Hakim Cecar Saksi Kasus Chromebook soal Orang Setkab Tanya Komplain Microsoft

Pernyataan Sutanto yang menghadirkan diri sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/1/2026). Bapnya (Berita Acara Pemeriksaan) menunjukkan bahwa Sutanto menerima WA dari orang Sekretariat Kabinet (Setkab), bernama Januar Agung, yang menanyakan soal komplain dari Microsoft. Dalam BAP tersebut, disebutkan bahwa Microsoft mengkomplain terhadap Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021 karena sudah mengunci spek Chrome OS untuk pengadaan DAK fisik 2021.

Terdapat pertanyaan yang menarik pada saat Sutanto diwawancarai oleh hakim, yaitu tentang apakah Microsoft pernah kerja sama dengan Kemendikbud. Menurut Sutanto, tidak ada bukti yang membuktikan Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud. Dia hanya mendapatkan informasi dari mantan Dirjen Paudasmen Kemedibudristek Jumeri yang menerima WA Januar.

Hakim kemudian meminta klarifikasi dari Sutanto tentang komplain yang disampaikan Microsoft. Komplain tersebut terkait dengan pengadaan laptop Chromebook dan DAK fisik 2021, di mana Microsoft mengklaim telah mengalami kerugian karena spek Chrome OS sudah dikecualikan dalam Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021.

Ternyata, Sutanto tidak tahu apa yang dimaksud komplain tersebut, tetapi dia hanya mendengarkan cerita dari Jumeri tentang WA Januar Agung. Hakim kemudian menanyakan kepada Sutanto apakah Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud, dan jawabannya adalah tidak ada bukti.

Pada saat ini, Nadiem Anwar Makarim (Eks Mendikbudristek) didakwa melakukan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook. Proyek tersebut menyebabkan kerugian negara Rp 2,1 triliun.
 
Oke banget! Sutanto asusila itu kaya mantap... kalau benar Microsoft gak pernah bekerja sama dengg Kemendikbud, tapi jadi korupsi karena nanti komplain dari Januar Agung aja? Gak masuk akal... yang terpenting bukti ya! Sutanto malah bunuh kesempatan untuk membenarkan Microsoft.
 
😊 Saya pikir ini kasus yang cukup menarik! πŸ€” Kalau asal-usul komplain dari Microsoft benar-benar tidak jelas, tapi ada bukti bahwa proyek tersebut sudah terlalu banyak kerugian untuk negara. πŸ€‘ Saya rasa para pejabat yang terlibat dalam kasus ini perlu diawasi lebih dekat agar tidak ada lagi kegiatan korupsi. πŸ’― Sutanto sebagai saksi, dia harus berusaha memberikan jawaban yang jujur dan transparan tentang apa yang ia ketahui dari mantan Dirjen Paudasmen Kemedibudristek Jumeri. 🀝
 
Aku pikir ini kalau gini tidak perlu terjadi πŸ˜”. Siapa yang tahu informasi itu dari mana sih? Januar Agung hanya mengirim WA ke Sutanto, tapi bukan berarti dia sendiri yang nggak ingat apa yang diucapkan mantan Dirjen Paudasmen Kemedibudristek Jumeri. Aku rasa ini perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut πŸ€”.
 
Wah, ini kayaknya kasus korupsi yang serius banget! Sutanto itu benar-benar tidak tahu apa-apa tentang komplain Microsoft, dia hanya mendengarkan cerita dari Jumeri aja πŸ€·β€β™‚οΈ. Tapi yang penting adalah ada bukti yang cukup kuat bahwa korupsi ini terjadi dan kita harus waspada! Nadiem Anwar Makarim itu benar-benar perlu dijadikan sebagai contoh bagaimana korupsi dapat menghancurkan negara kita. Kita harus selalu waspada dan tidak toleran dengan hal-hal seperti ini 😑.
 
Aku pikir ni itu kasus yang serius banget! Microsoft kayaknya merasa tidak adil karena permendikbud nomor 5 tahun 2021 membatasi spek Chrome OS untuk pengadaan DAK fisik 2021. Tapi, ternyata Sutanto yang menjadi saksi kasus ini hanya mendengarkan cerita dari Jumeri tentang WA Januar Agung tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi πŸ˜•.

Aku rasa ini kayaknya bukti korupsi yang serius banget! Kemendikbudristek dan Microsoft kerja samaan dengan siapa aja? Kita harus lihat lebih dekat! πŸ€”

Saya berharap agar kasus ini dapat selesai dengan cepat dan adil. Tapi, aku juga khawatir bahwa ada lagi korupsi yang terjadi di balik layar ini... πŸ‘€
 
Uda apa kejadian di Pengadilan Tipikor ini? Sutanto kalau gitu saksi kasus korupsi yang serius, tapi dia malah nggak tahu apa komplain Microsoft itu. Aku rasa dia hanya mengikuti cerita Jumeri aja πŸ˜‚. Dan kemudian dia bilang tidak ada bukti Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud? Sutanto kalau gitu kayak orang yang malas cari informasi, tapi aku rasa dia udah cukup berani untuk menjadi saksi kasus yang serius ini πŸ’β€β™‚οΈ. Aku harap ada yang bisa menangkap siapa sih yang benar-benar bersalah dan tidak hanya Sutanto yang jadi gantian πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
Haha, bakal jadi nontonan sih... Sutanto hanya mendengar cerita dari Jumeri tentang WA Januar Agung, tapi dia tidak tahu apa itu komplain Microsoft yang dimaksudkan. Makasih kan, kalau tidak ada keterbukaan seperti ini, bagaimana bisa kita ketahui bahwa Nadiem Anwar Makarim (Eks Mendikbudristek) diadili? πŸ€”πŸ˜’
 
Gue rasa jujur klo Sutanto bilang tidak ada bukti Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud. Tapi gue curiga apa yang dimaksud komplain dari Microsoft itu? Gue pikir mungkin ada kesalahpahaman atau kesalahan informasi yang terjadi sebelumnya. Microsoft dan Kemendikbud mungkin perlu melakukan pengecekan dan klarifikasi lebih lanjut tentang kejadian tersebut πŸ˜•

Gue rasa penting untuk tidak menyalahkan orang tanpa bukti, tapi mencari solusi dan jawaban yang jujur. Sutanto sudah bilang tidak ada bukti, gue harap penegakan hukum dapat melanjutkan siasatannya dengan lebih teliti.
 
Maksudnya kalau ada yang perlu diingat adalah, dalam kasus ini, Microsoft adalah salah satu pihak yang melaporkan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook! Tapi gini, apa yang terjadi sekarang adalah Nadiem Anwar Makarim (Eks Mendikbudristek) itu dihadukan dakwaan melakukan korupsi juga, tapi dia bukan yang melaporkan korupsi, tapi korupsi yang melaporkannya! πŸ€―πŸ“
 
Udah jelas sih, Sutanto itu yang bisa dibilang jujur, dia tidak tahu apa-apa tentang komplain Microsoft, tapi dia hanya menerima cerita dari Jumeri. Tapi apa artinya? Kalau dia tidak tahu, tapi orang lain sudah punya bukti, kenapa dia masih mau menjadi saksi? πŸ€”

Dan yang paling pokok lagi, Nadiem Anwar Makarim itu didakwa korupsi! Rp 2,1 triliun, itu angka yang sangat besar! Bagaimana kalau itu uang yang bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih baik di negara kita? πŸ€‘

Saya rasa ini memang sudah waktunya untuk ada perubahan besar di Indonesia. Kita harus lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, bukan hanya mencari keuntungan atau korupsi yang tidak terbuka. πŸ’‘
 
Saya tahu kan siapa yang terlibat dalam dugaan korupsi itu πŸ€”. Kemudian ada pertanyaan tentang Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud. Sutanto bilang tidak ada bukti, tapi dia hanya mendengarkan cerita dari mantan Dirjen Paudasmen Jumeri. Saya tahu kalau Jumeri menerima WA dari Januar Agung. Itu salah satu yang membuat saya penasaran siapa yang terlibat dalam korupsi itu πŸ€‘.
 
Wahhhh, kalau mau bilang siapa yang bikin kesalahan nih? Microsoft langsung klaim korupsi kan? Tapi kayaknya ada keraguan tentang komplain tersebut, apakah benar-benar Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud? Sutanto jadi saksi kasus ini tapi dia nggak tahu apa yang dimaksud komplain itu aja. Dan Nadiem Makarim giliran dihadak, Rp 2 triliun kerugian, kayaknya kalau bukti tebusan nih? πŸ€‘πŸ‘€
 
Dalam kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook yang disangka terjadi, aku pikir perlu diinvestigasi bagaimana Microsoft bisa mengklaim telah mengalami kerugian karena spek Chrome OS dikecualikan dalam Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021. Aku penasaran apakah ada bukti yang solid tentang kerja sama antara Kemendikbud dan Microsoft? πŸ€”

Sutanto sebagai saksi utama bisa memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang komplain tersebut, tapi sepertinya dia tidak memiliki informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan hakim. Aku rasa penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang benar-benar tertinggal dalam proyek ini.

Tentu saja, kasus korupsi yang disangka terjadi di sini sangat serius, dengan kerugian negara mencapai Rp 2,1 triliun. Aku berharap agar investigasi ini bisa segera menemukan jawaban dan tuntas sehingga dapat memastikan bahwa orang-orang bertanggung jawab atas kesalahan ini. πŸ•°οΈ
 
πŸ€” Siapa yang bilang Microsoft mengalami kerugian sebesar itu? πŸ€‘ Sutanto hanya mendengarkan cerita dari orang yang tidak jelas loh... πŸ™„ Jadi, bisa dikatakan bahwa Sutanto lebih like saksi kriminal daripada saksi kebenaran... 😐
 
Maksudnya apa kalau saksi ini hanya mendengarkan cerita dari orang lain dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi? 😐 Ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana kemampuan Sutanto dalam menjadi saksi yang baik jika dia hanya menerima informasi dari orang lain tanpa memastikan keasliannya? πŸ€”
 
Gue pikir ini serius banget deh! Nadiem Anwar Makarim itu bikin gue bingung apa yang bikin dia terus-terusan jatuh ke dalam masalah korupsi. Pertama-tama dia menjadi Mendikbudristek, lalu kemudian dia jatuh ke dalam kasus korupsi ini. Gue rasa kalau ada yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sistem pengawasan dan pengamanan di Kemendikbud itu berjalan apa? Apakah mereka sudah siap untuk menghadapi kasus seperti ini?

Gue juga pikir gue harus membaca lebih lanjut tentang Permendikbud Nomor 5 Tahun 2021 yang menyebabkan Microsoft mengkomplain. Gue rasa itu ada yang penting banget deh! Bagaimana komplain dari Microsoft itu bisa menjadi alasan korupsi? Gue rasa gue harus mencari tahu lebih lanjut tentang itu juga
 
ini cerita yang menarik banget, dugaan korupsi yang sangat besar, bisa jadi ada kerja sama antara Kemendikbud dan Microsoft yang tidak diakui oleh publik. tapi apa yang penting adalah kemampuan Sutanto untuk membedakan antara informasi yang dia terima dari orang lain dengan bukti nyata. ini bisa jadi petunjuk bagi Sutanto untuk mengungkapkan kebenaran yang sebenarnya.

tapi, saya pikir masih ada hal lain yang perlu dibahas, yaitu bagaimana kemampuan pengawasan dan penegakan hukum dalam kasus-kasus seperti ini. apakah benar-benar mereka sudah melakukan penelitian yang matang sebelum menunjukkan dugaan korupsi? atau masih ada kesempatan bagi mereka untuk memanfaatkan sistem dengan cara lain?

saya rasa kita semua perlu lebih teliti dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan uang negara.
 
Gue punya pendapat bahwa Sutanto jadi saksi kasus dugaan korupsi ini kayak nggak ada logika, dia cuma mendengar cerita dari mantan Dirjen Paudasmen Jumeri aja, tapi dia tidak tahu apa yang sebenarnya komplain Microsoft kayak. Dan dia juga bilang bahwa tidak ada bukti Microsoft pernah bekerja sama dengan Kemendikbud, tapi siapa tahu benarkah? πŸ€” Kemudian, Nadiem Anwar Makarim didekasi korupsi pengadaan laptop Chromebook ini juga kayak nggak ada alasan, proyek ini menyebabkan kerugian negara Rp 2,1 triliun, itu kayak nggak bisa dianggap kecil-kecil aja. Gue rasa Sutanto harus lebih teliti dulu sebelum jadi saksi kasus, dan juga Nadiem Anwar Makarim harus siap hadapi penuntutan ini dengan lebih matang.
 
ini masalah yang terus berkepanjangan ya, korupsi di pemerintahan, banyak lagi kasus yang sama. tapi apa yang penting adalah ada saksi yang mau bicara ya, Sutanto ini. dia menerima WA dari orang dalam kemudian mendengar cerita dari mantan Dirjen Paudasmen Kemedibudristek Jumeri tentang komplain dari Microsoft.

kira-kira siapa yang bertanggung jawab atas proyek ini? siapa yang memilih supplier dan pengadaan laptop tersebut? dan siapa yang mendapatkan keuntungan dari proyek ini? semuanya masih tersembunyi di balik rahasia ya.

saya harap Sutanto ini bisa memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang kasus ini. dan saya juga harap pemerintahan bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi korupsi ini.
 
kembali
Top