Interpol Petakan Posisi Jurist Tan, Red Notice Masih Diproses

Jurist Tan, nama yang muncul dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek, telah menjadi subjek perhatian Interpol. Menurut Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko, Interpol telah memetakan keberadaan Jurist Tan dan juga mengetahui tempat ia berada.

Namun, proses penerbitan Red Notice terhadap Jurist Tan masih dalam tahap pengajuan. Menurut Untung, perluasan informasi yang lebih lanjut masih diperlukan sebelum red notice dapat diterbitkan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, berpendapat bahwa jika red notice telah diterbitkan maka proses permohonan penetapan status tertentu dapat dihentikan sementara.

Jurist Tan diketahui berada di kampung halaman suaminya di Sydney, Australia. Maka dari itu, fokus utama Interpol saat ini adalah mempercepat proses munculnya red notice sehingga tidak ada penundaan terhadap proses-proses lain.
 
Kalau benar-benar mau menangkap Jurist Tan, nggak boleh terburu-buru aja. Interpol harus punya bukti yang cukup sebelum bisa ngebawa sang koruptor ke hadapan hukum. Tapi, kalau mau cepat-cepat ini, nggak usah menunggu informasi yang lebih banyak lagi, deh! Semua orang pasti penasaran banget siapa Jurist Tan dan apa aja kasusnya sebenarnya. Dan kayaknya, Interpol harus berhati-hati juga, kalau mau ngerasa kekecewa nanti, tapi...
 
Aku pikir kayak gak bagus si Jurist Tan punya masalah ini, tapi aku juga tahu bahwa dia tidak bisa menyangkal dirinya sendiri. Aku senang Interpol mau ambil tindakan, tapi aku juga ingin tahu apa benar-benar apa yang terjadi di kampung halaman suaminya di Sydney. Apakah ada bukti yang cukup agar Interpol bisa diterbitkan red notice? Dan bagaimana caranya untuk memastikan bahwa proses ini tidak terlambat lagi? Aku ingin tahu lebih banyak tentang kasus ini... ๐Ÿค”
 
ini kabar gembira banget! kalau jurist tan diinterpol, berarti dia akan dihakimi adil ๐Ÿ™Œ. tapi sepertinya prosesnya agak jangkrik, kan? Interpol harus lebih cepat dalam memetakan keberadaannya dan mempublikasikannya. siapa tahu kalau bisa menghindari penundaan proses-proses di pengadilan. tapi aku paham, Interpol harus juga memastikan informasi yang dipublikasikan benar-benar akurat. syarief sualaeman nahdi kayaknya punya argumen yang kuat untuk proses ini ๐Ÿค”. toh tunggu aja sampai red notice diterbitkan, kalau ada kesalahan di sana dia akan dihukum adil ๐Ÿ˜Š.
 
ya udah ngerasa seperti apa kalau korupsi ditembak-tembakin di pemerintahan? tapi kalau punya bukti, kenapa gak langsung diprosec? sih, ini bukan tentang Korupsi yang berdampak besar, tapi dugaan saja... dan bisa jadi, si Jurist Tan juga bukan koruptor nggak ๐Ÿ˜•. tapi apapun itu, kalau Interpol udah pastikan dia tidak koruptor, mungkin gak perlu proses panjang seperti ini. biar tugas Jaksa Agung bisa fokus pada kasus-kasus yang sebenarnya berdampak besar...
 
Maksudnya apa Interpol mau menangkap Jurist Tan sekarang sendiri? Siapa tahu kalau di Australia dia bisa jadi punya banyak temen yang juga terlibat kasus pengadaan Chromebook ini... Tapi siapa tahu Interpol benar-benar ingin mengejarnya. Aku masih ragu-ragu, kalau Interpol mau ngerempe penumpang kapal?
 
Gue pikir kalau Juri Tan udah jatuh ke dalam jeruji kanci, tapi gue rasa Interpol udah mulai aksi. Kalau Red Notice udah diterbitkan, maka bisa dipastikan siapa-siapa yang nantinya ngerusak korupsi akan dihentakan. Tapi, gue rasa perluasan informasi lebih lanjut masih penting agar tidak ada kesalahan besar. Kalau Interpol udah paham posisinya, maka siapa yang salah punya dihukum. Gue harap Juri Tan cepat-cepat berbagi cerita ini dan gak nunggu terlambat lagi ๐Ÿ˜‚
 
Gue pikir kalau Interpol harus lebih bijak dulu sebelum memutuskan menetapkan red notice, kan? Jika mereka punya bukti yang cukup, maka mereka bisa langsung menetapkan ya, tapi tidak perlu terburu-buru. Mereka juga harus pertimbangkan tentang proses hukum yang benar-benar adil dan tidak ada penundaan lagi. Kalau red notice terbit dulu dan ternyata tidak sesuai dengan bukti yang sebenarnya, itu akan membuat kesalahan yang besar. Gue rasa Interpol harus lebih teliti dalam pengambilannya ini ๐Ÿค”
 
Gue pikir Interpol gini kayak perusahaan yang malah jadi bocor informasi ya... kalau gak ada penundaan proses ini bakalan makin panas, kan? ๐Ÿค” Kemudian juga, si Jurist Tan di Sydney aja, bukan di Jakarta atau Bali ya? Gue rasa Interpol harus fokus pada kecepatan penyelesaian kasus ini, tapi gue tidak bisa melihat dari sudut pandang Interpol aja... tapi apa yang kue tahu hanyalah informasi yang ada di media. ๐Ÿ“ฐ Jadi, kita tunggu apa lagi ya? ๐Ÿ˜ฌ
 
Kalau si Jurist Tan udah jadi subjek perhatian Interpol, kenapa beliau gak udah dihukum? Beliau udah duga korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek, tapi belum terlajang apa-apa. Saya rasa Interpol harus segera menetapkan Red Notice nya jadi tidak ada penundaan lagi terhadap proses-proses lain ๐Ÿค”
 
Bisa dipahami ya, kalau Interpol mau ngerjain kasus korupsi di Kemendikbudristek, tapi nggak bisa secepat-secepat yang dibutuhkan karena prosesnya nggak efisien. Mungkin Interpol harus belajar dari kesalahan-kesalahan lama seperti ini nih... Kalau di Indonesia lagi banyak kasus korupsi, tapi Interpol gak bisa langsung mengambil tindakan. Harus ada perubahan sistem juga, agar prosesnya lebih cepat dan efisien. Misalnya di Kemendikbudristek harus ada otoritas yang lebih kuat untuk mengawasi penanganan kasus korupsi nih...
 
Gampang aja Interpol mengetahui posisi Jurist Tan di luar negeri ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Sementara, jaksa sudah siap untuk tindak tegas, tapi harus ada bukti yang cukup ๐Ÿ”. Masih jauh sebelum bisa tuntaskan kasus Chromebook ini ๐Ÿ˜’.
 
Gue penasaran banget siapa Jurist Tan, tapi gue rasanya gak enak ketika lihat nama-nama korupsi di Indonesia lagi semakin banyak. Gue pikir kita harus lebih waspada dan tekun dalam menjaga integritas pengaduan di negara ini. Tapi gue juga ingat, proses hukum sangat kompleks banget, jadi gak perlu terburu-buru dalam membuat keputusan yang tidak tepat.
 
Saya pikir kalau pihak berwenang Interpol harus sabar-sabarin lagi. Jurist Tan belum tentu kriminal, kayaknya kebanyakan orang juga bisa kesal dengan situasinya, nanti apa lagi kalau dia punya keluarga yang tergoda oleh kesibukan kehidupan di luar?

Misalnya kalau aku ada temen yang masuk dalam kasus penipuan online, tapi ternyata si temen itu hanya bodoh dan tidak sengaja, apa aku harus ikut-ikutan menuduh dia sebagai kriminal juga?

Aku rasa Interpol harus fokus pada mempercepat proses munculnya Red Notice tersebut, bukan langsung menuduh Jurist Tan sebagai korupsi. Kalau pihak berwenang Interpol mau sambilan lagi, aku pikir itu akan lebih adil dan akurat juga
 
Wow ๐Ÿคฏ! Siapa ngebayang nggak bahwa pengadilan korupsi di Indonesia udah jadi buku teka-teki bagai mana koruptornya? ๐Ÿ˜‚ Kalau Interpol udah punya informasi tentangnya, siapa yang bilang kalau korupsi nggak ada? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Tapi ayo, apa artinya Interpol udah punya info tapi masih perlu proses ngajukan Red Notice? ๐Ÿค” Maksudnya nggak ingin keberadaan Jurist Tan jadi bukti? ๐Ÿ˜’
 
wahhh, ini gampang banget deh sih nih! dulu kalau korupsi Chromebook nanti apa lagi kalau korupsi nasi? ๐Ÿ˜‚ jadi kayaknya Jurist Tan harus cepat-cepat kembali ke Indonesia agar tidak ada masalah lagi. tapi siapa tahu nggak, Interpol udah punya saran yang baik, ya! ๐Ÿ˜Š
 
ini gak enak banget sih kalau korupsi punya akibat yang begitu berat... tapi aku pikir ini sebenarnya pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan tidak boleh ngekor atau menunggu sampai terlambat. Jurist Tan harus mengambil tanggung jawab atas kejahatan-kejahatan yang dia lakukan di masa lalu... tapi aku juga harap Interpol bisa cepat-cepat membagikan info tentang red notice ini, jadi tidak ada penundaan lagi... dan semoga Jurist Tan bisa hidup dengan damai seperti biasa, tapi ini kalau masih kasus korupsi, aku rasa harus dihukum sesuai hukumnya...
 
"Maksudnya kalau kamu ingin mengutak-atik orang lain, kamu harus siap untuk diutak-atik juga ๐Ÿ˜‚. Saya tahu kalau Korupsi itu bikin kesal tapi kita harus fokus utama buat jujur dengan diri sendiri ๐Ÿ™."
 
Gue pikir kalau jurist tan ini udah capek banget dengan kasus chromebook aja, lama aja di sibuk sama kasus nanti dia udah capek ngurus diri sendiri. Nah, sekarang Interpol punya niat untuk tangkapnya, siapa tahu dia belum punya kerabat sama sekali di luar Australia... tapi gue rasa harus diingatkan agar Interpol jangan terburu-buru, kalau ada kerugian atau kesalahan dalam pengadilan pasti bisa berdampak ke Interpol juga, jadi perlu dilakukan perhatian yang matang aja.
 
kembali
Top