Aku bayangin kembali saat-saat awal Chromebook di Indonesia, gak ada yang salah dengan itu
. Tapi aku pikir pertanyaan Jaksa ini sebenarnya makin luas daripada harusnya, kenapa tidak fokus pada bagaimana pihak Kementerian dan Google bekerja sama? 
Aku rasa Gogot sudah menjawab yang cukup dari pertemuan awal antara Google dan pemerintah, tapi Jaksa tetap ingin tahu lebih lanjut tentang keberatan Google terhadap pengadaan Chromebook itu. Aku pikir ini bisa jadi isu yang sama sekali tidak ada masalahnya, apa lagi kalau pihak Kementerian sudah punya kesempatan untuk berdiskusi dan memperdebatkan hal tersebut sebelum dihentikan?
Tapi, aku juga merasa Gogot tidak sempurna menjawab beberapa pertanyaan Jaksa, apalagi saatnya dia harus memberitahu apakah ada komunikasi lanjutan setelah Chromebook dihentikan. Mungkin ini bisa jadi kesempatan bagi pihak Kementerian untuk memberi klarifikasi dan memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang bagaimana keputusan itu diambil?
Aku rasa Gogot sudah menjawab yang cukup dari pertemuan awal antara Google dan pemerintah, tapi Jaksa tetap ingin tahu lebih lanjut tentang keberatan Google terhadap pengadaan Chromebook itu. Aku pikir ini bisa jadi isu yang sama sekali tidak ada masalahnya, apa lagi kalau pihak Kementerian sudah punya kesempatan untuk berdiskusi dan memperdebatkan hal tersebut sebelum dihentikan?
Tapi, aku juga merasa Gogot tidak sempurna menjawab beberapa pertanyaan Jaksa, apalagi saatnya dia harus memberitahu apakah ada komunikasi lanjutan setelah Chromebook dihentikan. Mungkin ini bisa jadi kesempatan bagi pihak Kementerian untuk memberi klarifikasi dan memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang bagaimana keputusan itu diambil?