Imbas Kasus Tata Kelola Minyak, Pengusaha Takut Kerja Sama BUMN

Para pengusaha Indonesia saat ini sangat khawatir untuk bekerja sama dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Menurut Rhenald Kasali, guru besar FEB UI, ketakutan itu muncul karena proses bisnis di BUMN sangat rumit, termasuk dalam tahap negosiasi. Meski negosiasi adalah hal yang lazim dilakukan, di BUMN ini lebih kaget dan repot.

Rhenald menyebutkan bahwa kekagalan atau kesalahan di BUMN memakan biaya yang besar. Jika suatu perusahaan melakukan kesalahan, mereka harus membayar untuk konsultan dan saran dari berbagai lembaga seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Hal ini membuat Direksi perusahaan dan pengusaha yang ingin bekerja sama menjadi semakin bingung.

Banyak rekomendasi dari berbagai lembaga yang berubah-ubah, sehingga meningkatkan risiko bagi perusahaan. Rhenald juga menyebut bahwa tidak jarang rekomendasi dari KPK dan BPKP berbeda satu dengan lainnya. Hal ini menimbulkan ketidakpastian yang sangat besar dalam berbisnis.

Menurut Rhenald, pengusaha harus hati-hati saat bekerja sama dengan BUMN. Beberapa kali rekomendasi dari lembaga-lembaga tersebut berubah-ubah, sehingga perusahaan menjadi kaget dan khawatir tentang apa yang dapat dilakukan nanti. Hal ini membuat pengusaha menanggung risiko yang sangat besar.

Rhenald juga menyebutkan bahwa tata kelola minyak yang tidak sesuai dengan peraturan mengakibatkan harga BBM meningkat, sehingga merugikan perekonomian negara. Dengan demikian, total kerugian negara akibat kasus tata kelola minyak dapat mencapai Rp285 triliun, termasuk nominal total kerugian negara dan biaya pengelolaan yang tidak tepat.
 
gampang lah, gini caranya.. kalau mau bekerja sama dengan BUMN harus tahu terlebih dahulu siapa-apa yang harus dilakukan. kalau nanti ada kesalahan, harus tau siapa yang bertanggung jawab dan harus siap menerima konsekuensinya. apa bermanfaat buat pengusaha? tentu saja.
 
Gue rasa kalau BUMN nggak bisa jelas kan? Mereka punya rekomendasi apa, kemudian berubah-ubah lagi. Apa yang pengusaha butuh cari, itu kepastian sih. Kalau mau bekerja sama dengan BUMN, pengusaha harus sabar dan punya visi jangka panjang. Yang penting sih, tidak ada cara menyelesaikan masalahnya dengan cepat, tapi gue rasa kita harus lebih fokus pada bagaimana membuat perekonomian negara lebih baik secara keseluruhan.
 
Aku pikir itu juga karena kementerian di dalam BUMN ini punya jadwal belanja yang sangat panjang, bisa sampai 2-3 tahun ๐Ÿ˜’. Jadi, kalau kamu mau bekerja sama dengan mereka, kamu harus siap untuk berjalan kaki di dalam proses ini, tapi juga harus siap untuk menghadapi banyak risiko dan kerugian. Aku rasa perusahaan-perusahaan kecil seperti gili-gilian atau kecil-kecilan, mereka tidak mampu menanggung beban ini ๐Ÿ˜ฌ. Maka dari itu, aku pikir BUMN harus membuat sistem yang lebih transparan dan jelas, sehingga semua pihak bisa mengetahui apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara menghadapi risiko-risikonya ๐Ÿ’ก.
 
Aku pikir kalau bisnis di BUMN itu benar-benar rumit kok ๐Ÿคฏ. Rhenald kasali ngomongin tentang hal ini, tapi aku rasa aku belum paham apa itu ngomongin sama sekali ๐Ÿ˜…. Apa maksudnya kalau proses negosiasi di BUMN itu repot dan kaget? Maksudnya kalau kita lupa bagaimana cara kerja bisnis di BUMN, maka kita akan mengalami kesulitan besar ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ.

Aku rasa kalau pengusaha Indonesia harus lebih berhati-hati saat bekerja sama dengan BUMN. Mereka harus memahami bagaimana cara kerja bisnis di BUMN sebelum mau terlibat ๐Ÿ˜ฌ. Dan mungkin mereka juga harus mencari saran dari orang lain yang sudah pernah bekerja sama dengan BUMN untuk mendapatkan pengetahuan lebih lanjut ๐Ÿค.
 
Gue pikir kalau pemerintah harus membuat kaidah yang lebih jelas untuk bisnis di BUMN, biar gak ada lembaga-lembaga yang memilih ngeri-neri. Tapi apa pun ya, pengusaha pasti harus hati-hati ya ๐Ÿ˜. Saya pikir kalau ada usaha untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi di BUMN, gue yakin bisa membuat bisnis di Indonesia menjadi lebih baik ๐Ÿค”.
 
Kira-kira aja apa yang bisa dilakukan ya? Jika ingin bekerja sama dengan BUMN, harusnya punya strategi yang cerdas. Boleh banget berdiskusi dengan rekan-rekannya di perusahaan juga. Tapi kalau tidak sengaja kesalahan, sih biaya yang tinggi lho! ๐Ÿค‘

Sangat serius ya, pengusaha harus teliti. Jangan sampai kehilangan banyak uang karena kesalahan kecil. Dan kan, BUMN punya banyak lembaga di baliknya, jadi sih sulit untuk mengetahui apa yang benar dan apa yang salah ๐Ÿค”.

Mending fokus pada hal lain aja, seperti meningkatkan produksi atau membuat strategi bisnis sendiri. Jangan terlalu bergantung pada BUMN aja, karena kalau salah, sih punya banyak biaya yang harus dibayar ๐Ÿ˜ฌ.
 
aku pikir masalahnya bukan hanya dari BUMN aja, tapi juga dari kekurangan kompetensi dalam bisnis di kalangan pengusaha Indonesia sendiri ๐Ÿค”. apa kira-kira yang akan terjadi jika semua perusahaan di Indonesia harus bekerja sama dengan BUMN? ๐Ÿ˜ฌ. mungkin harus ada langkah pendidikan yang lebih baik untuk meningkatkan kompetensi mereka agar bisa beradaptasi dengan proses bisnis yang rumit di BUMN ๐Ÿ‘.
 
๐Ÿ˜ฉ aku juga pernah bekerja sama dengan BUMN, tapi rasanya sangat frustrasi banget! ๐Ÿคฏ sih proses bisnis di sana sangat rumit, harus banyak ngobrol dan berdiskusi dengan lembaga-lembaga seperti KPK dan BPKP. aku suka aja bingung apa yang harus dilakukan nanti! ๐Ÿ˜‚ tapi seriusa, perusahaan-perusahaan kecil kayak aku sih tidak bisa dipertahankan dengan harga perluasan modal yang semakin naik.

dan apa yang paling bikin aku marah adalah rekomendasi-rekomendasi dari lembaga-lembaga itu berubah-ubah banget! ๐Ÿ™„ aku suka aja tahu apa yang harus dilakukan nanti, tapi tidak bisa karena ada perbedaan antara KPK dan BPKP. aku rasa pengusaha-perusahaan kecil kayak aku memang kalah dalam berbisnis dengan BUMN. ๐Ÿ˜”
 
Gue rasa kayaknya pengusaha Indonesia harus lebih berhati-hati saat bekerja sama dengan BUMN. Mereka harus lebih teliti dalam memahami proses bisnis di sana dan juga harus siap untuk menanggung risiko. Gue rasa tidak ada jadi caranya lagi, karena semua rekomendasi dari KPK dan BPKP itu berubah-ubah makin lama makin ketakutan pengusaha yang mau bekerja sama dengan BUMN. Biaya yang besar juga membuat banyak perusahaan jadi takut ingin mencoba bekerja sama dengannya ๐Ÿ˜ž.
 
Aku pikir Rhenald kasali benar-benar keren banget! Aku sudah melihat banyak para pengusaha Indonesia yang khawatir untuk bekerja sama dengan BUMN. Mereka merasa risikonya terlalu besar, tapi Rhenald menyanjung mereka buat terus berjuang dan belajar dari kesalahan-kesalahan mereka.

Aku pikir apa yang harus dilakukan adalah memberikan pelatihan yang lebih baik kepada pengusaha-pengusaha muda tentang bagaimana bekerja sama dengan BUMN. Mereka perlu tahu bagaimana mengelola risiko dan bagaimana melakukan negosiasi yang efektif. Jika mereka bisa melakukannya, pasti mereka bisa menghindari banyak kesalahan yang sudah terjadi di masa lalu.

Selain itu, aku pikir pemerintah harus memberikan dukungan yang lebih baik kepada BUMN. Mereka perlu membantu BUMN untuk meningkatkan kinerjanya dan membuatnya lebih efisien. Dengan demikian, pengusaha-pengusaha Indonesia tidak perlu khawatir tentang risiko terlalu besar lagi. ๐Ÿค
 
Saya paham kenapa para pengusaha khawatir bekerja sama dengan BUMN. Proses bisnis di sana terlalu rumit dan perlu banyak penjelasan, bukan? Saya sendiri pernah bekerja sama dengan sebuah perusahaan BUMN, dan saya harus sering-sering meminta klarifikasi tentang prosesnya ๐Ÿ˜‚. Tapi apa yang membuat saya paham adalah ketakutan pengusaha itu muncul dari kenyataan bahwa kesalahan di BUMN memakan biaya yang sangat besar. Itu pasti membuat banyak orang khawatir, termasuk saya sendiri! ๐Ÿค”
 
Gini juga bisa, tapi aku pikir salah satu masalahnya adalah karena BUMN kurang fleksibel dalam menyesuaikan diri dengan perubahan pasar. Mungkin kalau lebih fleksibel, hasilnya berbeda. Tapi sayangnya BUMN masih terikat dengan banyak regulasi yang membuat proses bisnis di sana jadi sangat kaku ๐Ÿค”.
 
Gue rasa mau coba ngitung sendiri, ya! ๐Ÿค”
Banyak kasus di BUMN ini memang menimbulkan risiko yang besar bagi perusahaan. Menurut data dari BPJS Kesehatan, tahun 2024 ada 142.000 karyawan yang ditanggung gaji oleh perusahaan karena kesalahan proyek atau bisnis di BUMN, dengan total biaya sebesar Rp43 triliun! ๐Ÿค‘
Dan kalau lihat dari data pengeluaran negara, pada tahun 2024 saja ada Rp234 triliun yang digunakan untuk pembayaran gaji karyawan yang ditanggung oleh perusahaan karena kesalahan di BUMN. ๐Ÿ“Š
Selain itu, menurut laporan dari Kementerian Keuangan, perusahaan yang bekerja sama dengan BUMN harus membayar biaya pengelolaan yang tidak tepat sebesar Rp43 triliun pada tahun 2024. ๐Ÿคฏ
Dan kalau kita lihat dari data pengeluaran negara pada tahun-tahun terakhir, total biaya yang digunakan untuk pembayaran gaji karyawan dan biaya pengelolaan yang tidak tepat di BUMN sebenarnya sudah mencapai Rp285 triliun! ๐Ÿšจ
Gue rasa semua ini sangatlah mengejutkan, bukan? ๐Ÿ˜ฎ
 
Gue rasa ini masalah besar banget, kalau kita coba bekerja sama dengan BUMN, tapi masih banyak faktor yang bikin kita ragu-ragu. Rhenald kasali bilang benar, proses bisnis di BUMN super rumit dan ada banyak biaya tambahan yang harus dibayar. Gue punya teman suka bekerja sama dengan BUMN, tapi kadang dia terjebak karena kesalahan kecil. Sumber dayanya punya berat badan yang gede, bukan hanya uang.
 
Pengusaha Indonesia pasti takut banget kewalahan dengan BUMN ๐Ÿคฏ. Rhenald kasali bilang kalau proses bisnis di BUMN sangat rumit, bahkan ada kegagalan besar yang memakan biaya triliun ๐Ÿ’ธ. Sementara pengusaha lain sedang bingung banget karena rekomendasi dari KPK dan BPKP berubah-ubah ๐Ÿ”„. Maka dari itu, pengusaha harus hati-hati saat bekerja sama dengan BUMN ๐Ÿ˜ฌ. Kalau tidak hati-hati, maka risiko besar ya kalah ๐Ÿ’”.
 
kembali
Top