentang keseluruhan kasus korupsi yang terjadi di Kemendikbudristek ๐Ÿค”
 
Gue rasa kekuasaan yang dimiliki Jurist Tan ini memang membuat jujurnya Jaksa. Kalau benar-benar ada yang bisa mindahin orang di Kemendikbudristek, itu bukan hanya tentang posisi pejabat saja, tapi juga tentang pengaruh dan hubungan yang tidak terbuka. Gue punya teman sekolah yang pernah bekerja di kantoran ini, dia bilang kalau ada kekuasaan seperti itu, bisa bikin perubahan besar dalam waktu singkat. Tapi, gue rasa lebih penting lagi sih buat Jaksa dan pengacara untuk mengetahuinya dengan pasti dulu, sebelum jadi bocor melalui media atau yang lainnya
 
wahhhhh ๐Ÿ˜ฎ aku pikir kayak gini nih, si Jurist Tan apa dia bukannya sekedar orang yang ngurus hukum dan tidak punya kekuasaan apa-apa? ๐Ÿค” tapi aku rasa Jaksa udah bertanya-tanya yang cerdas ya, kalau Jurist Tan sebenarnya punya kekuasaan seperti itu, apa bedanya dengan Nadiem sih? ๐Ÿค‘ aku pikir mungkin itu di balik kenapa ada kasus korupsi yang banyak banget di Kemendikbudristek ๐Ÿ˜ณ.
 
Aku pikir kalau ini masalah yang serius banget, bro! Nadiem ya, dia suka bikin isu di Jakarta dan kemudian lari ke Palembang? Aku punya kakak yang kerja sama dengan Jurist Tan di Kemendikbudristek, tapi aku tidak pernah tahu apa-apa tentang kekuasaan itu. Tapi kalau Dhany bisa ngatai kebenaran, itulah yang penting bro! Aku setuju, kita harus jujur dan tidak membiarkan kebenaran dihancurkan oleh kata-kata yang berantakan. ๐Ÿ˜Š
 
gak percaya apa yang dilakukan jurist tan. sih ada yang bilang dia pengereman pembatasan orang dan ini juga terjadi di kemendikbudristek. tapi nggak pasti kenapa jadi 'the real menteri'. mungkin dia udah punya hubungan dengan nadiem ya? toh gak bisa dipungut sidak, karena dia berpose petantang-petenteng. ini cuma terjadi di kemendikbudristek aja, tapi nggak bisa dipungut sidak apa lagi. kayaknya ada yang tersembunyi di balik kekuasaannya ๐Ÿค”
 
ini gini mas... kalau seseorang dianggap 'the real menteri' oleh staf kemendikbudristek, tentu itu artinya mereka punya kekuasaan yang besar banget. tapi apa itu sebenarnya? apakah si Jurist Tan itu memang memiliki kekuasaan untuk memindahkan orang atau apa lagi yang bisa dia lakukan?

saya pikir ini bukan tentang kekuasaan, tapi tentang bagaimana sistem kerja di kemendikbudristek. kalo seseorang punya kekuasaan besar banget, itu artinya mereka memiliki pengaruh yang besar di dalam sistem tersebut. tapi apa itu sebenarnya pengaruh tersebut? apakah itu hanya berupa penasaran atau ada yang lebih dalam?

saya rasa ini perlu dibahas lebih lanjut tentang bagaimana kekuasaan di Kemendikbudristek bekerja. bagaimana sih cara kerja sistem ini? apakah ada yang dapat menyangkal atau memantul pengaruh seseorang? dan apa itu sebenarnya yang bisa dilakukan oleh Jurist Tan itu? ๐Ÿค”
 
kembali
Top