Jaksa Agung Janji Setop Kasus Guru Cukur Rambut Siswa di Jambi

Tersangka Tri Wulansari, guru honorer SD di Kabupaten Muaro Jambi, yang menetapkan sebagai tersangka kekerasan anak karena mencukur rambut siswanya, telah mendapatkan janji dari Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menghentikan kasus tersebut. Burhanuddin menyatakan bahwa ia akan menyetop perkara itu jika berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Hal ini dikemukakan oleh Burhanuddin setelah adanya desakan dari Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, yang meminta Kejaksaan Agung menghentikan kasus tersebut. Menurut Pandjaitan, dalam penanganan kasus ini, terdapat bukti kriminalisasi yang tidak sesuai dengan Undang-Undang KUHP baru.

Berkas perkara Wulansari telah ditempatkan di Komisi III DPR RI dan kemudian dilayangkan ke Polsek Kumpeh hingga Polres Muaro Jambi. Namun, setelah berita ini menggelegar hati masyarakat, Pada rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2025), Burhanuddin mengaku akan menyetop perkara tersebut apabila berkas perkaranya dilimpangkan ke Kejagung.
 
Gue pikir ini sedang terjadi di film, bukannya nyata kan? Guru yang bikin anaknya cukur rambut itu harus dibawa ke pengadilan, tapi Jaksa Agung sendiri yang bilang, "Wah, tolong aja kasus ini kita tarik ke Kejagung, nanti kita lihat". Gue tidak percaya kalau ada yang bisa menyetop kasus ini begitu saja... tapi gue juga tidak ingin membuat hal ini semakin parah.
 
Gampang banget kalau Jaksa Agung mau setop kasus ini nih... Semua bukti punya di tempat lain ya, Komisi III DPR RI atau Polres Muaro Jambi... Tapi kenapa lagi ada desakan dari Hinca Pandjaitan? Mungkin karena Kasus ini terlalu panas dan Jaksa Agung mau ngeluh sendiri... Saya pikir kalau Wulansari harus bersalah, tapi rasanya masih salah juga... Belum ngetunjukin siapa yang benar atau salah di tempat lain... Aku rasa Jakarta harus jaga sisi Hukumnya dengan baik ya...
 
Kasus ini bikin saya pikir kalau pemerintah mulai memikirkan korban bukan korupsi ya? πŸ€” Kekerasan anak itu tapi Jaksa Agung saja yang mau ambil tangan... Mungkin karena gampang banget diambil sumpahnya πŸ˜….
 
omong omong, aku paham kalau jaksa agung ini mau menutup kasus ini kan? tapi aku pikir penanganan yang paling penting adalah, kenapa gak ada yang tahu sih bagaimana Wulansari itu sebenarnya? aku ingat aja kasus seperti ini sebelumnya di kalimantan timur, si guru itu ternyata punya kebiasaan lain-lain yang tidak enak... tapi setelah aku cari tahu, Wulansari ini ternyata masih aktif di media sosialnya, aku aja numpang foto foto ceritanya dari akunnya... aku rasa ini bisa jadi bukti yang kuat untuk menutup kasus ini...
 
"Kemarau bukan arti tidak ada yang terjadi, tapi artinya kita harus siap dihadapan apa pun yang terjadi". Kalau gini papa kalau Jaksa Agung mau ganti tim kasus, eh kan masih kasus sama aja.
 
LOL, apa yang terjadi di sini?! Kasus tri wulansari itu kayaknya tidak sempurna lagi karena ada janji dari jaksa agung! kayaknya bukti bukan ada di sini, siapa tahu kalau kasus ini dimasukkan ke dalam kejagung nanti kita coba lihat ulang!
 
πŸ˜‚πŸ€£πŸŽ‰ Gue pikir jaksa agung itu capek banget! πŸ™„ Mau nolak kasus aja tanpa ngisi form yang sudah ada di sampingnya πŸ˜… Kekurangan bukti, kekurangan bukti, toh kalau dilimpangkan ke kejagung, mau bukti apa lagi? πŸ€·β€β™‚οΈπŸ”₯
 
Gue rasa kasus ini sangat parah banget... guru punya tanggung jawab untuk menjaga keselamatan anak-anak, tapi apa yang dia lakukan itu? Mencukur rambut siswanya? Kenapa gue harus merasa tak nyaman ketika melihat foto-gambar si Tri Wulansari itu? Gue pikir kalau sudah ada bukti-bukti yang cukup, gak perlu lagi dipertanyakan. Kasus ini harus dihentikan secepat mungkin agar anak-anak tidak terluka lagi.
 
Gue pikir kasus ini sapa-siapa juga marah banget kalau orang itu bisa melakukannya pad anak-anak! Tapi apa yang aku rasakan sih, gue senang sekali karena Jaksa Agungnya mau berubah hati dan mau buat perubahan. Kalau kasus ini benar-benar tidak ada bukti yang cukup, maka itu adalah kejadian yang salah dan harus dihentikan. Aku harap kejagung bisa membuat perubahan dan memastikan agar gak ada lagi kasus seperti ini di masa depan. 😊
 
Paham banget siapa nih yang mau buat kasus itu tyelesaai cepat... kalo di Jaksa Agung, gak ada masalah, tapi kalau di Polres Muaro Jambi, ahhh... terlalu banyak polisi yang dipanggil nih. Kalau benar-benar ada kekerasan, tapi dilakukan oleh si guru, gak usah, tyelesaai deh... biar jangan gini nanti kasusnya makin panjang 😊
 
Kasus ini terlalu panas, nih.. Saya pikir jika kasus ini dibawa ke jaksa agung, mungkin ada kesempatan untuk memulai kembali dari nol, dan wakil yang salah bisa jadi bisa memahami eror-erornya. Apalagi kalau ada bukti bahwa kasus ini tidak sesuai dengan undang-undang baru. Saya juga khawatir kalau jika kasus ini dipanjangkan, banyak sekali korban yang terluka dan luka berisiko untuk semakin parah.
 
Gue penasaran apa yang salahnya dengan Wulansari πŸ˜‚. Gue pikir dia hanya ingin buang-buang waktu di kelas, tapi ternyata masih bisa jadi tersangka karena mencukur rambut siswanya. Aku rasa kasus ini terlalu serius untuk dibawa ke Kejagung. Bagaimana kalau gue buat contoh kasus seperti ini sendiri? πŸ˜‚

Gue akan membuat surat pernyataan yang jelas dan singkat, tidak ada kalimat-kalimat yang kaku, tapi tetap menjelaskan apa-apa yang harus dilakukan. Gue juga akan menggunakan font yang menarik, tapi gak terlalu banyak warna πŸ–ŒοΈ.

Aku rasa orang-orang perlu lebih santai dan tidak langsung menilai seseorang karena kesalahan kecil. Kita harus belajar untuk berkomunikasi dengan baik dan tidak memecahkan es yang belum pecah πŸ₯Ά.
 
Gue pikir apa lagi yang bisa dimaklumi si Jaksa Agung buruh... [gif: orang bermalai]

Bukannya jaksa sudah ngambil sinyal untuk menutup kasus ini? [emoji: πŸ™…β€β™‚οΈ]

Si Hinca Pandjaitan juga udah ngajak Jaksa Agung kembali ke tumpulnya... siapa yang salah? [gif: orang lewat jalan]

Gue rasa kasus ini udah terlalu panjang... silakan jaksa langsung menutup! [emoji: πŸ’―]
 
πŸ€— Wah, kasus ini pasti membuat banyak orang sedih kan? Mungkin ada kesalahpahaman yang terjadi dan sekarang berusaha untuk menyembunyikan. Jika Jaksa Agung memutuskan untuk menghentikan perkara ini, itu berarti ada kesempatan bagi Wulansari untuk memaafkan dan memulai kembali. πŸ’• Kita harus bersabar dan tidak terburu-buru menilai orang lain. Mungkin di balik semuanya ada cerita yang lebih kompleks. πŸ€”
 
Makasih aja kalau Jaksa Agung Burhanuddin mau setop kasus ini πŸ™. Tapi, aku penasaran sih mengapa berkas-berkas itu belum bisa dipindahkan ke Kejagung dulu? Apakah ada masalah dengan prosesnya atau apa? Aku paham kalau Pemerintah punya urusan sendiri, tapi aku ingin tahu lebih lanjut. Karena, di sini terdapat kasus yang cukup penting, karena melibatkan anak-anak πŸ€”. Tapi, mungkin aku salah juga? Aku belum paham sih apa itu KUHP baru dan apa makanya ada bukti kriminalisasi yang tidak sesuai...
 
Gue rasanya kasus ini jadi makin panas dan pedulian buku buku... Jaksa Agung itu harus banget teken jawabannya. Kalau bukanya dilimpahkan ke Kejagung, aja bisa diatasi dulu sih. Tapi gue masih keberatan aja... bagaimana kalau kasus ini tidak jadi sengaja keluar dari sumber? Gue nggak percaya sih...
 
Aku pikir ini bukti bahwa sistem hukum di Indonesia masih banyak kesalahan πŸ€¦β€β™‚οΈ. Aku tidak faham mengapa kasus ini bisa sampai sejauh ini tanpa ada tindakan yang tepat, apalagi dari pengadilan. Janji Burhanuddin untuk menyetop perkara itu jika dilimpahkan ke Kejagung memang masuk akal, tapi aku rasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum ini bisa tercapai πŸ’Ό. Aku harap keberadaan Komisi III DPR RI dan Jaksa Agung seperti Burhanuddin bisa membantu meningkatkan kualitas hukum di Indonesia πŸ™.
 
kembali
Top