Isa Rachmatarwata Paksakan Jiwasraya Beroperasi Meski Pailit

Dalam sidang terbaru, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat membuktikan bahwa Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatarwata, mengetahui kondisi keuangan Jiwasraya yang sangat buruk dan tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya.

Menurut nota dinas yang terungkap di pengadilan, Jiwasraya mengalami pailit atau insolvensi dengan rasio Risk-Based Capital (RBC) minus hingga 580 persen. Namun, Isa Rachmatarwata masih memberikan persetujuan produk baru kepada PT Asuransi Jiwasraya, meskipun mengetahui perusahaan tersebut dalam kondisi yang tidak bisa membayar kewajiban.

Hakim menjelaskan bahwa terdakwa menyalahgunakan kewenangan karena tetap memberikan persetujuan produk baru kepada PT Asuransi Jiwasraya, meskipun mengetahui perusahaan pelat merah tersebut dalam kondisi insolven, tidak mampu membayar kewajiban.

"Produk reasuransi tersebut sejatinya hanya bersifat window dressing," ujar Ketua Majelis Hakim, Sunoto.

Window dressing merupakan strategi jangka pendek di dunia investasi dan keuangan yang mempercantik tampilan portofolio atau laporan keuangan menjelang akhir periode pelaporan.

Menurut Hakim, persetujuan produk yang bersifat window dressing tersebut melampaui batas diskresi yang diperbolehkan. Produk tersebut dianggap tidak memberikan transfer risiko yang nyata, melainkan seolah-olah membuat laporan keuangan perusahaan terlihat sehat secara administrasi, padahal kondisi riilnya sedang krisis.

Hakim berpendapat tindakan Isa Rachmatarwata didorong oleh situasi krisis keuangan global tahun 2008 dan keinginan menjaga stabilitas industri asuransi.
 
Kalau nggak salah, ada yang bilang bahwa Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu ini, Isa Rachmatarwata, memang mengetahui kondisi Jiwasraya yang buruk banget, tapi apa yang dia lakukan? Dia masih memberikan persetujuan produk baru padahal Jiwa sudah krambo. Itu jadi masalah besar! Kita nggak bisa dibuat-buat dengan strategi window dressing, ya? Dengan kata lain, kalau kita lihat keuangan perusahaan itu, mungkin terlihat bagus, tapi di belakangnya masih banyak yang salah. Makasih diberitahu tentang kasus ini πŸ™
 
Gue pikir ini menunjukkan kalau kita jangkrik dengan situasi yang ada. Si Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatarwata, memang pernah mengetahui kondisi Jiwasraya yang buruk, tapi ia masih bisa melakukan tindakan yang tidak tepat karena takut kehilangan stabilitas industri asuransi. Ini seperti ketika kita jalan kaki di hutan tanpa peta, kita bisa terjebak dalam situasi yang buruk karena tidak mengetahui arah yang benar.

Gue rasa ini bukan hanya tentang Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, tapi juga tentang kita sendiri. Apakah kita mau membiarkan diri kita jangkrik dengan situasi yang ada atau kita ambil tindakan yang tepat untuk menghadapi kesulitan?
 
Gue pikir ini salah paham sih, kalau kita lihat dari sudut pandang yang lebih luas, apa yang bikin Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu membiarkan Jiwasraya terjebak dalam masalah keuangan itu? Apa karena dia nggak punya akses atau karena ada tekanan lain dari pihak lain? Gue rasa ada sesuatu yang tidak terurai di sini...
 
Begitu asyik dengerin cerita tentang Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu yang mengetahui kondisi Jiwasraya itu buruk tapi nggak melakukan apa-apa. Makanya, kita harus lebih teliti dalam memilih perusahaan asuransi ya! Window dressing itu bahkan aku sudah kenal dari pengalamanku sendiri saat investasi di pasar modal, jadi bukan cerita baru lagi hehe πŸ˜‚. Nah, ini benar-benar salah paham kalau kita pikir saja ada yang bisa menghindari masalah keuangan dengan strategi sekedar mempercantik tampilan, tapi justru makin serius kita harus memperhatikan kelayakan investasi, ya! πŸ€”
 
Kalau aku pikir ini salah taktik, tapi sih mungkin aku nggak paham situasi apa sih yang terjadi di Jiwasraya... Aku penasaran bukanapa caranya sih tindakan seperti ini bisa dilakukan, sih ada aturan apa saja yang membuat si Isa bisa melakukan hal ini? Kalau ada jalan keluarnya aku ingin ketahuin...
 
Gue rasa nanti justru bosen banget kalau investor/penyedia dana itu punya kesempatan untuk memahami kondisi sebenarnya dari Jiwasraya ya? Gue pikir itu cara penipuan yang mantap. Jangan pernah ada orang yang bisa langsung mengatakan "oh, aku tidak mau berinvestasi di sini karena mereka dalam kondisi buruk". Nah, apa salahnya kalau kita jadi lemah banget aja dan mengizinkan semuanya berjalan dengan normal?
 
Makin banyak kabar korupsi yang muncul, tapi masih belum banyak orang yang peduli tentang hal ini di sekolah 😐. Saya bayangkan kalau ada rector yang melakukan hal yang sama dengan Isa Rachmatarwata, pasti semua orang di universitas akan marah dan meminta dia menyerah. Tapi toh di dunia nyata masih banyak orang yang tidak peduli tentang korupsi... πŸ€”
 
Gue pikir apa yang dibicarakan di pengadilan ini? Nah, si Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu itu, Isa Rachmatarwata, ternyata punya masalah besar banget! Gue bayangin, jika gue dalam posisi dia, pasti aku akan merasa tekanan lho. Tapi siapa yang bilang kalau kita bisa mengatasi tekanan itu dengan cara yang tidak benar? Window dressing ini, memang gak masuk akal, ya! Gue rasa ini bukti-buktian betapa pentingnya integritas dan transparansi dalam keuangan.
 
Itu juga terjadi kalau kita lihat aksi-aksi beliau dari jauh πŸ€”. Nanti bagaimana caranya beliau mau mengantisipasi semua hal yang akan terjadi? Tapi, jawabannya adalah dia tidak punya pilihan lagi πŸ™…β€β™‚οΈ. Aku rasa ini bukan tentang keterampilan beliau dalam memimpin perusahaan, tapi lebih kepada kelemahan beliau dalam menghadapi situasi yang tidak terduga πŸ’Έ.
 
Kadang-kadang aku pikir siapa yang bilang bahwa korupsi di Indonesia itu tidak ada gampangnya! πŸ™„ Semoga Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat bisa membuat penjelasan yang lebih spesifik tentang apa yang dilakukan Isa Rachmatarwata saat itu. Saya rasa kalau dia bilang ada situasi krisis keuangan global tahun 2008, tapi dia sendiri juga salah sasaran ya! πŸ˜’ Jadi, bagaimana caranya dia bisa membuat persetujuan produk baru untuk PT Asuransi Jiwasraya yang sebenarnya sudah kehilangan kemampuan untuk membayar kewajiban? Saya butuh penjelasan yang lebih jelas tentang apa yang terjadi di balik keputusan itu. πŸ€”
 
Aku pikir ini kalau pun ada kesalahan dalam proses evaluasi keuangan bank, seperti Jiwasraya, akan lebih baik jika dikenakan sanksi yang sesuai sejak awal, bukan nanti saat sudah terlambat πŸ•°οΈ. Bisa jadi nanti bank tidak bisa pulih kembali πŸ€”.
 
Beneran gampang banget kalau orangnya seperti itu. Makanya, aku rasa ada yang salah dengan cara Isa Rachmatarwata bikin. Jika dia tahu kondisi Jiwasraya buruk tapi masih memberikan persetujuan produk baru, itu sama aja seperti kuda jadi manusia. Aku pikir perlu ada hukuman yang keras baginya. Nah, kayaknya Hakim sudah benar-benar bijak dalam hal ini. Window dressing itu nggak baik banget di dunia ini.
 
πŸ˜” sih, kalau kita lihat keadaan jiwasraya itu benar-benar tidak baik, tapi apa yang dilakukan Isa Rachmatarwata? πŸ€¦β€β™‚οΈ dia nggak buat apa-apa, padahal sudah tahu kondisi perusahaan itu. Saya rasa ini bikin saya kesal banget, karena kita percaya dia akan bertanggung jawab atas perusahaan tersebut. 😑 tapi saya paham juga bahwa situasi global tahun 2008 itu sangat mempengaruhi industri asuransi, jadi mungkin ada alasan di balik keputusan yang dilakukan. πŸ€”
 
aku pikir hal ini makin mengesalkan banget, tapi siapa tahu ada alasan di baliknya πŸ€”. menurut data dari kementerian hukum dan perbendaharaan, pihak korupsi yang terlibat di tiap tahun 2023 sebanyak 2.453 kasus, tapi hanya 0,4% kasus yang berhasil dipenjara 😐. sementara itu, total uang korupsi yang didapkan adalah Rp 5,6 triliun, tapi masih banyak lagi yang belum ditemukan πŸ€‘.

lalu, apa itu window dressing? menurut data dari asosiasi bank Indonesia, rasio debt-to-equity pada akuntansi perusahaan asuransi jiwasraya pada tahun 2022 sebesar 1,23, yang berarti perusahaan tersebut memiliki utang yang sangat besar dibandingkan dengan ekuitasnya πŸ“‰. dan apa lagi, pihak korupsi yang terlibat di tiap kasus korupsi ini, siapa aja? πŸ€·β€β™‚οΈ.

aku pikir hal ini harus ada penanganan yang lebih serius, tapi mungkin karena keterlibatan politisi yang tinggi, maka proses hukumnya terlambat atau punah πŸ˜”.
 
Kalau ini bisa dibicarakan dari perspektif politik, siapa yang salah kalau kita ngomong tentang kontrol kekuasaan di dalam institusi seperti Tipikor? Apa yang penting adalah apakah mereka bisa melakukan tugasnya dengan benar atau tidak? Saya rasa ada kesan bahwa ada korelasi antara kondisi Jiwasraya dan ketidakaktifan Isa Rachmatarwata sebagai Direktur Jenderal Kemenkeu. Jika kita lihat dari perspektif itu, apa yang terjadi adalah ada penyerapan kekuasaan oleh orang-orang yang lebih mewah di dalam institusi tersebut πŸ€‘πŸ‘₯. Tapi kalau kita bisa fokus pada isu utama yaitu krisis keuangan, kemudian kita ngobrol tentang bagaimana cara mengatasi masalah itu dengan cara yang lebih efektif, bukan hanya fokus pada siapa yang salah atau siapa yang tidak salah πŸ€”πŸ’‘.
 
Maksudnya, kalau kita lihat dari sudut pandang isya, kalau Eks Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu itu benar-benar mengetahui kondisi keuangan Jiwasraya yang buruk tapi gak berbuat apa-apa, itu bisa dianggap sebagai kesalahan. Tapi, apakah kita harus memikirkan bagaimana situasi krisis global tahun 2008 itu juga mempengaruhi keputusan isya? Mungkin ada korelasi antara keduanya.

Selain itu, apa yang salah dengan strategi window dressing itu sendiri? Kalau jangka pendek itu bisa membuat perusahaan terlihat lebih stabil, mungkin itu bisa menjadi langkah sengaja untuk menghindari kerugian lebih besar. Tapi, apakah itu masuk akal untuk diadopsi dalam jangka panjang?

Maksudku, kita tidak bisa memandang satu-satunya sudut pandang dan bilang itu benar atau salah. Kita harus mencoba memahami apa yang dilakukan orang itu dan apa yang mendorongnya untuk berbuat demikian. πŸ€”
 
Wahhh... siapa sih yang tidak tahu kalau Jiwasraya kayaknya jadi korban kegagalan Isa Rachmatarwata! πŸ˜‚ Haha, jangka pendek punya pribadi, tapi gini aja di pengadilan apa? 🀣 Bayangkan kalau dia memberikan persetujuan produk baru dengan kata-kata "hormat saya, kita semua tidak bisa menjawabkan kewajiban ini" πŸ˜‚. Tapi serius, siapa yang mau nonton sini, jangan pernah lupa untuk memeriksa rasio RBC, ya! πŸ’Έ Kita gak ingin jadi korban kegagalan seperti Jiwasraya lagi, kan? πŸ™…β€β™‚οΈ
 
kembali
Top