Indonesia Juga Beli Hotel di Mekkah, Bisa untuk Jemaah Haji 2026

Pemerintah Indonesia punya rencana untuk membeli sebuah hotel di Mekkah, Arab Saudi. Hotel tersebut akan menampung sekitar 24.000 hingga 25.000 jemaah Haji dan umrah. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, pembelian hotel ini bisa membantu mengurangi biaya haji secara signifikan.

"Kami memiliki target agar bisa semurah mungkin karena ujungnya adalah kami ingin mengurangi biaya naik haji bagi para jemaah kita dengan berbagai skenario dan cara," kata Prasetyo.

Selain pembelian hotel, pemerintah juga berencana untuk membangun Kampung Haji di Mekkah. Tanah yang akan digunakan untuk pembangunan ini sudah dimenangkan oleh pemerintah Indonesia melalui bidding. Kemenangan ini berkat diplomasi yang luar biasa dari Presiden Prabowo Subianto dengan pemerintah Arab Saudi.

Pengurangan biaya haji juga dilakukan melalui berbagai skenario lainnya, seperti menambah jadwal penerbangan dan mengurangi waktu tunggu para jemaah. Menurut Prasetyo, total waktu tunggu sekarang ini sudah lebih dari 41 hari, sedangkan Malaysia hanya memiliki kurang lebih 31 hari.

Dengan kemenangan pembelian hotel di Mekkah, pemerintah Indonesia berharap bisa mengubah aturan agar sebuah negara dapat memiliki aset di Mekkah. Ini diharapkan menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan umat Islam.
 
Makasih kabar ini, tapi siapa tahu apa yang benarnya dimaksudkan nanya? Jadi Indonesia jadi milik Saudi Arabia aja? Itu nggak enak banget, kalau Indonesia jadi milik lain negara, kayaknya kita kehilangan identitas bangsa sendiri. Lalu kemudian bagaimana kalau ada masalah dengan Arab Saudi, siapa aja yang akan jaga ketertiban?
 
Maksudnya gak masalah kok kalau kita beli hotel di Mekkah, tapi kemudian dimana duit itu? Nah kayaknya pemerintah juga berencana untuk membangun Kampung Haji, itu keren banget! Tapi apa yang jadi kalau ada masalah nanti? Kita harus waspada dan siap jawab. Aset di Mekkah ini harus berarti apa? Kalau kita dapatkan aset itu, kemudian bagaimana kita akan menggunakannya?
 
aku rasa kayaknya ini buatan forum yang banya banget, gue tidak pernah melihat sama sekali bagaimana pembelian hotel di Mekkah itu bikin biaya haji lebih murah, kalau benar itu jadi kenyataan toh seharusnya ada data atau fakta yang bisa kita lihat bukan cuma dipercayai oleh salah satu pihak. dan siapa lagi yang bertanggung jawab di balik ini? pemerintah? karena kalau gue bayangkan, jadinya semua orang penasaran, siapa nanti yang bertanggung jawab jika ada kesalahan atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
 
🤔 Aku pikir itu ide yang keren banget, tapi aku juga rasa ada beberapa hal yang perlu dipikirkan lagi. Seperti, bagaimana nanti hotel itu bisa berjalan tanpa ada masalah keamanan? Mekkah itu tempat yang sangat penting bagi umat Islam, dan aku rasa kita harus lebih teliti dalam proses ini.

Lalu, apa itu aset di Mekkah sebenarnya? Aku rasa itu bukan hanya tentang membeli hotel, tapi juga tentang bagaimana kita bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan negara-negara lain. Kita harus lebih fokus pada hal-hal positif dan bukan hanya pada biaya-biaya.

Dan aku rasa, kalau kita ingin mengurangi biaya haji, kita perlu juga memikirkan tentang bagaimana kita bisa membuat jasa yang lebih baik bagi para jemaah. Jangan cuma fokus pada biaya, tapi juga pada kualitas layanan yang kami berikan. 🙏
 
ini kabar gembira sekali... tapi aku sengaja tidak lihat informasi ini sebelumnya 😅, karena selama ini pemerintah Indonesia berfokus pada pembangunan infrastruktur di dalam negeri aja. tapi kalau membeli hotel di Mekkah bukan main, bisa jadi memberikan manfaat yang besar untuk para jemaah kita... tapi aku penasaran, siapa nanti yang akan mengelola hotel ini? dan bagaimana caranya pemerintah Indonesia bisa mendapatkan harga yang tepat agar tidak mengebawa beban biaya yang terlalu besar 🤑.
 
Apa sih, kalau Indonesia mau membeli hotel di Mekkah? Tapi siapa nanti yang akan bayar hutang beli itu? Biaya haji toh sudah cukup mahal sekali, tapi biar nggak mahal lagi, pemerintah harus buat skema yang jelas. Sementara itu, apa kegunaan hotel di Mekkah kita? Minta-minta umat Islam Indonesia mau datang ke sana? Tapi siapa nanti yang akan bayar fasilitas tersebut? Bisa juga nanti kita bayar hutang beli hotel itu dengan biaya pajak umrah dan haji, kan?
 
Pembelian hotel di Mekkah itu kayaknya nanti bisa mengurangi beban biaya haji banyak ya... tapi apa yang penting adalah bagaimana pemerintah bisa memastikan bahwa pembelian ini bisa memberikan manfaat bagi jemaah kita dan tidak hanya untuk kepentingan negara aja...
 
Gue rasa gak bakal ada masalah sama hotel di Mekkah, tapi gue penasaran siapa aja yang bilang pemerintah Indonesia harus punya aset di Mekkah? Gue bayangkan kalau gue mau pergi haji, aku akan senang banget bawa kado dari bangsa sendiri, tapi jangan dipakai untuk memperoleh keuntungan. Kalau aset itu dipakai buat rasa syukur dan berbagi ilmu, gue aja setuju.
 
Pembelian hotel di Mekkah itu nggak main-main, sih. Kalau kita punya jasa yang baik seperti ini, kayaknya giliran kita untuk mendapatkan keuntungan dari hal ini. Tapi, aku pikir perlu diawasi juga agar tidak hanya keuntungan saja, tapi ada manfaat bagi umat Indonesia juga. Karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa hotel ini tidak akan menjadi beban bagi orang Indonesia. Dan apa salahnya kita juga punya jasa haji yang baik, sih? Kita bisa menjadi contoh bagi negara lain.
 
Gue pikir ini bisa menjadi peluang besar bagu pemerintah Indonesia untuk menunjukkan kemajuan teknologi di bidang perjalanan, seperti aplikasi pengurangan waktu tunggu atau sistem monitoring penggunaan transportasi. Ini juga bisa jadi kesempatan bagi kita untuk berinovasi dan membuat Indonesia lebih terlihat di dunia internasional, apalagi kalau kita bisa membuat hotel Mekkah ini bisa dihubungkan dengan teknologi keamanan yang canggih.
 
Pemerintah Indonesia pasti nanti siapa aja yang punya hotel di Mekkah? Tapi, kalau benar-benar ingin mengurangi biaya haji, mungkin mereka bisa fokus lebih pada efisiensi dalam pengelolaan biaya haji, gak perlu beli hotel yang mahal-mahal. Mereka juga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia dalam pengadaan barang dan jasa yang digunakan untuk kegiatan haji. Lalu, kita lihat apakah mereka sudah siap untuk mengurangi waktu tunggu para jemaah di bandara? 41 hari sudah waktunya! 🙄
 
kembali
Top