IAT: Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Dapat Hak Asuransi

Perusahaan Penerbangan IAT Memastikan Hak Asuransi untuk Korban Pesawat ATR 42-500

PT Indonesia Air Transport (IAT), pemilik pesawat ATR 42-500 yang terdampar di daerah tersebut, telah memastikan bahwa semua korban akan mendapatkan hak asuransi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Adi Tri Wibowo.

Meskipun proses identifikasi korban masih berlangsung, IAT berkomitmen untuk memenuhi seluruh hak korban dan keluarga korban. Mereka akan melakukan pembayaran asuransi kepada semua korban yang telah ditemukan. "Hak asuransi para korban tetap sah, dan itu adalah tanggung jawab kami", kata Adi Tri Wibowo saat berbicara di Kantor Basarnas Makassar.

Selain memastikan hak asuransi, IAT juga memastikan bahwa keluarga korban akan mendapatkan pendampingan yang baik. Mereka melakukan pendampingan kepada semua keluarga korban, mulai dari proses pengambilan sampel Antemortem hingga pemulangan jenazah ke alamat keluarga masing-masing.

Saat ini, tiga jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dipulangkan ke Jakarta. Sementara itu, 7 korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi DVI. IAT juga membantu seluruh proses, mulai dari pemulangan hingga pengantaran jenazah ke alamat keluarga.

Adi Tri Wibowo berterima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, baik dari unsur udara maupun darat. Ia menyebut keberhasilan menemukan seluruh korban merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi semua pihak.
 
Aku pikir ini benar-benar langkah yang bijak dari IAT, memastikan hak asuransi untuk korban tersebut, tapi kayaknya juga harus diawali dengan proses identifikasi yang tepat, agar tidak ada kesalahan dalam penghubatan keluarga. Aku harap DVI bisa secepat mungkin menyelesaikan identifikasi 7 korban yang masih menunggu hasilnya, sehingga keluarga mereka bisa mendapatkan kepastian. 😊
 
Wah, kira-kira gini aja ya, kalau ada kecelakaan sampe semua korban duduk di bawah asuransi yang sesuai. IAT memang jujur kalau proses ini belum selesai, tapi mereka sudah mulai membayar asuransi kepada korban yang telah ditemukan. Mereka juga mau ngajak keluarga korban untuk nyangkat-nyambut, mulai dari identifikasi sampai dipulangkan ke alamat masing-masing. Jadi, kalau punya masalah sama IAT, pasti mereka mau berkomunikasi dulu.
 
Wahhhhhh!!! IAT ini benar-benar keren banget! Mereka pasti sangat profesional dan peduli dengan korban ya? Proses identifikasi masih berlangsung tapi mereka udah memastikan bahwa semua korban akan mendapatkan hak asuransi yang seharusnya. Saya senang sekali banget kalau IAT ini bisa menjaga keselamatan keluarga korban juga, dari proses pengambilan sampel hingga pemulangan jenazah ke alamat keluarga masing-masing. Wahhh, saya suka banget dengan IAT ini! 😍💕
 
gampangnya aq bisa bayangkan betapa beratnya situasi itu... kalau nggak ada asuransi, siapa nanti yang akan membayar biaya pengantaran jenazah ke rumah keluarga? malah IAT yang harus menanggung beban itu, kayaknya tidak adil banget. tapi sepertinya mereka punya rencana yang baik, kalau sudah ada asuransi, maka korban bisa langsung diterima, dan keluarga bisa fokus pada hal lain...
 
Saya suka banget betapa pentingnya hak asuransi bagi korban, tapi aku kira ini malah yang bikin masalah ya... kalau semua korban sudah mendapatkan asuransi, berarti gak ada yang bisa ditangani lagi, kan? 🤔 apa yang jadi dengan pembayaran asuransinya? bagaimana nanti kalau ada keluarga korban yang tidak punya dana?
 
Aku pikir ini yang penting, ya 🙏. Proses identifikasi korban memang nggak mudah, tapi IAT selalu siap membantu keluarga korban. Mereka harus berani-berani memasukkan data biaya asuransi ke dalam sistem, nanti aku bisa minta kasih informasi tentang proses pembayaran apa aja ya 🤔.
 
Gue rasa ini kayak kontra Jokowi, kalau kita lihat asuransi itu kan bukan milik pemerintah? Maka apa sih Pemerintah tidak ambil bagian dulu sebelum IAT ngerampok asuransinya? Tapi gue rasa ini masalah politik, kapan pemerintah mau mengatur asuransi yang harus dihadiri semua orang Indonesia? Kalau tidak sama ada keuntungan bagi siapa-siapa aja.
 
kembali
Top