Info Passing Grade PPPK Kemenham 2026 & Ketentuan Kelulusan

Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) telah membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2026 untuk tahun anggaran 2025. Namun, apakah ada "passing grade" yang dapat memastikan kelulusan? Jika demikian, bagaimana menentukan kelulusan bagi peserta rekrutmen ini?

Tidak ada "passing grade" tertentu yang diberlakukan sebagai standar minimal kelulusan. Namun, ada ketentuan bahwa pelamar yang lolos adalah mereka dengan nilai paling tinggi dan peringkat terbaik. Oleh sebab itu, usaha terbaik dari setiap peserta akan menentukan kelulusannya.

Pemeringkatan terbaik dalam seleksi kompetensi CAT BKN merupakan akumulasi dari nilai seleksi kompetensi teknis, manajerial, sosio kultural, dan wawancara. Namun, ada ketentuan khusus mengenai kelulusannya, termasuk ketika diperoleh hasil terdapat kesamaan nilai di antara peserta.

Hasil nilai akhir peserta diperoleh dari penjumlahan 50% akumulasi nilai Seleksi Kompetensi dengan CAT BKN dan 50% nilai Seleksi Kompetensi Tambahan. Namun, jika hasil nilai akhir peserta terdapat kesamaan dengan peserta lainnya pada batas terakhir peringkat tertinggi sesuai alokasi PPPK dan unit kerja penempatan, penentuan kelulusan akan didasarkan secara berurutan menurut:

* Nilai seleksi kompetensi teknis tertinggi;
* Jika nilai masih sama pada poin 1, maka penentuan kelulusan berdasarkan nilai kumulatif seleksi kompetensi manajerial dan sosio kultural yang tertinggi;
* Jika nilai sebagaimana dimaksud dalam poin 2 masih sama, maka penentuan kelulusan menurut nilai seleksi wawancara tertinggi;
* Jika nilai sebagaimana dimaksud pada poin 3 masih sama, penentuan kelulusan berdasarkan usia pelamar yang tertua.

Selain itu, peserta yang memutuskan mengundurkan diri, batalkan, atau digugurkan setelah dinyatakan lulus seleksi pengadaan PPPK di lingkungan Kemenham, maka panitia seleksi bisa menggantikannya dengan peserta di peringkat bawahnya.
 
diagram pikiran:

+-------------------+
| Seleksi Pegawai |
| Pemerintah dengan |
| Perjanjian Kerja (PPPK) |
+-------------------+
|
| Tolak
v
+-------------------+---------------+---------------+
| Hasil Seleksi | Kelulusan | Kesamaan |
| Kompetensi Teknis| Peserta Lulus| Nilai Akhir |
+-------------------+---------------+---------------+
| |
| Dibatalkan |
v
+-------------------+---------------+
| Undur Diri | Digugurkan |
+-------------------+---------------+

perlu diingat, tidak ada "passing grade" yang dapat memastikan kelulusan. peserta dengan usia tertua akan mendapatkan prioritas.

ini cara yang baik untuk menentukan kelulusan peserta rekrutmen.
 
Aku pikir ini seleksi yang sangat kompetitif tapi aku juga senang dilihat banyak orang Indonesia yang terpilih menjadi pegawai pemerintah. Mereka harus memiliki keseimbangan antara kemampuan dan kecocokan dengan posisi yang ditawarkan. Jika kamu punya harapan untuk melamar seleksi ini, jangan ragu untuk memberikan usaha maksimal kamu.

Dengan demikian, kamu pasti bisa menunjukkan diri sendiri di tengah-tengah pesaing yang banyak. Selamat berjuang! ๐Ÿ’ช
 
Wahhhh ๐Ÿ˜ฎ itu gimana caranya nih? mereka kayaknya tidak ada standar minimal untuk lulus rekrutmen ini... siapa yang tahu kalau ada 2 orang punya nilai sama banget? ๐Ÿค” dan bagaimana kalau aku aku punya nilai yang tinggi tapi aku kurang suka wawancara? aku jadi gak bisa lulus? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ apa ada cara untuk meminta ulasan dari jurusan yang aku pilih nih? ingin tahu juga gimana proses seleksi ini kayaknya... ๐Ÿค”
 
omg gini dia.. kalau ada orang yang mau pindah dari kota ke kota atau negara, itu kan juga butuh kemampuan dan pengalaman baru ya... tapi jangan berpikir bahwa kalau tidak lulus seleksi ini akan diabaikan aja, tapi lebih baik lagi jika kita bisa belajar dari kesalahan dan mencoba lagi dengan lebih baik... tapi gini dia juga membuatnya agak sulit ya.. harus menunggu nilai yang sama dengan orang lain, itu kan seperti berlari di tempat ya...
 
Aku pikir ini kayak permainan pukul 1. Kita coba lamar ke kementerian, tapi siapa tahu ada yang dipilih karena keputusan capricious dari mereka. Aku rasa tidak adil, di mana ada orang yang bisa mengatur peringkatnya sendiri? Aku pikir ini hanya cara untuk memberikan keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki hubungan dengan mereka.
 
Kalau gini kayaknya seleksi pegawai pemerintah sih cuma bisa dipastikan dengan usaha terbaik dari setiap peserta, yaitu membuat nilai yang tertinggi dan peringkat terbaik ๐Ÿค”. Tapi, siapa tahu ada juga yang bisa mendapatkan "kemenangan" dengan nilai yang sama dengan orang lain, kayaknya harus diawasi panitia seleksi agar tidak ada manipulasi ๐Ÿ˜’. Dan kalau ada kesamaan nilai, panitia seleksi harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, maka hasilnya bisa jadi tidak adil sih ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ.
 
"Ketika kamu mencari jalan keluar dari kesulitan, jangan lupa bahwa kemajuan seringkali terjadi di tengah-tengah kesulitan ๐Ÿค”"
 
Gue rasa ini cara pemerintah berusaha memilih orang yang tepat untuk jadi pegawai pemerintah. Tapi sih, apa artinya semua orang yang punya kemampuan tinggi pasti bisa lulus seleksi? Gue rasa ada kebingungan di sini. Selama nilai sebenarnya tidak ada yang ditentukan, tapi lebih banyak lagi urutan di mana mereka lolos. Ini bikin gue bingung! Misalnya, apa bila dua orang punya nilai yang sama, siapakah yang akan dipilih? Gue rasa ada perlu di atur agar hasil ini jadi lebih transparan dan tidak bisa saling menyesatkan.
 
Kalau udah lulus seleksi PPPK, apa yang penting adalah pelamar itu sudah memenuhi standar kompetensi dan kemampuan, bukan ada "passing grade" khusus ๐Ÿค”. Semoga rekrutmen ini bisa menemukan pelamar yang tepat untuk pemerintah ๐Ÿ˜Š.
 
Aku pikir kalau ini seleksi pegawai negeri kayaknya harus jadi acara yang seru... tapi sebenarnya aku khawatir tentang persyaratan. Aku ngomongin, apa artinya "peringkat terbaik" itu? Artinya siapa yang lebih baik dalam seleksi? Apa ada standar tertentu ya? Misalnya kayaknya aku lebih baik dalam seleksi kompetensi teknis, tapi aku tidak tahu apakah aku akan diterima jika peserta lainnya lebih baik dalam seleksi manajerial atau apa. Aku rasa perlu di klarifikasi lebih lanjut tentang cara seleksi ini...
 
Pernah bayangin kalau kita harus "buka diri" sendiri sebelum bisa masuk ke jabatan? ๐Ÿค” Selain itu, apa sih kewajiban dari kita jika kita sudah jadi pegawai pemerintah? Kita harus lebih tangguh lagi! ๐Ÿ’ช
 
Aku pikir ada salah satu masalah yang kurang jelas sih... nilai yang dihitung di bagian "50% nilai Seleksi Kompetensi Tambahan" itu, apa maksudnya? Apakah itu berarti jika kita hitung nilai tersebut lagi dan lagi sampai hasilnya seragam, maka tidak ada beda lagi? ๐Ÿค”

Atau mungkin ada contoh kasus di mana nilai tersebut dapat ditingkatkan atau diurangi, tergantung pada bagaimana penilaian yang dilakukan oleh panitia seleksi? ๐Ÿ“Š

Menariknya, nilai usia pelamar yang tertua adalah faktor pertama dalam penentuan kelulusan. Aku pikir itu bisa menjadi cara untuk memastikan bahwa pemerintah memiliki anggaran yang lebih stabil dan tidak terburu-buru dalam proses rekrutmen. ๐Ÿ˜Š

Lalu, apa kualitas life di luar negeri yang diinginkan oleh para pejabat pemerintahan? Apakah ada data tentang jumlah pejabat yang telah bekerja di luar negeri sebelumnya? ๐ŸŒ
 
Pergiin bakal siapa yang nangkap pegawai pemerintah? Maksudnya ada "grading passing" ya? Tapi apa maksudnyaranya? Jika hasil nilai 100, tapi gak memiliki kemampuan untuk menerimanya, apa caranya kalau pegawai pemerintah itu nggak bisa melayani pasien dengan baik? Sebaiknya kemenham nangkap orang yang punya kemampuan dan bukan cuma tingkat pendidikan aja. Kita harus fokus di kemampuan bukan cuma pendidikan ya...
 
SEBENARNYA ITU BISA!!! ๐Ÿคฉ PEMANGKIN PEMERINTAH TAK PERLU KHAWATIR SOAL KELULUSAN, KARENA PELAMAR YANG LOLOS SEJAUH MUNGKASNYA SUDAH MENJADI PEONGGIR NGINOM DARI PESERTA LAINNYA! ๐Ÿ˜‚ DAN WOY, PENENTUAN KELULUSAN BISA MAKIN COMPLEKS DENGAN UNTUK-UNTUK NYATA NYA KETEBALNYA! ๐Ÿคฏ
 
[GIF: orang berlari mengejar bola]

[Emoji: ๐Ÿ’ช]

[Gambar: peta Indonesia dengan beberapa poin merah]

[Caption]: Jadi, siapa yang percaya kalau ada "passing grade" seperti itu? Semua tentang usaha dan kreativitas! ๐Ÿค”
 
Maaf kalau aku bilang saran aja, tapi aku pikir pilihan ini agak sulit diterima. Siapa sih yang ngerasa bisa "menentukan kelulusannya" secepat itu? Apakah artinya peserta harus memiliki "kecerdasan khusus" untuk dihitung nilai lebih tinggi daripada orang lain? Tapi, setidaknya ini bagus banget karena tidak ada 'passing grade' yang bisa dipaksakan, jadi siapa pun yang benar-benar berkualitas pasti bisa masuk.

Tapi, aku pikir ada salah satu kekurangan disini. Apakah mereka sih memastikan bahwa peserta yang lulus benar-benar memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan tersebut? Seperti apa kalau di masa depan mereka harus menghadapi tantangan yang lebih sulit daripada yang pernah mereka hadapi selama seleksi?
 
๐Ÿ˜Š๐ŸŽ‰ Paham banget sih tentang proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2026! ๐Ÿค Mereka tidak ada "passing grade" tertentu yang diberlakukan, tapi hasilnya tergantung pada usaha terbaik dari setiap peserta. ๐Ÿ’ช Jadi, harus berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan peringkat terbaik! ๐Ÿ“ˆ

Perlu diingat juga bahwa ada ketentuan khusus jika hasil nilai akhir peserta sama dengan peserta lainnya pada batas terakhir peringkat tertinggi. Maka, harus hati-hati dalam memilih jawaban dan tidak boleh ngerasa kurang percaya diri! ๐Ÿ˜…

Saya rasa ini yang membuat proses seleksi lebih menantang dan menarik, karena harus berusaha sekuat tenaga untuk menjadi salah satu pemenangnya! ๐Ÿ†๐ŸŽŠ
 
kembali
Top