Istri Dibunuh Suami karena Pulang ke Rumah Orang Tua Tanpa Izin

Tersangka Meninggalkan Jejak Hina, Istri Bunuh Diri Di Rumah Orang Tua Tanpa Izin

Kisaran Barat, Sumatra Utara - Seorang pria berinisial MA (29) di Kecamatan Kisaran Barut, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, ternyata telah menganiaya istrinya hingga meninggal dunia. Tersangka melakukan perbuatannya dengan mencoba menutupi jejaknya dan memberikan alibi palsu.

Saat itu, MA menjemput korban dan anaknya dari Tanjungbalai. Setibanya di rumah sekitar pukul 18.30 WIB, keduanya terlibat cekcok. Namun, tidak berapa lama setelah itu, korban mengalami kematian.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel Simamora, menjelaskan bahwa tersangka kesal karena korban pulang ke rumah orang tuanya tanpa izin. Lalu, ia memukul perut korban berkali-kali dan menendang dada korban sebanyak empat kali.

"Tersangka lalu menyeret korban ke kamar mandi dan melakukan tindakan keji dengan membenamkan kepala hingga seluruh tubuh korban ke dalam bak mandi," ujarnya. Meski korban sempat berusaha bangkit dan keluar dari bak dalam kondisi lunglai, tersangka kembali menendang rusuk kanan korban.

Setelah itu, kata Immanuel, suaminya langsung membawa korban ke RSUD Kisaran menggunakan sepeda motor. Namun, dokter menyatakan korban sudah tidak bernyawa.

Tersangka sempat mencoba mengelabui polisi dengan mengaku korban meninggal karena terjatuh dari sepeda motor. Namun, petugas melihat ada tanda-tanda luka lecet dan memar yang tidak wajar pada tubuh korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSU Bhayangkara untuk autopsi.

AKP Immanuel mengatakan kasus ini dilaporkan ke polisi pada Senin (2/2) dini hari dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/102/II/2026/SPKT/Polres Asahan. Polisi lantas melakukan penyelidikan.

Tersangka telah resmi ditahan di Polres Asahan dan dijerat dengan Pasal 458 ayat (1), (2) subs Pasal 466 ayat (3) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
 
ini kabar yang berantakan 🤯 kalau ada orang yang mau menutup jejaknya dan membuat istri terburu-buru buang diri tanpa izin, itu gak masuk akal sih 🙅‍♂️ bagaimana dia bisa bikin alib palsu saking gampang? dan paling konyolnya kalau korban ini masih ada niat untuk keluar dari bak mandi setelah dipukul berkali-kali 😩. tapi ayo jangan terburu-buru sih, kita harus tahu berapa lama kejahatan itu berlangsung dan siapa lagi yang ikut campur dalam kasus ini 🤔.
 
Pernyataan ini membuat aku bingung, siapa nih si MA? Apa dia udah punya masalah sebelumnya dgn korban ini? Kenapa korban nggak bisa pulang ke rumah orang tuanya? Aku pikir itu normal aja sih, tapi ternyata ada kasus seperti ini... Aku rasa polisi harus lebih cepat lagi dalam menyelidiki kasus ini agar si MA tidak punya kesempatan untuk melarikan diri. Dan aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dgn korban sebelumnya, apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi? 🤔💡
 
Mana dia kaya? Membunuh istri dengan cara macet, tapi kemudian berbohong dan mencoba membuat polisi kesal. Sama seperti yang biasanya lakukan orang-orang berpikir kurang bijak di kampung halaman. Tapi ayo jangan terlalu cepat menyebutkan namanya, karenakan mungkin ada lagi sesuatu yang tidak kita ketahui dari belakangnya. Aku pikir ini adalah contoh bagaimana perasaan tidak enak dari orang lain bisa berubah menjadi kejahatan karena kurangnya kontrol emosi.
 
ini kasusnya, si MA jadi bunuh mantan pacarnya karena dia pulang ke rumah orang tuanya tanpa izin. tapi siapa yang bisa berharap dia jadi baik-baik saja? aku pikir dia punya masalah mental yang serius sih 🤯. kalau aku dipaksa pilih, aku akan memilih untuk membantu korban ini, siapa tahu mau ada cedera atau trauma yang serius di masa depan 🤕.
 
"Sekarang tidak sederhana lagi, memang kita sudah lupa betapa indahnya cinta di antara kita." Tapi apakah cinta ini pernah membawa kebahagiaan? "Cinta adalah abadi, tapi kejahatan bukanlah milik orang lain."
 
Gue rasa makanya jangan pernah biarkan anak lelaki nggak kenal batas. MA itu sama aja dengan petualang berani tapi bodoh banget. Siapa tahu korban nanti udah lulusan SMU, SMA, atau bahkan S1 juga. Tapi apa yang terjadi, dia malah jadi korban kekerasan rumah tangga. Itu sih pengenalan batas-batas yang harus dijalani oleh siapapun, baik itu pria maupun wanita.
 
Pernah nih kalau ada temen kalian yang ada temen di rumahnya, tapi gak bisa pulang ke rumah tanpa izin? Benar-benar trubuh itu jadi korban dari eksploitasi pasut. Kalau suami tidak mau membiarkan istri pulang ke rumah karena terasa kasihan, itu nggak tepat. Tapi kalau diikuti sampai mati, itu masuk akal untuk dikenakan hukuman. Perbuatan MA jelas berantakan dan menurut hukumnya harus dihukum tekanan yang sesuai dengan tindakannya.
 
ini kasus yang trusilah berubah menjadi pembelaan diri korban bukannya hanya memuja diri tersangka itu kan 🤦‍♂️. kalau dia memukul perut dan dada korban berkali-kali, mengapa tidak ada yang datang bantu? atau apakah dia ingin membunuh korban sendiri tapi ternyata terlalu berat dan harus dibawa ke rumah orang tua? ini serius banget 🤯.
 
Makin berat hati kan? Siapa sih yang bisa begitu keras pada orang lain? Rasanya ada yang salah dengan pendidikan kita, kalau begitu ini bukan cerita yang baru. Jadi nggak harus terus terjadi seperti ini. Kita butuh banyak kesadaran dan kepedulian.
 
kembali
Top