Jaksa Cecar Saksi Soal Pertemuan Google-Pejabat di Era Nadiem

Aku bayangin kembali saat-saat awal Chromebook di Indonesia, gak ada yang salah dengan itu 🤔. Tapi aku pikir pertanyaan Jaksa ini sebenarnya makin luas daripada harusnya, kenapa tidak fokus pada bagaimana pihak Kementerian dan Google bekerja sama? 🤷‍♂️

Aku rasa Gogot sudah menjawab yang cukup dari pertemuan awal antara Google dan pemerintah, tapi Jaksa tetap ingin tahu lebih lanjut tentang keberatan Google terhadap pengadaan Chromebook itu. Aku pikir ini bisa jadi isu yang sama sekali tidak ada masalahnya, apa lagi kalau pihak Kementerian sudah punya kesempatan untuk berdiskusi dan memperdebatkan hal tersebut sebelum dihentikan? 🤷‍♂️

Tapi, aku juga merasa Gogot tidak sempurna menjawab beberapa pertanyaan Jaksa, apalagi saatnya dia harus memberitahu apakah ada komunikasi lanjutan setelah Chromebook dihentikan. Mungkin ini bisa jadi kesempatan bagi pihak Kementerian untuk memberi klarifikasi dan memberikan penjelasan yang lebih jelas tentang bagaimana keputusan itu diambil? 🤔
 
Gogot jujur aja kalau ada pertemuan dengan Google sebelum Chromebook dihentikan. Tapi, Jaksa bilang ada pertanyaan yang lebih penting, yaitu apa keberatan dari pihak Google sih? Kalau tidak ada keberatan, maka apa itu? Apakah pihak Google malas nggak ingin bikin komplain tentang pengadaan Chromebook. Saya pikir ini kaseh, Jaksa harus fokus pada hal yang penting, bukan hanya sekedar penjelasan yang panjang. 🤔
 
Makasih ya... Gogot masih bingung apakah ada komunikasi dengan Google setelah 2019? Ngerasa gak ada jawaban yang jelas 🤔. Tapi apa sih keberatan dari Google kalau punya masalah, kan mereka bisa bikin laporan resmi ya?
 
Pertemuan antara Google dan Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebenarnya bisa dijadikan refleksi tentang bagaimana konsep 'bertanggung jawab' dalam proses pengadaan teknologi. Apakah kita benar-benar tahu apa yang kita beli atau dapatkan dari kontrak itu?

Mungkin, dalam hal ini, ada pertanyaan tentang keterlibatan pihak Google dalam kebijakan teknologi yang dijalankan oleh Kemendikbudristek. Tapi, apa yang memang terpenting adalah bagaimana kita menilai apakah sistem Chromebook dapat memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah.

Pertanyaan tentang pertemuan sebelum pengadaan tahap pertama juga membuat saya berpikir tentang bagaimana komunikasi dilakukan dalam pengembangan teknologi. Apakah kita membutuhkan penjelasan yang lebih spesifik tentang apa itu yang terjadi?
 
Gampang banget aja, bro 🤔. Yaudah nanti kita liat siapa yang salah-salah aja di sini... tapi apa yang penting, ya itu dia jujur tentang pertemuan dengar pihak Google sebelum pengadaan Chromebook.

Dan siapapun yang terlibat dalam prosesnya, pasti harus ingat kalau kerja sama dengan perusahaan asing seperti Google memang harus diatur dengan baik agar tidak ada yang salah-salah aja ya 😅.
 
kembali
Top