Pemerintah dan perusahaan teknologi seperti Meta menekankan pentingnya memberikan akses terhadap teknologi kepada semua masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, selama pelatihan Literasi Kecerdasan Artifisial Ramah Disabilitas di Jakarta.
Pemerintah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan literasi teknologi bagi masyarakat Indonesia. Aju Widyasari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa peningkatan literasi teknologi merupakan langkah krusial bagi masyarakat di era transformasi digital.
Sementara itu, Meta menekankan pentingnya demokratisasi teknologi agar dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Manager Kebijakan Publik Meta Indonesia, Nadhila Renaldi mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND), komunitas disabilitas, serta pendidik SLB untuk membuat modul literasi AI yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Indonesia dalam memahami bagaimana kecerdasan artifisial bekerja. Dengan demikian, mereka dapat menuntut transparansi dan akuntabilitas dari penyedia teknologi kecerdasan artifisial.
Pemerintah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan literasi teknologi bagi masyarakat Indonesia. Aju Widyasari, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa peningkatan literasi teknologi merupakan langkah krusial bagi masyarakat di era transformasi digital.
Sementara itu, Meta menekankan pentingnya demokratisasi teknologi agar dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. Manager Kebijakan Publik Meta Indonesia, Nadhila Renaldi mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND), komunitas disabilitas, serta pendidik SLB untuk membuat modul literasi AI yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat Indonesia dalam memahami bagaimana kecerdasan artifisial bekerja. Dengan demikian, mereka dapat menuntut transparansi dan akuntabilitas dari penyedia teknologi kecerdasan artifisial.