Indonesia Gabung Dewan Perdamaian, DPR Ingatkan Empat Risiko

"Indonesia Gada Rintangan Dalam Dewan Perdamaian Gaza, Tetapi Apa yang Harus Diketahui?"

Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyatakan bahwa Indonesia telah bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Keputusan ini telah menimbulkan beberapa risiko strategis yang perlu diantisipasi secara matang.

Menurut Mayjen TB Hasanuddin, kehadiran Indonesia dalam forum tersebut dapat membuka peluang untuk memengaruhi arah kebijakan perdamaian Gaza dari dalam. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan suara moral dunia Islam, Indonesia dapat menghadirkan dimensi kemanusiaan yang kuat serta menjadi jembatan antara kepentingan Barat dan aspirasi negara-negara Muslim.

Namun, Mayjen TB Hasanuddin juga menilai bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza menyimpan beberapa risiko. Pertama, risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan, terutama yang memiliki pandangan berbeda terhadap konflik Gaza.

Kedua, risiko keamanan personel yang dapat menempatkan pasukan Indonesia pada posisi rawan jika penempatan personnel TNI dalam misi tidak inklusif terhadap seluruh faksi di Gaza. Pasukan Indonesia berpotensi menjadi target kelompok yang menolak intervensi bentukan Amerika Serikat.

Ketiga, terkait persoalan dukungan finansial yang sangat besar dan dapat membebani keuangan negara dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah perlu menjelaskan secara transparan sumber pendanaan tersebut agar tidak menimbulkan risiko politik, keamanan, dan ekonomi bagi bangsa.

Keempat, keselarasan dengan kebijakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang harus diantisipasi secara matang. Indonesia tidak boleh terjebak dalam skema yang justru bertentangan dengan kerangka kerja PBB.

Mayjen TB Hasanuddin menekankan bahwa pemerintah perlu bersikap cermat, terukur, dan transparan dalam menyikapi keanggotaan ini. Jangan sampai niat baik untuk perdamaian justru menimbulkan risiko politik, keamanan, dan ekonomi bagi bangsa.

"Indonesia harus sangat berhati-hati dalam melakukan langkah-langkah ini," kata Mayjen TB Hasanuddin. "Kita tidak boleh membiarkan keinginan untuk perdamaian menjadi alibi untuk mengabaikan risiko-risiko yang ada."
 
Gua pikir penting buat negara kita, Indonesia, jadi perhatian di dunia internasional. Tapi apa aja nanti kalau kita terjebak dalam misi milik Amerika Serikat? Gua khawatir juga kisah ini bisa mempengaruhi hubungan kita dengan negara-negara lain di Asia. Mungkin kita harus lebih hati-hati dalam membuat keputusan ini, agar tidak ada yang salah dari kita. 🤔💡
 
gampang je, Indonesia udah bergabung dengar Dewan Perdamaian Gaza, tapi apa aja yang harus kita ketahui? pertanyaan penting ini sebenarnya perlu diawasi dengan hati-hati. kalau Indonesia mau jadi bagian dari forum ini, maka kita harus siap untuk menghadapi risiko geopolitik dan keamanan yang bisa mempengaruhi hubungan kita dengar negara-negara lain.

saya pikir Indonesia perlu memberikan klarifikasi tentang sumber pendanaan yang digunakan dengar misi ini. bagaimana jika kita tidak transparan tentang itu? risiko politik dan ekonomi bagi bangsa bisa besar banget.
 
Gue sangka2 penting banget kalau Indonesia bergabung dengaN Dewan Perdamaian Gaza, tapi juga ada risiko strategis ya... gue khawatir siapa nanti jadi target keamanan pasukan Indonesia di Gaza, apa kalau ada konflik terus berkepanjangan? Gue punya pertanyaan, bagaimana caranya pemerintah bisa memastikan bahwa pasukan Indonesia bisa beroperasi aman dan tidak jadi target kelompok yang menolak intervensi Amerika Serikat?
 
Hahaha, kayaknya gak sengaja kaya ngomongin hal-hal yang penting tapi udah lama aku tahu 😂. Benar banget, Indonesia kena berhati-hati dalam bergabung Dewan Perdamaian Gaza. Kalau tidak sabar-sabar, aja akan menimbulkan risiko geopolitik, keamanan, dan ekonomi yang besar. Aku pikir pemerintah perlu melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum memutuskan keputusan ini. Gak usah ngomongin kalau Indonesia punya kekuatan diplomatik yang besar, tapi gak berarti kita harus sembarangan 🤔. Kita harus jaga posisi kita sendiri dan tidak terjebak dalam skema yang justru bertentangan dengan kerangka kerja PBB.
 
Kalau Indonesia udah bergabung dengar nih, kemungkinan arus suara yang bisa dipengaruhi bisa buat apa? 🤔 Saya rasa penting banget buat dilakukan analisis secara matang sebelum memutuskan. Cuman kekhawatiran saya adalah bagaimana caranya kita bisa mendapatkan dukungan finansial yang cukup buat misi ini. Kita harusnya jangan terlalu terburu-buru, perlu diantisipasi risiko-risikonya terlebih dahulu. 🤝
 
kembali
Top