Jaksa Cecar Saksi Soal Pertemuan Google-Pejabat di Era Nadiem

Mencecar Menteri Pendidikan, Direktur Jenderal Gogot Suharwoto Terkait Pertemuan dengan Google Sebelum Pengadaan Laptop Chromebook

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026), Jaksa Penuntut Umum (JPU) mencecar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto terkait adanya pertemuan antara perwakilan Google dengan pejabat kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebelum pengadaan laptop Chromebook dilakukan pada era Menteri Nadiem Makarim.

Pertemuan yang disebutkan oleh Gogot terjadi sebelum pengadaan tahap pertama pada Maret 2019. Menurutnya, ada dua orang yang satu perwakilan Indonesia, Ganis Samoedra dari Marketing Google, dan satu dari perwakilan Singapura karena waktu suratnya dari Singapura, langsung ke Pak Menteri, disposisi ke sekretaris jenderal (sesjen), sesjen ke saya.

Gogot juga menjelaskan bahwa pertemuan berlangsung sebelum Maret 2019, atau sebelum pengadaan Chromebook pertama kali dilaksanakan. Kemudian, jaksa menanyakan apakah saksi pernah didatangi atau ditemui pihak Google sebelum pengadaan laptop pada 2019.

Pertemuan antara Google dan pejabat kementerian berisi tawaran solusi dari Google terkait tantangan layanan Sekolah Garis Depan (SGD), khususnya mengenai pemantauan pemanfaatan perangkat dan penggunaan internet di sekolah penerima. Menurut Gogot, fitur tersebut dipresentasikan sebagai jawaban atas kebutuhan Kominfo dan Program Bakti untuk memastikan perangkat yang diberikan benar-benar digunakan di sekolah-sekolah.

Setelah dilakukan evaluasi, pemerintah memutuskan tidak lagi menggunakan Chromebook pada pengadaan tahap kedua. Atas penghentian itu, jaksa pun menanyakan apakah pihak Google mengajukan keberatan.

Gogot juga menjelaskan bahwa tidak ada komunikasi lanjutan dari Google setelah 2019. "Setelah itu kami tidak ada," ujarnya.
 
Pokoknya gogot kayak gitu ya, selalu lupa sih 🙄. Pertemuan antara google dan pemerintah sapa-siapa? Maksudnya apa? Kemudian pengadaan laptop chromebook tidak terjadi, tapi masih ada pertemuan kayak itu. Gogot nggak bisa jelasin ke mana arah kesalahan itu dari google? 🤔
 
Makasih banget kalo ada info ini... Tapi, apa sih maksudnya kalau pertemuan antara Google dan pejabat Kementerian itu terjadi sebelum pengadaan Chromebook pertama kali dilaksanakan? Berarti apa yang dimaksudkan sudah ada sebelum pihak pemerintah memutuskan tidak lagi menggunakan Chromebook? Ati-ati, saya pikir ini kalau pihak Google udah tahu sudah ada keputusan untuk tidak menggunakan Chromebook. Mungkin ada hal lain yang perlu dibahas... 🤔
 
Gak bisa fokus kayak ini, pengadilan aja cuma buat drama yang ganti-ganti, siapa yang salah, siapa yang benar, nggak penting. Yang penting adalah Google dan pemerintah kita kerja sama buat masalah pendidikan, tapi kemudian ganti hati aja ketika tidak ada keuntungan untuk mereka. Mencecar Gogot ini cuma caranya pemerintah mau terbuka atau tidak. Saya rasa Gogot sudah berbicara jujur tentang apa yang terjadi, jadi kenapa pemerintah harus menuduhnya? 🤷‍♂️
 
Maksudnya siapa yang mau ambil risiko kalau gogot jujur semua kalau gak, ternyata kan ada kesan bahwa dia malah mau bikin komplikasi buat Google. Kalau nggak pernah ada komunikasi lanjutan dari google setelah 2019 dan pemerintah memutuskan tidak lagi menggunakan chromebook pada tahap kedua, itu berarti gogot udah siap jadi narasumka.
 
Oleh oleh, aku jangan tahu apa sisi pertemuan Google dan kementerian itu ya 😂. Aku masih bingung apa itu Chromebook itu, kayaknya perangkat yang tepat untuk anak-anak di sekolah, tapi aku belum pernah lihat sebelumnya. Apakah ada video tutorial atau something kalau aku ingin tahu lebih banyak? 🤔
 
Hebat banget si Gogot, dia yang tahu semua! Saya penasaran kenapa jaksa ini gak bisa ketepi2 dengar cerita dari dirinya sendiri 🤔. Siap aja kena tewesekin karena ada tawaran solusi dari Google, tapi pihaknya malah tidak nyangkin? Dan kemudian dia mengaku tidak ada komunikasi lanjutan setelah 2019? Saya rasa dia lagi-bagi lagi 🤷‍♂️.
 
Pertemuan Google dengan pejabat Kemendikbudristek itu nggak boleh dibawa ke masalah pengadaan laptop Chromebook. Pak Gogot benar-benar berusaha untuk memberikan solusi yang baik bagai perangkat tersebut digunakan di sekolah-sekolah, dan juga ada komunikasi yang baik antara Kementerian dan Google. Jaksa Penuntut Umum (JPU) itu kayaknya terlalu serius, nggak perlu menekan kejadian yang nggak terlalu berat. Pak Menteri Nadiem Makarim juga udah ngatakan bahwa ada pertemuan sebelum pengadaan Chromebook pertama kali dilaksanakan, jadi apa yang pak Gogot katakan itu nggak salah.
 
🤔 Wah, ini kalau nanti ada ganti-ganti pasal lagi sih! Kenapa lagi pertemuan antara Google dan pemerintah itu penting? Saya pikir pihak Google hanya mau bikin laptop Chromebook dengan fitur tertentu aja, tapi kenapa harus jadi skandal nih? 🙄

Saya rasa yang penting bukan sih pertemuan itu, tapi bagaimana hasilnya. Jika pemerintah memutuskan tidak lagi menggunakan Chromebook karena fiturnya, maka itu berarti apa?

Saya pikir kita harus fokus pada apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh sekolah-sekolah Indonesia, bukan sih tentang kompetisi dengan Singapura atau hal-hal lain yang tidak penting. 🤝
 
Pertemuan antara Google dan pejabat kementerian, ternyata kan gampang sekali biar nggak ngeluh dulu. Mencekar ke berapa lagi Pak Gogot ini? 🤔 Mau ngapain dengan saksi yang udah terlibat dalam pengadaan laptop Chromebook itu? 📝
 
gak kalah sederhana penggunaan Chromebook kok 😅. tapi ngomongin, ada kasus yang bikin saya penasaran. siap-siap ya, Direktur Jenderal Gogot Suharwoto terlibat dengan Google sebelum pengadaan laptop Chromebook 🤔.

👉 contoh:
```
+---------------+
| Pertemuan |
| antara |
| Google dan |
| pejabat |
| Kemendikbud |
| (Gogot) |
+---------------+
|
|
v
+---------------+
| Tawaran |
| solusi dari |
| Google |
+---------------+
```

sebenarnya apa yang terjadi? bagaimana pertemuan itu mempengaruhi pengadaan Chromebook 🤔. saya ingin tahu lebih banyak tentang hal ini 😊
 
kembali
Top